Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 28. Ulang Tahun Melly


__ADS_3

( POV Shandy )


Hari ini adalah hari ulang tahun Melly.Aku akan memberikan kejutan untuknya,sebenarnya sudah dari satu bulan yang lalu aku memesan satu unit mobil Honda jazz berwarna merah untuk Melly.Tapi karena warna merah stock nya lagi habis,maka harus inden terlebih dahulu.


Akhirnya setelah menunggu satu bulan lamanya,kemarin marketing showroom menghubungi dan memberitahukan bahwa mobil yang di pesan telah ready.Dan aku pun meminta kepada pihak showroom untuk mengantarkannya besok sore ke apartemen.


Keesokan harinya Shandy dan Melly tengah santai duduk di balkon apartemen,sambil melihat pemandangan gedung gedung kota Jakarta yang menjulang tinggi,Shandy menyeruput secangkir teh hangat buatan Melly.


"Kriinggg... kriinggg.... kriinggg"Handphone Shandy pun berdering dan Shandy pun segera bergegas ke arah ruang tamu.


Shandy meraih ponselnya yang terletak di atas meja ruang tamu,lalu menyentuh tombol yang berwarna hijau.


"Hallo Pak Shandy"Terdengar suara seorang perempuan di ujung telepon.


"Hallo,iya mbak Revi,apa pesanan saya sudah ready?Deddy berkata dengan suara pelan.


"Iya Pak Shandy,mobil akan segera di antar sekarang ke apartemen bapak"Sahut Revi di sebrang telepon.


Shandy pun berjalan menuju kamarnya,supaya percakapannya tidak dengar oleh Melly.


"Oke mbak Revi,kalau sudah sampai di bawah tolong kabari saya ya,biar saya segera turun ke bawah"Ujar Shandy.


"Oke baik Pak Shandy"Sahut Revi.


Shandy pun mengantongi ponselnya,lalu berjalan menuju balkon dan menghampiri Melly yang tengah asik membaca novel.


"Telepon dari siapa bang"Tanya Melly.


"Biasa rekan bisnis Abang sayang"Jawab Shandy enteng sambil menyeruput teh.


Dua puluh menit kemudian handphone Shandy bergetar dan Shandy pun langsung membuka pesan singkat di layar ponselnya.


"Sayang,ikut Abang yuk! Ajak Shandy pada Melly.


"Mau kemana bang?Tanya Melly.


"Ada deh,pokoknya kamu ikut aja yuk"Shandy menarik tangan Melly dan berhenti di ruang tamu.


"Ada apa sih bang,kok terburu buru?Tanya Melly keheranan.


"Sini Abang tutup dulu ya matanya pakai ini"Shandy mengambil sebuah selendang berwarna hitam di atas nakkas.


"Kenapa sih bang,kok harus di tutup segala matanya?Tanya Melly keheranan.


"Sudah,kamu nurut aja ya sayang"Ujar Shandy.


Setelah di tutup matanya Melly pun di tuntun keluar dari apartemen dan berjalan menuju lift.


"Bang,ini kita mau kemana,kok kayak masuk ke dalam lift?Lagi lagi Melly bertanya pada Shandy.


"Sayang,jangan banyak tanya ya,pokoknya ini surprise buat kamu"Timpal Shandy.


Sesampainya di bawah Shandy menggandeng Melly menuju ke area parkir apartemen.Shandy pun memberikan kode pada Revi selaku marketing showroom dan ketiga orang laki laki karyawan showroom tersebut.


"Sayang"Bisik Shandy pada telinga kanan Melly.


"Iya bang,aku deg degan nih bang,sebenarnya ada apa sih?Jawab Melly.


"Sekarang Abang akan buka mata kamu ya"Ucap Shandy sambil membuka selendang yang menutupi mata Melly.


"Surprise"Ucap Shandy dan Revi secara bersamaan.


Melly pun mengucek matanya dan melihat mobil Honda jazz berwarna merah dengan di ikat pita berwarna pink di hadapannya.


