
( POV Tukimin )
"Hari ini adalah hari bahagiaku,akhirnya aku bisa menikahi gadis pujaanku yayang Lasmi, ah rasanya sungguh tidak percaya aku bisa menikahinya" Gumam Tukimin sambil bercermin di kamar Lasmi.
"Tapi,kenapa Lasmi lama sekali di kamar mandi?masa udah satu jam lebih di kamar mandi gak keluar keluar?" Gumam Tukimin.
Tukimin merasa cemas,ia bergegas keluar lalu mengetuk pintu kamar mandi.
"Tok...Tok...Tok" Tukimin mengetuk pintu kamar mandi.
"Dek,dek,apa kamu masih di dalam dek?" Ucap Tukimin cemas.
"Dek,kamu lagi ngapain dek,kok lama di kamar mandinya dek?" Tanya Tukimin cemas.
"Hmm,kok tak ada jawaban ya dari dalam,duh takutnya dia kenapa kenapa lagi di dalam" Gumam Tukimin cemas sambil bolak-balik di depan pintu kamar mandi.
"Mas,ngapain bolak-balik terus disitu mas?" tiba-tiba ibunya Lasmi menegur Tukimin.
"Ini Bu,dari tadi dek Lasmi ke kamar mandi,udah satu jam tapi gak keluar keluar Bu" Sahut Tukimin cemas.
"Astaghfirullah Al'adzim,masa sih mas?" Ibunya Lasmi kaget bercampur cemas.
"Tok,tok,tok,Las buka pintunya Las,ibu kebelet nih mau masuk kamar mandi" Ucap ibunya Lasmi.
"Kreeeeekkkk" Pintu pun di buka oleh Lasmi,tampak wajah Lasmi sangat pucat.
__ADS_1
"Kamu kenapa nak,kok di kamar mandi lama sekali?" Tanya Ibunya Lasmi cemas.
"Enggak apa-apa Bu" Ucap Lasmi lemah.
"Dek,kamu sakit ya,kok kamu pucat sekali?" Tanya Tukimin cemas.
Lasmi keluar dari kamar mandi,baru berjalan dua langkah dari kamar mandi,badannya terjatuh ke lantai.
Brukh!
"Las! " Teriak ibunya Lasmi panik.
"Dek Lasmi! " Teriak Tukimin,ia dengan sigap menggendong tubuh Lasmi dan menidurkannya di atas sofa ruang tamu
"Nak Lasmi,kamu kenapa nak" Ibunya Lasmi panik.
"Ada di kamar,sebentar ibu ambilkan" Ibunya Lasmi segera berlalu menuju ke kamarnya.
"Dek,bangun dek,jangan bikin cemas mas sama ibu dek" Ucap Tukimin,sambil mengelus-elus pipi Lasmi.
"Nih mas,minyak kayu putihnya" Ibunya Lasmi menyodorkan minyak kayu putih tersebut.
Tukimin meraih minyak kayu putih tersebut,lalu ia membuka botol minyak kayu putihnya dan di dekatkan ke hidung Lasmi.
Lasmi pun siuman,ia pun membuka matanya dan langsung menutup wajahnya sambil menangis.
__ADS_1
"Nak Lasmi,ini ibu nak,kamu kenapa nak?kalau kamu sakit?kita ke rumah sakit sekarang ya nak" Ucap Ibunya Lasmi cemas.
"Lasmi takut Bu huhuhu" Ucap Lasmi sambil menangis.
"Takut kenapa nak?" Tanya ibunya Lasmi heran.
"Takut malam pertama,Lasmi belum siap Bu huhuhu" Lasmi menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
"Dek,dengerin mas ya,kalau kamu memang belum siap malam ini,mas gak akan maksa kok dek,mas akan tunggu kamu,sampai kamu siap" Ucap Tukimin.
Lasmi berhenti menangis,lalu ia membuka kedua telapak tangan yang menutupi wajahnya.
"Beneran mas,mas gak marah?" Tanya Lasmi.
"Iya beneran,mas gak marah,mas akan sabar menunggu kamu,sampai kamu siap" Ucap Tukimin.
"Makasih mas" Ucap Lasmi dengan suara parau.
"Bu,boleh gak Lasmi malam ini tidurnya sama ibu aja" Lasmi memeluk ibunya.
"Nak Lasmi,dengerin ibu ya nak,sekarang kamu tidak boleh tidur sama ibu lagi,kamu kan udah punya suami,jadi harus di biasakan tidur sama suami kamu ya,lama lama juga nanti terbiasa nak" Ucap Ibunya Lasmi.
BERSAMBUNG
*****
__ADS_1
Hii teman teman semuanya terima kasih telah berkunjung kemari ya.Yuk baca kaya terbaru aku "NASIB SEORANG JANDA" di angkat dari kisah nyata dan bumbui dengan fiksi modern.
Happy reading bestie 🥰