Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 40. Shandy Tertarik Pada Dinda


__ADS_3

( POV Shandy )


Dua hari setelah pernikahan anakku Siska,aku kini di sibukkan kembali oleh rutinitas kerja.


"Bisma,saran saya,kamu langsung pindah aja ke rumah ini" Ujar Shandy pada Bisma.


"Iya pah,nanti saya akan izin keluar dulu sama yang punya kontrakan" Sahut Shandy.


"Terus kedua orang tua kamu,kalau mau menginap di sini juga boleh,disini banyak kamar kosong" Ujar Shandy pada Bisma.


"Baik Pah,terima kasih banyak ya pah" Timpal Shandy.


"Setiap saya berangkat ke luar kota,tolong kamu audit toko mebel dan cafe disini ya, Papa percayakan semuanya sama kamu" Ujar Shandy.


"Oke baik Pah,terima terima kasih atas kepercayaannya pah" Ucap Bisma.


"Iya,sama sama,saya yakin kamu orangnya bisa menjaga amanah yang diberikan" Timpal Shandy.


"Pah,mau kemana udah rapi?" Tanya Siska.


"Papa mau keluar dulu,ada janji sama kawan Papa" Sahut Shandy.


"Oh,begitu ya" Timpal Siska.


"Ya sudah,kalau begitu Papa berangkat dulu ya" Shandy berpamitan pada Siska dan Bisma.


Sesampainya di tempat di tempat karaoke, Shandy pun langsung memesan medium room,lalu masuk ke dalamnya.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Shandy menghubungi Deddy.


"Hallo bang" Terdengar suara Deddy di ujung telepon.


"Hallo Ded,kalian sudah sampai mana?aku udah booking room nih" Sahut Shandy.


"Di jalan bang,sebentar sampai" Timpal Deddy.


"Oh,ya sudah kalau begitu,cepat ya aku tunggu nih" Ujar Shandy.


"Oke bang" Sahut Deddy.


Tak berapa lama kemudian Deddy dan Dinda pun datang dan memasuki room tersebut.


"Hii Dinda" Sapa Shandy ramah.


"Hii bang" Sahut Dinda sambil tersenyum.


"Aduh Dinda,senyumannya manis banget ya" Ucap Shandy gombal.


"Bang,please jangan goda Dinda,ini punyaku,Abang bisa cari wanita lain di luaran sana,mau banyak pun gak apa-apa,asalkan jangan Dinda ya bang" Ucap Deddy.


"Iya,aku kan cuma bilang senyumannya manis saja kok,iya gak Din hehehe" Sahut Shandy sambil curi curi pandang ke arah Dinda.


Sementara Deddy asik menyanyikan lagu favoritnya,Shandy berusaha mendekati Dinda.


"Dinda,suka nyanyi lagu apa?" Tanya Shandy.


"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Permisi Pak,kak,mau pesan makan apa?" Tanya pelayan.


"Dinda mau makan apa?" Tanya Shandy.


"Hmmm...ini aja deh,sapi lada hitam,sayurnya capcay seafood dan minumnya orange jus" Sahut Dinda pada pelayan.


"Aku pesan sop buntut sama nasi putih,minum nya teh hangat ya" Ucap Shandy.


"Aku juga sama mbak,sop buntut" Timpal Deddy.


"Minumnya apa Pak?" Tanya pelayan.


"Lemon tea hangat,sama pesan air mineral dua ya mbak" Ujar Deddy pada pelayan.


"Dinda merokok gak?" Tanya Shandy.


"Iya bang" Sahut Dinda.


"Mbak,rokok satu bungkus ya" Ujar Shandy.


Deddy pun meneruskan bernyanyinya dengan penuh penghayatan,sementara Shandy sibuk curi curi pandang terus ke arah Dinda.


"Bang,aku capek nyanyi terus dari tadi,gantian nyanyilah bang" Ujar Deddy.


"Oke" Sahut Shandy.


