
(POV Deddy )
Sudah satu tahun Deddy tidak komunikasi ataupun bertemu dengan Dinda,ia pun telah menyuruh anak dan istri keduanya untuk kembali pulang dan tinggal bersamanya.
"Mah,aku pamit dulu ya,seperti biasa aku lebaran di Garut,kamu baik-baik ya disini sama anak-anak" Ucap Deddy pada Endang istri keduanya.
"Ya" Jawab Endang datar tanpa ekspresi.
Deddy pun segera bergegas keluar,lalu ia pun berangkat menuju ke Bandara.Deddy tampak begitu semangat dan sumringah,karena akan bertemu dengan anak dan istri tuanya yang sudah satu tahun tidak bertemu dengannya.
Sesampainya di Garut Deddy di sambut hangat oleh ketiga anaknya.
"Si mamah mana?" Tanya Deddy pada anak-anaknya.
"Ada di dalam bah" Sahut Lily anak keduanya.
Mah,mamah,abah udah datang mah" Teriak Erick anak bungsunya.
"Eh abah,udah datang,ayo masuk ke dalam atuh bah" Ucap Kokom yang baru saja keluar dari dalam kamarnya.
Deddy pun memeluk Kokom dengan erat,ia begitu merindukan istri tuanya itu.Maklum setahun sekali baru bertemu dan itu pun hanya setiap hari raya idul Fitri saja.
"Abah beliin sepatu loh buat kalian,nih buat bang Zidane,ini buat Lily dan ini buat Erick" Deddy mengeluarkan sepatu-sepatu tersebut dari dalam kopernya.
"Horeee,makasih ya bah" Ucap Erick anak bungsunya kegirangan.
"Wah bagus banget sepatunya bah,Lily suka,makasih ya bah,cup! " Lily mencium pipi Deddy.
"Wah keren sekali bah sepatunya,kalau mamah di beliin apa bah?" Tanya Kokom.
"Kalau untuk mamah abah belikan baju gamis,nih teh" Deddy menyodorkan baju gamis pada Kokom.
"Wah bagus banget bah,mamah cobain dulu ya hehe" Kokom pun berlalu menuju ke kamar.
"Suka gak bang sepatunya?" Tanya Deddy pada Zidane anak pertamanya.
"Suka bah,makasih ya bah" Timpal Zidane.
"Abah,kalau pulang kesini yang lama atuh,jangan cepat-cepat pulang ya" Ucap Lily manja.
"Yeee,kan abah harus kerja sayang,abah cuma dapat cuti minggu aja sayang" Timpal Deddy sambil mengelus rambut Lily.
"Bah,bagus gak bah,cocok gak teteh pakai baju ini?" Kokom keluar dari dalam kamarnya,lalu ia memutarkan badannya di depan Deddy.
"Wah cocok banget teh,pas ya teh" Ucap Deddy pada istrinya tuanya.
"Oh iya,abah mau minum teh dulu,atau mau langsung makan?" Tanya Kokom.
"Emang teteh masak apa hari ini?" Tanya Deddy.
__ADS_1
"Masak gulai ikan bah" Sahut Kokom.
"Wah mantap,pasti enak nih masakan teteh hehe" Ucap Deddy.
"Bukan teteh yang masak bah,tadi teteh beli di rumah makan pinggir jalan raya hehehe" Ucap Kokom sambil cengengesan.
Kokom pun menyiapkan makanan untuk Deddy dan anak-anaknya,kemudian mereka pun makan bersama.
*****
Malam harinya Deddy dan Kokom serta ketiga anaknya tengah berkumpul santai di ruang tamu sedang menonton televisi bersama.
Deddy melirik ke arah Kokom yang tengah asik memainkan ponselnya sambil senyam-senyum sendiri.
"Teh,dari tadi kok asik main handphone terus, memangnya lagi chat sama siapa?" Tanya Deddy penasaran.
"Ini teman teteh bah,namanya jenny,besok pagi ngajak main badminton di lapangan" Sahut Kokom.
"Oh,sejak kapan teteh suka main badminton?" Tanya Deddy.
"Sejak setahun terakhir ini bah" Timpal Kokom.
Malam telah menunjukkan pukul 20.30 WIB. Anak-anak pun sudah pada tidur di kamarnya.
"Teh,ayo masuk kamar,kok main handphone terus sih?" Deddy mulai kesal,karena sejak tadi ia di cuekin oleh Kokom.
