Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 110. Malam Pertama Tukimin Sukses (Part 2)


__ADS_3

( POV Tukimin )


Tukimin langsung membaringkan tubuh istrinya itu di atas ranjang,ia langsung menarik handuk yang menutupi tubuh Lasmi.


"Dek" Tukimin membulatkan matanya dengan sempurna,ia pun menelan saliva nya.


Tak berpikir lama lagi,Tukimin langsung mencumbui sekujur tubuh Lasmi.Tukimin tak melewatkan kesempatan itu,ia seperti orang kelaparan dan ia pun melahap tubuh Lasmi dengan nafas yang memburu.


Tukimin pun memegang senjata miliknya yang sudah tegak sejak tadi,ia mencoba memasukkan senjatanya,namun Lasmi beberapa kali mundur dan menjauhi senjata itu,ia menutupi wajahnya karena ketakutan.


"Dek,kamu santai aja ya,jangan takut,ini gak sakit kok" Bisik Tukimin.


"Iya mas" Sahut Lasmi pelan,ia pun pasrah dengan apa yang akan di lakukan oleh Tukimin terhadap dirinya.


Tukimin pun beberapa kali mencoba memasukkan senjatanya ke dalam goa milik Lasmi,namun selalu gagal dan gagal lagi.


"Mas,kayaknya emang gak bisa deh mas" Ucap Lasmi.


"Kamu tenang dek,kamu rileks aja ya jangan panik" Ucap Tukimin menenangkan istrinya itu.


Tukimin mencoba sekali lagi memasukkan senjata miliknya itu,akhirnya ia pun berhasil menjebol gawang,lalu ia pun menggerakkan tubuhnya secara perlahan.


"Aw,ah,mas" Ucap Lasmi menahan sakit dan perih.

__ADS_1


"Iya dek,santai aja ya dek" Bisik Tukimin.


Lasmi pun pasrah,Tukimin menggerakkan tubuhnya dengan penuh perasaan,semakin lama ia pun mempercepat gerakan tubuhnya.


"Dek,ah,mas udah gak tahan dek, mas udah mau keluar" Ucap Tukimin,ia merasakan kenikmatan yang sudah di ubun-ubun.


"Aaah" Tukimin melakukan pelepasan.


Tukimin terkulai lemas di samping tubuh Lasmi,ia lalu memandang Lasmi dengan tersenyum puas.


"Makasih ya dek" Ucap Tukimin sambil tersenyum memandang Lasmi.


"Iya mas,tapi perih sekali mas" Keluh Lasmi.


"Ah,masa sih mas?" Tanya Lasmi sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya,besok pagi kita coba lagi ya dek dan sekarang kita tidur dulu ngumpulin tenaga hehehe" Ucap Tukimin sambil cengengesan.


Tukimin dan Lasmi pun bergegas ke kamar mandi untuk mencuci barang miliknya masing-masing.


"Mas,seprei nya ada darahnya" Ucap Lasmi.


"Oh iya dek,sebentar mas ganti dulu dengan yang baru seprei nya" Tukimin membuka lemarinya,ia pun mengeluarkan seprei dari dalam lemarinya tersebut.

__ADS_1


Dengan sigap Tukimin mengganti seprei nya,ia juga mengganti sarung bantal sekalian.


"Udah dek,yuk kita tidur dek,udah malam" Ajak Tukimin.


Tukimin dan Lasmi pun tertidur dengan pulas, keduanya tampak sangat kelelahan.


...........................................................................


Keesokan paginya,Tukimin bangun terlebih dahulu,ia melihat ke sebelahnya,tampak Lasmi masih tertidur dengan nyenyak.senjata miliknya pagi itu sudah tegak,seperti ada magnet,ia pun segera mengelus-elus pipi Lasmi,dan mata Lasmi pun perlahan terbuka.


"Dek,mas mau lagi,boleh ya dek?" Tanya Tukimin.


"Hmm,masih ngantuk mas" Sahut Lasmi.


"Ya udah gak apa-apa,buat mas kerja sendiri aja" Timpal Tukimin.


Tukimin langsung melorotkan celana da*am milik Lasmi,ia pun langsung memasukkan senjatanya.Pagi pagi ia pun dengan penuh semangat mencangkul dan menggarap sawah miliknya dan sampailah pada puncak pelepasan.


"Aaah dek" Tukimin mengeluarkan suara lirihnya,lalu ia pun tumbang di sebelah Lasmi.


"Dek,cup" Tukimin mengecup kening Lasmi,lalu ia pun memeluk tubuh Lasmi dengan erat.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*****


__ADS_2