Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 70. Nonton Tenggelamnya kapal Van Der Wijck.


__ADS_3

( POV Deddy )


Akhirnya aku berhasil meluluhkan hati Dinda yang keras,dengan mengajak ibunya Dinda makan,akhirnya Dinda pun mau ketemu lagi sama aku,kalau tidak begitu jangankan untuk bertemu,untuk mengangkat telepon dari aku saja Dinda enggan mengangkat ponselnya.


"Din,udah beres semua di packing nih" Ucap Deddy.


"Iya,terima kasih ya bang,sekarang aku tinggal menempelkan alamat rumah customer aja,habis itu kita langsung berangkat ke JNE" Sahut Dinda.


Dinda pun menempel semua alamat rumah customer di semua paket yang telah di packing oleh Tia dan Deddy.


"Selesai semuanya,yuk kita langsung bawa ke mobil semua paketnya mbak" Ajak Dinda pada Tia.


"Siap Bu" Sahut Tia.


"Din,aku ikutin mobil kamu dari belakang ya" Ucap Deddy.


"Iya" Sahut Dinda.


Dinda dan Tia pun berhenti di depan kantor JNE,kemudian Tia pun mengeluarkan semua paket yang berada di bagasi mobil.


"Sini aku bantu Din" Deddy dengan sigap membantu Tia mengeluarkan semua paket yang berada di bagasi mobil.


"Hii kakak" Sapa Vivi ramah.


"Hii,dek makin cantik aja hehehe" Ucap Dinda pada kasir JNE.


"Ah kak Dinda bisa aja,kak tolong carikan aku calon suami dong hehe" Ucap Vivi.


"Hmm...kamu kan cantik dek,pasti bisa nyari sendiri,bukan kamu yang nyari,malah mungkin banyak yang mau sama kamu Vi" Ucap Dinda.


"Banyak yang mau,tapi kere semua kak,mau cari yang kayak suaminya kak Dinda hehehe" Ucap Vivi sambil cengengesan.


"Hmm.. sebaiknya kamu cari yang kerjanya di darat aja Vi" Timpal Dinda.


"Susah kak,kerja di darat dapatnya yang gaji UMK aja,boro boro mau ngajak kita shopping, ngajak makan aja di pinggir jalan,itupun jarang kak" Keluh Vivi.


"Hmm...orang kapal rata rata udah pada berkeluarga semua Vi" Timpal Dinda.


"Engga apa-apa kak,aku mau kok jadi yang ke dua" Sahut Vivi bersemangat.


"Iya,nanti kakak carikan ya,sekarang kamu input data paket kakak dulu ya Vi hehehe" Ujar Dinda.


"Oh iya lupa,maaf kak,aku malah curhat pula hehehe" Ucap Vivi sambil terkekeh.


Selesai menginput data,Dinda pun membayar ongkir semua paketnya dan berpamitan pada Vivi.


"Terima kasih ya Vi,kakak pamit dulu ya" Ucap Dinda.


"Iya,sama sama kakak,jangan lupa ya kak,carikan aku satu yang kayak suami kakak hehe" Ucap Vivi.


"Iya Vi,kalau ada ya,tapi gak janji,bye Vivi" Timpal Dinda sambil melambaikan tangannya.


Dinda dan Tia pun segera berlalu menuju pulang ke rumah,sementara mobil Deddy mengikuti dari belakang.

__ADS_1


"Mbak,tolong bawa bungkusan seafood yang di plastik itu dan bawa masuk ke rumah" Ujar Dinda.


"Iya Bu" Sahut Tia.


Dinda turun dari mobilnya,lalu ia pun masuk ke dalam rumah dan segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


"Mbak Siti,celana jeans aku mana?" Tanya Dinda.


"Oh sebentar Bu,baru selesai di setrika,masih di kamar belakang Bu" Sahut Siti.


Dinda pun berdandan di depan cermin,ia pun memakai deodorant di ketiak serta parfum di leher dan tubuhnya.


"Bu,ini celana jeansnya " Ucap Siti sembari menyodorkan celana jeans.


"Makasih ya mbak,oh iya mbak itu tadi ada bawa seafood banyak,di makan ya mbak" Ucap Dinda.


"Iya,makasih Bu" Sahut Siti.


Selesai berdandan Dinda pun meraih tasnya,kemudian ia pun memasukkan dompet serta ponselnya ke dalam tasnya.Dinda pun langsung menuju ke mobil Deddy yang sejak tadi sudah terparkir di depan rumahnya.


