Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 102. Asuransi Rani Tidak Jelas.


__ADS_3

( POV Dinda )


Hari ini Dinda tengah di sibukkan dengan aktivitasnya,seperti biasa ia pun merekap orderan dari customer.


"Kriinggg... kriinggg... Kriinggg" Herman menghubungi Dinda.


"Assalamualaikum pah" Ucap Dinda.


"Wallaikumsallam mah,gimana keadaan kalian semuanya,sehat?" Tanya Herman.


"Alhamdulillah sehat semuanya pah" Sahut Dinda.


"Gimana bisnisnya mah,lancar?" Tanya Herman.


"Alhamdulillah pah lancar" Sahut Dinda.


"Gimana asuransi Rani,apakah udah cair mah?" Tanya Herman.


"Belum pah,gak tahu nih gak ada kejelasan pah" Sahut Dinda.


"Coba tanyakan sama agen asuransinya mah,masa anak kita udah keluar dari rumah sakit empat bulan yang lalu,tapi tidak juga cair asuransinya" Ucap Herman kesal.


"Iya pah,sebenarnya mama juga kesal pah,tapi nanti mama telepon lagi sama agen nya" Timpal Dinda.


Herman pun menutup teleponnya,Dinda pun langsung menghubungi Een selaku agen asuransi Rani.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Dinda menghubungi Een.


"Hallo say" Terdengar suara Een di ujung telepon.


"Say,gimana asuransi Rani,kok sampai sekarang gak ada kelanjutannya?" Tanya Dinda.


"Langsung aja telepon ke managernya say, karena sejak dua bulan yang lalu,aku mengundurkan diri dari asuransi itu dan gak jadi agen lagi say " Ucap Een enteng.


"Oke kalau begitu kirimkan nomor handphone managernya say" Timpal Dinda,lalu ia pun menutup teleponnya.


"Kriinggg... Kriinggg... kriinggg" Ani menghubungi Dinda.


"Bu,aku lagi pusing,kita pergi karaokean yuk" Ajak Ani.


"Iya hayuk Bu,sebentar lagi nanti aku jemput ke rumah ibu ya,ini aku lagi sibuk barang baru datang Bu" Ucap Dinda,lalu ia pun menutup teleponnya.


"Derttttt... Derttttt... Derttttt" Pesan masuk dari Een.

__ADS_1


{ Ini say nomor pak Yudi manager asuransi 0812XXXXXXXX }


"Ok thank you say" Balas Dinda.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Dinda menghubungi Yudi manager asuransi.


"Hallo selamat pagi" Terdengar suara Yudi di ujung telepon.


"Hallo pak Yudi,ini saya orang tuanya Rani,yang Kecelakaan sepeda motor empat bulan yang lalu pak,saya mau menanyakan kabar bagaimana kelanjutan asuransi anak saya pak?" Tanya Dinda.


"Oh ini dengan Bu Dinda ya?jadi begini Bu Dinda,sampai sekarang asuransi anak ibu masih di urus di pusat,sampai sekarang juga belum ada berita dari pusatnya Bu" Ucap Yudi.


"Apa?ini sudah empat bulan loh pak,gimana sih kerja kalian gak jelas banget,dulu aja kalian waktu mengajak saya jadi nasabah kalian,mulutnya manis banget,bahkan lebih manis daripada gula,sekarang giliran anak saya kecelakaan,sudah empat bulan klaim asuransi tak kunjung cair,menyesal saya jadi nasabah di asuransi kalian tahu! " Dinda pun menutup teleponnya kesal.


{ Bu Dinda,sebaiknya terkait asuransi Rani kita bicarakan langsung aja Bu,biar saya menjelaskan sama ibu secara langsung Bu }


{ Saya tunggu di Wijaya cafe,pas jam makan siang ya Bu }


Yudi mengirimkan pesan tersebut pada WhatsApp Dinda.


" Oke" Balas Dinda.


"Bu,barangnya sudah selesai semua di bongkar Bu sebagian di taro di lantai atas dan sebagian lagi di lantai bawah" Ucap karyawan supplier tas branded tersebut.


"Terima kasih banyak Bu,dan ini invoice nya Bu,kami permisi dulu ya Bu" Ucap karyawan supplier tersebut.


"Iya sama-sama bang" Sahut Dinda.


