Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 87. Deddy Datang Membawa Oleh-oleh.


__ADS_3

( POV Dinda )


Setelah satu minggu kepulangan Tia ke kampungnya bersama Mamat,setiap harinya Dinda di sibukkan mengurus ketiga anaknya sendirian.


Setiap hari Dinda selalu di sibukkan dengan aktivitasnya mengantarkan ketiga anaknya sekolah,less bahasa Inggris dan belajar mengaji.


"Nak,hari ini mama lelah banget,mama gak masak,mama beli nasi Padang aja nak" Ucap Dinda pada ketiga anaknya itu.


"Iya ma,gak apa-apa nasi Padang juga enak ma,Rani suka" Sahut Rani.


Dinda membuka tiga bungkus nasi Padang untuk anak-anaknya.Ketiga anak Dinda pun memakan nasi Padang dengan lahap.


"Kamu udah bisa bawa motor,sayang?" Tanya Dinda pada Rani.


"Udah ma,di ajarin mbak Tia" Sahut Rani.


"Ingat ya nak,hanya untuk keliling komplek aja,gak boleh ke jalan raya" Ucap Dinda mengingatkan anak sulungnya itu.


"Iya ma" Sahut Rani.


"Kriinggg... kriinggg.... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo Din" Terdengar suara Deddy di ujung telepon.


"Ya" Jawab Dinda.


"Lagi di mana Din?" Tanya Deddy.


"Di rumah" Sahut Dinda.


"Abang ke rumah sekarang ya Din" Ucap Deddy.


"Eh,mau ngapain?jangan kesini! " Cegah Dinda.


"Mau nganterin oleh-oleh buat kamu dan anak anak Din" Ucap Deddy.


"Engga usah bang,kasih aja oleh-olehnya buat saudara saudara kamu bang" Timpal Dinda.


"Ah,gak apa-apa,ini aku sengaja aku belikan buat kamu sama anak-anak kamu Din,aku udah on the way di jalan nih,sebentar lagi nyampe di rumahmu Din" Deddy mematikan teleponnya.


"Siapa ma?" Tanya Rani.


"Om Deddy" Sahut Dinda.


"Om Deddy mau kesini ya ma?" Tanya Rani.


"Iya" Sahut Dinda.


"Tingtong.... tingtong" Bel rumah pun berbunyi.


"Sebentar" Dinda segera bergegas menuju keluar dan membukakan pintu pagar.


"Hii Din,ini aku bawakan oleh-oleh untuk kamu dan anak-anak" Deddy membawa satu box kardus besar di tangannya.


"Hah,apa ini bang,kok besar banget box nya?" Tanya Dinda.


"Buka aja Din,bolehkah aku masuk ke dalam rumahmu Din?" Tanya Deddy.


"Engga boleh,gak enak nanti di lihat orang bang" Ucap Dinda.


"Sebentar aja Din,numpang pipis,aku gak tahan kebelet pipis nih" Ucap Deddy memelas.

__ADS_1


"Oh ya udah,tapi sebentar aja ya" Sahut Dinda.


"Assalamualaikum" Ucap Deddy ketika masuk ke dalam rumah.


"Wallaikumsallam" Rani menjawab salam Deddy.


"Hii om Ded,apa kabarnya?" Tanya Rani sambil mencium punggung tangan Deddy.


"Alhamdulillah baik Rani,gimana Rani sehat?" Tanya Deddy.


"Alhamdulillah sehat Om" Sahut Rani.


"Katanya sekarang Rani udah SMP ya?" Tanyanya lagi.


"Iya udah masuk SMP om hehe,apa itu om?" Rani menunjuk ke arah box besar yang di letakkan Deddy di atas lantai.


"Ini om bawakan oleh-oleh buat Rani dan si kembar,mana si kembarnya Ran?Tanya Deddy.


"Ada lagi pada makan om" Sahut Rani.


"Ehem,katanya mau numpang pipis,malah ngobrol pula hadeeuuh" Celetuk Dinda.


"Oh iya lupa hehe,di sebelah mana toiletnya Din?" Tanya Deddy.


"Sini om Rani tunjukkan toiletnya" Rani berjalan ke arah belakang dan ikuti oleh Deddy dari belakang.


"Ma,ini apa sih,kok box nya besar banget?" Tanya Rani.


"Mama juga gak tahu nak,katanya sih oleh-oleh" Sahut Dinda.


Beberapa saat kemudian Deddy muncul dari arah belakang dan ikut duduk di sofa ruang tamu.


"Iya boleh dong om,mau minum panas atau dingin om?" Tanya Rani.


"Hmm,panas aja Ran" Sahut Deddy.


"Om suka teh apa kopi?" Tanya Rani lagi.


"Teh aja Ran,kalau kopi om gak minum, soalnya kalau om minum kopi suka sakit perut" Jawab Deddy.


"Oke tunggu sebentar ya om" Rani segera bergegas menuju ke arah dapur.


"Hmm,kenapa malah duduk disini,aku gak enak loh menerima tamu laki-laki,sementara suamiku gak ada di rumah,ntar kalau di lihat tetangga di sangka aneh-aneh bang" Ucap Dinda gelisah.


