
( POV Siska )
Namaku Siska Wijaya,usiaku sekarang menginjak 20 tahun dan kuliah di salah perguruan tinggi di Palangkaraya.Aku adalah mahasiswi semester 2 jurusan Akuntansi.
Papaku seorang pengusaha yang sangat super sibuk dan sering pergi keluar kota untuk urusan bisnisnya.Mamaku seorang pengusaha toko mebel,tapi Mama lebih mempercayakan usahanya pada adik kandungnya yang bernama Jaka.
Mamaku lebih sering berkumpul bersama teman teman sosialitanya,untuk mengadakan charity,arisan bahkan sering jalan jalan ke luar negeri bersama teman temannya.
"Siska"Teriak Sulis memanggil nama Siska.
"Iya lis,kamu kenapa lari lari sampai ngos-ngosan begitu?Tanya Siska.
"Aku mau ke ruangan Pak Bisma,tolong antarin aku kesana dong Sis please"Sulis memohon pada Siska.
"Hmmm...malas banget aku ketemu sama dosen angkuh seperti dia"Ucap Siska menolak.
"Please dong Sis,antarin aku yuk"Sulis memaksa dan menarik tangan Siska.
Siska pun akhirnya menuruti ajakan Sulis sahabatnya itu.Sesampainya di depan ruangan Pak Bisma,Sulis pun mengetuk pintu.
"Tok...tok...tok"Tangan Sulis gemetar mengetuk pintu.
"Kenapa tanganmu gemetaran gitu,kayak orang tremor tahu gak hehehe"Celetuk Siska meledek Sulis.
"Masuk"Ujar Pak Bisma.
"Permisi Pak,saya mau menyerahkan tugas saya Pak"Ucap Sulis gugup.
"Oh,ya sudah,letakan saja di meja"Ucap Bisma tanpa menoleh sedikitpun ke arah Sulis dan Siska.
Bisma pun sibuk dengan layar laptop yang ada di hadapannya,dan terus saja mengetik tanpa mempedulikan siapapun yang datang.
"Kalau begitu,saya permisi dulu Pak"Ucap Sulis.
"Ya"Jawab Bisma acuh.
Sulis dan Siska pun keluar dari ruangan Bisma, sesampainya di depan ruangan Bisma.
"Huh! dasar dosen angkuh,baru juga jadi dosen honorer sombongnya minta ampun"Celetuk Siska kesal.
"Hussss,jangan ngomong gitu Sis,ntar kalau dia dengar gimana?Ujar Sulis mengingatkan Siska.
"Apa kamu bilang?Suara Bisma mengagetkan Siska dan Sulis.
"Eh anu Pak ta-tadi ma-maaf ta-tadi saya lagi bercanda Pak"Jawab Siska gugup dan terbata bata.
"Apa kamu bilang tadi barusan,saya mau dengar sekali lagi! Bisma menatap tajam pada Siska.
Sulis pun yang sejak tadi berdiri di samping Siska,lututnya gemetaran dan sampai kencing di celana saking takutnya melihat wajah Bisma merah padam menahan emosi.
"Ya kan memang benar,seluruh mahasiswa di kampus ini juga udah pada tahu,kalau Pak Bisma adalah dosen paling angkuh dan sombong! Ucap Siska dengan lantang.
"Sis,Siska"Sulis menarik lengan Siska dengan wajah ketakutan.
"Diam lis,sekali kali orang seperti ini kita lawan,biar dia sadar diri! Ucap Siska emosi.
"Kamu,ikut ke ruangan saya! Ujar Bisma tegas sambil menunjuk ke arah Siska.
Bisma pun segera berlalu menuju ke ruangannya dan di ikuti oleh Siska dari belakang.
"Duduk! Ujar Bisma menyuruh Siska duduk.
Sementara Sulis lari ke parkiran dan masuk ke dalam mobilnya lalu pulang untuk mengganti celananya yang basah.
"Siska berani sekali kamu ya,membicarakan dosen kamu sendiri,lancang sekali kamu! Ucap Bisma kesal sambil mengeraskan rahangnya.
"Terus salahnya dimana,saya kan bicara fakta Pak"Ucap Siska santai.
"Kamu,akan saya beri hukuman,karena kamu sudah lancang sama saya! Bisma setengah berteriak pada Siska.
Siska hanya menjebikan bibirnya dan menggoyang goyangkan kakinya sambil memalingkan wajahnya ke arah luar.
"Ini tugas buat kamu,dalam minggu ini harus sudah selesai! Ujar Bisma tegas pada Siska.
"Hah! yang benar aja Pak,ini banyak sekali tugasnya,kalau di kasih waktu seminggu mana saya sanggup"Ucap Siska protes.
