Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 34. Deddy Memberikan Surprise


__ADS_3

( POV Deddy )


"Hallo Din"Deddy menelepon Dinda.


"Iya hallo bang"Jawab Dinda.


"Kita makan siang yuk"Ajak Deddy pada Dinda.


"Aku lagi badmood,malas keluar nih bang"Sahut Dinda.


"Ayolah keluar,Abang udah di depan rumah kamu nih"Ujar Deddy.


"Hah! serius bang,kok dadakan sih,aku kan belum ngapa-ngapain"Ucap Dinda.


"Udah gak apa-apa,gak usah dandan juga udah cantik kok"Ucap Deddy.


"Ya udah tunggu sebentar ya,mau ganti baju dulu"Dinda menutup teleponnya.


Dinda kelabakan mencari baju yang hendak di pakai siang itu,lalu dandan dengan makeup simple dan tipis tipis.


"Mbak Siti,aku pergi dulu ya,seperti biasa titip anak-anak"Ucap Dinda.


"Iya Bu"Sahut mbak Siti.


Dinda pun segera keluar rumah,lalu masuk ke dalam mobil Deddy.


"Kok datangnya dadakan sih?"Ucap Dinda kesal.


"Iya namanya juga surprise,masa bilang bilang hehehe"Ucap Deddy.


"Terus,kita sekarang mau kemana nih?"Dinda bertanya.


"Kita mau cari makan siang,Dinda hari ini mau makan apa?"Tanya Deddy.


"Iiih gak jelas banget deh,ngajak makan tapi gak tahu tempatnya"Timpal Dinda kesal.


"Coba Dinda kasih ide,hari ini Dinda lagi pengen makan apa?"Tanya Deddy.


Dinda hanya diam saja tak menimpali ucapan Deddy.


"Ah,Abang punya ide,bagaimana kalau kita makan nasi Padang di rumah makan sederhana?"Ucap Deddy sambil tersenyum.


"Ya udah terserah Abang aja"Timpal Dinda.


Deddy pun mengendarai mobilnya menuju ke rumah makan sederhana.


Sesampainya di rumah makan Padang,Dinda memilih meja makan paling pojok.Dan pelayan pun menghampiri ke meja Dinda dan Deddy.


"Permisi mas dan mbak,mau makan apa?"Tanya pelayan.


"Dinda mau makan apa?"Tanya Deddy.


"Nasi rendang,sayur daun ubi sama sambal udang"Ucap Dinda.


"Kalau aku pesan nasi,ikan tongkol asam pedas sama gulai telur ikan ya dek"Ujar Deddy pada pelayan.


"Siap mas"Sahut pelayan.


Tak berapa lama kemudian makanan pun telah datang dan di hidangkan di atas meja oleh pelayan.


"Silahkan mas dan mbak"Ucap pelayan dengan ramah.


"Din kamu harus cobain ini deh"Deddy menyodorkan sendok berisi gulai telur ikan.


"Iiih apaan tuh,kok geli lihatnya"Dinda mengelak tak mau di suapin.


"Udah pokoknya cobain aja dulu,ini enak loh"Deddy memaksa dan menyuapi Dinda.


"Hmmm....iya ternyata enak ya bang"Dinda manggut-manggut sambil tersenyum.


"Enakkan hehehe,kalau enak nih makan lagi ya aaa aa ham"Deddy menyuapi Dinda lagi.


"Udah bang,kapan Abang makannya kalau nyuapin aku terus"Protes Dinda.


"Ya gak apa-apa,yang penting Dinda kenyang dulu,Abang belakangan aja makanya"Lagi lagi Deddy menyuapi Dinda.


"Aku makan sendiri aja bang,gak enak di lihatin orang tuh"Ucap Dinda pelan.


"Biarin aja Din,diakan punya mata tentunya untuk melihat"Jawab Deddy enteng.


"Iiih malu tahu"Timpal Dinda.


"Dek,gulai telur ikannya tambah satu porsi lagi ya"Ujar Deddy pada pelayan.


