
( POV Dinda )
Hari ini adalah hari ketiga Rani di rawat di rumah sakit.Kondisi Rani sudah semakin membaik,bengkak memar pada wajahnya akibat benturan pada pipi dan bibirnya sudah hilang,karena Dinda rajin mengompresnya dengan air hangat.
"Rani,nanti siang mama mau urus untuk kepulangan kamu ke rumah,kemarin kata dokter kamu udah boleh pulang ke rumah nak" Ucap Dinda.
"Iya ma,Rani pengen cepat pulang ke rumah,bosan juga tidur terus di rumah sakit" Sahut Rani.
"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Kreeeeekkkk" Steven masuk sambil menggendong tas dan memakai seragam sekolah.
"Pagi tante,pagi Rani" Steven meletakkan tas nya di atas sofa.
"Pagi" Kata Rani.
"Nak Steven gak berangkat sekolah lagi ya?" Tanya Dinda.
"Engga tante,Steven kan udah janji,Steven gak akan masuk sekolah,selama Rani di rawat di rumah sakit" Sahut Steven.
"Nanti kamu ketinggalan banyak pelajaran nak" Ucap Dinda.
"Gak apa-apa tante,Steven komunikasi terus sama teman Steven,ada PR apa aja dari sekolah,kalau malam Steven belajar kok di rumah tan" Timpal Steven.
"Oh gitu,jadi Steven dari rumah izin sama kakaknya papa mau berangkat ke sekolah ya?" Tanya Dinda lagi.
"Hehehe,iya tante" Jawab Steven cengengesan.
"Rumah Steven kan gak jauh dari rumah sakit tante" Ucap Steven lagi.
"Oh,dimana itu nak?" Tanya Dinda.
"Di perumahan situ tan,gak jauh kok dari RSUD,sekitar 500 meter tan dari sini,Steven jalan kaki pun dari rumah kesini cepat sampai kok tan" Ucapnya.
"MasyaAllah,jadi kamu kesini setiap harinya jalan kaki nak?" Tanya Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.
"Iya tan,dekat kok tan dari sini hehe" Timpal Steven.
"Hari ini aku udah boleh pulang,mungkin siang atau sore aku udah pulang" Ucap Rani sumringah.
"Wah yang benar Ran,kamu udah boleh pulang hari ini?" Tanya Steven ikut senang.
"Iya pulang dong,bosan tahu disini terus" Keluh Rani.
"Sabar ya Ran,nanti siang kan kamu udah boleh pulang" Ucap Steven.
"Iya,aku sabar" Sahut Rani.
"Tante,Steven boleh gak,ikut ngantar Rani pulang?" Tanya Steven.
"Oh tentu saja boleh dong" Sahut Dinda.
__ADS_1
"Iya makasih ya tan,biar Steven juga tahu dimana rumah Rani hehe" Ucap Steven.
Siang itu juga Dinda ke bagian administrasi untuk membayar semua biaya rumah sakit Rani.Selesai membayar administrasi,Dinda langsung ke apotek untuk menebus resep obat dari Dokter.
"Semuanya udah beres,sekarang kita turun ya nak" Ucap Dinda pada Rani.
"Iya ma" Sahut Rani.
"Tante,ini semua buah-buahan nya biar Steven aja yang bawa,soalnya ini banyak banget Tan,pasti tante keberatan" Ucap Steven.
"Iya itu harus dua kali ambil deh kayaknya nak,belum lagi tas pakaian dan lain lain,biar Tante aja yang angkatin ini semua ke dalam mobil" Ucap Dinda.
"Ran,kamu duduk aja dulu disini,biar aku sama tante angkatin dulu semua barang barang ini" Ujar Steven.
"Oke deh" Rani duduk di sofa sambil memainkan ponselnya.
Sementara itu Dinda dan Steven bolak balik turun naik ke lantai empat,untuk mengangkut semua barang barang.
"Udah semua ya,tidak ada barang yang ketinggalan ya nak?" Dinda memeriksa setiap sudut ruang perawatan tersebut.
"Kayaknya udah semua tan,udah gak ada lagi tan" Sahut Steven sambil memeriksa ke laci meja dan kulkas.
"Oke baiklah kalau begitu,sekarang saatnya kita pulang,yuk" Ajak Dinda.
