Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 146. Flashback.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Ayo bu naik! " Ujar Aska


Dinda celingak celinguk melihat keadaan sekitar,ia takut ada yang melihat mereka berdua dan ia pun langsung naik ke atas motor dan di bonceng oleh Aska.


"Mau kemana kita bu?" Tanya Aska.


"Ke apotik dulu pak,mau beli obat untuk kakek" Timpal Dinda.


Aska meraih tangan Dinda dan ia pun melingkarkan tangan Dinda ke pinggangnya.


"Pegangan bu,nanti jatuh" Ucap Aska.


Dinda terdiam sejenak dan ragu-ragu,lalu ia pun melingkarkan tangannya di pinggang Aska.Sesampainya di apotik ternyata obat yang di cari habis stock dan Aska pun mengajak Dinda ke apotik lain.


"Kemana lagi kita pak?disini obatnya katanya habis" Tanya Dinda.


"Oh iya,yuk naik bu,kita cari di apotik lain aja" Timpal Aska.


Jarak tempuh dari apotik yang satu ke apotik yang lain lumayan cukup jauh sekitar tiga kilometer.


"Wah jauh juga ya pak,dari tadi kita gak sampai-sampai" Ucap Dinda.


"Sebenarnya apotik sih banyak bu,cuma nyari yang buka 24 jam itu agak jauh bu" Timpal Aska sambil mengendarai sepeda motornya.


"Pak,berhenti di depan ya,aku mau ke ATM dulu" Ujar Dinda.

__ADS_1


"Oke bu" Timpal Aska.


Dinda pun turun dari atas motor,ia lalu masuk ke dalam ATM tersebut.Sementara Aska menunggunya di atas motor.


"Yuk pak" Ajak Dinda.


"Udah bu?" Tanya Aska.


"Iya udah" Jawab Dinda.


Kemudian Dinda dan Aska pun berlalu meninggalkan ATM menuju ke apotik.


"Nah ini dia apotiknya bu" Ucap Aska.


"Oh iya,ternyata disini buka 24 jam ya pak" Dinda turun dari motor,lalu ia pun bergegas masuk ke dalam apotik.


"Ada bu,mau berapa pack bu?" Tanya kasir.


"Lima pack dek,biar awet untuk stock" Ucap Dinda.


"Baik bu,tunggu sebentar ya bu" Ucap kasir tersebut.


Setelah menunggu beberapa saat,kasir itupun menyerahkan obat tersebut di dalam plastik.


"Ini bu" Ucap kasir.


Setelah membayar Dinda pun langsung keluar dan menemui Aska.

__ADS_1


"Gimana bu,ada obatnya?" Tanya Aska.


"Alhamdulillah ada pak" Sahut Dinda.


Dinda dan Aska pun berlalu dari apotik tersebut,lalu Aska memberhentikan motornya di depan lapangan,Aska mengajak Dinda untuk duduk di lapangan tersebut.


"Bu,kamu suka kangen gak sih sama aku?" Tanya Aska membuka obrolan.


"Iya kadang-kadang hehe" Timpal Dinda.


"Sepuluh tahun yang lalu kamu memutuskan untuk pergi dari kota ini bu dan kamu pun pergi tidak berpamitan sama saya" Ucap Aska sambil menatap sayu ke wajah Dinda.


"Iya maafkan aku ya pak,soalnya aku ragu mau berpamitan sama kamu,takutnya kamu berpikiran macam-macam tentang aku" Ucap Dinda.


"Yang saya heran,kenapa kamu gak ngomong mau pergi ke luar kota Din,padahal malam itu kita kencan sampai jam empat pagi" Ucap Aska.


'Maaf pak,sebenarnya aku di larang ngomong sama siapapun sama ibuku pak,bahkan sama bapak pun aku tidak berpamitan" Ucap Dinda.


"Tak lama kemudian,saya mendengar bahwa kamu sudah menikah dengan orang lain di kota sana" Ucapnya sambil menundukkan kepalanya.


"Pak,please maafkan aku ya,mungkin kita tidak berjodoh dan sekali lagi aku minta maaf" Ucap Dinda merasa bersalah.


"Tapi kenapa kamu lebih memilih dia Dinda?apa karena dia lebih baik dari saya,mungkin dari segi materi ataupun pekerjaan?" Tanya Aska berkaca-kaca.


**BERSAMBUNG**


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2