
( POV Siska )
Shandy mengajak Bisma dan Siska untuk makan malam yang telah di siapkan oleh Bik Ijah.Bisma pun merasa canggung namun Shandy orangnya sangat ramah dan humble.
"Jadi Papa sebelumnya udah pernah ketemu dan udah saling kenal sama Pak Bisma"Tanya Siska keheranan.
"Iya,Papa udah pernah ketemu"Sahut Shandy.
"Ketemu dimana?"Siska menatap Shandy lalu menatap Bisma.
"Tanya aja sama Bisma?"Timpal Shandy.
"Jadi begini sayang,perusahaan tempat aku bekerja sekarang,adalah toko mebel milik Pak Shandy"Ucap Bisma menjelaskan.
"Iya benar,Papa sudah mempercayakan toko mebel itu pada Bisma,semoga saja Bisma bisa menjaga amanah yang Papa berikan"Ucap Shandy.
"Oh begitu hmm..."Sahut Siska sambil mengangguk anggukan kepalanya.
"Bisma silahkan tambah makannya,gak usah sungkan sungkan,anggap saja rumah sendiri" Ujar Shandy.
"Mau di ambilkan yang ini,atau mau yang itu?" Tanya Siska pada Bisma.
"Tidak usah sayang,biar aku ambil sendiri saja" Sahut Bisma.
Selesai makan malam pun Shandy mengajak Bisma dan Siska untuk bercengkrama di ruang keluarga.
"Jadi hubungan kalian ini mau di bawa kemana?" Tanya Shandy pada Siska dan Bisma.
"Mohon maaf sebelumnya Pak kalau saya lancang,saya mau serius sama anak bapak?" Ucap Bisma.
"Iya Pah,kita udah sama sama saling mencintai dan menyayangi" Timpal Siska.
"Dan itupun kalau bapak tidak keberatan Pak" Ucap Bisma.
"Kenapa saya harus keberatan?" Tanya Shandy.
"Karena saya orang biasa Pak,orang sederhana dan tidak punya apa-apa" Ucap Bisma sambil menundukkan kepalanya.
"Saya tidak pernah melihat seseorang dari status sosialnya,yang saya lihat dari orang itu, kejujurannya,kebaikannya dan pekerja keras" Ucap Shandy tegas.
"Kalau boleh saya mau minta izin sama bapak,untuk melamar Siska Pak?" Bisma langsung to the points.
"Iya Pah,boleh ya Pah?" Ucap Siska manja.
"Itupun kalau sekiranya bapak mengizinkan dan merestui kami Pak,kalau tidak pun mungkin saya harus sadar diri dan akan mundur" Ucap Bisma dengan suara gemetar.
"Pak Bisma kok ngomongnya gitu sih?" Celetuk Siska kesal.
"Papa sih setuju setuju saja,kalau kalian sudah saling suka sama suka,Papa merestui kalian" Sahut Shandy.
"Jadi Papa setuju?terima kasih ya Pah,Siska senang banget Pah" Siska kegirangan dan langsung memeluk Shandy.
"Terima kasih banyak Pak Shandy" Ucap Bisma sambil tersenyum mengembang di bibirnya.
"Pah,bagaimana kalau langsung nikah aja?" Tanya Siska penuh harap.
"Papa sih setuju setuju saja,yang penting itu tidak mengganggu kuliahmu" Ucap Shandy.
"Aku masih bisa kuliah kok Pah,iyakan Pak Bisma?" Tanya Siska pada Bisma.
"Iya,tapi....
"Tapi apa pak Bisma?kamu gak setuju kalau kita udah nikah,tapi aku masih tetap kuliah?" Tanya Siska pada Bisma.
"Bukan begitu sayang,kalau untuk dalam waktu dekat ini belum bisa sayang" Sahut Bisma.
"Terus kapan bisanya?" Tanya Siska.
"Ya kan biaya menikah itu tidak murah sayang,aku harus menabung dulu" Ucap Bisma.
"Kalau untuk soal biaya,tidak usah kamu pikirkan Bisma,semua biaya pernikahan kalian akan saya tanggung" Ucap Shandy tegas.
"Tapi Pak,saya sebagai kan laki-laki harus....
"Sudahlah Pak Bisma,ikuti saja saran papaku ya hehehe" Timpal Siska sambil cengengesan.
"Lebih baik di segerakan saja niat baik kalian,Papa akan dukung kalian sepenuhnya" Ucap Shandy.
"Pah,nikahnya di halaman rumah atau di gedung?" Tanya Siska.