"Iya sebentar aja Din,aku mau lihat wajah kamu,kan udah seminggu kita gak ketemu Din,apa kamu gak kangen sama aku Din?" Tanya Deddy.


"Tapi ya gak usah ke rumah juga bang,kan bisa ketemuan di luar aja,kalau masuk ke rumah ini takutnya malah jadi bahan gosip tetangga disini bang,itu aja yang aku jaga" Ucap Dinda.


"Om ini teh nya,silahkan di minum om" Ujar Rani sambil meletakkan secangkir teh di atas meja.


"Terima kasih Rani hehe,di buka dong oleh-olehnya Ran" Ujar Deddy.


"Iya sebentar om,Rani ambil cutter dulu" Sahut Rani sambil berlalu ke arah ruang tengah.


"Din,keluar yuk" Ajak Deddy sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Maaf engga bisa bang" Ucap Dinda.


"Kenapa,kok gak bisa?" Tanya Deddy.


"Sebentar lagi mau antar anak-anak ini less bahasa Inggris bang" Sahut Dinda.

__ADS_1


"Ini cutter nya om" Rani menyodorkan cutter pada Deddy.


Deddy pun dengan sigap membuka box besar tersebut dan mengeluarkan semua oleh-oleh yang ada di dalamnya.


"Wah bakso aci kesukaanku,asiiikkk makasih banyak ya om,aku suka bakso aci om" Ucap Rani kegirangan.


"Oh ya,kamu suka bakso aci Ran,tahu gitu om bawakan lebih banyak lagi buat kamu" Timpal Deddy.


"Iya suka banget om,aku suka beli online dan pengirimannya itu memang dari Garut om, makasih ya om,udah ini aja udah cukup banyak om hehehe" Ucap Rani dengan wajah sumringah.


"Kalau kerupuk kulit ini,kamu suka gak Ran?" Tanya Deddy sambil menyodorkan tiga bungkus besar kerupuk kulit.


"Suka banget om,kalau ke rumah makan nasi Padang,pasti suka ambil kerupuk kulit,iyakan ma?" Tanya Rani.


"Iya" Sahut Dinda.


"Ini ada cemilan anak-anak,namanya mie lidi,si kembar suka gak ya?" Tanya Deddy pada Rani.


"Si kembar pasti suka nih om,makasih banyak ya om hehe" Ucap Rani,kemudian ia pun berlalu membawa mie lidi tersebut ke arah dapur.


"Itu bakso aci nya gak kira kira bang,banyak banget,kayak mau jualan aja bang" Celetuk Dinda.


"Iya nih beli 20 bungkus,aku pikir penghuni di rumah ini kan banyak,cewek cewek semua lagi,sengaja beli banyak,biar kebagian semuanya" Sahut Deddy.


"Engga berat itu bawanya bang?" Tanya Dinda.


"Yang berat itu,rindu aku ke kamu Din hehehe" Ucap Deddy pelan sambil terkekeh.


Dinda tak menanggapi ucapan Deddy,Dinda meraih ponselnya yang terletak di meja, karena ia melihat ada pesan masuk.


Tia mengirimkan beberapa foto pernikahannya dengan Mamat.Pernikahanya tampak sangat sederhana dan hanya di hadiri oleh dua keluarga inti dan kerabat dekat saja.


"Ngomong ngomong si Tia kemana Din,kok dari tadi gak kelihatan?" Tanya Deddy.


"Pulang kampung bang,menikah sama pacarnya,nih foto fotonya" Dinda menunjukkan beberapa foto yang di kirim barusan oleh Tia melalui WhatsApp nya.


"Hah,nikah?" Tanya Deddy kaget.


"Kenapa,kok kaget gitu bang?" Tanya Dinda.


"Iya aneh aja gitu,umur masih 17 tahun,udah nikah" Timpal Deddy.


"Ya dari pada anak orang hamil duluan,bagus nikah ajalah bang" Sahut Dinda.


"Memangnya anak sekecil itu tahu begituan Din?" Tanya Deddy.


"Kecil juga umurnya bang,dia udah sering di ajak ke hotel sama pacarnya itu" Timpal Dinda.


"Hah,masa sih?" Tanya Deddy.


"Iya,seminggu yang lalu,aku menemukan kon*om di lemari pakaiannya" Timpal Dinda.


"Wah,parah sih itu Din,anak sekecil itu udah tahu kon*om bahkan isinya juga udah tahu hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.


"By the way,bang maaf ya bukannya aku ngusir Abang atau apa,tapi sekarang aku mau berangkat ngantar anak anak less bahasa Inggris,dan aku ucapkan terimakasih banyak untuk oleh olehnya bang" Ucap Dinda.


"Aku ikut ke tempat less anak anak ya Din,aku ikutin mobil kamu dari belakang" Timpal Deddy.


"Engga usah,sebaiknya kamu pulang aja istirahat bang,kamu pasti capek kan habis perjalanan jauh" Ucap Dinda.


"Kalau sama kamu mah,gak ada capeknya Din hehehe" Ucap Deddy sambil terkekeh.

__ADS_1


__ADS_2