Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 105. Yudi Menggoda Dinda.


__ADS_3

( POV Dinda )


Setelah puas karaokean,Dinda dan Ani pun segera bergegas keluar dari tempat karaokean tersebut.Dinda mengantarkan Ani pulang ke rumahnya,kemudian Dinda pun segera berlalu untuk pulang ke rumahnya.


Sesampainya di rumah Dinda segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Selesai mandi lalu ia pun segera menunaikan shalat maghrib.


"Shella Shelly,udah makan nak?" Tanya Dinda.


"Udah ma" Jawab si kembar kompak.


"Kak Rani mana?" Tanya Dinda pada si kembar.


"Lagi belajar di kamarnya ma" Sahut Shella.


"Shella Shelly gak belajar?" Tanya Dinda.


"Hari ini enggak ada PR ma" Sahut Shelly.


"Oh begitu,memangnya kalau belajar harus ada PR dulu ya?" Tanya Dinda.


"Hehehe,kan besok libur ma" Sahut Shella.


"Oh libur ya,emang besok hari apa?" Tanya Dinda.


"Hari raya Waisak ma" Sahut si kembar bersamaan.


"Oh begitu ya hehe,maklum mama udah gak ingat hari" Ucap Dinda.


"Derttttt.. Derttttt.. Derttttt" Ponsel Dinda yang sedang di charger bergetar.


Dinda pun segera meraih ponselnya,ia lalu membuka pesan dari Yudi.


{ Assalamualaikum Dinda,lagi apa Din? }


"Lagi santai sama si kembar pak" Balas Dinda.


{ Din,jangan panggil pak dong,panggil nama aja Din,biar lebih akrab }


Degh!


Perasaan Dinda sudah mulai tak enak dan risih,ketika Yudi mengirim pesan tersebut,ia langsung ingat sama kata-kata Ani tadi siang.


{ Dinda,besok kita ketemuan lagi ya,aku tunggu besok siang di kantorku ya Din }


"Maaf pak,mau ngapain ya,kalau memang mau membicarakan tentang asuransi,kabari aja via WhatsApp kan bisa pak" Balas Dinda.


{ Tidak bisa Dinda,ini harus di bicarakan langsung,soalnya kalau ngomong lewat pesan atau telepon itu kayak kurang afdhol Dinda }


"Oh begitu ya pak,lihat besok aja ya pak,soalnya besok saya ada janji mau ketemu supplier" Balas Dinda.


{ kok pak lagi sih,panggil Yudi aja Din,biar lebih akrab Din }


"Ah,gak enak pak,bapak kan usianya di atas saya,masa iya saya panggil nama,kan kedengarannya kayak kurang sopan gitu loh pak" Balas Dinda.


{ Gak apa-apa Din,panggil nama aja hehe }


{ Sekarang lagi pakai baju apa Din? }


"Lagi pakai daster" Balas Dinda.

__ADS_1


{ Wah pasti seksi ya pakai daster Din,kirim dong foto yang lagi pakai dasternya sekarang Din hehe }


Dinda pun mengernyitkan dahinya,saat membaca pesan terakhir dari Yudi.


"Wah,udah mulai gak beres nih orang" Batin Dinda.


{ Din,kok gak di balas sih? }


{ Saya tunggu besok jam 12 siang di kantorku ya Din }


Dinda hanya membaca pesan tersebut,lalu ia pun mematikan ponselnya.


...........................................................................


Keesokan harinya Dinda benar benar sangat sibuk,setelah mengantarkan semua anak anaknya sekolah,Dinda langsung melajukan kendaraannya menuju ke tempat supplier barang.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Yudi menghubungi Dinda.


"Hallo Dinda,sudah sampai dimana Dinda?jadikan datang ke kantor hari ini Dinda?" Tanya Yudi.


"InsyaAllah kalau sempat ya pak,ini saya lagi di jalan mau ketemu sama supplier barang" Sahut Dinda.


"Oke Dinda,kalau sudah selesai kabari aja ya Din" Ujar Yudi.


"Iya pak" Sahut Dinda.


Dinda pun melajukan kendaraannya menuju ke tempat supplier barang,ia akan memesan beberapa barang,untuk stock di gudangnya.


Pada hari itu Dinda pun menemui tiga supplier barang sekaligus di tempat yang berbeda,karena setiap supplier memiliki koleksi tas dan model yang berbeda-beda,ia ingin memanjakan customernya dengan berbagai macam banyak pilihan tas.


"Kriinggg.... Kriinggg... Kriinggg" Yudi menghubungi Dinda lagi.


"Hallo Dinda,gak jadi ketemuan ya Din?" Tanya Yudi.


"Iya maaf pak,urusan saya baru saja selesai" Sahut Dinda.


