Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 89. Rani Masuk UGD


__ADS_3

( POV Dinda )


Sesampainya di rumah sakit,dengan berjalan tergesa-gesa Dinda menuju ke ruang UGD.Di depan ruang UGD sudah banyak polisi,para guru guru dan anak anak murid sekolah.


"Permisi pak,anak saya dimana?" Tanya Dinda sambil berlinang air mata.


"Di dalam Bu,mari saya antar" Ucap kepala sekolah itu.


Dinda pun masuk ke ruangan UGD dengan pak Daris kepala sekolah tempat di mana Rani bersekolah.


"Raniiii" Dinda berteriak histeris,tangis Dinda pecah ketika melihat Rani tak sadarkan diri dan bersimbah darah.


"Suster anak saya gak kenapa kenapa kan suster?" Tanya Dinda panik dan sambil menangis.


"Engga kenapa kenapa Bu,cuma pingsan aja Bu,mungkin karena shock dan tubuhnya melayang terpental jauh dari lokasi kejadian,makanya pasien langsung pingsan di tempat Bu" Jawab suster tersebut.


"Suster gak bohong kan sus?anak saya masih hidupkan sus?" Cecar Dinda pada suster tersebut yang tengah membersihkan darah di tubuh Rani.


"Engga Bu,ini anak ibu sekarang lagi di bius total Bu,Dokter sebentar lagi mau menjahit kaki sebelah kirinya Bu,karena mengalami luka yang cukup parah" Ucap suster.


"Tapi tulang kakinya tidak patahkan sus?" Tanya Dinda panik.


"Tadi anak ibu sudah di CT scan kepalanya dan sudah di rontgen tulang kakinya,dan untuk mengetahui hasilnya nanti ibu bisa ambil hasil pemeriksaannya di ruangan sebelah sana ya Bu" Ucap suster menunjukkan tangannya ke arah ruangan paling ujung.


"Oke baik terima kasih suster" Ucap Dinda sambil berlinang air mata.


"Sabar ya Bu,sabar" Ucap kepala sekolah menepuk-nepuk bahu Dinda.


Saat Dinda sedang menangis dan di tenangkan oleh kepala sekolah,datang lima orang wartawan masuk ke dalam ruangan UGD tersebut.


"Cekrek,cekrek" Para wartawan memfoto Rani yang sedang terbaring tak sadarkan diri.


"Cekrek,cekrek" Para wartawan pun beralih memfoto Dinda dan kepala sekolah.


"Maaf pak,Bu,kami dari koran tempo,apakah yang kecelakaan itu anak bapak dan ibu?" Tanya para wartawan.


"Iya,Rani anak kami" Jawab pak Daris.

__ADS_1


"Boleh di ceritakan pak,Bu,bagaimana kronologis kecelakaannya?" Tanya wartawan lagi.


"Kenapa anak bapak dan ibu yang masih di bawah umur itu di biarkan membawa kendaraan,padahal kan belum cukup umur dan belum mempunyai SIM" Cecar para wartawan.


Dinda semakin sesak dan menangis tersedu sedu ketika di kerumuni oleh wartawan dan di cecar dengan berbagai macam pertanyaan.


"Kalian tidak lihat ibu ini lagi shock,dan lagi bersedih,kalian banyak sekali memberikan pertanyaan,maaf ya kami sedang tidak ingin di ganggu dulu! " Ucap Pak Daris tegas.


Para wartawan pun segera keluar dari ruangan UGD,karena security rumah sakit telah memerintahkan mereka untuk keluar dari ruangan tersebut.


"Waktunya sudah habis,silahkan kalian keluar! " Seru security kepada para wartawan.


"Yang sabar ya Bu,saya yakin anak kita pasti baik baik saja" Ucap kepala sekolah sambil mengelus-elus punggung Dinda.


"Maaf pak,bapak ini orang tua dari pasien yang bernama Rani ya?" Tanya suster.


"Saya kepala sekolahnya,berarti dia adalah anak saya juga" Sahut Pak Daris.


"Oh begitu,maaf saya hanya mau memberitahukan pada bapak dan ibu,anak ibu ini kakinya mau di jahit,dan sebelum di jahit daging dan kulit kakinya akan di robek terlebih dahulu,karena untuk mengeluarkan suatu benda yang masuk ke dalam betisnya Bu" Ucap suster.