"Saya tidak mau tahu,selesaikan dalam waktu seminggu! Ujar Bisma tegas.
Siska pun meraih buku yang ada di hadapannya tersebut lalu berdiri.
"Kalau begitu,saya permisi! Ucap Siska kesal.
"Dasar dosen angkuh,baru jadi dosen honorer aja sombongnya minta ampun,pantas saja udah umur 32 tahun masih jomblo,aku rasa dia akan jadi bujang lapuk selamanya"Siska menggerutu sambil berjalan menuju kelasnya.
"Eh,Mir kamu lihat Sulis gak?Tanya Siska pada Mira.
"Gak tuh,kayaknya Sulis belum datang deh Sis"Sahut Mira.
"Belum datang apaan,orang tadi dia sama aku kok"Timpal Siska.
"Lah kalau sama kamu,ngapain nanya sama aku?Sahut Mira.
Siska pun mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya,lalu menghubungi Sulis.
Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"
"Lis,kamu dimana?Tanya Siska pada Sulis.
"Aku lagi di jalan,bentar lagi nyampe"Jawab Sulis lalu mematikan ponselnya.
"Sis,apa kata Sulis, sekarang dimana dia?Tanya Mira penasaran.
"Katanya lagi di jalan,bentar lagi nyampe"Sahut Siska.
__ADS_1
"Bentar lagi kelas di mulai Sis,Sulis belum datang juga"Mira mulai panik.
"Selamat siang semuanya,bisa kita mulai pelajaran hari ini?Tiba tiba suara Bu Dewi mengejutkan Siska dan Mira.
"Bisa Bu"Jawab para mahasiswa dan mahasiswi yang ada di ruangan tersebut.
"Tok...tok...tok"Sulis mengetuk pintu.
"Permisi Bu,maaf saya telat Bu"Ucap Sulis pada Bu Dewi.
"Silahkan masuk"Ujar Bu Dewi.
"Sssttt,lis kamu dari mana?Tanya Siska pada Sulis.
"Tadi aku pulang dulu ke rumah Sis,soalnya tadi aku kencing di celana"Ucap Sulis setengah berbisik.
"Hahahaha"Siska terbahak-bahak mendengar pengakuan Sulis.
"Siska! Ujar Bu Dewi menegur Siska.
"Eh,maaf Bu"Siska menutup mulutnya.
Setelah dua jam belajar di dalam kelas, akhirnya Bu Dewi pun mengakhiri pembelajaran hari ini.
"Teng...teng...teng"Suara lonceng jam istirahat telah berbunyi.
"Sulis,Mira ayo kita ke kantin,perutku udah lapar nih"Ajak Siska pada kedua sahabatnya.
"Ayo"Sahut Mira.
Mereka bertiga pun berjalan menuju ke kantin dan sedang asik berjalan tiba-tiba berpapasan dengan Bisma.
"Dosen angkuh lewat"Bisik Siska pada kedua sahabatnya.
"Hussss,diam kamu Sis,ntar kejadian kayak tadi siang lagi"Ucap Sulis mengingatkan.
Bisma pun sempat menoleh ke arah Siska dengan tatapan yang sangat sulit untuk di artikan.Semua orang juga mengakui kalau Pak Bisma itu ganteng dan cool,tapi sayang sikapnya yang angkuh dan sombong itu jadi tidak menarik di mata para mahasiswa dan mahasiswinya.
Sesampainya di kantin Siska,Sulis dan Mira pun memesan bakso dan teh botol.
"Eh Mir,kamu tahu gak,tadi Sulis kencing di celana loh hahahaha"Siska tertawa terbahak-bahak meledek Sulis.
"Iya kan,itu juga gara gara kamu Sis"Sahut Sulis kesal.
"Ada apa sih,kok aku ketinggalan info nih,kok bisa kamu kencing di celana lis hehehe"Mira pun terkekeh mendengar ucapan Siska.
"Tanya aja tuh sama orangnya"Timpal Siska sambil mengerucutkan bibirnya ke arah Sulis.
"Puas kalian ya,meledek aku terus dari tadi"Ucap Sulis kesal.
"Hahahaha"Siska dan Mira pun tertawa bersamaan.
Satu minggu kemudian,Siska pun bersemangat untuk menyerahkan tugas hukumannya kepada Pak Bisma,dosen yang selama ini ia anggap angkuh dan sombong itu.
"Tok...tok...tok"Siska mengetuk pintu ruangan Bisma.
"Pak,saya mau menyerahkan tugas saya Pak"Ucap Siska seraya menyodorkan buku ke meja Bisma.
