Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 51. Menempuh Jalur Hukum


__ADS_3

( POV Shandy )


Aku sungguh tidak menyangka kalau selama ini Shinta yang aku percayakan sebagai pemegang keuangan perusahaan telah menyelewengkan dana perusahaan.


Shinta ternyata tak bisa menjaga amanah yang aku berikan,selama lima tahun aku telah di tipu oleh Shinta.Betapa pintarnya dia telah memanipulasi data laporan keuangan perusahaan,dan betapa bodohnya aku selama ini telah di kelabui oleh Shinta.


Diam diam ternyata Shinta telah menusukku dari belakang,baru aku sadari ternyata selama ini,aku kurang teliti setiap mengaudit laporan keuangan,dan untungnya ada menantuku Bisma yang sudah membongkar kebusukan Shinta.


"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Shandy menghubungi Luhut Sitompul.


"Hallo Pak Shandy,apa kabarnya?" Terdengar suara Luhut di ujung telepon.


"Baik pak Luhut" Sahut Shandy.


"Terkait sidang perceraian pak Shandy dan Bu Mawar,besok memasuki sidang kedua pak" Ucap Luhut.


"Iya pak Luhut,mengenai sidang perceraian saya,saya wakilkan sama pak Luhut saja,karena sekarang saya sedang berada di Jakarta pak" Timpal Shandy.


"Oke baik pak Shandy,akan saya urus semuanya,pokoknya pak Shandy terima bersih saja hehe" Sahut Luhut.


"Pak Luhut,kali ini saya tidak akan membahas tentang perceraian saya pak" Ucap Shandy.


"Lalu kalau tidak membahas tentang perceraian,apa ada masalah lain yang bisa saya bantu,pak Shandy?" Tanya Luhut.


"Iya pak Luhut,terkait perusahaan saya pak,staf keuangan saya,dia telah melakukan tindak korupsi pak,tolong pak Luhut bantu usut masalah ini sampai ke jalur hukum pak" Ucap Shandy.


"Oke baik pak Shandy,sebaiknya memang kasus ini segera di usut tuntas,dan saya minta data laporan keuangan sebagai tanda bukti untuk nanti di pengadilan " Timpal Luhut.


"Semua buktinya nanti menantu saya Bisma yang akan menyerahkannya pada pak Luhut" Sahut Shandy.


"Oke baik pak Shandy,suruh saja Bisma datang ke kantor saya sambil membawa berkas laporan keuangannya" Timpal Luhut.


"Baik pak Luhut,nanti saya akan menghubungi Bisma,terima banyak pak Luhut sudah mau membantu kasus ini ke jalur hukum" Ucap Shandy.


"Sama sama pak Shandy,inikan memang sudah tugas saya membantu klien hehehe" Timpal Luhut.


Shandy pun menutup teleponnya,dan ia pun memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.


"Di minum dulu tehnya bang" Ujar Melly sambil meletakkan secangkir teh di atas meja.


"Terima kasih sayang" Shandy menarik tubuh Melly ke pangkuannya.


"Sepertinya tadi Melly dengar,abang lagi ada masalah serius ya?" Tanya Melly.


"Iya sayang,tapi kamu tenang aja,semua udah Abang serahkan sama pengacara,biar beliau yang akan mengusut tuntas kasus ini" Ucap Shandy.

__ADS_1


"Bang" Ucap Melly manja sambil melingkarkan tangannya di leher Shandy.


"Iya sayang?" Tanya Shandy sambil tersenyum.


"Main yuk hehehe" Ajak Melly.


"Main apa sayang,main kuda-kudaan yah,Ayuk hehehe" Ucap Shandy seraya memeluk tubuh Melly.


"Iiih,Abang tahu aja deh hehe" sahut Melly.


"Tahu dong hehe,sayang gimana kalau kita mainnya di tempat lain aja?" Ucap Shandy.


"Di tempat lain,maksudnya bang?" Melly mengernyitkan dahinya.


"Iya main di tempat lain,misalnya di dapur atau di balkon gitu,gimana sayang?" Tanya Shandy.


"Hah?kalau di dapur mungkin boleh,tapi kalau di balkon,ntar kalau ada yang lihat gimana?" Tanya Melly kaget.


"Tenang sayang,lampu balkonnya kita matiin,jadi gak akan ada yang lihat sayang" Ucap Shandy.


"Waduh ide Abang gila banget ya,ternyata fantasi **** Abang tuh suka anti mainstream" Timpal Melly.