"Yuk berangkat,maaf ya nunggu lama,soalnya aku tadi mandi dulu" Ucap Dinda.


"Iya gak apa-apa,wah udah harum nih" Ucap Deddy sambil tersenyum.


"Iya,soalnya kalau gak mandi gerah,seharian habis beraktifitas,badan jadi lengket" Ucap Dinda.


"Oke,sekarang kita berangkat ya Din" Timpal Deddy.


Sesampainya di mall Deddy memarkirkan mobilnya,lalu Deddy dan Dinda pun langsung masuk ke dalam bioskop XXI.


"Kayaknya film ini bagus deh,tenggelamnya kapal Van Der Wijck,aku mau nonton film ini aja bang" Timpal Dinda bersemangat.


"Oke,kita beli tiketnya sekarang yuk" Ajak Deddy.


Selesai membeli tiket,Deddy pun mengajak Dinda untuk membeli minuman.


"Dinda mau minum apa?" Tanya Deddy.


"Orange jus aja seperti biasa" Sahut Dinda.


"Pop corn nya mau yang asin atau manis Din?" Tanya Deddy.


"Asin aja bang" Jawab Dinda.


Setelah membayar di kasir,Deddy dan Dinda pun masuk ke dalam ruangan bioskop,lalu menunju ke tempat duduk paling pojok atas.


Film pun telah di putar,Dinda dengan khusyuk menonton film tenggelamnya kapal Van Der Wijck.


"Din,kamu nangis?" Tanya Deddy.


"Iya,kok sedih banget sih filmnya" Jawab Dinda sambil terisak.


"Sama ya ceritanya,kayak kisah hidup kamu ya Din"?" Tanya Deddy.

__ADS_1


"Engga sama,beda" Sahut Dinda yang masih terisak.


"Kamu,ingat mantan kamu yang dulu ya,cinta pertama kamu ya Din?" Tanya Deddy.


"Enggak ada korelasinya" Dinda masih saja terus terisak.


"Kok nangisnya gak berhenti berhenti Din?" Tanya Deddy.


"Iya,aku memang gampang terharu,kalau nonton TV di Indosiar aja,pasti selalu nangis terus" Timpal Dinda.


"Nih tissue Din" Deddy menyodorkan dua lembar tissue pada Dinda.


"Makasih bang" Ucap Dinda.


Setelah film selesai,Dinda baru berhenti menangis,keluar dari studio matanya sembab karena kebanyakan menangis.


"Duh hidungku mampet,kepalaku berat nih kebanyakan nangis" Keluh Dinda.


"Tahu gitu tadi mending karaokean aja Din,kamu pasti happy,gak sedih kayak gini" Timpal Deddy.


"Iya gak apa-apa,tapi aku senang kok nonton hari ini,filmnya benar benar nyesek banget" Ucap Dinda sambil mengelap ingus dari hidungnya.


"Din,kamu lapar gak?" Tanya Deddy.


"Iya bang,lapar" Sahut Dinda.


"Gimana kalau kita makan di Wijaya cafe aja Din" Ajak Deddy.


"Iya boleh,tapi aku mau ke toilet dulu ya,mau touch up dulu,soalnya makeup aku luntur nih gara gara kebanyakan nangis" Ucap Dinda.


"Iya,Abang tunggu disini aja ya" Timpal Deddy.


Dinda pun segera masuk ke dalam toilet wanita dan touch up di depan cermin wastafel.Selesai touch up,Dinda segera keluar,lalu menghampiri Deddy.


"Yuk bang" Ajak Dinda.


"Udah selesai touch up nya?" Tanya Deddy.


"Udah" Sahut Dinda.


Deddy mengajak Dinda menuju ke parkiran mobil,lalu ia pun mengendarai mobilnya menuju ke Wijaya cafe.Sesampainya di Wijaya cafe Deddy mengajak Dinda untuk duduk di outdoor supaya bisa merokok.


"Dinda mau makan apa?" Tanya Deddy.


"Hmm...ini aja deh,beef steak dan French fries bang" Ucap Dinda sambil menunjuk buku menu.


"Minumnya apa Din?" Tanya Deddy.


"Seperti biasa,orange jus aja" Sahut Dinda.


"Oke,mbak pesan beef steak dua,French fries satu,orange jus satu dan jus wortel di kasih susu putih satu ya" Ujar Deddy pada pelayan.


"Oke baik pak,mohon di tunggu sebentar ya pak,Bu" Ucap pelayan cafe.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


*******


__ADS_2