Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 88. Rani Kecelakaan Sepeda Motor.


__ADS_3

( POV Dinda )


Pagi ini Dinda tengah sibuk membuat roti bakar untuk anak anaknya sarapan sebelum berangkat ke sekolah.


"Tingtong... tingtong" Bel rumah pun berbunyi.


"Ran,tolong buka pintu pagar,lihat siapa yang datang,mama lagi sibuk bikin sarapan buat kalian nih" Ujar Dinda pada Rani.


"Oke siap ma" Rani segera bergegas menuju keluar membukakan pintu pagar.


"Hah,mbak Tia?" Rani menyalami tangan Tia.


"Hii Ran,mana mama?" Tanya Tia.


"Ada di dapur mbak,lagi bikin sarapan" Sahut Rani.


"Assalamualaikum Bu" Ucap Tia sambil masuk ke dalam rumah.


"Wallaikumsallam" Sahut Dinda.


"Eh mbak,kamu datang lagi ke kota ini?" Tanya Dinda.


"Iya Bu,kan Mamat masih ada kontrak kerja Bu" Sahut Tia.


"Oh begitu,kapan kalian datang mbak?" Tanya Dinda.


"Semalam Bu,sini biar aku bantuin bikin roti bakarnya Bu" Tia dengan cekatan mengambil alih pekerjaan Dinda.


"Jadi sekarang kalian tinggal dimana mbak?" Tanya Dinda sambil membuat tiga gelas susu untuk anak-anaknya.


"Di blok A komplek depan Bu,kami ngontrak rumah yang kecil-kecil aja Bu" Sahut Tia.


"Jadi sekarang Mamat nya kemana mbak?" Tanya Dinda.


"Udah berangkat kerja Bu,makanya saya kesini" Timpal Tia.


"Ayo anak-anak,sarapan semuanya,cepat sarapan nanti kalian terlambat masuk sekolah" Ujar Dinda pada ketiga anaknya itu.


Rani,Shella dan Shelly pun segera bergegas menuju ke ruang makan dan langsung menikmati sarapan pagi.


"Bu,kalau boleh saya mau kerja lagi disini Bu" Ucap Tia.


"Loh kok kerja lagi mbak,kan sekarang udah punya suami?apa suaminya gak marah kalau kamu kerja lagi?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.


"Engga Bu,malah dia yang nyuruh saya kerja lagi Bu,katanya kalau ngandelin gaji dia gak akan cukup buat bayar kontrakan,makan sehari hari,bayar air listrik belum lagi kami harus kirim uang ke keluarga masing-masing setiap bulannya Bu" Ucap Tia menjelaskan.


"Oh begitu ya mbak?ya udah mbak silahkan kerja lagi,tapi saya maunya mbak kerja yang jujur ya mbak" Timpal Dinda.


"Iya Bu,makasih banyak ya Bu,udah bolehin saya kerja lagi disini" Ucap Tia sambil tersenyum.


"Iya mbak,saya pergi nganterin anak-anak sekolah dulu ya mbak" Timpal Dinda.

__ADS_1


"Iya Bu,saya mau langsung setrika baju aja ya Bu,ini setrikaan nya udah numpuk begini Bu?" Tanya Tia.


"Iya mbak,saya belum sempat setrika baju,tiap hari saya keluar rumah antar jemput anak sekolah dan less bahasa Inggris,jadi begitu nyampe rumah saya udah capek duluan" Sahut Dinda.


"Tenang Bu,biar saya aja yang mengerjakan semuanya Bu hehehe" Sahut Tia.


"Memang aku akui,aku masih membutuhkan tenaganya,karena aku tidak sanggup untuk mengurus anak-anak sekaligus pekerjaan rumah.Tia pun kalau bekerja sangat cekatan dan lincah,cuma satu aja kekurangannya Tia,kadang kadang suka panjang tangan" Batin Dinda.


Dinda pun segera bergegas menuju ke garasi mobil bersama ketiga anaknya,pertama ia mengantarkan Shella dan Shelly terlebih dahulu ke sekolahnya,dan selanjutnya mengantarkan Rani.


...........................................................................


Siang harinya si kembar Shella dan Shelly sudah pulang sekolah,Dinda menyiapkan makan siang untuk si kembar.


"Shella,Shelly ayo makan siang dulu nak,habis ini kita bobo siang,biar di tempat ngaji gak ngantuk" Ujar Dinda.


"Iya ma" Sahut Shella dan Shelly kompak.


