Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 37. Deddy Kenalan Dengan Ibunya Dinda


__ADS_3

( POV Deddy )


Hidupku kini bebas tanpa ada yang mengontrol atau memarahiku jika aku pulang telat.Kedua istriku sudah aku pulangkan semua ke kampung halamannya masing-masing.Istri pertamaku Kokom,sudah aku pulangkan ke Garut sejak empat tahun yang lalu dan istri keduaku Endang sudah aku pulangkan ke Madiun sejak dua bulan yang lalu.


Meskipun aku menyuruh mereka pulang,aku tetap bertanggung jawab terhadap anak anak dan kedua istriku,terkait soal materi,kebutuhan hidup dan biaya pendidikan anak anak pun sangat aku perhatikan.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo"Terdengar suara Dinda di ujung telepon.


"Lagi ngapain Din,dimana,sama siapa?" Tanya Deddy pada Dinda.


"Lagi di ruko"Jawab Dinda.


"Ruko mana,ngapain,sama siapa?" Tanya Deddy.


"Sama anak anak dan mbak Siti"Sahut Dinda.


"Sharelock sekarang juga alamatnya Din"Ujar Deddy.


Setelah mendapat sharelock dari Dinda,Deddy pun segera bergegas menuju ke alamat yang Dinda berikan melalui aplikasi WhatsApp.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo bang" Ucap Dinda.


"Hallo Din,aku udah di depan ruko nih,kamu keluar dong" Ujar Deddy.


"Ya,Abang masuk aja ke ruko itu bang" Sahut Dinda.


"Ah gak enak,kamu keluar dulu dong" Ujar Deddy.


"Aku lagi di salon" Timpal Dinda.


"Salon mana?" Tanya Deddy.


"Singgasana salon,deretan ruko itu juga" Ucap Dinda.


"Ya udah aku kesana" Timpal Deddy.


Tak berapa lama kemudian Deddy datang dan menghampiri Dinda di dalam salon.


"Rambutnya lagi di apain Din?" Tanya Deddy.


"Biasa di Smoothing bang"Jawab Dinda.


"Smoothing itu di apain?" Tanya Deddy lagi.


"Di lurusin"Sahut Dinda.


"Kan rambut Dinda udah lurus" tanya Deddy.


"Iya,biar lebih rapi aja"Jawab Dinda.


Setelah menunggu Dinda tiga jam di salon, akhirnya selesai juga dan Deddy pun segera menghampiri kasir untuk membayar.


"Berapa kak Smoothing rambutnya?" Tanya Deddy pada pemilik salon.


"Smoothing sama vitamin rambut, semuanya tiga ratus lima puluh ribu bang" Jawab pemilik salon.


"Bang,gak usah di bayar,aku bawa duit kok bang" Dinda menghampiri meja kasir.


"Gak usah Din,lebih baik kamu simpan saja uangmu" Ujar Deddy.


Dinda menyodorkan uang ratusan empat lembar dan menyodorkannya ke kasir.


"Ini kak,bayar Smoothing sama vitamin rambut" Ucap Dinda.


"Maaf kak,udah di bayar sama abang ini" Ucap pemilik salon sambil menunjuk Deddy.


"Kan udah di bilang,simpan saja uangmu Dinda" Timpal Deddy.


"Ya sudah kalau begitu,terima kasih ya bang" Ucap Dinda.


"Sama sama Dinda" Deddy tersenyum sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Sekarang kita kemana nih,anak anak kamu dimana Din?"Tanya Deddy.

__ADS_1


"Di ruko sebelah salon,nih rukonya" Dinda menunjuk ke arah ruko tepat sebelah salon.


"Ini ruko kamu?"Tanya Deddy.


"Bukan,ini ruko ibuku"Jawab Dinda.


"Oh,Ibu buka rumah makan prasmanan ya Din?" Tanya Deddy.


"Iya"Sahut Dinda.


Dinda masuk ke dalam rumah makan dan di ikuti oleh Deddy.


