Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 150. Bahagia itu Sederhana (Tamat)


__ADS_3

( POV Dinda )


Setelah selesai sarapan Dinda pun berdandan dan bersiap-siap untuk pergi jalan-jalan.


"Sabar ya pah,kalau perempuan kan kalau dandan lama hehe" Ucap Dinda sambil membentuk alis supaya simetris dengan wajah Dinda.


"Iya mah,santai aja,masih pagi juga kok mah" Timpal Herman.


Setelah selesai berdandan,Dinda dan Herman pun keluar dari dalam kamar kost-an tersebut. Tak lupa Herman mengunci pintunya dan ia pun mengajak Dinda jalan ke simpang pertigaan.


"Ma,ayo kita jalan ke depan,nanti kita disana kita menyetop taksi" Ucap Herman.


"Kenapa kita enggak order taksi online aja pah?" Tanya Dinda.


"Oh iya,tapi papa belum download aplikasinya ma" Ucap Herman.


"Tenang aja pah,mama udah download aplikasinya hehe" Dinda mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya.


"Nah,udah di pesan pah,jadi kita tinggal tunggu sebentar aja pah" Ucap Dinda.


"Kring...kring...kring" Ponsel Dinda berdering.


"Hallo bu,jemput dimana bu?" Tanya supir taksi.


"Di rumah makan Padang simpang tiga pak" Ucap Dinda.


"Oke,segera meluncur kesana sekarang bu" Timpal supir taksi.


Setelah menunggu sekitar tujuh menit,supir taksi itu pun telah sampai di hadapan di Dinda dan Herman.

__ADS_1


"Mau kemana ini bu?" Tanya supir taksi.


"Sesuai aplikasi pak" Jawab Dinda.


"Oke,ini tujuannya Mall Koja ya bu?" Tanya supir taksi tersebut sambil melihat layar ponselnya.


"Iya benar pak" Timpal Dinda.


Dinda dan Herman pun masuk ke dalam mobil taksi tersebut,lalu supir taksi itu pun mengendarai mobilnya menuju ke Mall Koja.


Sesampainya di Mall Koja,Dinda dan Herman pun shopping-shopping membeli beberapa lembar pakaian untuk di kembar Shella Shelly dan Rani.


"Pah lihat deh,ini lucu-lucu banget bajunya" Dinda menunjukkan pakaian anak-anak pada Herman.


"Iya kalau bagus beli aja ma,papa kesana dulu ya ma,mau cari kemeja untuk kuliah" Ucap Herman sambil menunjukkan tangannya ke arah pakaian laki-laki.


"Oke pah" Timpal Dinda.


"Pah,mama udah enggak sabar deh pengen naik bajai hehe" Ucap Dinda.


"Oke,selesai makan ini kita naik taksi ke tugu Monas,nanti di sekitaran Monas itu biasanya banyak bajai berkeliaran" Timpal Herman.


"Asiiikkk" Dinda bersorak kegirangan seperti anak kecil.


Setelah selesai makan keduanya pun bergegas keluar dari Mall tersebut,lalu keduanya pun naik taksi menuju ke tugu Monas.


"Pah,itu ada bajai" Dinda menunjukkan tangannya ke arah bajai ya g sedang terparkir di pinggir jalan.


"Mana?" Tanya Herman.

__ADS_1


"Itu loh pah,pak berhenti di depan aja ya pak" Ujar Dinda pada supir taksi.


"Baik bu" Supir taksi itu pun menepikan mobilnya.


"Cepetan bayar pah,kita ke tugu Monas nya naik bajai aja" Ujar Dinda.


"Maaf ya pak,kami turun disini aja,ini ongkosnya pak" Ucap Herman sambil menyodorkan uang pada supir taksi tersebut.


"Pah,ayo kita kesana" Dinda menarik tangan Herman dengan penuh semangat.


"Sabar ma,pelan-pelan nanti jatuh,mama itu pakai high heels loh" Herman mengingatkan Dinda.


"Cepetan pah,nanti supir bajai nya keburu pergi pah" Dinda pun setengah berlari menghampiri bajai yang sedang terparkir di pinggir jalan tersebut.


"Pak,tolong antar kan kami ke tugu Monas ya pak" Ujar Dinda sambil ngos-ngosan.


"Oke baik bu,pak,silahkan masuk" Ucap supir bajai sambil tersenyum.


Dinda dan Herman pun segera naik ke dalam bajai tersebut.


"Horeee,akhirnya kesampaian juga mam naik bajai pah" Ucap Dinda penuh kegirangan.


Herman hanya tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu,ia pun tampak senang ketika membuat istrinya bahagia.


**TAMAT**



\*\*\*

__ADS_1


Terima kasih buat teman-teman yang sudah membaca novel ini dan sampai jumpa di sesion 2 ya bestie 😘🥰


__ADS_2