Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 60. Sidang Tindak Pidana Korupsi.


__ADS_3

( POV Shandy )


Sidang Tindak Pidana Korupsi yang di lakukan oleh Shinta akan di laksanakan esok pagi. Shandy pun selaku pemilik perusahaan harus hadir di persidangan tersebut.


Shinta sebagai terdakwa tindak pidana korupsi itu pun,sudah melalui berbagai tahap proses penyelidikan,penyidikan,penuntutan,pemeriksaan sidang pengadilan dan tahap pelaksanaan putusan.


Shandy pun di jemput ke airport oleh Tukimin dan sesampainya di rumah,Shandy segera bergegas menuju ke kamarnya untuk beristirahat.


Keesokan paginya Shandy turun dari lantai atas menuju ke ruang makan,tampak Siska dan Bisma pun sedang duduk menikmati sarapan pagi.


"Selamat pagi pah" Sapa Siska ketika melihat Shandy menghampiri ke meja makan.


"Pagi semuanya" Sahut Shandy.


"Sarapan pah" Ucap Bisma.


"Iya lanjut Bisma,bagaimana terkait sidang yang akan di gelar hari ini Bisma?" Tanya Shandy.


"Mudah mudahan sidang hari ini berjalan lancar pah,karena Shinta tetap ngotot dan memohon agar kita mencabut laporannya pah" Ucap Bisma.


"Ini tidak bisa di biarkan Bisma,dia tega telah menggelapkan dana perusahaan,kita harus lanjutkan kasus ini ke jalur hukum supaya ada effect jera buat dia" Timpal Shandy sambil meminum susu hangat buatan bik Ijah.


"Iya benar sekali pah,saya lihat juga orang seperti Shinta ini termasuk orang yang nekat dan bisa menghalalkan segala cara untuk ambisinya" Sahut Bisma.


"Coba hari ini libur kuliah,Siska pengen ikut ke pengadilan pah" Ucap Siska.


"Kamu gak usah capek-capek datang ke pengadilan Siska,sebaiknya kamu kuliah saja" Ujar Shandy.


"Iya pah" Sahut Siska.


"Kalau Bisma memang harus hadir,karena Bisma adalah saksi di persidangan" Ucap Shandy.


Selesai sarapan Siska pun berpamitan kepada Shandy dan Bisma untuk berangkat ke kampus.


"Bisma,kita berangkat sekarang" Ajak Shandy pada menantunya itu.


"Iya pah,mari" Sahut Bisma.


Shandy dan Bisma pun berangkat ke kantor pengadilan negeri di antar oleh Tukimin. Sesampainya di kantor pengadilan,terlihat Luhut Sitompul sudah menunggunya di sana.


Sidang pun akan segera di mulai,tampak Shinta berjalan mendekati Shandy.


"Pak Shandy,saya mohon pak,tolong cabut tuntutan bapak sama saya, kasihanilah saya pak,saya seorang single parents dan memiliki seorang anak pak" Ucap Shinta memohon dengan wajah memelas.


"Saya tidak akan pernah mencabut tuntutan saya Shinta,orang seperti kamu harus di beri pelajaran supaya tidak bertindak hal yang sama di kemudian hari,paham kamu! " Timpal Shandy sambil mengeraskan rahangnya.

__ADS_1


"Tapi pak,masa bapak tega sama saya pak,saya seorang single parents....


"Cukup Shinta,jangan kamu jadikan status single parents kamu atau pun anak kamu itu sebagai alasan atau tameng,supaya aku mengasihani kamu" Timpal Shandy tegas.


Sidang pun telah di mulai,Shandy pun masuk ke ruang pengadilan di temani oleh pengacaranya Luhut Sitompul dan Bisma pun di hadirkan sebagai saksi di persidangan tersebut.


Di sebrang Shandy tampak Shinta dengan wajah pucat dan gelisah,ia panik akan di jatuhkan hukuman yang seberat-beratnya.


Jaksa penuntut umum pun telah membacakan tuntutan,dalam isi pasal tersebut jelas bahwa pelaku korupsi atau para koruptor akan diberikan sanksi berupa pidana penjara minimal empat tahun maksimal dua puluh tahun dengan denda minimal sebesar dua ratus juta dan maksimal satu miliar.


Sidang pun telah selesai di laksanakan,Shandy, Bisma dan Luhut Sitompul pergi makan siang bersama di cafe milik Shandy.


"Pak Luhut,saya ucapkan terima kasih banyak,atas bantuan dan kerja keras pak Luhut,berkat bantuan pak Luhut masalah ini jadi clear" Ucap Shandy.


"Sama sama Pak Shandy,ini semua berkat menantu anda juga pak,kalau tidak ada Bisma,apa jadinya cafe ini pak,mungkin selamanya Shinta akan berbuat curang di cafe ini" Timpal Luhut.


