
( POV Dinda )
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Shakilla menghubungi Dinda.
"Hallo kak Dinda" Terdengar suara Shakilla di ujung telepon.
"Hallo killa,apa kabarnya?" Tanya Dinda.
"Baik kak,kakak gimana sehat?" Shakilla balik bertanya.
"Alhamdulillah sehat killa" Jawab Dinda.
"Kak,kita makan siang bareng yuk" Ajak Shakilla.
"Hayu,makan siang di mana?" Tanya Dinda.
"Di Solaria aja kak" Timpal Shakilla.
"Oke,kakak siap siap dulu ya" Sahut Dinda.
Dinda pun segera bergegas mengganti pakaiannya,kemudian dandan di depan cermin dan merias wajahnya dengan makeup tipis.
"Mbak Siti,aku mau pergi keluar dulu,titip anak-anak ya mbak" Ujar Dinda.
"Iya Bu" Sahut mbak Siti.
Dinda pun segera berlalu mengendarai mobilnya menuju ke tempat kost Shakilla.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt.. tuuuuttttt" Dinda menghubungi Shakilla.
"Hallo kak" Ucap Shakilla.
"Kakak udah di depan kost kamu dek" Ujar Dinda.
"Oke baik kak,tunggu sebentar ya kak" Timpal Shakilla.
Tak berselang lama kemudian Shakilla pun keluar dari rumah kost-kostan tersebut.
"Hii kak Dinda,killa kangen deh,udah lama ya kita gak ketemu" Shakilla masuk ke dalam mobil Dinda dan langsung cipika cipiki.
"Iya,udah lama banget ya kita gak ketemu hehehe" Timpal Dinda.
"Ya udah kak,kita langsung aja ke Solaria yuk" Ajak Shakilla.
Sesampainya di Solaria Dinda dan Shakilla pun memilih duduk di smoking area,supaya setelah makan bisa leluasa untuk merokok.
"Mau pesan apa kak?" Tanya pelayan.
"Killa mau makan apa?" Tanya Dinda.
"Killa mau makan kwetiaw sayur,minumnya es buah" Sahut Shakilla.
"Aku pesan soup ayam, French fries,dan minumnya orange jus ya mbak" Ujar Dinda pada pelayan.
"Oke kak,di tunggu sebentar ya kak" Sahut pelayan.
"Kak,tolong cariin suami buat Killa dong" Ucap Shakilla.
"Kan killa bisa cari sendiri hehehe" Timpal Dinda.
"Belum dapat yang pas kak,capek hidup di perantauan sendirian kak,pengen punya suami,biar ada yang nafkahi" Ucap Shakilla.
"Kan teman teman cowok Shakilla banyak di Facebook,kakak lihat banyak banget penggemarnya,terutama cowok cowok hehe" Timpal Dinda.
"Ah cowok di Facebook mah banyak bacot doang,pada kere kak,mau cari suami yang tajir kak,biar gak capek kerja" Keluh Shakilla.
"Permisi kak" Ucap pelayan sambil menata makanan di meja.
"Terima kasih mbak" Ucap Dinda pada pelayan.
Dinda dan Shakilla pun menyantap makan siang dengan lahap.Selesai makan siang,Dinda dan Shakilla menghisap rokok dengan santai.
"Kak,killa serius loh kak,minta di cariin suami,siapa tahu ada kawan suami kakak yang masih single dan lagi cari istri,ya kan?" Ucap Shakilla.
"Gimana ya,kawan suami kakak,rata rata udah pada berkeluarga semua dek" Timpal Dinda.
"Ya gak apa-apa jadi istri kedua juga kak,yang penting duitnya lancar,ya kan kak?" Tanya Shakilla.
"Hmmm....killa,sebaiknya kamu jangan cari suami pelaut kayak kakak" Ujar Dinda.
"Loh kenapa kak,kan enak kayak Dinda,jarang ngurus suami,tapi duitnya lancar terus setiap bulan,ya kan kak?" Ucap Shakilla kekeuh.
"Dari segi materi mungkin iya gak pernah kekurangan,tapi kebutuhan biologis kamu nanti gak akan bisa terpenuhi" Ucap Dinda.
"Ah,gak apa-apalah kak,yang penting sekarang mah duit kak" Ucap Shakilla.
"Pasti batin kamu lama lama akan tersiksa killa,kamu bisa ngomong seperti ini,karena mungkin pada saat ini,kamu belum ngerasain" Ucap Dinda.
"Ngerasain apa kak?" Tanya Shakilla polos.
__ADS_1
"Iya,kamu belum ngerasain yang namanya kesepian itu sangat menyiksa" Timpal Dinda.
"Jadi,selama ini kak Dinda sering kesepian?" Tanya Shakilla.
