Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 93. Si Penabrak Datang Meminta Maaf.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Nak Steven,ini sarapan dulu,tante beliin nasi kuning buat kamu nak" Ucap Dinda menyodorkan bungkusan plastik pada Steven.


"Terima kasih banyak tante" Ucap Steven seraya meraih bungkusan plastik tersebut.


"Sarapan dulu nak,biar Rani tante kasih minum obat dulu" Ujar Dinda.


Steven pun duduk di sofa depan televisi,ia pun menikmati sarapan nasi kuning yang di belikan oleh Dinda.sementara itu Dinda mengeluarkan beberapa butir tablet dan kapsul lalu menyodorkannya pada Rani untuk di minum.


"Tok... Tok... Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Kreeeeekkkk" Steven membukakan pintu.


"Permisi,boleh saya masuk?" Ucap seorang pria yang berperawakan tinggi kurus dan berambut gondrong tersebut.


"Maaf,mau cari siapa om?" Tanya Steven.


"Mau cari pasien yang bernama Rani" Ucap pria gondrong tersebut.


"Oh iya,silahkan masuk om" Ujar Steven.


"Permisi Bu" Ucap pria gondrong tersebut menyapa Dinda.


"Iya,maaf anda siapa ya?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.


"Saya Lamhot Simanjuntak Bu,saya supir angkot yang menabrak anak ibu" Ucap pria gondrong tersebut memperkenalkan dirinya.


"Hmm" Dinda mengangguk anggukan kepalanya,ia pun melihat pria tersebut dari atas sampai bawah.


"Bu,saya mohon Bu,maafkan saya ya Bu,kita selesaikan secara kekeluargaan aja,saya gak mau di penjara Bu,kasihan anak-anak saya dua orang masih kecil-kecil Bu" Ucap Lamhot memelas.


"Iya Bu,maafkan suami saya ya Bu,tolong jangan bawa kasus ini ke jalur hukum Bu"Tiba-tiba muncul seorang perempuan berpakaian lusuh dengan rambut yang di gulung sambil menggendong bayi dan tangannya menuntun seorang balita.


"Ini Tiur istri saya Bu dan ini kedua anak saya Bu,kasihanilah kami Bu jangan bawa kasus ini ke jalur hukum ya Bu" Ucap Lamhot memelas.


"Ya Allah,kasihan sekali anaknya masih kecil-kecil,kok aku jadi gak tega lihatnya" Batin Dinda.


"Jadi begini ya bang Lamhot,kalau saya sih udah memaafkan,saya percaya mungkin kejadian ini adalah takdir tuhan,tapi urusan hukum kan tetap berjalan bang Lamhot" Ucap Dinda.


"Tolong Bu,kalau bisa siang ini kita ke kantor polisi berdua Bu,kita bilang aja sama pihak kepolisian,kalau kasus ini sudah damai secara kekeluargaan" Ucap Lamhot.


"Saya mau ke kantor polisi,tapi setelah anak saya keluar dari rumah sakit bang,kalau sekarang saya tidak bisa meninggalkan anak saya disini bang" Ucap Dinda.


"Sebentar aja Bu,supaya angkotnya bisa di keluarkan Bu,karena dari kemarin angkot sama motor anak ibu di tahan sama pihak kepolisian" Ucap Lamhot.

__ADS_1


"Iya sabar ya bang,tunggu anak saya sembuh dulu,baru saya mau ke kantor polisi! " Ucap Dinda tegas.


"Tapi Bu,itu artinya saya gak bisa narik angkot Bu,gimana dengan setoran angkot sama bos saya Bu?kalau gak narik angkot anak istri saya mau makan apa Bu?" Keluh Lamhot.


"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Assalamualaikum" Ucap Willy sahabat Herman,ia datang beserta istrinya.


"Wallaikumsallam,masuk sini bang,Bel" Sahut Dinda.


"Jadi gimana Bu,kita selesaikan masalah ini secara kekeluargaan aja ya Bu?" Tanya Lamhot lagi.


"Heh,kamu siapa?kamu yang menabrak Rani ya?" Tiba-tiba Willy menghampiri Lamhot dan menarik kerah baju Lamhot.


"A-ampun bang,saya gak sengaja menabraknya,inikan namanya musibah bang,dan saya juga udah meminta maaf sama ibu itu" Ucap Lamhot ketakutan.


"Enak saja kau meminta maaf,kau bawa mobil kayak orang kesetanan,sampai sampai Rani dan temannya terpental jauh dari lokasi kejadian" Willy mengeraskan rahangnya sambil melotot di depan wajah Lamhot.


"Maaf bang,kita damai aja bang,kita selesaikan secara kekeluargaan aja bang" Ucap Lamhot memelas.