Rani berdiri dari tempat duduknya,ia berjalan keluar dari dalam ruangan dengan pelan dan tangannya di tuntun oleh Steven.
"Ran,di bawa jalan gini kamu sakit gak?" Tanya Steven khawatir.
Sesampainya di area parkir Dinda langsung menyalakan mesin mobilnya,sementara itu Rani dan Steven duduk di jok barisan tengah.
"Bismillahirrahmanirrahim kita pulang sekarang,semoga kita semua selamat sampai di rumah Aamiin" Ucap Dinda.
"Aamiin" Sahut Rani dan Steven.
Sesampainya di rumah,Tia menyambut kepulangan Dinda dan Rani,ia membantu mengeluarkan semua barang bawaan yang ada di dalam bagasi.
"Mbak,Shella dan Shelly mana?" Tanya Dinda.
"Lagi tidur siang Bu,tadi pulang sekolah saya kasih makan dulu,habis itu saya suruh tidur Bu" Sahut Tia.
"Oh iya,terima kasih ya mbak,selama saya di rumah sakit kamu udah jagain si kembar" Ucap Dinda.
"Iya sama-sama Bu,ini buah-buahannya banyak banget Bu,kulkasnya sampai gak muat" Ucap Tia.
"Bawa aja sebagian ke rumahmu mbak,biar di makan sama kamu dan Mamat,kalau kelamaan di kulkas juga gak bagus mbak,di makan aja mbak" Ujar Dinda.
"Oh iya Bu,makasih ya Bu" Sahut Tia.
"Kamu hari ini masak apa mbak?" Tanya Dinda.
"Masak soup ayam kesukaan si kembar Bu" Sahut Tia.
__ADS_1
"Rani,ajak Steven makan nak" Ujar Dinda.
"Iya ma,nanti sebentar lagi" Sahut Rani yang tengah duduk di ruang tamu bersama Steven.
"Mbak,itu kue dan buah buahan,tolong taro di piring dan bawa ke ruang tamu mbak" Ujar Dinda.
"Baik Bu,ini kue dan rotinya banyak banget Bu" Ucap Tia sambil menyusun kue di atas piring.
"Iya itu dari pengunjung mbak,kalau kamu mau,bawalah sebagian pulang ke rumahmu mbak" Ujar Dinda
"Iya Bu" Sahut Tia,ia pun berlalu menuju ke ruang tamu.
"Hii,ini di silahkan di makan ya" Ujar Tia.
"Makasih kak,Ran ini kakak kamu?" Tanya Steven pada Rani.
"Bukan,aku kan anak pertama,jadi gak punya kakak,ini mbak ku" Sahut Rani.
"Oh mbak hehe,kenalin mbak,nama saya Steven" Steven berjabat tangan dengan Tia.
"Saya Tia" Sahut Tia.
"Ayolah kita makan" Ajak Rani pada Steven.
"Iya,kalian makanlah,mbak udah masak soup ayam loh" Ucap Tia.
"Wah mbak,pintar masak juga ya hehe" Ucap Steven ramah.
"Iya masak masak gitu aja,gak tahu enak apa engga" Sahut Tia.
"Pasti enak dong,masa iya gak enak hehe" Sahut Steven.
Steven yang humble itu cepat akrab dengan siapapun,jadi tak butuh waktu lama baginya untuk membaur dengan orang lain,terutama orang yang baru di kenalnya.
...........................................................................
Keesokan paginya hari minggu jam 8 pagi,Steven datang ke rumah lagi.Sementara pagi itu Rani masih belum bangun dari tidurnya.
"Pagi tante,Steven datang lagi hehe" Ucap Steven sambil mencium punggung tangan Dinda.
"Pagi,masuk nak" Dinda mempersilahkan Steven masuk.
"Rani nya ada tante?" Tanya Steven.
"Ada masih tidur,tunggu sebentar ya nak,biar tante bangunkan dulu Rani nya" Ucap Dinda.
"Oh Rani masih tidur ya tan?" Tanya Steven.
"Iya masih tidur,mungkin effect banyak minum obat kali ya,jadi bawaannya Rani ngantuk terus" Sahut Dinda,ia pun berlalu menuju ke kamar Rani.
BERSAMBUNG
__ADS_1
*****