Bisma pun segera membuka buku Siska dan mengecek tugas yang sudah Siska kerjakan.
"Ini masih banyak yang harus kamu perbaiki,dan kamu silahkan perbaiki disana! Ujar Bisma sambil menunjuk ke arah sofa dan meja yang tak jauh dari tempat duduknya.
"Salahnya dimana Pak,saya sudah bekerja keras setiap malam untuk mengerjakan tugas ini,bahkan sampai rela begadang Pak"Ucap Siska protes.
"Kerjakan apa yang saya perintahkan"Ujar Bisma tegas.
Dengan langkah gontai Siska pun berjalan menuju sofa yang di tunjuk Bisma.Sialnya Ketika sedang berjalan tali sepatu Siska terinjak sama sepatu sebelah miliknya,dan tubuh Siska pun oleng.
"Aaa aw aduh! Teriak Siska tersungkur dan sikut lengannya berdarah kena ujung meja.
"Kamu kenapa sih ceroboh banget,hati hati dong"Ujar Bisma lalu ia mengambil Betadine dan kain kasa.
"Iya namanya juga gak sengaja menginjak tali sepatu sendiri Pak"Siska meringis menahan sakit.
"Sini saya obati"Tangan Bisma meraih tangan Siska lalu mengoleskan Betadine dengan kain kasa.
Siska memandang dosen angkuhnya itu dari jarak yang hanya beberapa centimeter saja.Dan Siska pun terus saja memperhatikan wajah dosen angkuhnya tersebut.
"Hmm... ternyata Pak Bisma baik dan perhatian juga ya"Batin Siska.
"Ini sudah di obati,lain kali hati hati ya"Ucap Bisma.
Siska yang masih memandangi wajah Bisma itupun tidak mendengar apa yang di ucapkan dosennya itu.
"Ah,ternyata kalau di perhatikan dari dekat ganteng juga ya,tapi sayang kenapa dia sangat angkuh sekali"Batin Siska.
"Halloooo"Bisma melambaikan tangannya di depan wajah Siska yang sejak tadi termenung dan menatap wajahnya.
"Eh,iya Pak maaf"Jawab Siska gugup.
"Sebaiknya kamu kerjakan tugas kamu di kelas saja,nanti sore kamu serahkan lagi ke saya"Ujar Bisma.
"Baik Pak"Sahut Siska sambil berdiri kemudian pamit dan pergi menuju kelasnya.
Di dalam kelas Siska yang biasanya ngerumpi sama Mira dan Sulis,Siska kini tengah sibuk berkutat dengan tugas yang di berikan oleh Bisma.
"Sis,kamu lagi ngapain sih,dari tadi sibuk belajar terus?Tanya Mira.
"Oh,sekarang dia sudah berubah Mir,sekarang Siska udah menjadi murid teladan hahahaha"Sulis pun meledek Siska.
Sore harinya waktu pulang pun telah tiba,Siska pun segera bergegas menuju ke ruangan Bisma,namun sayang pintunya telah tertutup.
"Cari siapa mbak?Tanya office boy pada Siska.
__ADS_1
"Eh,ini lagi cari Pak Bisma,tapi kok pintunya sudah di tutup ya?Sahut Siska.
"Pak Bisma sudah pulang mbak"Timpal office boy memberitahukan pada Siska.
"Oh begitu ya?Ucap Siska kecewa.
"Mbak langsung ke rumahnya aja,gak jauh kok dari sini,rumahnya di belakang kampus ini"Ucap office boy tersebut menjelaskan.
"Oh gitu ya,rumahnya yang sebelah mana?Tanya Siska lagi.
"Pokoknya pas di belakang kampus,depan rumahnya ada pohon mangga besar mbak"Timpal office boy.
"Oke,terima kasih informasinya ya"Siska pun segera berlalu menuju ke parkiran dan menyalakan mesin mobilnya.
"Kayaknya ini deh rumah Pak Bisma,ada pohon mangga besar pas di depan rumahnya"Gumam Siska.
Siska pun turun dari mobilnya,lalu ia pun memasuki halaman rumah Pak Bisma yang sederhana namun tampak sangat asri.
"Tok...tok...tok"Siska mengetuk pintu rumah Bisma.
"Assalamualaikum Pak Bisma"Ucap Siska sambil mengetuk pintu.
Setelah lama mengetuk pintu tapi tak ada yang membukakan pintu,Siska pun berjalan ke arah samping rumah,ia pun melihat pintu dapur terbuka dan ada suara musik.
"Tok...tok...tok"Siska mengetuk pintu dapur yang terbuka itu.
