Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 6. Nova mulai kuliah ( POV Nova )


__ADS_3

Setelah ino mengusirku dari rumah neneknya,aku langsung naik angkot menuju Indramayu ke rumah ayahku. Setelah naik angkot dua kali lalu aku turun dan berjalan menuju ke rumah ayahku.


" Tok...tok...tok..."Pintu rumah ayah aku ketuk selama beberapa kali.


" Kreeeeekkkk....."


Pintu pun di buka dan di berdiri seorang wanita bertubuh gempal dengan dandanan yang sangat menor, tatapannya sinis dengan muka di telur dan sorot matanya tajam menatap ke arahku,ya dialah ibu tiriku.


" Siapa yang datang mah?" ucap seorang pria separuh baya datang dari arah belakang ibu tiriku.


Ibu tiriku berlalu ke ruang tengah tanpa menjawab pertanyaan ayahku.


" Eh Nova sini masuk nak " ujar ayahku dengan senyum mengembang.


Aku pun segera masuk dan duduk di sofa ruang tamu,di seberang meja ayah dan ibu tiriku duduk menghadap ke arahku.


" Kamu sudah siap berangkat ke Bandung besok pagi Nova?" tanya ayah padaku.


" iya siap yah" jawabku singkat.


" Ya sudah kalau begitu kamu langsung masuk ke kamar sana beristirahatlah supaya tidak kelelahan karena kita besok pagi akan mengadakan perjalanan jauh" ujar ayahku.


" iya yah " sahutku dan aku pun melirik ke arah wanita yang berada di sebelah ayah yang sejak tadi memandangi aku dengan sinis.


Lalu aku pun beranjak dari sofa menuju kamar tamu yang sudah di bersihkan oleh Bik nur asisten rumah tangga ayahku.


Sesampainya di kamar aku meletakkan koper pakaianku di atas lantai kemudian aku membaringkan tubuhku.


" Tok....tok....tok...." terdengar suara pintu kamar di ketuk dari luar.


" Kreeeeekkkk....." ayahku membuka pintu kamar.


" Nova kamu sudah makan belum?" tanya ayah padaku.


" Belum yah " jawabku.


" Ya sudah pergilah makan ke dapur,bik nur sudah menyiapkan makanan untukmu" ujar ayahku.


" iya yah sebentar lagi aku ke dapur yah " sahutku.


Lalu ayahku segera membalikkan badan dan menutup pintu kamar kembali. Huh... sebenarnya aku sangat malas sekali untuk datang ke rumah ini,aku tak pernah di sambut baik oleh ibu tiriku.Wanita itu selalu menatapku dengan sinis dan seolah olah aku ini pengganggu dalam rumah tangga ayahku.


Perutku mulai berbunyi dan keroncongan karena memang sejak tadi siang aku belum makan dan ini sudah menunjukkan pukul delapan malam.Lalu aku pun bangun dari tempat tidur menuju ke dapur.


" Makan non " sapa bik nur dan tersenyum ke arahku.


Bik nur adalah wanita paruh baya seusia ayahku,dan bekerja menjadi asisten rumah tangga sudah sejak lama dan dulunya bik nur adalah karyawan di restoran milik ayahku, karena kepiawaian memasaknya maka ayahku meminta kepada bik nur untuk bekerja di rumah ayahku.


" iya bik makasih ya" jawabku.


Aku pun segera melahap masakan bik nur yang sudah di sediakan di atas meja makan.Masakan bik nur memang selalu nikmat di lidah, sepiring nasi serta lauk pauk kini sudah pindah ke perutku dan aku pun segera minum air putih yang sudah di sediakan oleh Bik nur.


Setelah selesai makan aku segera bergegas menuju kamar ruang tamu,dan di ruang tengah aku berpapasan dengan adik tiriku Lena.ia menatap tajam ke arahku,dengan tatapan sinis menyunggingkan ujung bibirnya.Ya tuhan anak sama ibu sama saja perangainya batinku dalam hati.


" Kreeeeekkkk...." pintu kamar aku buka lalu aku menutupnya kembali dan segera aku rebahkan tubuhku dan di atas kasur yang empuk.


" Tok...tok...tok...." samar samar aku mendengar pintu kamar di ketuk dari luar, semakin lama semakin jelas ketukannya.Aku segera bangkit dari tempat tidurku dan berdiri sambil mengucek mataku.


