
( POV Shakilla )
Hari ini aku terbaring lemah di klinik kimia Farma di temani kak Dinda dan bang Deddy.Ini semua karena kebodohan aku lupa minum pil KB.Seminggu di Bali bersama Nando ternyata membuatku hamil.
Aku pun tak banyak berharap pada Nando, hidupnya dia aja pas pasan dan hanya bekerja sebagai pelayan toko pakaian.
Jadi mana mungkin aku berharap banyak sama Nando.Satu satunya harapanku adalah bang Shandy,ya...bang Shandy,tapi....bang Shandy sejak tahu aku hamil, sangat susah sekali untuk di hubungi.
"Kak Dinda,kalau kakak mau pulang,pulang aja kak,kasihan anak-anak kakak di rumah"Ujar Shakilla pada Dinda.
"Iya,ini udah jam 10 malam dek,tapi kakak gak tega juga mau ninggalin kamu sendirian disini"Timpal Dinda.
"Gak apa-apa kak,biar killa disini di temani bang Deddy aja,kasihan anak-anak kakak pasti pada nungguin kakak"Sahut Shakilla.
"Ya sudah kalau begitu,kakak pulang dulu ya,kamu cepat sembuh ya killa"Ucap Dinda seraya memeluk Shakilla.
"Din,biar aku antar kamu pulang ya?Ucap Deddy.
"Tidak usah,biar aku pulang naik taksi aja"Jawab Dinda.
"Tapi Din,ini udah malam, kasihan kamu malam malam pulang naik taksi"Sahut Deddy.
"Tapi kasihan Killa sendirian di sini, sebaiknya bang Deddy temani killa aja disini"Ucap Dinda.
"Gak apa-apa kak aku sendirian,kalau ada apa-apa,aku kan bisa panggil suster"Timpal Shakilla.
"Begini saja,abang antar Dinda pulang dulu ke rumah,lalu Abang nanti balik lagi kesini gimana?Tanya Deddy.
"Ya sudah,Killa kakak pulang dulu ya,kamu cepat pulih ya dek"Ucap Dinda.
"Iya kak,hati hati di jalan ya kak"Ujar Shakilla.
Sesampainya di dalam mobil,Deddy menyalakan mesin mobilnya.Mobil Deddy pun segera berlalu dari klinik kimia Farma tersebut.
"Din,kamu lapar gak,kita mampir makan disitu dulu yuk"Ucap Deddy sambil menunjuk ke arah rumah makan soup ayam kampung yang buka 24 jam.
"Tapi ini udah malam bang,mau jam berapa lagi sampai di rumah"timpal Dinda.
"Udah sebentar aja kok,yuk kita makan dulu,perut Abang sudah lapar nih dari tadi"Ucap Deddy sambil memegang perutnya.
"Ya sudah kalau begitu"Deddy dan Dinda pun turun,lalu masuk ke dalam rumah makan tersebut.
"Din, disini soup ayamnya enak banget loh, pokoknya kamu harus cobain ya"Ucap Deddy.
"Oh ya,oke deh aku mau coba"jawab Dinda.
"Mbak soup ayam kampung 2 ya"Ujar Deddy pada pelayan.
"Pakai nasi Pak?Tanya pelayan.
"Iya"Sahut Deddy.
Tak berapa lama kemudian soup ayam kampung yang di pesan pun telah sampai dan di hidangkan oleh pelayan.
"Nih Din,cobain deh pasti enak"Deddy menyodorkan sendok makanan ke arah mulut Dinda.
"Iiih aku makan sendiri aja,pesanan kita kan sama"Ucap Dinda menolak.
"Ini cobain dulu aa aaa ham enak kan?Deddy setengah memaksa.
"Iya"Sahut Dinda sambil menganggukkan kepalanya.
"Nih lagi Din,ayo cobain lagi aa aaa ham"Deddy berhasil membujuk dan menyuapi Dinda.
"Udah ah,kalau Abang nyuapin aku terus,kapan Abang makannya?Ujar Dinda.
"Ya gak apa-apa,Abang malah senang bisa nyuapin kamu terus Din hehehe"Timpal Deddy.
Selesai makan Deddy mengantarkan Dinda pulang ke rumahnya,lalu kembali lagi ke klinik untuk menemani Shakilla.
"Bang"Ucap Shakilla.
"Ya"Sahut Deddy.
"Tolongin Killa bang"Ucap Shakilla pada Deddy.
"Tolong carikan obat yang bagus,buat menggugurkan kandunganku ini bang"Ujar Shakilla setengah berbisik dan pelan suaranya.