"Kalau mau makan,ambil aja bang,disini prasmanan,jadi boleh ambil sendiri sesuka hati" Ucap Dinda.


"Iya nih,kebetulan Abang lagi lapar" Timpal Deddy.


"Ada siapa Din?" Bu Yanti muncul dari lantai atas.


"Ini ada teman Bu" Sahut Dinda.


"Oh,temannya Dinda ya?" Tanya Bu Yanti ramah.


"Iya Bu,kenalin nama saya Deddy Bu" Ucap Deddy sambil menyalami Bu Yanti.


"Oh iya,mari silahkan makan" Ucap Bu Yanti ramah.


Deddy pun mengambil piring dan nasi beserta lauk pauknya, kemudian duduk menghampiri Dinda dan Bu Yanti.


"Ibu udah lama buka rumah makan prasmanan di sini?" Tanya Deddy sambil makan.


"Baru setahun"Jawab Bu Yanti.


"Tapi Dinda gak pernah cerita ke aku,kalau ibunya punya rumah makan" Ucap Deddy.


"Ya kamu gak pernah nanya bang,jadi ngapain aku cerita"Timpal Dinda.


"Mantap banget masakannya,enak banget Bu,saya suka banyak pilihan menunya" Ucap Deddy memuji.


"Iya,sering seringlah mampir kesini,kan sekarang sudah tahu" Timpal Bu Yanti.


"Pastinya Bu,aku akan lebih sering mampir kesini" Ucap Deddy bersemangat.


"Ada di atas"Sahut Dinda.


Selesai makan Deddy mengajak Dinda karaokean di karaoke family milik salah satu artis ibu kota,dan kebetulan tempat karaokean nya itu tidak jauh dari ruko Bu Yanti.


"Bu,boleh gak aku ajak Dinda karaokean?" Tanya Deddy pada Bu Yanti.


"Ya boleh boleh saja,deretan ruko sinikan?" Tanya Bu Yanti.


"Iya dekat ternyata dari ruko Ibu"Ucap Deddy.


"Ibuku juga suka karaokean bang,kalau lagi suntuk atau capek,pasti suka karaokean untuk menghibur diri ya Bu hehehe" Ucap Dinda.


"Iya,Ibu suka nyanyi,tapi lagu dangdut hehehe" Timpal Bu Yanti.


"Iya,ibuku kalau lomba agustusan aja suka tampil nyanyi,dan selalu dapat juara terus hehehe"Ucap Dinda sambil terkekeh.


"Ya sudah kalau begitu,sekalian aja ibu ikut karaokean bareng kita"Ajak Deddy.


"Kalau sudah sore begini,semua karyawan sudah pada pulang,ruko gak ada yang nungguin,kalian saja pergi sana,ibu lain kali aja ikutnya"Timpal Bu Yanti.


Deddy dan Dinda pun segera berlalu menuju ke tempat karaokean yang tak jauh dari ruko Bu Yanti.


"Din,kita duet yuk" Ajak Deddy.


"Yuk"Sahut Dinda.


Sedang asik berduet datang seorang pelayan dan membawakan buku menu makanan.


"Dinda,mau makan apa?" Tanya Deddy.


"Spaghetti bolognese dan orange jus aja" Sahut Dinda.


"Mbak pesan spaghetti bolognese,kentang goreng,orange jus sama air mineral satu ya"Ujar Deddy pada pelayan.


"Oke baik Pak" Sahut pelayan.

__ADS_1


"Kenapa gak makan bang?" Tanya Dinda.


"Kan tadi udah makan di ruko Ibu"Timpal Deddy.


"Oh iya lupa hehehe" timpal Dinda.


Makanan yang di pesan pun telah datang.Dinda pun langsung menyantap spaghetti bolognese, sedangkan Deddy asik menyanyikan lagu kesukaannya.


"Udah selesai makannya Din?" Tanya Deddy.


"Udah bang" Sahut Dinda.