Selesai makan Deddy mengajak Dinda ke hotel dan setelah memarkirkan mobilnya Deddy mengambil paper bag yang berada di bagasi mobilnya.


"Yuk kita masuk"Ajak Deddy pada Dinda.


Sesampainya di dalam kamar Deddy memberikan paper bag tersebut pada Dinda.


"Din,ini buat kamu?"Ucap Deddy.


"Apa ini bang"Tanya Dinda.


"Buka aja"Ujar Deddy.


Dinda pun membuka paper bag dan setelah di buka ternyata isinya mini dress satu set dengan bolero.


"Wah bagus banget bang,beli di mana"Tanya Dinda.


"Itu beli sama teman kantor Abang,kebetulan dia buka boutique di Mall"Ucap Deddy.


"Tapi ini kependekan bang,setengah paha loh ini bang,gak pede pakenya bang"Timpal Dinda.


"Sengaja beli yang pendek,Abang suka lihat kamu pakai baju seksi kayak gitu hehehe"Ucap Deddy.


"Hmm..suka ya lihat cewek cewek seksi"Ucap Dinda sambil menyipitkan matanya.

__ADS_1


"Iya suka kalau kamu yang pakai Din,biar gampang hehehe"Deddy tersenyum genit dan mengedipkan sebelah matanya.


"Gampang apanya?"Tanya Dinda polos.


"Gampang masuknya hehehe"Deddy memeluk Dinda.


"Iiih dasar omes"Ucap Dinda sambil tersenyum.


"Tapi kamu suka kan hehehe"Deddy mencium pipi Dinda.


Dinda pun tak menjawab pertanyaan Deddy,ia hanya sibuk melipat baju tersebut lalu di masukkan lagi ke dalam paper bag.


"Din,Abang punya sesuatu buat kamu"Deddy berdiri dan merogoh saku di saku celananya.


"Apa itu bang?"Tanya Dinda.


"Ini cincin buat kamu"Deddy membuka kotak yang berisi cincin dan memasangkannya di jari Dinda.


"Omaygatsss bagus banget ini bang"Ucap Dinda dengan wajah sumringah.


"Iya itu hadiah ulang tahun buat kamu Dinda"Ucap Deddy.


"Hah,kok Abang tahu kalau hari ini aku ulang tahun?"Tanya Dinda kaget.


"Iya tahulah hehe"Ucap Deddy sambil mencolek dagu Dinda.


"Tahu dari siapa bang?"Tanya Dinda.


"Dari Facebook kamu"Ucap Deddy sambil memeluk Dinda dari belakang.


"Oh begitu ya,aku aja hari ini belum sempat buka Facebook bang"Ucap Dinda.


"Coba deh buka Facebooknya sekarang,banyak sekali yang mengucapkan selamat ulang tahun di Facebook kamu Din"Ujar Deddy.


"Gak ah,lagi gak mood buka Facebook"Timpal Dinda.


"Abang gak balik lagi ke kantor?"Tanya Dinda.


"Gak,kan ini hari Sabtu sayang,kerjanya cuma setengah hari aja"Sahut Deddy.


"Oh iya,duh lupa kalau hari ini hari Sabtu hehehe"Timpal Dinda.


Deddy mendekatkan wajahnya pada wajah di Dinda,kemudian Deddy mengulum bibir Dinda dengan lembut.


Deddy terus saja mencumbui Dinda dengan buas dan liar serta menggigit bibir Dinda.


"Aduh!


"Dinda mendorong tubuh Deddy dan memegang bibirnya karena sakit di gigit Deddy.


"Sakit tahu"Ucap Dinda kesal.


"Habis gemas banget sih hehehe"Sahut Deddy sambil terkekeh.


"Udah ah gak usah cium cium lagi,sakit tahu di gigit"Ucap Dinda manja.


Deddy pun dengan sigap tangannya berjelajah ke hutan rimba milik Dinda, tangannya yang aktif itu keluar masuk menjelajahi hutan rimba.


Bahkan tak hanya jarinya yang aktif,lidahnya pun sangat aktif sekali,hingga membuat Dinda sesekali mengeluarkan suara lirihnya.