"Di gedung hotel saja,nanti akan Papa urus semuanya" Ucap Shandy tegas.
"Ah,memang papaku yang terbaik,Siska sayang banget sama Papa,terima kasih ya Pah" Siska memeluk Shandy.
"Bisma,saya percaya kamu bisa jadi imam yang baik buat anak saya,dan saya berpesan sama kamu,tolong jaga anak saya dan jangan sakiti anak saya,baik hatinya ataupun fisiknya" Ucap Shandy tegas.
"Iya Pak,terima kasih banyak atas semua kebaikan bapak,saya berjanji akan menjaga Siska dengan baik" Timpal Bisma.
"Ngomong ngomong kamu sekarang tinggal dimana Bisma?"Tanya Shandy.
"Di rumah kontrakan di belakang kampus Pak" Sahut Bisma.
"Kalau bisa nanti setelah menikah,kamu tinggal disini saja bersama Siska,karena saya sering pergi ke luar kota untuk urusan bisnis" Ujar Shandy.
"Tapi bagaimana dengan Mamanya Siska Pak, apakah beliau akan setuju,dengan rencana pernikahan saya dan Siska Pak" Ucap Bisma.
Bisma merasa heran,karena sejak tadi ia tak melihat Bu Mawar di rumah itu.
"Terkait Mamanya Siska,tidak ada urusan mau setuju atau tidak,semua keputusan ada di tangan saya Bisma" Timpal Shandy.
__ADS_1
"Lagian mama udah gak tinggal di sini lagi kok" Celetuk Siska.
Bisma menatap Siska dengan penuh tanda tanya,dan Shandy pun segera menyambung perkataan Siska.
"Iya benar yang Siska katakan,Mawar sudah tidak lagi tinggal disini,saya dan Mawar sedang dalam tahap proses perceraian,oleh sebab itulah saya mau secepatnya kalian segera menikah,supaya hati saya tenang,kalau saya harus meninggalkan Siska keluar kota untuk urusan bisnis" Ucap Shandy menjelaskan.
"Jadi bagaimana Pak Bisma,apa kamu setuju saran dari Papa?" Tanya Siska.
"Kalau begitu saya ikut apa kata Pak Shandy saja,bagaimana baiknya saja Pak" Sahut Bisma.
"Ya sudah kalau begitu,nanti masalah gedung hotel dan yang lainya biar Papa urus,kalian hanya tinggal cari wedding organizer sesuai dengan keinginan kalian" Ujar Shandy.
"Kenapa pernikahannya tidak di langsungkan secara sederhana saja Pak,supaya saya tidak menjadi beban Pak Shandy" Ucap Bisma.
"Udahlah Pak Bisma nurut aja apa kata Papaku,toh ini juga demi kebaikan kita" Timpal Siska ketus.
"Bukan begitu sayang,aku hanya merasa tidak enak hati,telah menjadi beban Papa kamu sayang" Ucap Bisma menjelaskan.
"Saya tidak merasa di bebankan,bahkan ini harus di rayakan secara besar-besaran,karena Siska adalah anak semata wayang saya,dan tentunya saya akan banyak mengundang rekan-rekan bisnis saya" Timpal Shandy.
"Ya sudah kalau begitu,bagaimana baiknya saja Pak,saya ikut saja dengan keputusan Bapak" Sahut Bisma.
"Jadi mulai besok kita akan cari WO terbaik di kota ini ya Pak Bisma?" Tanya Siska.
"Iya,tapi kalau bisa jam istirahat kerja saja ya sayang?" Timpal Bisma.
"Besok izin kerja satu hari aja,bolehkan Pah?" Tanya Siska pada Shandy.
"Atur saja bagaimana baiknya,karena mempersiapkan pernikahan itu membutuhkan waktu,tenaga dan pikiran,jadi kalian jangan sampai stress,di bawa enjoy saja" Ujar Bisma menasehati keduanya.
"Baik Pak,ini sudah larut malam,kalau begitu saya permisi pulang dulu Pak" Ucap Bisma berpamitan.
"Iya,kamu hati hati di jalan" Sahut Shandy.
Bisma pun menyalami tangan Shandy,lalu di antar keluar rumah oleh Siska.
"Pak,besok kita jam berapa cari WO nya?" Tanya Siska.
"Sayang,izinkan aku masuk kerja dulu ya,nanti jam makan siang baru kita cari WO nya" Ucap Bisma.