"Makan mbak" Ujar Dinda pada Tia.


"Iya lanjut Bu,saya mau cuci piring dulu Bu,biar gak numpuk" Timpal Tia.


Setelah selesai makan siang,Dinda pun masuk ke dalam kamar Shella dan Shelly untuk menemaninya tidur siang.


Baru saja mata Dinda terpejam,Rani memangil Dinda.


"Ma,Rani udah pulang" Ucap Rani berdiri di pintu kamar.


"Iya ma,Rani pulang sama Della naik angkot ma" Sahut Rani.


"Della siapa?" Tanya Rani mengucek matanya.


"Teman sekelas Rani ma" Sahut Rani.


"Oh gitu,ya udah ajak sana temannya makan ke dapur Ran" Ujar Dinda.


"Engga usah ma,Rani sama Della udah makan tadi di kantin sekolah,sekarang Rani mau berangkat lagi ke sekolah,mau olahraga ma" Ucap Rani berpamitan.


"Ya udah mama antar kalian yah" Dinda bangun dari tempat tidurnya.


"Engga usah ma,Rani sama Della mau naik motor aja" Timpal Rani.


"Tapikan kamu masih dalam tahap belajar Ran,jangan ke jalan raya,mama khawatir" Cegah Dinda.


"Della yang bawa motornya ma,katanya dia pandai naik motor" Tolak Rani.


"Tapi itu motor plat nya belum keluar sayang,biar mama antar kalian aja ya" Ucap Dinda.


"Engga usah ma,mama lanjutkan aja tidurnya,biar kami perginya naik motor aja" Tolak Rani.


"Mana Della nya Ran?" Tanya Dinda.

__ADS_1


"Ada di ruang tamu ma" Sahut Rani.


Dinda pun segera berlalu menuju ke ruang tamu untuk menemui Della teman Rani.


"Hii Tante" Ucap Della sambil tersenyum dan mencium punggung tangan Dinda.


"Hii Della,temannya Rani ya" Tanya Dinda sambil tersenyum.


"Iya Tante,saya temannya Rani" Sahut Della.


"Memangnya Della bisa naik motor?" Tanya Dinda.


"Bisa Tante,saya udah biasa bawa motor Tante" Jawab Della.


"Oh begitu ya,hati hati ya bawanya,jangan ngebut ngebut,pelan pelan aja,yang penting kalian selamat sampai tujuan" Pesan Dinda.


"Oke baik Tante" Sahut Della sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Rani dan Della pun berpamitan dan mencium punggung tangan Dinda.Kemudian keduanya pun menaiki sepeda motor dan berlalu dari hadapan Dinda.


Dinda pun kembali masuk ke dalam kamar Shella dan Shelly,lalu ia pun melanjutkan tidur siangnya.


Lima belas menit kemudian ponsel Dinda berdering,Dinda pun terbangun dari tidurnya, lalu ia meraih ponselnya yang terletak di atas nakkas.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg" Polisi menghubungi Dinda.


"Hallo Bu,kami dari kepolisian mengabarkan bahwa anak ibu kecelakaan" Terdengar suara seorang pria di ujung telepon.


"Ah bapak jangan bercanda,anak saya barusan pergi ke sekolah,bapak mau nipu saya ya?" Tanya Dinda.


Dinda berpikir ini modus penipuan,karena akhir akhir ini marak sekali penipuan yang berkedok kecelakaan dan ujung ujungnya meminta di transfer sejumlah uang.


"Iya benar,anak ibu yang bernama Rani kecelakaan motor,kalau ibu tidak percaya,silahkan ibu datang ke RSUD sekarang,anak ibu ada di UGD" Ucap pria tersebut.


Degh!


"Apa,yang benar pak?" Dinda terperanjat dan membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya Bu" Sahut polisi tersebut.


"Oke baik pak,saya segera kesana sekarang" Dinda mematikan ponselnya.


"Mbak Tia,tolong titip Shella dan Shelly di kamar ya,mereka sedang tidur,seperti biasa mbak,nanti sore si kembar harus pergi ngaji" Ucap Dinda.


"Iya Bu" Sahut Tia.


Dinda pun segera bergegas menyalakan mesin mobilnya,lalu ia pun melajukan kendaraannya menuju ke RSUD,dan sesampainya di RSUD Dinda langsung menuju ke ruangan UGD.


BERSAMBUNG.....


******

__ADS_1


__ADS_2