
( POV Deddy )
"Gak mau,aku gak mau pulang,sakit hatiku tinggal di rumah itu,kamu selalu aja belain anak kesayangan kamu itu! " Timpal Endang tegas.
"Selangkah aja kau keluar dari rumah ini,aku pastikan kau gak akan bisa lagi menginjakkan kaki di rumah ini! " Bentak Deddy.
"Siapa juga yang mau balik ke rumah itu,lebih baik aku hidup sendiri,dari pada mati konyol di tangan kamu! " Timpal Endang.
"Maksud kau apa ngomong kayak gitu?" Tanya Deddy kesal.
"Kamu tadi pagi ribut sama aku sampai bawa-bawa pisau dapur segala,demi membela anak kesayangan kamu itu,dari pada aku mati sia-sia,mendingan aku pergi dari rumah" Timpal Endang.
"Oke baik,kalau kau maunya seperti itu,aku talak kau sekarang juga,kau keluar dari rumah tanpa izin suami,dasar istri durhaka! " Ucap Deddy geram.
Deddy pun menutup teleponnya,ia kembali ke teras menghampiri anak-anaknya.
"Rani,Lala mana?" Tanya Deddy menanyakan anaknya yang paling bungsu yang berusia satu setengah tahun.
"Di titip sama bude sebelah pah" Jawab Rani.
"Hmm,benar-benar tega sekali si Endang meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil-kecil" Gumam Deddy geram.
"Mulai sekarang kalian harus mandiri ya dan mulai sekarang kalian harus bisa bersih bersih rumah,untuk baju sehari-hari kalian cuci sendiri dan untuk baju sekolah,nanti papah laundry kan aja" Ucapnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum,Ded ini Lala nya nangis terus,mungkin dia mau minum susu" Tiba-tiba bude tetangga sebelah rumah datang sambil menggendong Lala.
Lala yang tengah di gendong si bude itupun menjerit-jerit sambil menangis.
"Sini bude,biar saya gendong" Deddy meraih Lala dari gendongan bude.
"Bude,tadi Endang ngomong apa pas waktu nitip Lala?" Tanya Deddy.
"Cuma bilang,bude nitip Lala ya,aku mau pergi dulu,gitu aja Ded" Sahut bude.
"Dia gak bilang mau pergi kemana gitu sama bude?" Tanya Deddy lagi.
"Enggak Ded" Timpal bude.
"Bude,mulai besok mau gak bude ngasuh Lala,nanti aku kasih gaji perbulannya" Ucap Deddy.
"Oke makasih ya bude,maaf hari ini bude jadi repot harus jagain Lala" Ucap Deddy.
"Iya gak apa-apa Ded,cuma mungkin dia itu haus mau minum susu kali Ded,soalnya Lala baru bangun langsung nangis-nangis" Timpal bude.
"Dewi,tolong bikinkan adekmu susu" Ujar Deddy pada Dewi.
"Ok pah" Dewi langsung pergi ke dapur.
__ADS_1
"Ya udah,kalau begitu saya permisi dulu ya Ded" Ucap bude,ia pun berlalu dari rumah Deddy.
Malam harinya sekitar pukul 19.00 Deddy menyuruh Rani memasak nasi di rice cooker, sedangkan ia sendiri keluar membeli lauk pauk serta sayur di rumah makan Padang.
****
Sejak saat itu Deddy sudah terbiasa menjadi ibu sekaligus bapak buat anak-anaknya dan Endang pun sudah tak bisa di hubungi,entah nomor Deddy di blokir atau dia menggantikan nomor ponselnya.
"Bude,seperti bisa saya titip Lala ya,saya mau berangkat kerja dulu" Ucap Deddy.
"Ded,susunya Lala udah habis loh,kemarin itu terakhir bikin susu tinggal sisa sedikit" Ucap bude.
"Oh ya?ini uangnya untuk beli susu,tolong bude belikan saja di Indomaret ya" Deddy menyodorkan uang dua ratus ribu rupiah pada bude.
"Iya nanti saya belikan,gimana Ded,Endang udah ada kabar belum?" Tanya bude.
"Enggak tahu sekarang di mana rimba nya bude,soalnya handphonenya Endang gak bisa di hubungi lagi" Timpal Deddy.
"Kasihan sekali anak-anak kamu,masih kecil-kecil butuh perhatian mamanya,tapi ia malah pergi,kamu pasti kelelahan mengurus anak-anak kamu ya Ded?" Tanya bude ikut prihatin dengan kondisi Deddy.
"Ya sudahlah bude,mungkin ini sudah takdir saya,saya pamit dulu ya bude,saya buru-buru mau nganterin anak-anak sekolah dulu,habis itu lanjut pergi ke kantor,takutnya kesiangan" Deddy berpamitan.
"Oh iya Ded,monggo" Timpal bude.
__ADS_1
BERSAMBUNG
****