Shandy pun menyanyikan lagu-lagu populer era delapan puluhan,lagu yang Dinda tidak tahu sama sekali,karena Dinda belum lahir.


"Tok...tok...tok" Pelayan masuk membawa makanan.


"Permisi Pak,kak,ini makanannya" Ucap pelayan sambil menata makanan di meja.


"Terima kasih mbak" Ucap Dinda.


"Sama sama kak,permisi" Sahut pelayan.


"Ayo kita makan dulu" Ujar Shandy.


Mereka bertiga pun menikmati makanan yang telah di pesan.Kemudian setelah makan Deddy pun berpamitan untuk pergi ke toilet.


"Din,Abang ke toilet dulu ya" Ucap Deddy.

__ADS_1


"Iya bang" Timpal Dinda.


"Dinda,ini rokoknya" Deddy menyodorkan sebungkus rokok pada Dinda.


"Terima kasih bang" Ucap Dinda seraya meraih rokok tersebut.


"Din,Abang tunggu tunggu,kok Dinda gak ada menghubungi Abang sih?" Tanya Shandy.


"Maaf ya bang,bang Deddy marah,waktu itu kartu nama Abang di sobeknya sama dia" Ucap Dinda jujur.


"Ya sudah kalau begitu,berapa nomor hp kamu Din?" Tanya Shandy.


"Untuk apa sih bang?" Tanya Dinda.


"Udah cepetan berapa nomornya,nanti keburu Deddy datang" Ujar Shandy.


"0813xxxxxxxx" Ucap Dinda.


"Oke,terima kasih Dinda,nomornya Dinda,udah Abang save ya" Ucap Shandy.


Shandy pun segera meraih remote untuk memilih milih lagu.Tak berapa lama kemudian Deddy pun masuk.


"Din,kita duet yuk" Ajak Deddy.


"Yuk" Sahut Dinda.


"Kalian mau nyanyi lagu apa?" Tanya Shandy.


"Biasa bang,lagu kebangsaan kita,ya kan Din?" Deddy menaik turunkan alisnya sambil tersenyum.


"Iya" Timpal Dinda.


Kemudian Deddy dan Dinda pun duet lagu "Pertemuan" lagu kebangsaan mereka.Setiap karaokean pasti Deddy dan Dinda menyanyikan lagu tersebut.


"WOW Kereeen banget suara kalian top markotop,cocok banget jadi pasangan duet nih" Shandy bertepuk tangan.


Selesai duet Dinda kembali duduk santai di sofa dan menghisap rokoknya.Deddy pun lanjut bernyanyi sendiri.


"Dinda,suka pakai ini gak?" Tanya Shandy sambil memperlihatkan 2 butir pil.


"Engga bang" Ucap Dinda sambil menggelengkan kepalanya.


"Dinda orangnya bersih bang,gak make yang begitu begituan" Timpal Deddy.


"Eh maaf,kirain Abang,Dinda....


"Jangan samakan Dinda dengan cewek cewek Abang,Dinda cuma ngerokok doang bang, selain itu dia gak pernah pakai gitu gituan" Ucap Deddy menjelaskan.


"Oh,ya sudah,kalau begitu Abang minta maaf ya Din,Abang kan gak tahu hehehe" Ucap Shandy.


"Engga apa-apa bang,santai aja bang" Timpal Dinda.


"Derttttt... Derttttt" Ada pesan masuk dari nomor tak di kenal.


Dinda segera meraih ponselnya di atas nakkas dan membuka pesan masuk.


{ Hii Dinda,ini nomor bang Shandy,tolong di save ya hehehe }


{ Dinda,sudah tidur belum? }


{ Kalau belum,Abang boleh telepon gak Din? }


Begitulah isi pesan dari Shandy yang masuk ke handphone Dinda.Dinda pun tak membalasnya, ia langsung meletakkan kembali ponselnya di atas nakkas,kemudian tertidur pulas.