"Damai,damai,enak aja kau bilang damai,bayar dulu biaya rumah sakit ini,baru kau akan aku lepaskan! " Willy menarik kerah baju Lamhot sambil melotot emosi dan tangannya yang satu lagi menonjok wajah Lamhot.


"Bugh!


"Bugh!


Willy pun melepaskan kerah baju Lamhot sambil menatap sinis pada Lamhot.


"Untung kau disini,jadi kau selamat dan aman, coba kalau kau ketemu sama aku di luar,sudah babak belur kau! " Ucap willy geram.


"Ampun bang,saya datang kesini beritikad baik bang,saya sudah meminta maaf sama ibu ini dan anaknya bang" Ucap Lamhot.


"Bayar dulu ganti rugi biaya rumah sakit,baru kau ku maafkan! " Ucap willy meninggikan suaranya.


"Iya saya akan bayar,tapi mungkin tidak semuanya bang,saya gak sanggup kalau semuanya bang,mungkin saya akan kasih semampu saya aja,itupun saya akan cari pinjaman uang dulu bang" Ucap Lamhot.


"Udah bang,udah gak usah ribut ribut,gak apa-apa gak usah kasih uang juga bang,saya gak meminta uangmu,yang penting kamu jangan lagi sok jagoan dan jangan ngebut kalau bawa kendaraan di jalan,jangan sampai ada korban berikutnya lagi" Ucap Dinda pelan.


"Gak bisa di biarkan ini Dinda,orang kayak begini jangan dilepas begitu aja,keenakan dia kalau begitu lepas dari tanggung jawab Din" Ucap Willy.


"Iya udah,saya gak mau pusing dengan urusan ini,yang saya mau sekarang anak saya sembuh itu aja" Ucap Dinda.


"Sini kau! " Willy menarik paksa Lamhot keluar dari dalam ruangan.


"Bella,suamimu ngeri juga ya kalau lagi marah" Bisik Dinda pada Bella.

__ADS_1


"Iya dia itu tempramen, gak bisa di pancing orangnya,kalau di pancing ya begitulah dia" Bisik Bella.


Sementara itu di luar ruangan,Willy sedang mengancam Lamhot.


"Kalau kau tidak mau bertanggung jawab,jangan harap kau masih bernyawa besok pagi! " Ucap Willy menekan Lamhot.


"Iya sabar bang,nanti aku cari pinjaman dulu bang,pasti aku kasih walaupun tak banyak bang" Sahut Lamhot gemetaran.


"Jangan macam-macam kau dan jangan coba coba melarikan diri kau ya,mana sini nomor handphone kau! " Gertak Willy.


"I-iya bang,ini nomor handphone saya 0813Xxxxxxx " Ucap Lamhot.


"Kalau sampai besok siang kau tak ke rumah sakit membawa uang itu,siap siap aja kau mati di tangan anak buahku! " Ucap willy penuh penekanan.


"Saya janji bang,besok saya kesini lagi bawa uangnya" Sahut Lamhot ketakutan.


"Bagus! " Willy meninggalkan Lamhot di luar,lalu ia pun masuk ke dalam ruangan.


"Bu,saya dan anak istri saya pamit dulu ya Bu,mungkin besok siang saya datang kesini lagi Bu" Ucap Lamhot berpamitan.


"Oh iya bang,silahkan" Sahut Dinda.


Lamhot serta anak istrinya pun berlalu keluar dari dalam ruangan.


"Oh iya,ini saya ada bawa buah buahan dan roti untuk Rani" Ucap Bella sambil menyerahkan kantong plastik besar.


"Wah repot repot pakai bawa buah dan roti segala Bel,kalian datang kesini aja aku udah senang loh,gak perlu repot-repot kayak gini" Ucap Dinda.


"Ah gak apa-apa kok Din,kami tidak merasa di repotkan kok" Sahut Bella.


"Oh iya udah,terima kasih ya Bella dan makasih juga buat bang Willy hehe" Ucap Dinda.


"Iya sama-sama Dinda,maaf saya baru tahu kalau Rani masuk rumah sakit,ini juga Bella katanya dapat kabar dari group ibu-ibu arisan, makanya kami langsung datang kemari" Timpal Willy.


"Oh iya ya,pasti Bu Ani ya Bel,yang kasih info di group" Tanya Dinda.


"Iya Din,ibu Ani ketua group arisan kita hehe" Sahut Bella.


"Bang Willy lagi di darat ya?" Tanya Dinda.


"Iya Din,pas lagi di darat,minggu depan baru berangkat berlayar lagi Din" Sahut Willy.


"Minggu depan mau kemana bang?" Tanya Dinda.


"Mau ke Australia Din" Sahut Willy.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


******


__ADS_2