"Oh,ya sudah kalau begitu,hati hati di jalan ya Pak,muaaah" Siska mencium pipi Bisma.
"Sayang,kalau Papa kamu lihat gimana?" Ucap Bisma setengah berbisik pada Siska.
"Papakan di dalam,lagian kalaupun dia lihat, memangnya kenapa,kan kita sebentar lagi jadi suami istri?" Ucap Siska manja.
"Hehehe ya sudah kalau begitu,aku pulang dulu ya" Timpal Bisma.
Bisma pun menyalakan motornya,kemudian berlalu dari hadapan Siska.
Keesokan harinya jam sembilan pagi Bisma sudah sampai di toko mebel.
"Kak Bisma,ini sarapan buat kakak" Ucap Maya sambil tersenyum manis pada Bisma.
Bisma pun berlalu menuju ke ruangannya dan Maya pun masih berdiri mematung dengan raut wajah sedih karena bekal yang ia bawakan di tolak mentah-mentah.
"Hey,udah sini buat aku aja bekalnya" Lasmi merebut bekal Tupperware dari tangan Maya.
Maya pun tertunduk lesu,seperti kehilangan gairah untuk hidup.
"Wah enak juga sandwich buatan kamu May,kalau bisa sering sering aja bawain buat aku ya hehehe " Ucap Lasmi.
Maya pun tak menimpali omongan Lasmi,ia malah pergi dan duduk di pojokan,termenung sambil meneteskan air matanya.
"May,kan aku udah bilang,kalau mimpi jangan ketinggian,di bilangin ngeyel sih" Lasmi mendekati Maya.
"Dari pada kamu sedih sedih,mendingan ikut aku aja nanti malam,mau engga?" Tanya Lasmi.
Maya diam tetap tak bergeming,seolah tak mendengar ucapan Lasmi.Maya sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Wooyyyy...jangan suka melamun di pojokan, pamali kalau kata orang tua" Lasmi menyenggol lengan Maya.
"Eh iya,ngomong apa kamu barusan?" Tanya Maya.
"Nanti malam pulang kerja dari sini,kamu ikut aku ke alun alun" Ucap Lasmi.
"Mau ngapain tanya?" Tanya Maya.
"Ya kita cari cowok dong May" Timpal Lasmi.
Siang harinya pukul 12.10 ada mobil Toyota Yaris berwarna putih parkir di depan toko mebel.Dan dari mobil tersebut keluarlah seorang perempuan dengan dandanan yang modis,muda dan cantik.
"Eh Maya,itu ada konsumen di depan,cepat samperin sana,aku lagi bersihin debu debu di sofa nih" Ujar Lasmi pada Maya.
Maya pun segera bergegas menuju ke depan menyambut perempuan tersebut.
"Mari silahkan kak,kakak mau cari apa?sofa,lemari,tempat tidur atau meja makan? Sambut Maya sambil tersenyum ramah.
"Tidak semuanya" Ucap Siska ketus.
"Lalu kakak mau cari apa?" Tanya Maya.
"Mau cari Pak Bisma" Sahut Siska ketus tanpa menoleh ke arah Maya.
Degh!
Raut wajah Maya langsung berubah dan Maya pun menatap perempuan yang ada di hadapannya,dari atas sampai ke bawah.
"Maaf kak,dengan siapa kalau boleh saya tahu,biar saya sampaikan pada kak Bisma" Ucap Maya.
__ADS_1
"Saya calon istrinya,ruangan Pak Bisma di sebelah mana?" Tanya Siska.
"Di se-se-sebelah sana kak" Maya menunjukkan arah ruangan Bisma dengan jari jempolnya.
"Oke terima kasih" Siska pun berlalu dari hadapan Maya.
Maya langsung ambruk di lantai,kakinya gemetaran tak kuat menopang tubuhnya.
"Eh Maya,kamu kenapa May?" Lasmi berlari mendekati Maya yang terduduk di lantai.
"Maya,kamu kok lemas begini sih,kamu belum sarapan ya?" Tanya Lasmi panik.
"Aku gak apa-apa kok Las" Ucap Maya pelan.
"Tapi kok kamu lemas begini,mendingan kamu makan siang aja dulu May" Ujar Lasmi.
"Maya,Lasmi,ngapain kalian duduk di lantai?" Tanya Bisma yang tiba-tiba muncul dari belakang dan tangannya di gandeng oleh Siska.
"Eh kak,gak apa-apa kak,ini Maya cuma lemas, belum makan siang" Sahut Lasmi.