Sementara di tempat lain,Shandy menunggu balasan pesan dari Dinda.


"Duh,kenapa pesanku gak di balas balas ya sama Dinda,apa jangan-jangan dia sudah tidur" Gumam Shandy.


Keesokan harinya pagi-pagi Shandy sudah turun ke bawah untuk sarapan,di sana pun sudah terlihat Siska,Bisma dan orang tuanya Bisma.


"Pagi semuanya" Shandy menyapa sambil tersenyum.


"Pagi pah" Timpal Siska dan Bisma bersamaan.


"Pagi Pak Shandy,maaf kita malah sudah sarapan duluan nih,jadi gak enak sama tuan rumah hehehe" Ucap Pak Broto ayah Bisma.


"Oh,gak apa-apa pak,santai saja pak hehehe" Timpal Shandy ramah.


"Pak Shandy,saya dan istri mau mengucapkan terima kasih karena telah di perbolehkan menginap di sini" Ucap Pak Broto.


"Iya Pak,sama sama pak,Bu hehe" Sahut Shandy.


"Kamarnya bagus dan nyaman sekali,seperti di hotel ya Bu?" Ucap Pak Broto pada istrinya.


"Iya Pak" Timpal Bu Ayu.


"Semoga bapak dan Ibu betah ya tinggal di sini" Ucap Shandy.


"Betah sih betah Pak,tapi sore ini kami harus pulang ke Bali Pak" Timpal Pak Broto.


"Loh kok,buru buru sekali Pak,Bu?" Tanya Shandy.


"Iya Pak Shandy,ini adiknya Bisma perempuan satu-satunya di tinggal di sana sendirian Pak" Sahut Pak Broto.


"Kenapa kemarin gak di ajak kesini Pak?" Tanya Shandy.


"Iya,kemarin itu sebenarnya mau ikut,tapi lagi ujian nasional di sekolahnya,jadi gak bisa ikut kemari Pak Shandy" Ucap Pak Broto menjelaskan.


"Oh,begitu ya Pak?" Shandy mengangguk anggukan kepalanya.

__ADS_1


Selesai sarapan Shandy pun berpamitan untuk berangkat ke pengadilan agama,untuk sidang perceraiannya dengan Mawar.


Mawar pun tak tampak hadir di sidang perceraiannya tersebut,hanya Shandy yang datang bersama pengacaranya.


"Pak,mungkin minggu depan saya harus berangkat ke Jakarta,untuk mengurus bisnis saya di sana,jadi terkait sidang perceraian,saya wakilkan saja sama bapak ya" Ujar Shandy.


"Siap,pokoknya Pak Shandy terima beres saja hehehe" Sahut Luhut Sitompul.


Setelah dari pengadilan agama,Shandy pun langsung menuju ke cafe bersama Tukimin.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Panggilan telepon dari Melly.


"Hallo bang" Terdengar suara Melly di ujung telepon.


"Hallo sayang,lagi apa sayang?" Tanya Shandy.


"Lagi ngerjain kuliah bang,Abang lagi apa?" Tanya Melly.


"Abang lagi di cafe sayang,lagi di ruang kerja" Sahut Shandy.


"Abang kapan pulang ke Jakarta?" Tanya Melly.


"kemungkinan lusa sayang" Timpal Shandy.


"Oh,ya udah kalau begitu,Melly lanjut ngerjain tugas lagi ya bang" Sahut Melly.


"Oke sayang,selamat belajar ya hehehe" Shandy pun menutup teleponnya.


Shandy memainkan layar ponselnya,dan mencari cari kontak yang bernama Dinda di layar ponselnya.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Shandy menghubungi Dinda berkali kali,tapi tak di angkat angkat teleponnya oleh Dinda.


"Duh,susah banget sih nih si Dinda di hubungi,aku jadi makin penasaran" Batin Shandy.


sementara di tempat lain,Dinda memperhatikan layar ponselnya,dan ia pun tahu bahwa yang meneleponnya itu adalah Shandy.