Setelah puas menjelajahi semuanya,Deddy pun segera memasukkan senjata miliknya dan menghujamkannya terus menerus hingga akhirnya sukses menuju ke puncak kenikmatan.


Setelah puas keduanya pun terbaring di tempat tidur dengan lemas.


"Sayang,selamat ulang tahun ya"Ucap Deddy seraya memeluk Dinda.


"Terima kasih bang"Sahut Dinda.


"Semoga panjang umur,sehat selalu dan semua yang di impikan segera terwujud"Ucap Deddy.


"Aamiin"Sahut Dinda.


Setelah itu keduanya pun berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Bang bawa rokok gak?"Tanya Dinda.


"Ada di mobil,tunggu ya Abang ambilkan dulu sebentar"Sahut Deddy.


Deddy pun segera bergegas keluar menuju ke parkiran dan mengambil sebungkus rokok di mobilnya.


"Ini rokoknya sayang"Deddy menyodorkan sebungkus rokok pada Dinda.


"Terima kasih bang"Ucap Dinda.


Dinda pun membuka rokok tersebut dan mengambilnya sebatang lalu menyalakan api dan menghisapnya.


"Bang,kenapa sih kok Abang,hampir tiap hari ngajak makan siang terus,emang gak pernah makan siang di rumah ya?"Tanya Dinda.


"Anak dan istri Abang,sudah Abang suruh pulang ke Jawa"Jawab Deddy enteng.


"Kapan bang?"Tanya Dinda.


"Udah hampir dua bulan"Sahutnya.


"Terus siapa yang ngurus Abang disini?"Tanya Dinda.


"Lah abang kan udah tua,jadi bisa mengurus diri sendiri hehehe"Ucap Deddy sambil mencubit hidung Dinda.


"Maksudnya yang ngurus makannya dan bajunya gitu loh bang"Tanya Dinda.


"Baju Abang laundry langganan,bayarnya sebulan sekali"Timpal Deddy.


"Makannya?" Tanya Dinda.


"Ada istri atau gak ada istri Abang tetap makan di luar sayang,Abang gak pernah makan di rumah"Jawab Deddy enteng.


"Jadi selama ini Abang gak pernah makan di rumah?"Tanya Dinda.

__ADS_1


"Gak sayang,istri hanya masak untuk dia sendiri dan anak anak"Jawab Deddy.


"Oh begitu,terus istri Abang yang satunya gimana?"Tanya Dinda.


"Oh dia sekarang di Garut,dia tidak bisa masak sama sekali,bisanya masak Indomie sama rebus air aja"Sahut Deddy.


"Jadi selama menikah gak pernah masak?"Tanya Dinda.


"Istri pertama Abang itu tak pandai masak,tiap hari cuma masak nasi aja,lauknya beli jadi aja yang sudah matang"Jawab Deddy.


"Oh begitu ya hmm...."Dinda mengangguk anggukan kepalanya.


"Makanya sekali kali Dinda masakin Abang dong, Abang pengen nyobain masakan Dinda hehehe"Ucap Deddy.


"Oke siap,ntar kapan kapan aku masakin ya bang"Timpal Dinda.


"Pastinya Abang sudah gak sabar pengen nyobain masakan kamu Din hehehe"Ucap Deddy.


Deddy dan Dinda pun santai menikmati rokok sambil menonton televisi.


Setelah puas merokok,tangan Deddy pun mulai aktif menjelajah dan mencumbui bibir Dinda.


"Hmm...bau rokok hehehe"Ucap Deddy melepaskan tautannya.


"Hehehe kan sama sama bau rokok"Timpal Dinda.


Deddy pun tak banyak berkata-kata langsung duduk di sofa dan memberikan kode supaya Dinda duduk di atas pangkuannya.


Dinda pun duduk di pangkuan Deddy sambil melingkarkan tangannya di leher Deddy.


"Emang masih kurang ya?"Tanya Dinda genit meledek Deddy.


"Kurang dong,kayak gak tahu aja,kalau belum empat kali,itu artinya belum cukup hehehe"Timpal Deddy sambil terkekeh.


