Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 109. Malam Pertama Tukimin Sukses (Part 1)


__ADS_3

( POV Tukimin )


"Kalau dek Lasmi setuju,saya juga bersedia tinggal disini pak" Timpal Tukimin.


"Ya sudah,kalian masuklah istirahat sana,ajak istrimu ke kamarmu min! " Ujar Shandy.


"Baik pak,kalau begitu kami permisi masuk ke dalam dulu pak" Sahut Tukimin.


"Ayo dek,kita masuk" Ajak Tukimin,sambil menarik tangan Lasmi.


Tukimin pun mengajak Lasmi ke kamarnya,ia pun merasa kangen dengan suasana kamarnya itu.


"Nah ini dek kamar mas,sebelum menikah sama kamu,mas udah bertahun tahun menempati kamar ini" Ucap Tukimin.


"Wah kamarnya bagus banget ya mas,kayak di hotel,tapi aku boleh telepon ibu dulu gak mas?kasihan ibu di rumah,takutnya nungguin kita pulang mas" Timpal Lasmi.


"Iya boleh dek,ini pake hp mas aja,kebetulan hp mas habis di isi pulsa" Tukimin menyodorkan ponselnya pada Lasmi.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Lasmi menghubungi ibunya.


"Assalamualaikum" Terdengar suara ibunya Lasmi di ujung telepon.


"Wallaikumsallam,Bu Lasmi dan mas min di suruh tidur di rumahnya pak bos Bu,ibu gak apa-apa kan sendirian Bu?" Ucap Lasmi.

__ADS_1


"Oh ya sudah,ibu gak apa-apa nak,kamu jangan pikirkan ibu nak,ikutin aja apa kata suamimu,karena sekarang kamu kan sudah punya suami" Sahut ibunya Lasmi.


"Iya Bu" Ucap Lasmi,ia pun menutup teleponnya.


"Dek,kalau kamu mau mandi air hangat,itu kamar mandinya dek" Tukimin menunjuk ke arah kamar mandi.


"Iya mas,aku mandi dulu ya, soalnya gerah banget mas" Sahut Lasmi.


Lasmi masuk ke dalam kamar mandi,lalu ia pun mandi air hangat yang mengalir dari atas shower.Lima menit kemudian Lasmi berteriak minta tolong.


"Mas,mas,tolong ambilkan handuk mas! " Ujar Lasmi berteriak.


"Iya sebentar dek" Tukimin langsung meraih handuknya yang menggantung di balik pintu.


Seketika itu juga Tukimin langsung terkesima melihat keindahan dan kemolekan tubuh Lasmi,ia menelan saliva nya,bahkan ia sampai tak berkedip memandang tubuh istrinya itu.


"Mas,jangan lihat kesini" Lasmi langsung membelakangi Tukimin dengan refleks ia menutup kedua benda kenyal miliknya.


"Tapi mas udah terlanjur lihat dek,ini handuknya" Tukimin langsung mendekati Lasmi,ia pun menutupi punggung Lasmi dengan handuk.


"Mas cepat keluar sana,aku malu mas! " Ujar Lasmi.


"Kenapa harus malu dek,mas kan suami kamu dek,mas berhak melihatnya,bahkan lebih dari itupun mas berhak atas kamu dek" Ucap Tukimin.

__ADS_1


"Degh!


Lasmi membulatkan matanya dengan sempurna,ia merasa tertampar dengan ucapan Tukimin barusan.Lasmi dengan dengan cepat tangannya membelit kan handuk di tubuhnya.


"Mas,maafkan aku selama ini ya mas" Lasmi membalikkan badannya menghadap Tukimin.


"Maaf,maaf untuk apa dek?" Tanya Tukimin sambil mengernyitkan dahinya.


"Maaf selama ini karena aku telah menunda nunda malam pertama kita" Ucap Lasmi pelan sambil menunduk.


"Tapi mau sampai kapan dek,mas udah sebulan nungguin kamu loh dek,sebagai laki-laki normal mas sudah tidak tahan dek, apalagi barusan mas melihat tubuh kamu" Ucap Tukimin.


"Ya udah,aku mau mas,tapi pelan pelan aja ya mas,soalnya aku takut" Ucap Lasmi sambil menunduk malu.


"Hah,beneran dek?" Wajah Tukimin langsung sumringah,ia seperti mendapat lampu hijau dari Lasmi.


Lasmi hanya menganggukkan kepalanya,ia terus saja menunduk karena menahan malu.


"Iya,mas akan pelan pelan aja dek" Seketika itu juga Tukimin langsung mengangkat tubuh Lasmi,lalu ia membawanya ke tempat tidur.


BERSAMBUNG


*****

__ADS_1


__ADS_2