"Iiih,ngapain sih nih orang telepon telepon terus,bikin kesal aja deh" Gumam Dinda kesal.


Sebelumnya Dinda sudah di kasih tahu Deddy. Bahwa Shandy itu adalah mantan Shakilla. Makanya Dinda tidak mau merespon telepon dari Shandy.


sementara itu di cafe,Shandy terus menerus mencoba menghubungi Dinda,tapi tetap tak di respon oleh Dinda.


"Hmmm...apa aku kirim pesan aja ya,siapa tahu Dinda lagi sibuk,jadi gak sempat angkat telpon" Batin Shandy.


{ Hii Dinda,lagi ngapain,lagi sibuk ya Din? }


{ Dinda,kalau ada waktu,boleh gak kita ketemuan sebentar saja Din? }


{ Tapi kamu jangan bilang-bilang sama Deddy ya,kalau Abang menghubungi kamu }


{ Kalau bisa,kamu segera kabari ya,Abang tunggu di Wijaya cafe sekarang Din }


Klik send,pesan pun telah terkirim ke nomor Dinda,dan Shandy pun menunggu balasan dari Dinda dengan harap harap cemas.


Setelah menunggu tiga jam,tapi tak ada balasan dari Dinda,akhirnya Shandy pun memutuskan untuk keluar dari cafe.


"Min,ayo kita berangkat" Ujar Shandy pada Tukimin.


"Siap Pak" Sahut Tukimin.


"Kita sekarang ke toko yang jual oleh oleh ya min" Ujar Shandy.


"Oke siap Pak" Timpal Tukiman.


Sesampainya di tempat oleh oleh,Shandy membeli banyak oleh-oleh untuk besannya dan sekalian untuk Melly.


Setelah membayar di kasir,Shandy dan Tukimin pun segera bergegas menuju pulang ke rumah.


"Wah,sudah siap siap mau pulang ya Pak,Bu?" Tanya Shandy pada Pak Broto dan Bu Ayu.


"Iya Pak Shandy,kami permisi pamit pulang dulu,kapan kapan main main ke Bali ya Pak Shandy" Sahut Pak Broto.


"Iya Pak,kapan kapan kita pasti main kesana Pak,ini ada sedikit oleh oleh Pak,Bu untuk adiknya Bisma" Ucap Shandy sambil memberikan dua kantong plastik besar pada Pak Broto.


"Wah,terima kasih banyak Pak Shandy,ini banyak sekali Pak" Ucap Bu Ayu.


"Ah,engga Bu,itu cuma sedikit,oh iya ke bandaranya di antar sama Tukimin saja" Ujar Shandy.


"Wah,jadi engga enak,jadi ngerepotin Pak Shandy nih hehehe" Timpal Pak Broto.


"Ah,gak ngerepotin kok Pak,santai saja Pak" Ucap Shandy.


Shandy pun menghampiri Tukimin yang berada di depan garasi,sedang menghisap rokoknya.


"Min,tolong kamu antar Pak Broto dan Bu Ayu ke bandara ya" Ujar Shandy.


"Oke siap Pak" Sahut Tukimin.


Tukimin pun segera bergegas membantu dan membawa barang barang milik pak Broto dan istrinya,lalu memasukkannya ke dalam bagasi mobil.


"Pak Broto dan Bu Ayu,maaf saya gak bisa ikut antar ke bandara" Ucap Shandy.


"Iya gak apa-apa Pak Shandy,kan ada Bisma dan Siska yang mengantarkan kami" Timpal Pak Broto.


Pak Broto dan Bu Ayu pun,berangkat ke bandara bersama Siska dan Bisma di antar Tukimin.


Kemudian Shandy pun langsung naik ke lantai atas dan masuk ke kamarnya,ia pun segera masuk ke dalam kamar mandi untuk berendam air hangat di bathtub.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


*********


__ADS_2