"Hah! mobil Honda jazz bang?Tanya Melly kaget.


"Iya sayang"Sahut Shandy sambil tersenyum mengembang di bibirnya.


"Buat aku bang? Melly bertanya sambil menunjuk ke arah dadanya sendiri.


"Iya buat kamu sayang,selamat ulang tahun ya"Ucap Shandy seraya memeluk Melly.


"Aaaaa makasih banget Abangku sayang,aku jadi terharu"Ucap Melly manja dan meneteskan air mata haru bercampur bahagia.


"Selamat ulang tahun ya Bu Melly, panjang umur dan sehat selalu"Ucap Revi sambil menyalami tangan Melly.


"Terima kasih kak"Sahut Melly sambil terisak.


"Sayang,kamu senang gak dengan hadiahnya?Tanya Shandy sambil merangkul pinggang Melly.


"Ya Allah senang banget tahu bang,aku gak nyangka bang,ini seperti mimpi"Melly memeluk Shandy dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Shandy.


"Ini tidak mimpi sayang,ini nyata kado ulang tahun buat kamu"Ucap Shandy sambil mengecup kening Melly.


"Sekali lagi terima kasih Abangku sayang"Melly masih menangis terharu dan semakin erat memeluk Shandy.


"Kalau begitu,saya permisi pamit dulu ya Pak"Ucap Revi pada Shandy.


"Oh iya,terima kasih ya mbak Revi,ini ada sedikit uang bensin buat kalian"Shandy merogoh dompetnya lalu memberikan lima lembar uang ratusan kertas merah pada Revi.

__ADS_1


"Wah terima kasih banyak ya Pak"Ucap Revi sambil meraih uang dari tangan Shandy.


"Iya sama-sama mbak Revi"Timpal Shandy.


"Ini kuncinya Pak"Revi menyodorkan kunci mobil pada Shandy.


"Oh iya, terima kasih mbak Revi"Sahut Shandy.


"Mari Pak Shandy dan Bu Melly,saya permisi pamit dulu ya"Ucap Revi sambil menyatukan kedua telapak tangan di depan dadanya.


"Iya mari kak"Timpal Melly.


"Sayang,ayo kita lihat mobilnya"Shandy menarik tangan Melly menuju mobil baru yang ada di hadapannya.


Shandy pun mengajak Melly masuk ke dalam mobil tersebut dan Shandy menjelaskan kegunaan tombol tombol yang ada di dalam mobil tersebut.


"Sayang,nanti kamu kursus mobil dulu ya"Ujar Shandy pada Melly.


"Iya bang"Jawab Melly dengan wajah sumringah.


"Sebenarnya Abang mau sih ngajarin kamu nyetir,tapi kan Abang besok harus pulang ke Palangkaraya"Ucap Shandy dengan mimik muka sedih.


"Ya udah gak apa-apa bang,aku kursus aja hehehe"Jawab Melly sambil tersenyum.


"Sayang,ayo kita ke atas lagi,sudah gelap sebentar lagi mau Maghrib"Ajak Shandy pada Melly.


"Iya bang,ayo"Sahut Melly.


Sesampainya di apartemen Shandy dan Melly pun melaksanakan shalat Maghrib berjamaah.


"Sayang,kamu lapar gak,mau makan apa sayang?Tanya Shandy pada Melly.


"Hmm...apa ya?Melly berpikir sambil menunjuk pelipis kanannya.


"Bagaimana kalau malam ini kita makan di luar saja,untuk merayakan hari ulang tahun kamu sayang?Tanya Shandy.


"Oke juga,aku siap siap dulu ya bang"Melly berdiri dan membereskan sajadah dan mukenanya.


Melly berganti pakaian dengan memakai mini dress bunga bunga pilihan Shandy di boutique tempo hari dan sedikit memoles wajahnya dengan makeup tipis.


"Ayo bang kita berangkat,aku udah siap nih"Melly keluar dari kamar dan menghampiri Shandy yang duduk di sofa ruang tamu.