Dinda pun segera menutup gudang tersebut dan menggembok pagar rumahnya,kemudian ia pun berlalu ke rumah sebelahnya,ia masuk dan segera bergegas untuk mandi.


Setelah selesai mandi,ia pun langsung berdandan dan merias wajahnya dengan makeup tipis tipis.Semenjak Rani kecelakaan Dinda memutuskan untuk berhijab,namun meski Dinda berhijab,ia masih tetap kelihatan modis.


"Ah sudah rapi,sekarang tinggal pergi jemput Bu Ani" Batin Dinda sambil bercermin.


Hari itu Dinda memakai celana cokelat muda dan di padukan dengan kemeja Burberry cokelat,dan ia pun menggunakan pashmina berwarna hitam.


"Mbak Siti,mbak Tia,saya pergi dulu ya,saya titip Shella Shelly dan Rani" Ucap Dinda.


"Iya Bu" Sahut Siti dan Tia.


Dinda pun segera bergegas menuju ke arah garasi mobilnya,ia pun langsung menyalakan mesin mobilnya,Tia sudah membukakan pintu pagar,dan Dinda pun berlalu meninggalkan rumahnya.


Sesampainya di depan rumah Ani,tampak Ani sedang menunggu kedatangan Dinda,ia sudah berdiri di depan teras rumahnya.

__ADS_1


"Hii Bu" Sapa Ani sambil masuk ke dalam mobil Dinda.


"Hii juga Bu,jadi sekarang kita karaokean cuma berdua aja Bu,Een gak di ajak Bu?" Tanya Dinda.


"Engga usah di ajak Bu,dia sekarang gak level karaokean sama kita Bu" Ucap Ani.


"Maksudnya gak level gimana Bu?" Tanya Dinda sambil mengendarai mobilnya.


"Iya gak level,karena dia udah tiap malam karaokean sama Adi,bahkan karaokean nya juga bukan kayak kita di karaoke family,tapi karaokean nya dia di diskotik yang VIP " Sahut Ani.


"Loh,kok tahu Bu?" Tanya Dinda.


"Iya tadi pagi aku pancing si Een,Bu ayolah kita karaokean lagi" Ucap Ani.


"Terus jawabnya apa Bu?" Tanya Dinda penasaran.


"Jawabnya,ah bosan karaokean di tempat artis itu itu aja,karaokean di diskotik dong yang VIP biar lebih seru,jawabnya gitu Bu" Ucap Ani.


"Ah masa sih Bu?" Tanya Dinda.


"Iya,dia bilang,sekali enjoy karaokean,minum sambil nyabu,setiap malam habis 4-5 juta,kalau karaokean di tempat artis itu gak bisa minum alkohol,gak bisa nyabu,cuma bisa ngerokok doang,gak asik ah,katanya gitu Bu" Ucap Ani menjelaskan.


"Astaghfirullah Al'adzim,masa sih Bu si Een ngomong gitu?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya Bu,bahkan setiap hari dia pulang subuh,aku saksinya Bu,setiap pagi aku ngintip di jendela,kalau dia selalu pulang pagi" Ucap Ani.


"Omaygatsss,benar benar si Een udah berubah drastis ya Bu" Timpal Dinda.


"Iya begitulah Bu,tahu gak Bu,uangnya si Adi itu ratusan juta di pegang sama Een" Ucap Ani.


"Loh kok bisa sih Bu?emang istrinya Adi gak tahu kalau uangnya di titipkan sama Een?" Dinda mengernyitkan dahinya.


"Istrinya si Adi itukan bodoh Bu,di kasih gaji setiap bulannya aja udah senang dia,gak tahu dia kalau suaminya itu di kapal lebih besar uang sampingannya daripada gaji" Ucap Ani.


"Masa sih Bu?Alhamdulillah kalau suamiku mau gaji ataupun uang sampingan,selalu di transfer semua ke aku Bu,palingan suamiku menyisihkan sedikit untuk beli pulsa" Timpal Dinda.


"Alhamdulillah ya Bu,suami ibu transparan soal keuangan,aku malah selama menikah belum pernah di kasih uang sama suamiku" Keluh Ani.


"Sabar Bu,nanti ada saatnya suami ibu bekerja dan ngasih uang sama ibu" Dinda menguatkan Ani.


BERSAMBUNG


*****

__ADS_1


__ADS_2