"Assalamualaikum Pak Bisma"Ucap Siska setengah berteriak.
"Wallaikumsallam"Bisma keluar dari dapur.
"Pak,ini saya mau menyerahkan tugas saya"Siska menyodorkan buku pada Bisma.
"Maaf saya sedang sibuk"Bisma langsung berlari menuju ke arah dapur.
Siska pun memberanikan diri untuk masuk ke dapur Bisma,Siska kaget melihat Bisma sedang memasak di dapur,ia pikir laki laki seperti Pak Bisma tidak bisa memasak.
"Lagi masak apa Pak?Tanya Siska yang sudah berdiri di belakang Bisma.
"Eh,kamu kok masuk kesini?Bisma kaget mendengar suara Siska di belakang punggungnya.
"Ternyata bapak pandai masak juga ya"Ucap Siska memuji Bisma.
Bisma tak menimpali omongan Siska,ia hanya menoleh sebentar,kemudian mengambil dua piring di atas rak lalu memasukan nasi goreng ke dalam dua piring, kemudian berlalu menuju meja makan.
"Pak,kok saya di cuekin"Ucap Siska protes.
"Makan"Ujar Bisma sambil menyodorkan sepiring nasi goreng di hadapan Siska.
Bisma pun menyantap nasi goreng buatannya sambil mendengarkan musik klasik yang terdengar sejak tadi.
"Ngapain masih berdiri disitu,silahkan duduk dan makan"Ujar Bisma tanpa menoleh ke arah Siska.
"I-iya Pak,terima kasih Pak"Jawab Siska gugup.
Bisma pun berdiri mengambil dua gelas air putih,lalu satu yang gelasnya di letakkan di depan Siska.
"Wah,ternyata nasi goreng buatan bapak enak juga ya"Siska memuji Bisma.
"Biasa aja,cuma nasi goreng"Jawab Bisma enteng.
"Tapi ini beneran enak loh Pak,aku aja belum tentu bisa memasak nasi goreng seperti ini"Ucap Siska jujur.
"Memangnya kamu di rumah tidak pernah memasak?Tanya Bisma pada Siska.
"Tidak Pak,kan ada bik Ijah hehehe"Jawab Siska sambil cengengesan.
"Jadi kamu bisanya apa aja?Tanya Bisma.
"Bisanya apa ya......
"Bisanya jalan jalan,senang senang dan menghambur menghamburkan uang orang tua,iyakan?Tanya Bisma.
Seketika tenggorokan Siska tercekat dan terasa sangat seret,kemudian Siska pun mengambil segelas air putih yang ada di hadapannya.
"Pak,kenapa bapak itu kalau ngomong suka ketus begitu,udah gitu mukanya gak pernah senyum lagi,apa bapak lagi banyak masalah ya?Ucap Siska menebak nebak.
"Jangan sok tahu"Jawab Bisma ketus.
"Yeee tapikan aku bicara fakta,emang bapak itu gak pernah senyum kalau di kampus,wajahnya selalu tegang"Timpal Siska polos.
"Cepat makannya, sebentar lagi Maghrib,ntar orang tua kamu nyariin"Ujar Bisma.
"Orang tuaku dua duanya sibuk,jadi mana peduli dengan aku,mau pulang atau tidak,mereka tidak akan pernah peduli"Ucap Siska dengan raut muka sedih.
"Orang tua kamu sibuk apa?Tanya Bisma.
"Papa sering keluar kota untuk mengurus bisnisnya dan jarang pulang,sedangkan mama sibuk dengan teman teman sosialitanya"Timpal Siska.
Siska pun sudah selesai makan,lalu ia segera ke dapur hendak mencuci piring bekas makannya.
"Kamu mau ngapain?Tanya Bisma.
"Mau cuci piring Pak"Jawab Siska.
"Gak usah di cuci,biarkan saja piringnya disitu, sebaiknya kamu cepat pulang,gak enak berduaan di dalam rumah ini,nanti kalau ada tetangga yang lihat di sangkanya kita macam macam lagi"Ujar Bisma pada Siska.
"Oke baik Pak,terima kasih untuk nasi gorengnya Pak"Siska pun segera mengambil tas miliknya yang di letakkan di atas kursi dekat meja makan.
"Jangan lupa,besok serahkan lagi tugasmu,ini baru sebagian kamu kerjakan"Ujar Bisma.
"Iya Pak,besok saya serahkan tugas sisanya Pak,permisi Pak Assalamualaikum"Siska pun berlalu menuju ke arah mobil tempat di mana ia memarkirkan mobilnya.
"Wallaikumsallam"Sahut Bisma sambil memandangi kepergian Siska dari hadapannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
*******