
( POV Dinda )
"Permisi pak,Bu,mau pesan apa?" Tanya pelayan.
"Beef steak,French fries dan minumnya orange juice satu ya mbak! " Ujar Dinda.
"Tomyam seafood,nasi putih dan teh hangat ya,sama satu lagi air mineral mbak! " Ujar Yudi.
"Oke baik pak,Bu,mohon di tunggu sebentar ya" Sahut pelayan sambil mencatat semua pesanan,kemudian ia pun berlalu ke lantai dasar.
"Ini sih judulnya bukan makan siang pak,tapi makan sore,ini udah jam 3 sore pak" Ucap Dinda.
"Iya kita telat makan siang Dinda,maaf tadi aku sibuk berbicara sama klien,beliau itu tadi calon nasabah baru Din,satu keluarga beliau sama istri dan ketiga anaknya mau masuk asuransi semua Din" Ucap Yudi.
"Hmm,ngomong-ngomong masalah asuransi,gimana dengan asuransi anak saya pak?" Tanya Dinda.
"Iya,nanti setelah makan di jelasin ya Din" Timpal Yudi.
"Keluarga Dinda,siapa aja yang belum masuk asuransi Din?" Tanya Yudi.
"Banyak sih,tapi mereka kayaknya gak berminat masuk asuransi pak,terlebih lagi ada masalah kayak Rani gini,klaim asuransi lama banget cairnya pak" Timpal Dinda.
"Panggil Yudi aja Din,biar lebih akrab,jangan panggil pak hehehe" Ucap Yudi sambil tersenyum.
"Silahkan pak,Bu" Ucap pelayan sambil menata piring makanan di atas meja.
"Makasih mbak" Ucap Dinda.
"Maaf ya pak,rasanya saya canggung kalau harus manggil nama bapak" Ucap Dinda.
__ADS_1
"Santai aja Din" Yudi mengedipkan sebelah matanya sambil tersenyum.
Degh!
Dinda salah tingkah ketika Yudi mengedipkan sebelah matanya sambil melemparkan senyum.
"Bismillahirrahmanirrahim,ayo kita makan pak" Dinda mengalihkan pembicaraan.
"Dinda mau cobain tomyam seafood nya gak?nih cobain deh,enak banget seger Din" Yudi menyodorkan sendok berisi tomyam ke arah mulut Dinda.
Dinda terdiam sejenak,ia seolah ragu mau membuka mulutnya.
"Ayo Din cobain a aa" Yudi mendekatkan sendok tersebut pada bibir Dinda.
"Hmm,iya enak pak,seger" ucap Dinda sambil mengunyah tomyam seafood tersebut.
"Dinda,kamu cantik banget sih,kenapa dulu kita gak ketemu ya,kenapa baru bertemu sekarang ya hehe" Ucap Yudi sambil tersenyum.
"Kenapa Din,nih minum air putih dulu" Yudi membuka botol air mineral,lalu menyodorkan nya pada Dinda.
"Makasih pak" Ucap Dinda.
"Ngomong-ngomong gigimu rapi banget ya Din,gak kayak gigiku yang di bawah gak rata,nih lihat gigiku,gak rapikan?" Ucap Yudi.
"Hmm,nih orang jeli banget,sampai gigi pun di perhatikan,ga penting banget bahas tentang gigi" Batin Dinda dalam hati.
"Hmm,thank you" Sahut Dinda.
"Dinda,nanti aku bisa numpang mobil kamu gak pulangnya?" Tanya Yudi.
__ADS_1
"Bisa pak,kita kan searah" Sahut Dinda.
Setelah selesai makan,Dinda dan Yudi pun masih duduk di restoran itu,berbincang santai membahas soal asuransi.
"Maaf ya pak,saya mau ngerokok gak apa-apa kan pak?" Tanya Dinda sambil mengeluarkan sebungkus dari dalam tas nya.
"it's okay no problem Din" Sahut Yudi.
"Kamu gak ilfill kan sama wanita perokok kayak aku gini,atau jangan-jangan kamu anti rokok pak?" Tanya Dinda.
"Enggak apa-apa Din,santai aja,silahkan ngerokok" Ujarnya.
"Makasih" Dinda menyalakan api di rokoknya, kemudian ia menghisapnya.
"Aku suka lihat kamu ngerokok,kelihatannya kamu wanita tangguh ya Din" Ucap Yudi.
"Enggak juga,biasa aja" Sahut Dinda sambil menghisap rokoknya.
"Nanti habis dari sini kita mampir ke masjid dulu sebentar ya Din,aku belum shalat ashar" Ucap Yudi.
"Oke,by the way gimana tadi pembicaraan kita terkait asuransi Rani pak?" Tanya Dinda.
"Oh iya lupa,print out nya tadi ketinggalan di kantor Din,maaf aku lupa bawa Din,padahal tadi udah di print out sama asisten pribadi aku" Ucapnya.
"Oh" Sahut Dinda kesal.
"Modus banget nih orang,bilang aja mau ngajak makan siang,gak usah pake alasan mau bahas soal asuransi,masa iya dia lupa bawa hasil print out nya,lama-lama ngeselin juga nih orang" Batin Dinda.
BERSAMBUNG
__ADS_1
*****