"Iya kan biar gak jenuh sayang,sekali kali kita eksplore gaya di tempat lain hehehe" Ucap Shandy.


"Hmmm...." Melly terlihat sedang memikirkan ajakan Shandy.


"Ya udah,yuk" Sahut Melly sambil tersenyum.


Shandy pun langsung menarik tangan Melly dan mengajaknya ke balkon,tak lupa ia pun mematikan lampu balkon,dan hanya ada sedikit cahaya dari ruang tamu.


"Nah disini sayang,kan engga kelihatan, suasananya remang remang gini jadi tambah romantis hehehe" Ucap Shandy seraya memeluk tubuh Melly.


Shandy dan Melly pun saling bercumbu di bawah cahaya remang remang,keduanya saling bertautan dan tangan Shandy pun dengan sigap melucuti pakaian Melly satu persatu.


"Sayang" Ucap Shandy lirih di telinga Melly.


Shandy pun menciumi leher Melly,kemudian lanjut ke bawah dan Shandy pun melihat kedua benda kenyal milik Melly itu sangat menantang, tak mau berlama-lama Shandy pun langsung mengeksekusi kedua benda kenyal itu.


"Bang" Ucap Melly lirih.


Tubuh Melly yang bersandar di tembok itupun telah di kungkung oleh Shandy.Tangan Shandy pun bergerak ke bawah dan ternyata hutan belantara milik Melly sudah basah.


Shandy yang sudah tak berpakaian itu pun duduk di lantai dan bersandar di tembok, kemudian ia menarik tangan Melly untuk duduk di atas pangkuannya.


"Sini sayang" Ucap Shandy mengajak Melly untuk duduk di atas pangkuannya.

__ADS_1


Melly pun paham dengan keinginan Shandy,ia pun langsung duduk di hadapan Shandy dan melakukan penyatuan.


"Ah,sayang" Terdengar suara lirih Shandy ketika Melly melakukan penyatuan.


Melly pun mulai menggerakkan tubuhnya naik turun.Keduanya pun sesekali saling bertautan dan gerakan Melly semakin lama semakin cepat seperti sedang berpacu dengan kuda.


"Bang"Ucap Melly lirih.


"Terus sayang" Ujar Shandy sambil kedua tangannya memijat kedua benda kenyal milik Melly.


"Ah,abang" Ucap Melly lirih,tubuhnya bergetar hebat dan terjadilah pelepasan.


kemudain Shandy pun dengan sigap,mengajak Melly berdiri dan Shandy pun mengarahkan supaya tangan Melly memegang pagar balkon.


Melly pun membungkuk dan berpegangan pada balkon,Shandy pun langsung melakukan penyatuan lewat belakang lalu menghujamkan senjatanya dengan penuh semangat.


Semakin cepat gerakan Shandy,semakin terdengar suara lirih Melly yang merasakan kenikmatan di setiap hujaman demi hujaman yang Shandy lakukan.


Shandy pun akhirnya telah sampai di puncak kenikmatan dan ia pun langsung melakukan pelepasan.


"Ah,sayang" Suara lirih Shandy sambil merem melek melakukan pelepasan.


Melly pun langsung membalikkan badannya dan langsung memeluk tubuh Shandy.


"Terima kasih sayang" Ucap Shandy sambil mengecup kening Melly.


Melly pun tersenyum ketika melihat suaminya itu terlihat puas dan Shandy pun membalas pelukan Melly.


Setelah puas bermain,Shandy dan Melly pun mandi berdua di bawah guyuran air shower yang hangat.Selesai mandi keduanya pun melakukan pillow talk di atas ranjang.


"Sayang,kamu kenapa mau di ajak main di balkon?" Tanya Shandy.


"Karena ada pepatah mengatakan,istri harus menjadi pelacur untuk suaminya,kapanpun dan di manapun harus siap melayani suaminya hehehe" Sahut Melly sambil tersenyum.


"Ah sayang,Abang jadi makin cinta deh sama kamu hehehe" Ucap Shandy lalu ia pun mengecup kening Melly dan memeluknya.


"Tapi,ada tapinya loh" Ucap Melly.


"Tapi apa sayang?" Tanya Shandy.


"Tapi,asal tidak di tempat umum aja ngajak mainnya hehehe" Ucap Melly sambil terkekeh.


"Hehehe,iya kalau itu tidak mungkinlah sayang" Shandy mencubit hidung Melly gemas.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


********


__ADS_2