Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 144.Aska Curhat Sama Dinda.


__ADS_3

( POV Aska )


"Enggak apa-apa bu,santai aja,terkadang saya merasa beban hidup ini terasa berat sekali bu,tapi ya mungkin ini sudah takdir tuhan yang harus saya jalani bu" Aska mulai curhat.


"Sabar ya pak,setiap manusia ujian dan cobaannya berbeda-beda,kamu pasti bisa melewati ini semua pak" Timpal Dinda.


"Iya bu,apalagi sekarang bapak mertua udah meninggal bu,jadi yang nagih hutang itu berhadapan sama saya bu" Ucap Aska.


"Hutang?hutang apa maksudnya pak?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.


"Iya hutang bu,bapak mertuaku semasa hidupnya banyak hutang,hampir 2 milyar bu hutangnya,bahkan kepala saya pernah di todong pakai pistol sama si penagih hutang" Keluhnya.


"Astaghfirullah Al'adzim,yang benar pak?" Dinda ternganga dan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya bu,saya jawab aja,ya udah tembak aja kalau memang nyawa saya bisa melunasi hutang almarhum bapak mertua saya" Ucap Aska.


"Hah,serius pak?" Dinda membelalakkan matanya dan menatap tajam pada Aska.

__ADS_1


"Iya bu,intinya banyak yang nagih dari sana sini bu,hutangnya juga bukan sedikit tapi milyaran" Aska menghisap rokoknya.


"Permisi pak,bu" Pelayan menata piring makanan di meja.


"Makasih dek" Ucap Dinda.


"Mari pak di makan" Ujar Dinda.


Aska dan Dinda pun menikmati makanan yang ada di hadapannya.


"Maaf ya pak,aku gak nyangka loh kalau bapak mertua kamu itu punya hutang banyak" Ucap Dinda sambil mengunyah makanannya.


"Hutang numpuk dimana-mana?" Tanya Dinda sambil mengernyitkan dahinya.


"Iya bu,hutang ke toko material aja ratusan juta belum terbayar,belum lagi hutang ke yang lain-lainya,jadi kalau ada yang nagih ke rumah marah-marah itu udah biasa bu,saya udah kebal menghadapi cacian dan ancaman" Keluh Aska.


"Omaygatsss,sabar ya pak,maaf aku jadi gak enak nih,malah ngomongin keluarga kamu jadinya pak" Ucap Dinda.

__ADS_1


"Ingat gak bu,waktu itu enam tahun yang lalu aku pernah pinjam uang tujuh juta rupiah sama kamu bu?" Tanya Aska.


"Oh iya,emang kenapa pak?" Tanya Dinda.


"Iya itu sebenarnya pada waktu itu aku lagi di kejar-kejar orang di suruh bayar hutang,aku bingung mau cari pinjaman uang kemana lagi,terus pada waktu itu aku ingat kamu bu, sejujurnya aku malu sih bu pinjam uang sama kamu,cuma ya aku beranikan diri ajalah,siapa tahu di kasih pinjam,eh ternyata beneran di kasih pinjam,makasih ya bu" Ucap Aska.


"Ah itukan kejadian udah lama banget pak,aku aja udah lupa hemm" Timpal Dinda.


"Aku ingat banget waktu aku sekolah SMP dulu bareng sama istrimu pak,bahkan kami satu kelas,waktu lomba masak pun,masaknya di rumah istri kamu pak,ketika aku ulang tahun,bahkan istrimu pernah ngasih aku kado dan aku gak nyangka loh pak,temanku bakal jadi istri kamu sekarang hehehe" Ucap Dinda sambil terkekeh.


"Iya ya bu,aku juga gak tahu kalau kalian sedekat itu dulu hehe" Ucap Aska.


"Yeee,masa kamu gak ingat pak,jaman dulu waktu kita masih pacaran kan belum ada handphone,jadinya saling berbalas surat dan kantor pos nya siapa?ya istri kamulah pak hehehe" Dinda terkekeh,ia geli saat mengingat masa-masa ABG nya itu.


"Benar,ternyata dunia ini sempit sekali ya bu hehe" Timpal Aska.


**BERSAMBUNG**

__ADS_1



\*\*\*\*


__ADS_2