"Jujur iya" Timpal Dinda.
"Killa pikir,kak Dinda baik baik aja" Ucap Shakilla.
"Itu hanya tampak luarnya aja" Timpal Dinda sambil menghisap rokoknya.
"Kak,terus terang killa capek kerja sana sini,gaji cuma basic doang,sekarang killa nganggur udah dua Minggu" Keluh Shakilla.
"Yang namanya kerja pasti capeklah dek" Ucap Dinda.
"Pengen cari suami aja,tapi yang mapan,udah tua pun gak apa-apalah kak,yang penting bisa menjamin hidup killa" Keluh Shakilla sambil menghisap rokoknya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" handphone Dinda berdering.
"Hallo" Terdengar suara Deddy di ujung telepon.
"Iya,hallo" Sahut Dinda.
"Lagi ngapain,dimana,sama siapa?" Tanya Deddy.
"Lagi makan siang sama Shakilla" Timpal Dinda.
"Gak percaya! "Ujar Deddy tegas.
"Kalau kamu gak percaya,ya sudah! " Dinda menutup teleponnya.
"Siapa kak?" Tanya Shakilla.
"Bang Deddy" Timpal Dinda kesal sambil menghisap rokoknya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menelepon kembali.
"Kenapa handphonenya di matiin,takut ketahuan kan,lagi sama jantan ya?" Tanya Deddy.
"Astaghfirullah Al'adzim,su'udzon aja kamu ya,bikin emosi orang aja" Timpal Dinda kesal.
"Sini kak,biar killa ngomong sama bang Deddy" Shakilla meminta ponselnya Dinda.
"Nih" Ucap Dinda kesal sambil menyodorkan ponselnya pada Shakilla.
"Hallo bang,ini Killa lagi makan siang sama kak Dinda,kami berdua aja bang" Ucap Shakilla.
"Yang benar,kalian cuma berdua aja?" Tanya Deddy.
"Oke" Timpal Deddy.
Tak berapa lama kemudian Deddy pun video call bersama Shakilla,dan Shakilla pun menunjukkan keadaan sekitar.
"Oh,iya udah sekarang aku percaya sama kalian hehehe" Ucap Deddy cengengesan.
"Iiih nyebelin" Ucap Dinda kesal.
"Dinda,sekarang Abang lagi berada di Malaysia, kemungkinan tiga hari lagi baru pulang,kamu mau di beliin apa?" Tanya Deddy.
"Engga usah,aku gak mau apa apa" Ucap Dinda masih kesal.
"Eh,beneran mau apa Din?kebetulan Abang sekarang lagi di KL nih,kamu mau tas branded yang mana?" Tanya Deddy dan langsung memperlihatkan kameranya beberapa tas yang berderet di toko.
"Aku gak usah di belikan apa apa,sebaiknya kamu telepon kedua istri kamu tuh yang di kampung,tanya sama mereka,mau di belikan apa gitu! " Ujar Dinda menasehati.
"Ah,mereka gak perlu tas branded,mereka gak biasa pakai gini ginian,lagian mereka juga mau kemana pakai tas beginian" Timpal Deddy enteng.
"Ya sudah,kalau begitu kamu carikan oleh oleh makanan aja,buat anak istri kamu" Ujar Dinda tegas.
"Ngapain sih mikirin mereka,toh mereka juga jauh di kampung sana" Sahut Deddy kesal.
"Iya kan kamu nanti kalau sudah sampai di Palangkaraya,bisa kamu kirim melalui jasa expedisi" Ujar Dinda.
"Udahlah Din,jangan ngajak berdebat,intinya kamu mau tas yang mana nih?mumpung Abang lagi disini" Deddy memperlihatkan kembali deretan tas tas branded yang terpajang di toko tersebut.
"Bang,killa kok gak di tanya mau tas yang mana?"Celetuk Shakilla.
Deddy pun tiba-tiba mematikan teleponnya. Dinda dan Shakilla pun melanjutkan obrolannya sambil menghisap sebatang rokok.
Sepulangnya makan siang bersama Shakilla, Dinda merebahkan tubuhnya di atas kasur dan memainkan ponselnya.Dinda pun berselancar di dunia maya.
"Ting...ting...ting" Ada tiga orang obrolan chating yang masuk.
{ "Hii Dinda" Chat seorang laki-laki paruh baya yang bernama Yusman.}
{ "Dinda,awak nih cantik sangatlah" }
{ "Dinda,boleh kenalan tak?" }
{ "Saya tertarik dengan awak,boleh tak saya minta nomor telepon awak?" }
__ADS_1
"Maaf saya sudah punya suami" Dinda membalas Yusman.
