
( POV Melly )
"Tok...Tok...Tok" Melly mengetuk pintu ruang perawatan Bu Ida.
"Assalamualaikum" Ucap Melly ketika hendak masuk ke dalam ruang perawatan.
"Wa'allaikumsallam" Sahut Bu Ida dan Lisna secara bersamaan.
"Bu" Melly langsung memeluk Bu Ida sambil meneteskan air matanya.
"Ibu sudah sembuh nak,jangan khawatir" Ucap Bu Ida sambil memeluk anak bungsunya itu.
"Maafkan Melly Bu,Melly baru sempat datang kemari" Ucap Melly.
"Iya gak apa-apa nak,ibu baik baik saja,kata dokter hari ini ibu sudah boleh pulang ke rumah" Sahut Bu udah sambil mengelus rambut Melly.
"Iya Mel,kata dokter hari ini ibu udah boleh pulang" Timpal Lisna.
"Teh,makasih ya udah jagain ibu" Melly langsung memeluk kakak iparnya itu.
"Iya sama-sama Mel,inikan udah menjadi kewajiban kami sebagai anaknya untuk mengurus ibu" Ucap Lisna.
Sementara di tempat lain,Shandy dan Bayu ke bagian kasir untuk membayar semua biaya administrasi rumah sakit.
"Semuanya sudah selesai,sekarang kita tinggal jemput ibu ke ruangannya" Ucap Shandy.
"Terima kasih banyak pak,bapak udah mau membayar semua biaya rumah sakit ibu" Ucap Bayu pada Shandy.
"Sama sama Bayu,ini sudah menjadi kewajiban saya" Timpal Shandy.
Shandy dan Bayu pun segera bergegas menuju ke ruang perawatan Bu Ida.
"Udah siap semuanya?" Tanya Bayu pada Lisna.
"Udah A,ini semua barang barangnya" Lisna menyodorkan tikar dan tas berisi pakaian milik Bu Ida pada Bayu.
"Ibu" Ucap Shandy sambil menyalami ibu mertuanya itu.
"Nak Shandy,terima kasih sudah mau jenguk ibu jauh jauh datang kemari nak" Ucap Bu Ida.
"Iya Bu,yang penting sekarang ibu sudah sembuh ya Bu" Sahut Shandy.
"Iya,ibu sudah sembuh nak,ini sudah boleh pulang" Kata Bu Ida.
Bu Ida naik ke atas kursi roda dan dorong oleh Bayu menuju area parkir rumah sakit dan di ikuti oleh Melly,Lisna dan Shandy dari belakang.
"Jo,ayo bantuin Jo" Ujar Shandy pada Bejo yang tengah asik menghisap rokok di bawah pohon.
"Siap pak" Bejo langsung membuka bagasi mobilnya dan memasukkan semua barang barang milik Bu Ida.
__ADS_1
Bayu dan Shandy membimbing Bu Ida masuk ke dalam mobil,kondisi Bu Ida masih sedikit lemah dan belum kuat untuk berdiri lama lama.
"Sudah masuk semuanya,ayo sekarang kita berangkat Jo" Ujar Shandy.
Bejo pun mengendari mobil menuju ke rumah Bu Ida.Lima belas menit kemudian kendaraan yang bawa Bejo pun telah sampai di depan rumah Bu Ida.
"Ayo Bu,pelan pelan aja jalannya" Ucap Bayu membimbing Bu Ida jalan masuk ke dalam rumah.
Beberapa tetangga Bu Ida pun datang menjenguk ke rumah,ketika melihat mobil Shandy terparkir di halaman rumah.
"Semoga lekas sembuh ya Bu Ida" Ucap bik Odah.
"Maaf Bu Ida,kami gak sempat jenguk ke rumah sakit,rencananya sore ini kami ramai ramai mau ke rumah sakit,tapi Bu Ida udah keburu pulang duluan hehe" Ucap Maryani.
"Aamiin makasih Odah" Ucap Bu Ida.
"Iya gak apa-apa Mar,sekarang kan saya udah sembuh hehe" Ucap Bu Ida.
Tetangga yang lain pun ikut menyalami Bu Ida,lalu mereka pun berpamitan untuk pulang.
"Bu makan ya,ini tadi bang Shandy beliin sate buat ibu" Melly menyodorkan sepiring nasi dan sate pada Bu Ida.
