
( POV Dinda )
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo Din" Terdengar suara Deddy di ujung telepon.
"Iya hallo bang" Sahut Dinda.
"Lagi dimana Din,sama siapa?" Tanya Deddy.
"Lagi di ruko,sama mbak Tia" Sahut Dinda.
"Abang kesana sekarang ya Din" Deddy mematikan teleponnya.
Lima belas menit kemudian Deddy pun telah sampai di ruko Dinda.
"Lagi sibuk ya Din?" Tanya Deddy.
"Iya nih bang,mau pemotretan" Timpal Dinda.
"Pemotretan dimana Din?" Tanyanya lagi.
"Belum tahu nih,lagi cari view yang bagus buat foto foto" Jawab Dinda.
"Abang ada ide,gimana kalau kita foto foto di danau tahai aja Din?" Usul Deddy.
"Hmm...boleh juga,let's go kita berangkat sekarang" Ujar Dinda.
Dinda,Deddy dan Tia pun segera bergegas berangkat menuju ke danau tahai untuk melakukan pemotretan.
Dinda pun melakukan pemotretan dengan berbagai pose dan background yang berbeda-beda.Beberapa merk tas seperti, Hermes kulit,Hermes croco,Prada,channel, Gucci,Balenciaga, Louis Vuitton,Dior dan beberapa merk sepatu branded,termasuk kacamata yang di pakai Dinda secara berganti-ganti.
"Din,coba foto di sebelah sini,view nya bagus banget nih" Ujar Deddy,ia menjadi fotografer dadakan.
"Cekrek.. cekrek" Dinda bergaya sambil menenteng tas,sambil memakai sepatu dan tak lupa memakai kacamata branded.
"Mbak Tia,tolong tas Dior pink nya mbak" Ujar Dinda.
"Ini Bu" Sahut Tia sambil menyodorkan tas Dior pink.
Tia dengan sabar membantu membawakan semua barang-barang yang di perlukan Dinda untuk melakukan pemotretan.Setelah selesai melakukan pemotretan Dinda mengajak Deddy dan Tia untuk makan siang.
Hmmm...bagus keren semua nih foto fotonya bang" Ucap Dinda sambil memperhatikan hasil fotonya satu persatu.
"Iya dong,siapa dulu fotografernya hehehe" Timpal Deddy.
"Iya deh,kamu memang best banget,aku suka sama hasilnya keren banget" Ucap Dinda.
Selesai makan siang Dinda,Deddy dan Tia pun kembali pulang ke ruko.Sesampainya di ruko Tia sibuk merapikan semua tas tas dan sepatu sepatu yang Dinda pakai pemotretan tadi di danau Tahai.
"Nah foto yang ini bagus banget Din,coba deh upload ke Facebook sekarang" Ujar Deddy.
"Iya pokonya semuanya bakalan aku upload" Sahut Dinda.
Dinda meng-upload semua foto foto yang ada di ponselnya tersebut.Tak berselang lama foto foto yang di upload ke Facebooknya itu banjir komentar dari para pengikutnya.
__ADS_1
Dinda menulis caption" Bismillah bagi yang berminat silahkan chat ke 0813xxxxxxxx"
"Kak Dinda,aku mau tas Hermes croco Syahrini nya kak"
"Say,tas Prada hitam harganya berapa?"
"Bun,tas Dior pink nya lucu banget,aku mau order Bun"
"Keren banget sepatunya say,warna cokelat size 38 adakah?"
"Spill kacamatanya dong kak,keren banget,kacamatanya merk apa kak?"
Dan masih banyak lagi komentar lainnya yang terus saja membanjiri kolom komentar postingan Dinda.Sontak saja WhatsApp Dinda pun ramai banyak pesan yang masuk.
"Kak Dinda,kalau tas Dior pink kirim ke Jayapura sama ongkirnya,total jadi berapa kak?" Widia bertanya.
"Say aku mau Prada hitamnya ya,plus ongkir ke Sukabumi jadi berapa say?" Tanya Suci.
"Bun,Hermes croco Syahrini nya mau dong Bun,kirim ke Gorontalo sama ongkir jadi berapa Bun?" Tanya Listy.
"Kak Dinda,tas channelnya berapa harganya kak,kalau kirim ke Semarang,totalnya jadi berapa kak?" Tanya Astuti.
"Kak,aku mau kacamatanya kak,ada merk apa aja kacamatanya kak?" Tanya Nina.
Dinda pun sibuk menjawab satu persatu pertanyaan dari customernya.Dinda sibuk merekap semua orderan yang masuk di pesan WhatsAppnya.
Semenjak hari itu Dinda selalu di sibukkan dengan aktivitasnya berjualan online,dari hari ke hari orderan pun semakin banyak.
"Mbak tolong kamu packing semua barang-barang ini dengan rapi ya" Ujar Dinda.