Tiba-tiba Deddy berjalan menuju ke arah pintu dan menguncinya.Deddy pun segera memeluk Dinda.


"Sayang,Abang lagi pengen nih"Bisik Deddy.


"Tapi gak boleh disini,ntar kalau ada yang lihat gimana?" Tanya Dinda panik.


"Gk ada yang lihat,lampunya kan gelap,dan pintunya juga sudah di kunci" Ucap Deddy.


Tangan Deddy pun aktif menjelajahi hutan belantara milik Dinda,lalu Deddy pun mengeluarkan senjata miliknya yang sudah tegak.


Deddy memberikan kode pada Dinda supaya membelakanginya dan Dinda pun paham dengan keinginan Deddy.


Sementara Deddy asik memainkan senjatanya keluar masuk hutan belantara,musik pun di biarkan berjalan terus.


Tak butuh waktu lama,Deddy pun melakukan pelepasan,dan segera memasukkan kembali senjatanya.


"Bang,kok kalau di sini cepat sekali keluar?" Tanya Dinda.


"Di sini memacu adrenalin kita,was was takut ada yang ketuk pintu dari luar,makannya cepat keluar hehehe" Sahut Deddy.


"Hmmm....begitu ya"Ucap Dinda kesal.


"Kenapa,pasti kurang ya hehehe?" Tanya Deddy terkekeh meledek Dinda.


"Hmmm....iya gak terasa apa apa,lima menit udah keluar" Timpal Dinda masih kesal.


"Ya udah,habis karaokean di sini,kita langsung karaokean di hotel,supaya kamu lebih puas ya sayang" Ucap Deddy sambil memeluk Dinda.


"Bang,aku ke toilet dulu ya,mau cuci ini" Ucap Dinda,seraya menunjuk ke hutan belantara.


"Iya cucilah,nanti gantian,Abang juga mau ke toilet" Timpal Deddy.


Dinda pun segera bergegas menuju ke toilet untuk mencuci hutan belantara miliknya,setelah Dinda selesai dan masuk kembali ke ruang karaoke,barulah Deddy keluar menuju toilet.


"Dinda,mau nyanyi lagu apa lagi Din?" Tanya Deddy.


"Ini bang,kita duet lagu "Pertemuan" dan lagu "Kandas" best banget deh,masuk suara kamu bang" Ucap Dinda.


"Iya emang banyak yang bilang suara Abang bagus,tapi sayang Abang tidak di takdirkan jadi penyanyi hehehe" Deddy terkekeh.


"Heh air laut asin sendiri hehehe" Dinda terkekeh meledek Deddy.


Setelah selesai karaokean Deddy dan Dinda berlalu menuju ke hotel untuk check in.


"Tadi di tempat karaokean kurang puaskan,nah sekarang puas puasin deh karaokean di sini" Ujar Deddy seraya menyodorkan senjatanya.


"Hmmm..." Dinda tersenyum dan paham akan keinginan Deddy.


"Aduh sayang,Abang gak tahan nih,udah mau keluar" Ucap Deddy lirih.


Setelah melakukan pelepasan,Deddy pun tersenyum puas pada Dinda.


"Maafin Abang ya Din,soalnya gak kuat kalau di jilatin begitu" Ucap Deddy dengan wajah rasa bersalah.


"Yah,begitu doang sudah kalah" Dinda meledek Deddy.


"Oh,kamu menantang aku ya Din?lihat aja babak kedua,pasti aku bikin kamu babak belur hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.


"Oh,masa sih?palingan juga ntar kalah duluan" Ucap Dinda sambil menjebikan bibirnya.


"Oh tidak bisa,tidak boleh ada yang kalah nanti di babak kedua,kita harus sama-sama berjuang untuk menuju ke puncak dan kalah Bersama sama,oke?" Ujar Deddy.


"Oke"Timpal Dinda.


Setelah puas dan melakukan beberapa kali pelepasan,Deddy dan Dinda pun check out dari hotel.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


*******


__ADS_2