
( POV Dinda )
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Dinda menghubungi Ino.
"Hallo" Terdengar suara Ino di ujung telepon.
"Beb,tolongin aku beb" Ucap Dinda.
"Minta tolong apa mbeb?" Tanya Ino.
"Facebook aku di ganti password nya sama Deddy,kamu bisa gak bantuin aku untuk mengembalikan Facebook aku beb?" Ucap Dinda penuh harap.
"Oke,nanti aku coba ya mbeb" Timpal Ino.
"Thank you beb,kalau udah bisa tolong segera kabari aku ya beb" Ujar Dinda.
"Oke siap" Sahut Ino.
Dinda pun menanti jawaban dari Ino dengan harap harap cemas.Dinda berharap Facebooknya bisa kembali lagi,supaya bisa berjualan online kembali.
"Makin lama Deddy makin nyebelin,Facebook aku seenaknya aja pakai di ganti password segala,kalau begini jualan aku kan jadi terhambat" Batin Dinda kesal.
"Derttttt... Derttttt... Derttttt" handphone Dinda bergetar.
"Kak Dinda,gimana barang yang saya komen di Facebook,apakah ready stock semuanya kak?" Pesan masuk dari Lilan.
"Say,Facebook aku lagi bermasalah,coba kamu screenshot aja,semua barang yang mau kamu order say" Ujar Dinda.
"Oke baik kak" Balas Lilan.
Tak berselang lama kemudian pesan pun masuk dari Lilan,ia mengirimkan beberapa foto tas yang di screenshot dari Facebook Dinda.
"Itu semua kak,apa barangnya masih ada kak?" Tanya Lilan.
"Sebentar saya cek satu persatu dulu ya say" Balas Dinda.
Dinda pun segera mengecek semua barang yang di pesan Lilan,dan mencatatnya di buku kecil.
"Say,tas yang 12 pcs ready stock,kecuali yang Louis Vuitton itu habis say" Dinda membalas pesan Lilan.
"Louis Vuitton sisa warna apa kak?" Balas Lilan.
"LV sisa motif damier aja say,motif mono habis" Balas Dinda.
"Oke kak,damier juga gak apa-apa kak,dan total semuanya jadi berapa kak?" Balas Lilan.
"Mau di kirim kemana say?tolong kirimkan alamat kamu yang lengkap ya say" Balas Dinda.
"Ke Manado kak,iya nanti aku kirim alamatnya ya kak" Balas Lilan.
__ADS_1
"Oke say" Balas Dinda.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Ino menghubungi Dinda.
"Hallo beb,gimana udah bisa?" Tanya Dinda.
"Udah bisa,itu email nya juga udah aku ganti sekalian" Timpal Ino.
"Alhamdulillah udah bisa kembali lagi Facebook aku,aduh makasih banyak ya beb,aku senang banget" Ucap Dinda sambil meneteskan air matanya terharu.
"Iya,sama-sama mbeb" Sahut Ino.
Dinda pun menutup teleponnya dan melanjutkan merekap orderan dari Lilan.Setelah semua rekapannya selesai,Dinda mencoba log in ke Facebooknya.
"Alhamdulillah udah bisa,hmm...untung ada Ino yang bisa aku andalkan,kalau tidak ada dia,duh gak tahu deh pusing mikirin Facebook di bajak sama si Deddy yang super nyebelin" Batin Dinda.
"Oh iya,aku hampir lupa,beberapa hari yang lalu kan,aku di buatkan Instagram sama Ino yah,kok aku sampai lupa,hadeeuuh saking sibuknya mikirin rekapan customer sampai lupa" Batin Dinda.
Kemudian Dinda pun mulai aktif di Instagram,ia memfollow akun ibu ibu sebanyak banyaknya di akun instagramnya itu.
Tak hanya di Facebook,kini Dinda melebarkan sayapnya di akun instagramnya,ia pun update terus setiap harinya dengan memposting berbagai macam merk tas branded.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Hmm...mau apa lagi si bang*at ini nelepon,selalu bikin kesal aku aja ni orang" Batin Dinda sambil memperhatikan layar ponselnya.
Handphone Dinda pun berdering terus menerus dan Dinda pun mengabaikannya,hatinya udah terlanjur kesal karena ulah kelakuan Deddy.
"Ah biarin aja mbak,gak penting gak usah di angkat" Timpal Dinda.
Dinda sibuk mengecek barang apa aja yang udah habis di gudang lantai atas,dan ia pun meninggalkan ponselnya di lantai bawah.
"Dinda" tiba-tiba Deddy sudah berdiri di belakang Dinda.
"Hmmm....mau apa kamu datang kesini?" Tanya Dinda kesal.