" Kreeeeekkkk...." aku membuka pintu kamar dan ayahku sudah berdiri di depanku.

__ADS_1


" Nova siap siaplah dan segeralah kamu mandi kita akan pergi ke Bandung pagi ini juga" ujar ayahku.


Aku pun hanya mengangguk berat dengan mata masih mengantuk,dan aku pun menutup pintu kamar kembali.


Aku mengambil ponselku yang sedang di charger di atas nakkas. Astaga...sudah jam 7 pagi mataku menatap layar ponselku dan segera aku meletakkan kembali di atas nakkas. Kemudian aku segera bergegas masuk ke kamar mandi.


" Tok...tok...tok...." Terdengar pintu kamar di ketuk dari luar.


"Kreeeeekkkk...." aku buka pintu kamar dan tepat di depan pintu kamar sudah bik nur sudah berdiri di hadapanku.


" Sarapan dulu non " ujar bik nur dengan senyum ramah.


" Oh iya bik sebentar lagi ya " jawabku pada bik Nur.


Bik nur pun segera berlalu ke dapur dan aku pun segera mengeringkan rambutku dengan hair dryer dan sedikit menambahkan lip balm di bibir,aku hanya memakai bedak tipis supaya kelihatan lebih natural.


Sesampainya di dapur ayah dan ibu tiriku sudah duduk di menghadap meja makan sedang menyantap nasi goreng buatan bik nur.Aku mengambil 2 lembar roti tawar dan aku olesi dengan selai strawberry dan meminum segelas Susu yang sudah di siapkan sama bik Nur.


" Kamu tidak sarapan nasi goreng nak?" tanya ayahku.


" Tidak yah,aku sarapan roti saja" jawabku.


Tiba-tiba datang Lena dari arah ruang tengah menuju dapur dan langsung duduk di kursi sebelah ibu tiriku,Lena dan ibu tiriku tidak pernah bicara apapun tapi selalu menatapku sinis menandakan tidak suka padaku.


" Oke baiklah mari sekarang kita sudah selesai sarapan dan segera kita berangkat ke Bandung sekarang Nova,ini sudah pukul 8.15 menit nanti kita terlambat,karena ayah juga banyak urusan pekerjaan jadi tidak bisa berlama-lama mengulur waktu" ujar ayah padaku.


" Baik yah " jawabku singkat dan aku pun segera berlalu ke kamar tamu untuk mengambil koper pakaianku,ya koper ini adalah milik Ino yang aku ambil dari kamarnya ketika aku di usir dari rumah neneknya.


" Mah,papah berangkat dulu ya " Ucap ayah pada ibu tiriku mengulurkan tangannya pada ibu tiriku dan di sambut dengan tangan ibu tiriku dengan menyalaminya.


" iya pah hati hati di jalan ya " sahut ibu tiriku.


" Mah,Lena aku pamit dulu ya " ucapku pada ibu tiriku.


Ibu tiriku dan lena hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun dari bibirnya, tatapan matanya masih tetap sinis padaku.


" Bik aku pamit ya bik" Teriakku pada bik nur yang lagi menyapu teras depan rumah.


" Oh iya non hati hati di jalan ya non, semoga selamat sampai tujuan ya non" jawab bibi sambil menghampiriku ke arah kursi teras saat aku sedang memakai sepatu dan menyalamiku.


Setelah melakukan perjalanan selama tiga jam dua puluh menit akhirnya aku dan ayahku tiba di kota kembang Bandung.Ayahku menepikan mobilnya tepat di rumah kost-kostan besar bertingkat itu.


" Nah ini rumah kost kawan ayah,kamu akan tinggal di sini selama kamu kuliah di kebidanan,dan ayah sudah menelepon kawan ayah semalam,kita tinggal ambil kuncinya saja pada Mbak Rita penjaga rumah kost yang berada di kamar tepat bawah tangga" ujar ayahku menjelaskannya padaku.


" iya yah " jawabku sambil mengangguk.


Aku dan ayahku segera turun dari mobil kemudian segera bergegas masuk ke dalam rumah kost kostan tersebut.


" Hii ini Pak jamser Sinaga ya?" ucap seorang wanita bertubuh semok dengan tersenyum ke arah aku dan ayahku.


" iya " jawab ayahku singkat.


" Oh ini Pak kuncinya,dan kamarnya ada di lantai dua nomor 103 ya Pak" ucapnya dengan ramah.