"Lakukan apapun yang terbaik menurut Dokter sus" Jawab Dinda sambil terisak.


"Iya,saya mau tetap disini,melihat anak saya suster" Jawab Dinda sesenggukan.


"Biarkan kami di ruangan ini suster" Ucap pak Daris.


"Oke baik pak,Bu,kalau bapak dan ibu kuat silahkan tetap disini,tapi kalau tidak kuat untuk melihat anak ibu ini,silahkan keluar ya Bu" Ucap suster.


Dinda hanya menganggukkan kepalanya sambil sesenggukan dan terus saja berlinangan air matanya,sementara itu pak Daris berusaha menenangkan Dinda.


Ketika dokter sedang merobek daging di bagian betis Rani,keluarlah banyak darah dan suster pun ikut membantu membersihkan kaki dan darah yang keluar,lalu dokter pun menjahit kaki Rani mulai dari lutut hingga betisnya.


"Pak,saya gak kuat,gak tega anak saya di sayat pisau dan banyak mengeluarkan darah huhuhu" Ucap Dinda sambil berlinangan air matanya.


"Sabar Bu,sabar ya Bu,Rani pasti sembuh" Pak Daris merapatkan duduknya di sebelah Dinda dan mengelus-elus punggung Dinda.


"Permisi pak,Bu,ini hasil CT scan dan Rontgen tulang kaki pasien" Ucap salah seorang suster menyodorkan dua amplop cokelat yang berukuran besar.

__ADS_1


"Terima kasih suster" Ucap pak Daris,sambil meraih amplop tersebut.


"Maaf suster,ini hasilnya gimana,tidak ada yang serius kan sus?" Tanya Dinda.


"Menurut hasil CT scan dan Rontgen tulang kaki disini hasilnya tidak ada yang serius Bu,dan tidak ada yang perlu di khawatirkan" Ucap suster menjelaskan.


"Alhamdulillah,terima kasih banyak suster" Ucap Dinda agak sedikit lega mendengar penjelasan dari suster tersebut.


"Iya sama-sama Ibu,maaf saya permisi dulu pak,Bu" Ucap suster tersebut,kemudian berlalu dari hadapan Dinda dan Daris.


"Permisi Pak,Bu,pasien sudah selesai di tangani,silahkan ke bagian administrasi untuk memilih ruang inap pasien,karena pasien harus segera di bawa ke ruang perawatan" Ucap suster.


"Oke baik suster" Dinda berdiri dan di ikuti oleh Daris dari belakang.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Dinda menghubungi Herman.


"Hallo mah" Terdengar suara Herman di ujung telepon.


"Hallo pah,Rani kecelakaan motor pah huhuhu" Dinda mengadu kepada suaminya sambil menangis.


"Inalillahi Kok bisa mah?kan sudah di bilang tidak boleh ke jalan raya,kenapa bisa terjadi kecelakaan seperti ini mah?" Tanya Herman.


"Iya tadi Rani izin pergi ke sekolah untuk berolahraga,ia datang bersama temannya dan temannya itu mengaku kalau ia memang udah sering dan terbiasa naik motor,jadi Rani di bonceng oleh temannya pah" Ucap Dinda menjelaskan.


"Terus itu di tabrak atau bagaimana kejadiannya mah?" Tanya Herman.


"Menurut polisi,Rani dan Della di sambar atau di senggol angkot yang sedang melaju kencang pah,makanya Rani badannya terpental dan melayang jauh dari motor pah" Ucap Dinda menjelaskan.


"Jadi sekarang Mama lagi di rumah sakit?" Tanya Herman.


"Iya pah,mama baru aja keluar dari ruang UGD dan melihat proses kakinya Rani di jahit sama Dokter dan suster,dan dari tadi disini ramai polisi,wartawan,para guru dan ramai anak-anak sekolah teman temannya Rani pada berkumpul di sini semuanya pah" Ucap Dinda.


"Terus apa kata dokter mah?" Tanya Herman.


"Menurut hasil pemeriksaan CT scan dan Rontgen tulang kaki tidak ada yang serius pah,cuma kakinya Rani luka parah dan di jahit 21 jahitan pah" Ucap Dinda menjelaskan.


"Jadi sekarang kondisi Rani masih di UGD ya mah?" Tanya Herman.

__ADS_1


BERSAMBUNG.....


******


__ADS_2