"WOW cantik banget istri Abang nih,gak salah Abang pilih baju ini buat kamu sayang,kamu kelihatan cantik banget"Shandy berdiri dan melingkarkan tangannya di pinggang Melly.


"Terima kasih Abang"Ucap Melly sambil tersenyum manis pada Shandy.


Shandy dan Melly pun berlalu menuju ke restoran Jepang dengan mengendarai mobil Honda jazz baru hadiah ulang tahun Melly tersebut.


"Iya bang"Timpal Melly.


"Bagaimana perasaan kamu mendapatkan hadiah mobil ini sayang?Shandy bertanya pada Melly.


"Senang banget bang,pokoknya bahagia banget deh Bang"Ucap Melly sambil mendekat ke arah pipi Shandy dan mengecupnya.


"Sekali lagi terima kasih ya bang"Ucap Melly sambil memalingkan wajah Shandy dan mengecup bibir Shandy.


"Hmmm....sayang,Abang lagi nyetir nih, takutnya ntar nabrak hehehe"Shandy berusaha fokus melihat ke arah jalan depan mobil.


Sesampainya di restoran Jepang,Shandy dan Melly pun menikmati makan malam dengan menu Sushi ikan salmon dan Shabu Shabu.


"Sayang,setelah ini kamu mau kemana lagi?Tanya Shandy pada Melly.


"Ke Mall ya bang,aku mau ke swalayan beli buah buahan dan cemilan"Sahut Melly.


"Oke sayang"Timpal Shandy.


Setelah selesai makan di restoran Jepang, Shandy dan Melly pun segera bergegas menuju ke Mall dan sesampainya di Mall.


"Sayang,kamu cantik deh kalau pakai baju ini"Shandy berhenti di depan boutique dan memegang baju yang terpajang di manekin depan boutique tersebut.


"Apa gak terlalu kependekan bang?Tanya Melly.


"Tidak sayang,kamu pasti cantik kalau pakai ini"Shandy segera bergegas menuju ke kasir boutique.


"Mbak,saya mau baju yang di pajang depan itu ya"Ucap Shandy pada kasir boutique.


Mbak kasir pun memanggil karyawannya dan menyuruh membuka baju yang di pajang tersebut.


"Ini Pak"Kasir tersebut menyerahkan paper bag yang berisi baju pilihan Shandy tersebut.


"Berapa mbak?Tanya Shandy.


"Tujuh ratus lima puluh ribu rupiah Pak"Timpal mbak kasir.


Shandy pun merogoh dompetnya dan memberikan uang pada kasir tersebut.Setelah itu Shandy dan Melly segera bergegas menuju ke swalayan.


"Bang,aku bosan pesan makanan di luar terus,aku mau masak boleh ya?Ucap Melly pada Shandy.


"Boleh dong sayang,emang kamu bisa masak sayang?Tanya Shandy pada Melly.

__ADS_1


"Belajar dong bang,kan banyak tutorialnya di YouTube hehehe"Ucap Melly sambil terkekeh.


"Iya terserah kamu aja sayang"Ucap Shandy.


Melly pun mengambil ikan,ayam dan daging segar serta sayuran dan bumbu bumbunya,lalu di masukkan ke dalam troli.


"Bang sekarang kita tinggal beli buah buahan dan camilan aja"Ucap Melly.


"Oke let's go"Shandy mendorong troli menuju ke tempat buah buahan dan di ikuti oleh Melly dari belakang.


Setelah memasukkan beberapa macam buah-buahan,,Melly dan Shandy pun berlalu ke arah camilan.


"Udah semua bang,trolinya udah penuh nih"Ucap Melly.


"Iya sayang,kamu butuh apalagi,mumpung masih disini"Ujar Shandy.


"Kayaknya udah semua bang,yuk kita ke kasir"Ajak Melly.


Setelah membayar di kasir,Shandy dan Melly pun segera bergegas menuju ke area parkir basement Mall tersebut.


"Sudah masuk semua sayang belanjaannya?Tanya Shandy.