"Iya Bisma,ini semua berkat kamu,kamulah yang telah membongkar kedok kecurangan Shinta,saya benar benar berterima kasih banyak sama kamu Bisma" Ucap Shandy sambil menepuk-nepuk bahu menantunya itu.


"Sudah seharusnya saya menyelamatkan perusahaan ini pah,saya tidak akan tinggal diam,kalau ada yang berbuat curang" Sahut Bisma.


"Saya bangga punya menantu seperti kamu Bisma" Ucap Shandy memuji.


"Ah papa bisa saja hehehe,kan memang sudah tugas saya berkontribusi untuk perusahaan ini pah" Timpal Bisma.


"Pak Luhut, menantu saya ini sebelumnya jadi dosen,makanya dia cerdas dan saya percaya,kalau ia mampu untuk menghandle perusahaan ini" Ucap Shandy bangga.


"Pah,sebelumnya Bisma mau minta maaf dulu ya pah" Ucap Bisma.


"Minta maaf soal apa,Bisma?" Tanya Shandy.


"Kalau boleh saya kasih saran dan masukan,ini pun kalau di terima sama papa,kalau engga pun ya gak apa-apa" Ucap Bisma.


"Saran apa Bisma?" Tanya Shandy penasaran.


"Kalau boleh nih pah,bagaimana kalau di cafe ini,kita adakan menu tambahan,menu makanan ciri khas Bali misalnya pah" Ucap Bisma.


"Wah boleh juga tuh Bisma,saran dan ide yang sangat bagus" Timpal Shandy.


"Kita tambah menu baru,supaya ada inovasi baru pah,biar pengunjung juga gak bosen dengan menu yang itu itu aja" Ucap Bisma menjelaskan.


"Wah hebat,keren sekali menantu pak Shandy ini,kayaknya usaha kuliner pak Shandy akan tambah maju di tangan Bisma" Timpal Luhut.


"Inikan baru wacana pak Luhut,doain ya supaya kedepannya semakin maju pak hehehe" Sahut Bisma.


"Kalau boleh tahu,menu apa saja yang akan di tambahkan di cafe ini Bisma?" Tanya Shandy.

__ADS_1


"Menunya seperti ayam betutu,sate lilit,nasi campur,serombotan,lawar,laklak,komoh dan rujak buleleng Bali pah" Sahut Bisma.


"Boleh juga,semakin banyak menu,semakin banyak pilihan,itu ide yang sangat bagus" Timpal Shandy.


"Bila perlu kita datangkan dari Bali langsung tukang masak yang benar-benar ahli di bidangnya pah" Ucap Shandy.


"Boleh,papa setuju dengan ide kamu Bisma" Timpal Shandy.


"Selain tujuannya memperkenalkan makanan ciri khas Bali, pengunjung disini juga kalau mau makan makanan ciri khas Bali,tidak perlu jauh-jauh datang ke Bali,cukup datang kesini saja hehehe" Ucap Bisma.


"Betul itu" Timpal Luhut.


Selesai makan siang Bisma berpamitan pada Shandy untuk pergi ke toko mebel.


"Pah,saya pamit dulu mau ke toko mebel" Ucap Bisma.


"Oke Bisma,kamu hati hati di jalan ya" Timpal Shandy.


"Mari pak Luhut,saya pamit dulu ya" Ucap Bisma.


"Iya Bisma,silahkan" Timpal Luhut.


Bisma pun segera berlalu dari cafe tersebut dan Tukimin mengikuti langkah Bisma dari belakang.


"Min,kenapa kamu ikuti saya?" Tanya Bisma.


"Saya mau antar pak Bisma dong hehehe" Ucap Tukimin sambil cengengesan.


"Mau antar saya,atau mau ketemu sama Lasmi?" Timpal Bisma meledek.


"Iya,itu bapak tahu hehe" Sahut Tukimin malu malu.


"Sebaiknya kamu pamit dulu sama pak Shandy min" Ujar Bisma.


"Oh iya lupa pak" Tukimin pun berbalik arah dan berlari menuju ke meja Shandy dan Luhut.


"Permisi Pak Shandy,saya izin mau antar pak Bisma ke toko mebel dulu ya pak,nanti kalau bapak mau pulang ke rumah,biar saya langsung jemput kemari pak" Ucap Tukimin.


"Iya silahkan min,palingan saya pulangnya jam lima sorean" Ucap Shandy.


"Oke baik pak,jam lima saya kemari lagi pak" Timpal Tukimin.


Bisma dan Tukimin pun berlalu dari cafe,lalu berangkat menuju ke toko mebel.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


*******


__ADS_2