"Ya sudah,kalau begitu kita ketemuan di Wijaya cafe aja Din,soalnya ini udah jam empat,kantor udah tutup Dinda" Ucap Yudi.


"Oh,maaf pak,kalau ketemuan di Wijaya cafe saya gak bisa pak,kalau di tempat lain mungkin saya bisa pak" Timpal Dinda.


"Oke,kalau begitu kita ketemuan di tempat makan temanku saja Din,nanti aku sharelock alamatnya ya" Ucap Yudi.


"Oke" Sahut Dinda.


Yudi mengirimkan alamat rumah makan melalui aplikasi WhatsApp nya.Dinda pun segera bergegas menuju ke tempat tersebut.


Sesampainya di tempat alamat yang dituju,Dinda langsung memarkirkan mobilnya di depan rumah makan tersebut.


"Hii Dinda" Yudi melambaikan tangannya sambil tersenyum.


Dinda pun menghampiri ke meja Yudi,lalu ia pun duduk di depan Yudi.


"Maaf ya pak lama menunggu" Ucap Dinda sambil meletakkan tas nya di atas meja.


"Enggak apa-apa Din,maklum kalau mau ketemu orang sibuk seperti kamu kan harus sabar menanti hehehe" Ucap Yudi sambil terkekeh.


Dinda tak menanggapi ucapan Yudi,ia hanya tersenyum kecil pada Yudi.


"Eh Dinda,kalau mau pesan makan,pesan aja Din,makanannya enak-enak loh disini Din" Ucap Yudi.

__ADS_1


"Makasih pak,saya udah makan,saya pesan minum aja" Sahut Dinda.


"Mbak! " Teriak Yudi memanggil pelayan.


"Iya pak,Bu,mau pesan makan apa?" Tanya pelayan.


"Saya pesan minum aja mbak,orange juice satu ya mbak" Ujar Dinda.


"Makan dong Din,disini gado-gado sama siomay nya enak loh Din" Ucap Yudi.


"Enggak pak makasih,saya pesan minum aja" Sahut Dinda.


"Saya pesan teh manis hangat sama siomay satu ya mbak" Ujar Yudi.


"Baik pak" Sahut pelayan,lalu ia pun berlalu dari hadapan Dinda dan Yudi.


"Jadi bagaimana pak mengenai asuransi Rani,apa sudah ada kabar dari kantor pusat?" Tanya Dinda langsung to the points.


"Sabar ya Dinda,ini saya lagi follow up terus ke kantor pusat" Ucap Yudi sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


Degh!


"Astaghfirullah Al'adzim,jangan jangan benar apa yang di katakan Bu Ani" Batin Dinda.


"Ya kalau cuma mau ngabarin gitu aja mah, enggak usah sampai ketemuan pak" Celetuk Dinda.


"Iya juga sih,tapi gimana dong,aku kan kangen pengen lihat wajah kamu Dinda hehehe" Ucap Yudi sambil cengengesan.


Dinda membulatkan matanya dengan sempurna,ia tak percaya kata-kata itu akan keluar dari manager asuransi tersebut.


"Din,Dinda,kok melamun sih?" Kaki Yudi di bawah meja di gesek gesekan ke betis Dinda.


"Astaghfirullah Al'adzim" Dinda melotot kaget saat betisnya di gesek gesek sama kaki Yudi.


Sontak saja Dinda segera menarik kakinya dan menjauhi kaki Yudi.


"Hehehe" Yudi cengengesan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Pak,maaf kalau tidak ada yang mau di bicarakan lagi,saya permisi pamit pulang dulu ya pak" Dinda berdiri dan meraih tas nya.


"Sebentar Dinda,sabar dulu,minumannya aja belum datang,kok udah mau pulang sih?" Yudi menahan Dinda.


"Ini pak,Bu,pesanannya" Ucap pelayan sambil meletakkannya di atas meja.


"Terima kasih mbak" Ucap Yudi.


Dinda pun duduk kembali,ia pun meminum sedikit orange juice tersebut,lalu ia pun berpamitan pada Yudi.


"Makasih udah di traktir orange juice pak, permisi saya pamit pulang dulu pak,maaf saya buru buru mau jemput si kembar sekolah" Ucap Dinda,lalu ia pun meninggalkan Yudi sendirian.


Dinda pun segera bergegas melajukan kendaraannya menuju ke sekolahan si kembar.Si kembar kini sudah pindah sekolah ke gedung yang baru,masuk sekolahnya jam satu siang dan pulangnya jam lima sore.


BERSAMBUNG


*****


Hii teman teman semuanya terima kasih telah berkunjung kemari ya.Yuk baca kaya terbaru aku "NASIB SEORANG JANDA" di angkat dari kisah nyata dan bumbui dengan fiksi modern.


Happy reading bestie 🥰

__ADS_1


__ADS_2