"Ya sudah,kalian pergi makan siang dulu sana,biar Indra dan Rahmat yang jaga toko" Ujar Bisma.
"I-iya kak" Timpal Lasmi.
Bisma dan Siska pun berlalu dari hadapan Maya dan Lasmi,menuju ke mobil Siska.
"Pantaslah kamu jadi lemas begini,rupanya habis lihat perempuan itu ya?" Tanya Lasmi pada Maya.
Maya hanya terdiam tak menimpali pertanyaan Lasmi.Hatinya sakit sekali melihat tangan Bisma di gandeng perempuan lain.
"Udahlah May,kan aku udah bilang,gak usah mimpi terlalu tinggi,mendingan sekarang kita makan siang aja yuk" Lasmi menarik tangan Maya.
"Aku tidak lapar" Ucap Maya.
"Lah,masa tidak lapar?biasanya kalau jam segini kamu paling semangat ngajak makan siang" Timpal Lasmi.
"Udah,kamu pergi makan sendiri aja sana Las" Ujar Maya tidak bersemangat.
Sementara di tempat lain Siska mengendarai mobilnya menuju ke cafe milik Papanya dan akan mengajak Bisma makan siang di sana.
Sesampainya di depan cafe,Siska memarkirkan mobilnya,lalu mengajak Bisma masuk ke dalam cafe.
"Eh non Siska,sudah lama tidak kemari ya non" Security menyapa Siska dengan ramah.
"Hii Pak,iya nih baru sempat mampir" Sahut Siska.
"Mau makan apa non?" Tanya seorang pelayan sambil memberikan buku menu.
"Mau makan apa Pak?" Tanya Siska menyodorkan buku menu pada Bisma.
"Samain aja sama kamu sayang" Sahut Bisma.
"Ya udah,aku pesan beef steak dua dan jus melon dua" Ucap Siska pada pelayan.
Semua karyawan menyapa ramah dengan Siska termasuk security,itu membuat Bisma merasa heran.
"Sayang,kamu sering makan disini ya,kok semua orang disini kenal dan ramah banget sama kamu?" Tanya Bisma.
"Gak juga,malah aku jarang kesini"Sahut Siska.
Tak berselang lama kemudian makanan yang di pesan telah datang,dan sudah terhidang di atas meja.Siska dan Bisma pun menikmati beef steak di hadapannya.
"Eh Siska,Bisma,kalian disini?" Tiba-tiba terdengar suara Shandy di belakang Bisma.
"Pak Shandy,makan siang disini juga Pak?" Tanya Bisma.
"Pak,maaf mengganggu,laporan keuangan sudah saya letakan di meja bapak ya,saya permisi pamit pulang dulu,karena anak saya masuk rumah sakit" Ucap Shinta pada Shandy.
"Oh iya,terima kasih Shinta,semoga anak kamu lekas sembuh" Timpal Shandy.
"Aamiin,permisi pak,saya pamit dulu" Sahut Shinta.
"Ya sudah kalau begitu,nikmati makan siang kalian ya,Papa mau ke atas dulu" Ucap Shandy.
"Iya Pak" Sahut Bisma.
"Iya Pah,Papa gak makan siang bareng kita?" Tanya Siska.
"Papa masih kenyang,makan masakan bik Ijah" Shandy pun berlalu menuju ke lantai atas.
"Sayang,Papa kamu?" Tanya Bisma.
"Iya,Papaku adalah pemilik cafe ini" Sahut Siska.
"Oh begitu,pantaslah tadi aku lihat di depan, namanya Wijaya cafe" Timpal Bisma.
Selesai makan siang,Siska dan Bisma pun segera bergegas menuju ke WO dan melakukan fitting baju untuk acara pernikahan mereka.
"Kak Ivan,kalau bisa bajunya selesai minggu depan,bisa gak?" Tanya Siska.
"Bisa,apa sih yang gak bisa buat kamu say hehehe" Sahut Ivan seorang designer boutique dan pemilik WO tersebut.
"Baju adat satu stell,gaun simple dan elegan berikut jas nya,dan yang ke tiga internasional look yang super cetar membahana.Itu aja kan say?" Tanya Ivan pada Siska.
"Iya kak itu aja,dan ini untuk DP nya kak" Siska mengeluarkan amplop tebal berwarna cokelat dan menyerahkannya pada Ivan.
"Terima kasih banyak ya say,semoga lancar sampai hari H " Ucap Ivan
"Aamiin,makasih kak,kami pamit dulu ya kak" Ucap Siska.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
******