"Kamu ganti lagi ya password Facebook kamu?" Tanya Deddy.
"Iya,emang kenapa?" Tanya di Dinda sinis.
"Kenapa di ganti lagi,supaya kamu bebas chating sama Ino ya?" Tanya Deddy sinis.
"Bukan urusanmu! " Dinda meninggalkan Deddy lalu turun ke lantai bawah.
"Coba jujur sama aku,siapa itu Karenina ayu?" Tanya Deddy penuh selidik.
"Maaf aku lagi malas berdebat,aku lagi banyak kerjaan" Timpal Dinda kesal.
"Karenina ayu itu ino kan?benarkan dugaan aku selama ini, ternyata kamu masih menjalin komunikasi sama dia di belakang aku,iyakan?" Tanya Deddy.
__ADS_1
"Kamu bisa keluar gak dari ruko ini,atau aku yang pergi dari sini,aku lagi sibuk dan lagi gak ada waktu untuk berdebat! " Ucap Dinda tegas.
"Ternyata yang selama ini yang aku takutkan benar benar terjadi,kamu masih berkomunikasi sama Ino" Ucap Deddy kesal.
"Terus urusan kamu apa,emang kita ada perjanjian sebelumnya,kalau kita gak boleh berkomunikasi dengan orang lain,selain kamu?' Tanya Dinda.
"Asal kamu tahu aja ya Dinda,dulu aku sebelum kenal sama kamu,aku bajingan bahkan aku bisa punya pacar lebih dari dua bahkan tiga,tapi semenjak aku kenal sama kamu,aku tinggalkan semua pacar pacarku,hanya demi kamu Dinda! " Deddy meninggikan suaranya.
"Oh begitu ya?emang aku pernah nyuruh kamu untuk meninggalkan pacar pacar kamu itu, seingat aku ya,aku gak pernah menyuruh kamu untuk meninggalkan mereka! " Ucap Dinda dengan penuh penekanan sambil menatap tajam pada Deddy.
"Tapi Dinda,ini tidak adil buat aku,aku udah berusaha setia sama kamu,tapi kamu malah komunikasi diam diam sama Ino di belakangku" Ucap Deddy kesal.
"Terserah apa katamu saja,aku sudah muak sama kamu,kamu selalu bikin aku kesal" Ucap Dinda geram.
"Din,Dinda please kamu jangan seperti itu,aku udah berusaha berubah setelah ketemu sama kamu,tapi kamu nya malah kayak gini" Ucap Deddy memelas.
"Halah,lebay banget sih kamu,aku juga gak tahu apa yang kamu lakukan selama ini di belakang aku,dan aku tidak mau mempersalahkan hal itu,karena itu hak kamu" Ucap Dinda penuh penekanan.
"Iya karena kita itu beda Dinda,kalau aku sama kamu itu pakai hati,pakai perasaan,sedangkan kamu sama aku itu hanya untuk membuang rasa kesepian kamu aja,iyakan?" Cecar Deddy.
"Kalau kamu sudah tahu,kenapa harus bertanya lagi sama aku?" Ucap Dinda cuek sambil sibuk membalas chat dari customer.
"Berarti benar selama ini,cuma aku doang yang suka sama kamu,tapi kamu nya gak ada rasa sama sekali sama aku" Timpal Deddy.
Dinda tak menimpali ucapan Deddy,ia pun pergi menuju ke mobilnya untuk mengambil permen di dalam mobil.
"Dinda,jangan jangan tanpa sepengetahuan aku,kalian udah ketemuan lagi ya?" Tanyanya penuh selidik.
Dinda tak mengindahkan pertanyaan Deddy,ia pun sibuk merekap semua orderan yang masuk pada hari itu.
"Jawab Dinda,kalau kamu gak jawab berarti benar,iyakan?" Tanya Deddy lagi.
"Kamu bisa diam gak,berisik tahu gak! " Ucap Dinda kesal.
"Jawab dulu pertanyaan aku Dinda" Cecar Deddy.
"Mbak Tia,ayo kita pulang aja,kita lanjut besok aja packing packingnya" Ajak Dinda.
Dinda dan Tia pun segera bergegas keluar dari ruko tersebut dan Deddy pun masih berdiri di dalam ruko.
"Maaf,ini rukonya mau di tutup" Ucap Dinda pada Deddy.
"Din,aku belum selesai bicara Din" Timpal Deddy.
"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi,aku sudah cukup pusing dengan ocehan kamu itu" Ucap Dinda.
Dinda pun menutup ruko dan menguncinya,lalu ia pun naik ke dalam mobil bersama Tia dan berlalu dari hadapan Deddy.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
********