"Terima kasih nak Shandy,ibu jadi ngerepotin terus ya nak" Ucap Bu Ida.
"Engga ngerepotin kok Bu,itu tadi kebetulan kami mampir makan di rumah makan sate Maranggi,ya sudah jadi sekalian aja di bungkus buat ibu hehe" Sahut Shandy.
"Makasih Mel,makasih Pak Shandy" Ucap Lisna.
"Oh iya,Nisa kemana teh,kok dari tadi gak kelihatan?" Melly menanyakan keponakannya.
"Ada di titip sama neneknya Mel" Sahut Lisna.
...............................................................................
Malam harinya sekitar pukul 22.08 semuanya sudah terlelap tidur.Bu Ida sudah tidur di kamar tengah,Bayu dan Lisna sudah tidur di kamar belakang dan Bejo pun sudah tertidur pulas di Sofa ruang tamu.Sementara Melly dan Shandy tidur di kamar depan.
"Sayang,Abang lagi pengen nih" Bisik Shandy.
"Bang,tapi disini gak bisa berisik,nanti bisa kedengaran sama yang lain" Ucap Melly pelan.
"Ya udah gak apa-apa,kali ini kita main diam diam aja,gak usah bersuara" Timpal Shandy.
"Hehehe,permainan macam apa itu diam diaman,gak seru kali bang hehehe" Melly tertawa terpingkal pingkal.
"Permainan jaman kolonial Belanda,jadi gak boleh berisik,kalau berisik nanti ketahuan hehehe" Sahut Shandy terkekeh.
"Nih pegang sayang" Shandy mengarahkan tangan Melly ke senjata miliknya.
"Hehehe,apa ini bang?" Melly mengelus-elus senjata milik Shandy.
__ADS_1
"Sayang,tadi sore makan sate kambing,jadi Abang sekarang udah naik di ubun-ubun nih" Ucap Shandy sambil tersenyum.
"Hayu atuh,kasihan yang di bawah udah gak kuat kayaknya" Melly meremas senjata milik Shandy.
Tak butuh waktu lama keduanya pun bermain di keheningan malam,tak ada suara apapun dari keduanya saat melakukan permainan.
"Sayang,Abang udah mau keluar nih" Bisik Shandy pada Melly.
"Iya udah,keluarin aja bang" Bisik Melly.
Shandy pun mencabut senjatanya,kemudian ia pun melakukan pelepasan.
"Sayang,kok lucu ya,kita gak pernah main kayak tadi,jadi kayak apa gitu,main kok diam diam,gak ada suara apapun,cuma gerakan doang hehe" Ucap Shandy menahan tawanya.
"Sssstttttt,selama kita tinggal di sini,sabar ya bang hehe" Melly memeluk Shandy.
..............................................................................
Keesokan paginya Shandy dan Melly pun sudah mandi dengan rambut basah,karena keduanya telah mandi junub dan keramas.
"Mau keluar dari kamar aja malu sayang" Ucap Shandy.
"Malu Kenapa bang?" Tanya Melly mengernyitkan dahinya.
"Malu,rambut Abang basah habis di keramas hehe" Sahut Shandy.
"Hehehe,ada ada aja Abang ini,mereka pasti maklum atuh bang,mereka kan tahu kita suami istri" Timpal Melly sambil terkekeh.
"Begini ya rasanya tinggal di rumah mertua sayang,ruang gerak jadi serba terbatas hehehe" Sahut Shandy sambil terkekeh.
"Tok...Tok...Tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Mel,sarapan dulu Mel" Terdengar suara Lisna di balik pintu.
"Iya teh,sarapan duluan aja teh" Jawab Melly setengah berteriak.
"Sayang,bagaimana kuliah kamu?" Tanya Shandy.
"Alhamdulillah lancar lancar aja bang,mungkin bulan depan Melly udah mulai magang bang" Timpal Melly.
"Magang di perusahaan Abang aja kalau begitu sayang,gak usah magang di tempat lain" Ujar Shandy.
"Boleh juga bang,sekalian belajar megang perusahaan Abang,iyakan?" Tanya Melly.
"Iya,biar nanti Aldo yang bimbing kamu,sayang" Ucap Shandy.
BERSAMBUNG.....
******
__ADS_1