"Eh,iya hayu atuh bah" Kokom pun berdiri dari tempat duduknya,ia masuk ke dalam kamar bersama Deddy.
"Teh,kok sekarang teteh pandai ciuman, belajar dari mana?" Tanya Deddy keheranan.
"Lihat di TV bah" Jawab Kokom sekenanya.
"Oh begitu,bagus deh hehe,abah senang banget melihat perubahan teteh,sekarang teteh makin pintar hehe" Ucap Deddy.
Tak butuh waktu lama Deddy pun melakukan penyatuan bersama Kokom.Kokom yang sebelumnya bersikap pasif,kini berubah menjadi sangat agresif.
Setelah Deddy mencapai puncak pelepasan, kini keduanya terkulai lemas di atas ranjang.
"Makasih ya teh,abah senang banget malam ini,coba aja teteh dari dulu agresif kayak gini hehe" Ucap Deddy sambil tersenyum.
Kokom tak menimpali ucapan Deddy,ia hanya tersenyum.Kemudian ia berdiri dari tempat tidurnya,lalu ia pun berlalu menuju ke kamar mandi,Deddy pun mengekornya dari belakang.
Setelah keduanya selesai mencuci barang milik masing-masing,Kokom langsung masuk ke dalam kamar dan tertidur dengan pulas.
Sementara Deddy duduk di ruang tamu sambil membuka pintunya danpun asik menghisap rokoknya.
"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Endang menghubungi Deddy.
"Hallo" Ucap Deddy.
__ADS_1
"Gimana udah puas,habis berapa ronde?sampai lupa ngabarin kalau udah sampai di Garut! " Endang menggerutu di ujung telepon.
"Apa sih kamu,tiap aku pulang ke Garut pasti selalu ngajak berantem,iya maaf aku lupa ngabarin,aku udah sampai disini tadi siang" Timpal Deddy.
"Puas puasin lah ya,sampai gempor! " Ucap Endang kesal.
"Kamu ini kenapa sih?selalu sewot kalau aku pulang kesini,kamu kurang puas udah satu tahun aku tiduri,Kokom ini cuma seminggu dalam setahun loh,tapi kamu masih aja cemburu,heran" Deddy mematikan teleponnya.
"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Endang menghubungi Deddy kembali.
"Apa lagi?kalau kamu telepon hanya untuk marah-marah,mendingan gak usah telpon! " Ucap Deddy kesal.
"Kenapa teleponnya di matiin,mau main lagi ya?masih belum puas ya?ya udah lanjutkan! " Endang menutup teleponnya.
Deddy hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,ia sudah tak heran dengan sikap istri keduanya itu,ia selalu saja cemburuan setiap Deddy pulang ke rumah istri tuanya.
Deddy pun menutup pintu dan menguncinya, lalu ia pun masuk ke dalam kamar.
"Tringgg" Handphone Kokom berbunyi.
"Hmm,siapa malam-malam begini mengirim pesan sama teteh?" Deddy penasaran,lalu ia pun membuka ponsel milik Kokom.
{ Sayang,besok pagi aku tunggu ya di lapangan badminton }
"Oke sayang" Balas Kokom.
{ Sayang suami kamu udah tidur belum? }
"Belum kami masih menonton televisi" Balas Kokom.
{ Sayang,aku kangen banget sama kamu }
"Sama hehe,sabar ya sayang,suamiku disini gak lama kok sayang,cuma seminggu doang" Balas Kokom.
{ Sayang,aku cemburu deh sama suami kamu }
"Hehe masa cemburu sih?sayang udah dulu ya,suamiku udah ngajak tidur,sampai jumpa besok pagi ya,muaaah" Balas Kokom.
{ Sayang,udah tidur ya? }
Seketika itu darah Deddy langsung berdesir,ia tak menyangka istrinya ada main dengan laki-laki lain.
"Rupanya ini yang bikin dia senyum senyum sendiri saat nonton TV tadi" Batin Deddy.
Deddy pun langsung menyalin nomor atas nama jenny di ponselnya.Kemudian ia pun meletakkan kembali ponsel kokom di atas nakkas.
"Ah sial! malam ini aku gak bisa tidur,aku udah gak sabar pengen lihat si jenny besok pagi" Batin Deddy.
BERSAMBUNG
__ADS_1
****