Akhirnya keduanya pun melakukannya untuk yang keduanya kalinya,ketiga kalinya dan ke empat kalinya lalu keduanya pun tepar di atas ranjang.


"Haduh bang,kamu kok kuat banget sih?"Tanya Dinda.


"Hehehe tapi suka kan?"Tanya Deddy tersenyum lalu memeluk Dinda.


Dinda hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Kenapa bisa kuat begitu bang,Abang minum apa?"Tanya Dinda penasaran.


"Abang minum telur ayam kampung 2 butir di tambah merica bubuk sedikit,lalu di kasih kecap asin sedikit,kemudian di aduk aduk,lalu di minum deh"Ucap Deddy.


"Oh gitu ya Hmmm"Dinda mengangguk anggukan kepalanya.


"Tahu gak Din,dulu waktu Abang masih lajang,suka sekali makan torpedo kambing, makanya Abang jadi kuat"Ucap Deddy menjelaskan.


"Hah! torpedo kambing,iiih jorok banget sih,jijik tahu huweekk"Dinda mual mendengar pengakuan Deddy.


"Enak tahu Din di bakar atau di gulai mantap"Timpal Deddy.


"Iiih masak yang kayak begitu di makan"Sahut Dinda.


"Iya habisnya enak,dan itulah yang bikin Abang jadi kuat sekarang Din hehehe"Ucap Deddy sambil terkekeh.


Setelah keduanya check out dari hotel,Deddy mengajak Dinda makan sate dan gulai kambing di tempat langganan Deddy.


"Kita makan malam disini ya Din"Deddy pun memarkirkan mobilnya.


"Tapi ramai sekali bang"Protes Dinda.


"Iya gak apa-apa,ayo kita turun"Ajak Deddy.


Deddy pun memesan satu porsi sate kambing dan satu porsi gulai kambing beserta nasi dan lontong.


"Nih Din cobain gulai kambingnya enak banget"Deddy menyodorkan sendok yang berisi gulai kambing.


"Aku makan sendiri aja bang,tempat ini ramai banget,gak enak di lihatin orang orang"Dinda menolak untuk di suapin.


"Udah cuekin aja,santai aja Din,nih coba aa aaa ham,gimana enakkan?"Deddy menunggu jawaban Dinda.


"Iya enak bang"Sahut Dinda.


"Ini gulai terenak di kota ini,makannya setiap malam ramai terus pengunjungnya"Ucap Deddy.


"Abang tahu aja ya tempat makanan yang enak-enak"Timpal Dinda.


"Oh ya jelas tahu dong,tiap hari kan Abang keliling mencari makanan yang enak enak hehehe"Ucap Deddy.


Setelah selesai makan sate dan gulai kambing. Deddy pun mengantarkan Dinda pulang ke rumahnya.Dan sesampainya di depan rumah Dinda.


"Terima kasih surprisenya bang,dan terima kasih kadonya,aku suka sekali"Ucap Dinda sambil mencium pipi Deddy.


"Sama sama sayang"Deddy pun memeluk Dinda dengan erat.


"Udah dulu ya bang,aku mau masuk ke rumah"Ucap Dinda.


Deddy pun malah semakin erat memeluk Dinda seakan tak mau melepaskan pelukannya.


"Kamu tahu gak sayang,apa yang paling aku benci?"Ucap Deddy telinga Dinda.


"Apa?"Tanya Dinda.


"Saat saat seperti inilah,kita udah jalan seharian,terus kita harus berpisah rasanya nyesek banget sayang"Ucap Deddy


"Halah Abang nih lebay banget deh"Dinda berusaha melepaskan pelukan Deddy dan segera keluar dari mobil Deddy.


"Hati hati di jalan ya bang,bye"Ucap Dinda sambil melambaikan tangannya.


Dinda pun segera bergegas masuk ke dalam rumahnya.Setelah Dinda benar benar hilang dari pandangan,Deddy pun segera menyalakan mesin mobilnya kemudian berlalu meninggalkan rumah Dinda.


BERSAMBUNG.....


*******

__ADS_1


__ADS_2