"Sudah bang"Sahut Melly yang tengah sibuk menata belanjaannya di bagasi mobil.


Shandy dan Melly pun berlalu dari Mall tersebut menuju ke apartemen dan sesampainya di apartemen Melly pun memasukkan semua belanjaannya ke dalam kulkas.


"Sayang,sini dulu deh"Ujar Shandy memanggil Melly yang tengah sibuk di depan kulkas.


"Iya sebentar bang"Sahut Melly.


Setelah beres menyusun bahan makanan ke dalam kulkas,Melly pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk mencuci tangan,kaki dan tak lupa mencuci wajahnya.


"Ada apa bang?Tanya Melly menghampiri Shandy yang tengah duduk di sofa depan televisi.


"Ini sertifikat apartemen,dan sudah di balik nama atas nama kamu sayang"Shandy menyodorkan sertifikat ke arah Melly.


"Hah! ini beneran ya bang?Tanya Melly dengan wajah sumringah.


"Iya beneran,kamu cek aja sayang"Timpal Shandy.


Melly pun membuka sertifikat yang ada di tangannya dan membukanya,ternyata benar sertifikat itu atas nama Melly Anjani.


"Ya Allah bang,terima kasih banyak ya bang,aku terharu sekali bang"Ucap Melly memeluk Shandy sambil menangis.


"Inikan maskawin dari Abang,sebenarnya Abang sudah lama mengurus balik nama apartemen ini,sebelum kita menikah sayang"Ucap Shandy menjelaskan.


Melly masih tetap memeluk Shandy dan tak mau melepaskan pelukannya.


"Sayang,besok Abang akan pulang ke Palangkaraya"Ucap Shandy sambil membelai rambut Melly.


Melly pun melepaskan pelukannya dan menatap wajah Shandy.


"Terus,Abang berapa lama di Palangkaraya?Tanya Melly.


"Tidak lama sayang,paling lama satu minggu aja sayang"Jawab Shandy.


"Aaaa seminggu itukan lama bang, nanti kalau aku kesepian gimana?Ucap Melly manja dan menyandarkan kepalanya di dada bidang milik Shandy.


"Sabar sayang,kan cuma seminggu,Abang juga harus mengaudit cafe dan toko mebel disana"Ucap Shandy menjelaskan.


"Ya udah kalau begitu,tapi kalau pekerjaannya udah selesai,cepat balik lagi ke Jakarta ya bang"Ucap Melly manja.


"Iya sayang,pasti"Ucap Shandy seraya memeluk tubuh Melly dengan erat.


"Bang,mulai besok aku udah boleh kursus mobil gak?Tanya Melly.


"Boleh dong sayang,nanti Abang suruh Bejo yang mendaftar ke tempat kursus mobil"Timpal Shandy.


"Makasih Abangku sayang"Ucap Melly sambil mengecup pipi Shandy.


"Oh iya,biar kamu tidak kesepian,kamu panggil aja Ibu,kak Bayu serta anak istrinya kesini"Ujar Shandy.


"Emang boleh bang,emang Abang gak keberatan?Tanya Melly dengan wajah sumringah.


"Boleh dong sayang,supaya kamu tidak kesepian dan ada yang menemani kamu disini"Ucap Shandy.


"Makasih bang,Abang tuh emang baik banget deh"Ucap Melly sambil mengecup bibir Shandy.


Shandy pun membalas kecupan Melly dan mencumbuinya penuh dengan penuh kelembutan.


"Sayang"Bisik Shandy sambil mengarahkan tangan Melly ke senjata miliknya.


"iiih apaan nih,udah tegak aja hehehe"Ucap Melly sambil terkekeh meledek Shandy.


Shandy pun segera membuka celananya dan Melly pun paham dengan keinginan Shandy. Setelah puas bermain secara manual,Shandy pun menghajar Melly di atas sofa.


Keduanya pun berpacu dan bermandikan peluh, setelah puas bermain dan sudah mencapai puncak pelepasan,Melly dan Shandy pun segera berlalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


********


__ADS_2