{ "Ah,punya suami?tapi saya tengok awak macam masih gadislah" }
"Kamu juga pasti sudah punya istri kan?" Tanya Dinda.
{ "Iya sudah punya istri dan tiga orang anak,tapi saya nak cari istri lagilah,saya kira awak nih masih gadis" }
"Saya punya adik,mau tak?" Tanya Dinda.
{ "Oh,yang mana adik awak,cantik macam awak tak?" }
"Iya cantik" Dinda pun merekomendasikan Facebook Shakilla pada Yusman.
Shakilla yang memang sedang online itupun langsung berkomunikasi dengan Yusman.
Dinda log out dari Facebook,kemudian berlalu menuju kamar mandi,untuk membersihkan tubuhnya.
Malam harinya Dinda sedang menemani Shella dan Shelly belajar,tiba tiba handphonenya berdering.
"Kriinggg...kriinggg....kriinggg" Shakilla menghubungi Dinda
"Hallo kak Dinda" Terdengar suara Shakilla di ujung telepon.
"Hallo,Iya dek,ada apa?" Tanya Dinda.
"Kak,itu tadi ada bapak bapak chat Killa, namanya Yusman kakak kenal sama dia?" Tanya Shakilla.
"Kakak gak kenal,cuma dia berteman di Facebook sama kakak" Ucap Dinda.
"Kak,katanya dia lagi cari istri" Timpal Shakilla.
"Iya katanya sih gitu,makanya kakak rekomendasikan ke kamu dek,siapa tahu kamu berminat hehehe" Ucap Dinda terkekeh.
"Kayaknya sih tajir kak,kalau di lihat lihat dari Facebooknya,kayaknya bolehlah kak" Timpal Shakilla.
"Terus,gimana tadi,apa dia udah chat kamu dek?" Tanya Dinda.
"Udah kak,katanya dia mau datang ke Palangkaraya"Jawab Shakilla.
"Wah,berarti dia emang beneran lagi cari istri kayaknya dek" Timpal Dinda.
"Kita lihat aja nanti kak,benar engga dia mau datang kesini" Sahut Shakilla.
Seminggu kemudian Yusman pun menepati janjinya dan datang ke Palangkaraya.Yusman mengajak Shakilla pulang ke Sukabumi dan langsung bertemu keluarga Shakilla.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Shakilla menghubungi Dinda.
"Hallo kak Dinda" Sapa Shakilla di ujung telepon.
"Iya dek,bagaimana kalian udah sampai Sukabumi?" Tanya Dinda.
"Kami udah sampai kemarin malam kak,mungkin lusa Killa mau nikah sama bang Yusman" Ucap Shakilla.
"Hah! secepat itu? Dinda kaget mendengar ucapan Shakilla.
"Iya kak,soalnya bang Yusman orang sibuk,jadi gak ada waktu kak" Timpal Shakilla.
"Nikah resmi atau apa nih Killa?" Tanya Dinda.
"Nikah siri aja kak,karena susah ngurusnya kalau WNA ini kak,apalagi diakan cuma dapat cuti satu minggu aja dari kantornya" Ucap Shakilla menjelaskan.
"Oh,ya udah kalau begitu,lancar lancar semuanya ya dek" Ucap Dinda.
"Iya kak,terima kasih ya kak,ini semua berkat rekomendasi dari kak Dinda hehehe" Ucap Shakilla.
Shakilla pun menutup teleponnya.Dinda pun segera mengajak Shella dan Shelly untuk segera tidur,karena sudah larut malam.
Dua hari kemudian Shakilla pun memposting foto foto pernikahannya bersama Yusman. Acara pernikahan di gelar dengan sangat sederhana dan hanya di hadiri keluarga dan kerabat terdekat Shakilla saja.
"Kriinggg... kriinggg.. kriinggg" Shakilla menelepon Dinda.
"Hallo kak Dinda" terdengar suara Shakilla di ujung telepon.
"Iya killa,selamat ya dek atas pernikahannya, semoga langgeng dan bahagia selalu" Ucap Dinda.
"Iya kak Aamiin,terima kasih kak,killa sekarang lagi di bandara Soekarno-Hatta" Ucap Shakilla.
"Killa mau ke Palangkaraya lagi?" Tanya Dinda.
"Engga kak,tapi Killa ikut bang Yusman ke KL" Ucap Shakilla.
"Jadi Killa mau tinggal di sana?" Tanya Dinda.
"Iya kak,doain Killa dan bang Yusman selamat sampai KL ya kak" Ucap Shakilla.
"Iya dek,jangan lupa berdoa,semoga kalian selamat sampai tujuan ya" Ucap Dinda.
"Terima kasih banyak kak Dinda" Ucap Shakilla.
__ADS_1
BERSAMBUNG....
*******