" Oh iya terima kasih Mbak Rita, pembayaran kamar kost sudah saya transfer ke Pak dermawan ya Mbak " ujar ayahku pada Mbak Rita.


" Oh iya Pak Pak dermawan sudah memberi tahukan kepada say melalui telpon " jawabnya dengan ramah.


Aku dan ayahku segera bergegas masuk ke dalam rumah kost kostan besar dan menuju ke lantai dua.

__ADS_1


degh!


Saat menaiki tangga aku berpapasan dengan seorang pria tampan dan dia melemparkan senyum padaku,aku menjadi kikuk dan salah tingkah dan aku pun membalas senyuman itu.


" Nah ini dia kamarmu Nova" ujar ayahku sambil menunjuk ke arah pintu tepat di hadapan ayah.


" Oh iya yah " jawab sambil menghampiri ayahku.


Aku pun masuk dan segera masuk ke dalam kemar dengan ukuran kamar yang cukup luas dengan kamar mandi di dalamnya,di dalam kamar ini ada ranjang,nakkas di sebelah tempat tidur dan lemari beserta meja rias,kamar kost yang sangat lumayan nyaman buatku.


" Simpan pakaian kamu ke dalam lemari itu Nova" ujar ayahku sembari menunjukkan tangannya ke arah lemari.


" Baik yah " aku pun segera menuju lemari dan membuka koper dan menyusun pakaianku ke dalam lemari.


Setelah selesai menyusun pakaianku aku pun duduk di tepi ranjang sambil menyiapkan semua berkas ijazah dan lainnya untuk mendaftarkan diri ke kampus kebidanan sesuai rekomendasi ayahku.


" Nova,ayah akan segera kembali ke Indramayu,ayah banyak pekerjaan yang harus di selesaikan,harus mengontrol beberapa restoran di sana,kamu baik baik di sini ya,kuliah yang benar dan jangan nakal apalagi sampai bolos kuliah,ayah akan sangat kecewa padamu, mengerti kamu Nova?! ujar ayahku tegas.


" iya yah " jawabku singkat.


Kemudian ayahku menyodorkan uang sebanyak dua juta rupiah padaku dan aku pun menerimanya dari tangan ayahku.


" ini uang makan kamu dan kamu harus hemat hemat ya tidak boleh boros,besok pagi kamu daftar sendiri ke kampus dan masalah administrasi pendaftaran biar ayah yang transfer ke rekening kampus, nanti telpon ayah saja berapa semua yang harus ayah transfer" ujar ayahku.


" Oke yah " aku pun mengangguk paham dan tersenyum pada ayahku.


" Oh iya kamar kost ini sudah ayah transfer ke pak dermawan untuk satu tahun kedepan semoga kamu betah disini ya Nova" lagi lagi ayahku berbicara padaku.


" iya yah terima kasih banyak yah" ucapku pada ayah.


" Ya sudah kalau begitu ayah pamit ya " ucap ayah padaku.


Aku pun segera mengantarkan ayah keluar rumah kost dan ayah segera berlalu dengan mobilnya.kemudian aku segera membalikkan badan dan segera meninggalkan pintu gerbang rumah kost dan menunju ke dalam rumah, saat masuk pintu rumah aku berpapasan lagi dengan seorang pria yang tadi bertemu di tangga dan tersenyum padaku.


degh!


Mataku bertatapan dengan pria itu dan dia pun tersenyum manis padaku.


" Hii kenalkan namaku Ryan,kamu penghuni baru baru ya kost ini?" tanyanya sambil tersenyum dan mengulurkan tangannya padaku.


" E-eh iya aku penghuni baru di sini " jawabku gugup dan mengalaminya.


" Oh iya nama kamu siapa " Tanya Ryan padaku.


" Namaku Nova " jawabku singkat pada pria itu.


" Oh Nova nama yang sangat bagus" ujar Ryan sambil tersenyum genit dan mengedipkan mata sebelahnya dengan genit.


" Oh iya kamu di lantai berapa dan nomor berapa kamarmu Nova?" lagi lagi Ryan bertanya padaku.


" Hmmm....aku di lantai dua,kamarku nomor 103" jawabku.


" Oke Nova semoga betah ya tinggal di sini " timpal Ryan.


Aku hanya mengangguk tersenyum dan segera berlalu menuju ke lantai dua.


BERSAMBUNG....


******

__ADS_1


__ADS_2