"Terus ini kalau sudah di packing,kamu kasih kode pakai spidol,supaya lebih gampang untuk menempelkan alamat rumah customer,biar tidak tertukar mbak" Ujar Dinda lagi.
"Siap Bu" Sahut Tia.
"Mbak,satu lagi jangan lupa,sebelum kamu packing barangnya,harus benar benar di cek dulu barangnya dengan teliti,jangan sampai kita mengirimkan barang yang rijeck,nanti customer bisa kecewa,karena kepuasan pelanggan itu yang kita utamakan" Ujar Dinda.
"Oke baik Bu" Timpal Tia.
Sementara Tia sedang sibuk packing packing, Dinda pun sibuk merekap semua alamat customer.
"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Ya bang" Dinda mengangkat ponselnya.
"Din,keluar makan siang yuk" ajak Deddy.
"Maaf bang,aku lagi sibuk merekap orderan customer" Sahut Dinda.
"Jam berapa selesainya Din?" Tanya Deddy.
"Belum tahu bang,soalnya orderan nambah nambah terus nih" Timpal Dinda.
"Alhamdulillah lancar ya Din jualannya?' Tanya Deddy.
"Alhamdulillah bang" Jawab Dinda.
__ADS_1
"Hari ini ada berapa orderan Din?" Tanya Deddy.
"Hari ini ada 10 tas yang order,3 sepatu dan 2 kacamata bang" Sahut Dinda.
"Oh mantap banget Din,oke deh lanjutkan Din rekap orderannya,Abang mau lanjut kerja aja" Ujar Deddy.
"Oke" Dinda pun menutup teleponnya.
Kesibukan Dinda berjualan online pun sangat menyita waktu setiap harinya,namun Dinda walaupun sibuk tak lupa dengan tugasnya sebagai seorang Ibu,ia tetap mengantar jemput anak-anaknya sekolah dan less bahasa Inggris di sela-sela kesibukannya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Ino menghubungi Dinda.
"Hallo" Terdengar suara Ino di ujung telepon.
"Iya,hallo" Sahut Dinda.
"Lagi apa Din?" Tanya Ino.
"Biasa,lagi nyantai aja" Jawab Dinda berbohong.
"Aku kangen Din,pengen ketemu sama kamu,bolehkah aku ketemu sama kamu lagi?" Tanya Ino.
"Hmm..mau ngapain ya?" Tanya Dinda.
"Iya kangen aja,emang kamu gak kangen ya Din?" Tanya Ino seperti merasa tak berdosa.
"Maaf ya,setelah kamu menghilang tanpa kabar,terus sekarang kamu datang lagi,lalu bilang kangen,maksud kamu apa?" Tanya Dinda.
"Iya maaf,aku memang salah,aku minta maaf Dinda,kalau kamu mengizinkan aku akan terbang kesana menemui kamu lagi,bolehkah?" Tanya Ino.
"Maaf ya aku lagi di jalan,lain kali kita sambung lagi ya" Ucap Dinda beralasan.
"Semudah itukah dia meminta maaf,atau jangan-jangan dia lagi ada masalah sama ceweknya,terus aku di jadikan pelampiasan lagi?" Batin Dinda.
"Ah,Ino kenapa kamu harus hadir kembali di kehidupanku,aku udah berusaha sekuat tenaga menghapus kenangan itu,tapi kenapa kamu malah muncul kembali?"Batin Dinda.
"Ah,sudahlah Dinda,lupakan saja orang yang telah menyakitimu,sekarang lebih baik kamu fokus berjualan online saja" Batin Dinda.
"Bu Dinda,ini tas Chanel hitamnya ada yang lecet sedikit Bu" Tiba-tiba suara Tia mengagetkan Dinda yang sedang melamun.
"Eh,iya mbak,kenapa mbak?" Tanya Dinda.
"Ini tas Chanel hitamnya lecet sedikit Bu" Ucap Tia sambil memperlihatkan tas tersebut.
"Yang lecet di pisahkan saja mbak,biar nanti kita tukar lagi ke supplier,mbak sekarang buka box besar yang di dekat pintu itu ya,itu isinya tas Chanel semua" Ujar Dinda.
"Oke baik Bu" Sahut Tia.
Begitulah keseharian Dinda di sibukkan dengan aktivitasnya,ia pun setiap hari aktif di akun sosial medianya dan selalu melakukan komunikasi dua arah dengan customernya.
Bahkan Dinda pun kini telah membuat group WhatsApp bagi yang mau bergabung jadi reseller.Khusus untuk group reseller Dinda memberi harga spesial untuk setiap pembelian barang di atas 10 pcs dan memberikan reward untuk para resellernya itu supaya semangat untuk mempromosikan barang barangnya.
BERSAMBUNG.....
*******
__ADS_1