"Hah! gila aja kali,masa mau di gugurin?Deddy kaget mendengar ucapan Shakilla barusan.
"Iya bang,killa serius nih minta tolong"Ucap Shakilla dengan wajah memelas.
"Kenapa kamu gak minta pertanggungjawaban sama Nando aja?Tanya Deddy.
"Dia itu miskin bang,menang tampang doang,aku gak mau hidup sama dia bang"Ucap Shakilla.
"Ya sudah kalau begitu,besok Abang cari informasi dimana orang jual obat yang bagus untuk menggugurkan kandungan"Timpal Deddy.
"Terima kasih banyak ya bang"Ucap Shakilla.
Keesokan harinya,jam dua belas siang Shakilla sudah di perbolehkan pulang sama pihak klinik kimia Farma.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Shakilla menghubungi Deddy.
"Bang,kata suster Killa udah boleh pulang"Shakilla menghubungi Deddy.
"Oh,ya sudah bentar lagi jam istirahat kerja, Abang jemput ke klinik"Sahut Deddy di ujung telepon.
"Iya bang,cepat ya bang jangan lama-lama"Ujar Shakilla.
"Iya"Timpal Deddy.
Istirahat jam makan siang pun telah tiba,Deddy terburu buru pergi ke klinik untuk menjemput Shakilla.Deddy membayar semua biaya administrasinya dan Shakilla pun sudah di perbolehkan pulang.
"Bang,bagaimana dengan pembicaraan kita semalam?Tanya Shakilla pada Deddy setelah di dalam mobil.
__ADS_1
"Pembicaraan yang mana?Tanya Deddy.
"Itu yang masalah obat bang"Ujar Shakilla.
"Oh yang itu,kita harus ke Rumahnya"Timpal Deddy.
"Ya sudah kalau begitu,kita langsung saja ke rumah dia sekarang"Ujar Shakilla.
"Oke"Deddy pun memutar arah mobilnya menuju si penjual obat penggugur kandungan.
Sesampainya di rumah Bu Ratna,Deddy dan Shakilla di persilahkan masuk dan duduk di Sofa ruang tamu.
"Bu,saya yang semalam telpon ibu"Deddy membuka obrolan.
"Oh iya,Abang ini yang mau beli obat itu? Sahut Bu Ratna.
"Iya bu"Timpal Deddy.
"Ini ceweknya Abang yang mau menggugurkan kandungan ya?Tanya Bu Ratna.
"Bukan bu,ini adik saya"Jawab Deddy.
"Oh begitu,ya sudah tunggu dulu sebentar ya"Ujar Bu Ratna sambil berlalu menuju ke kamarnya.
"Ini bang"Bu Ratna menyodorkan empat butir pil kecil kecil berwarna putih.
"Berapa bu?Tanya Shakilla.
"400 ribu dek,ini pil nya yang bagus dek,di jamin ampuh"Sahut Bu Ratna.
"Bang,tolong bayarin dulu ya,nanti uangnya killa ganti"Ujar Shakilla berbisik pada Deddy.
Deddy pun merogoh dompetnya dan mengeluarkan uang ratusan ribu yang berwarna merah sebanyak empat lembar.Kemudian Deddy dan Shakilla pun pamit pada Bu Ratna.
"Killa,jangan kamu ulangi lagi kejadian seperti ini ya"Ujar Deddy tegas pada Shakilla.
"Iya bang,terima kasih ya bang sudah mau bantuin killa"Timpal Shakilla.
"Ya sudah kalau begitu,kamu lapar gak,kita makan siang dulu ya?Tanya Deddy pada Shakilla.
"Iya lapar bang belum makan"Sahut Shakilla.
Deddy dan Shakilla pun mampir di rumah makan Padang.Shakilla pun sudah mulai mau makan walau hanya sedikit yang masuk ke dalam perutnya.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo"Terdengar suara Dinda di ujung telepon.
"Din,udh makan siang belum?Tanya Deddy.
"Belum"Jawab Dinda.
"Kok belum,lagi dimana,kok suaranya berisik?Tanya Deddy.
"Di klinik"Jawab Dinda.
"Gak ada yang sakit,aku lagi antri di klinik ERHA"Timpal Dinda.
"Klinik apa itu,dimana,sama siapa?Tanya Deddy.
"Ada deh mau tahu aja"Jawab Dinda ketus.
"Sharelock sekarang juga,biar Abang jemput kesitu"Ujar Deddy.
"Gak usah jemput,aku bawa mobil sendiri"Timpal Dinda.
"Ya udah gak apa-apa,pokoknya sharelock sekarang juga ya! Ujar Deddy dan segera menutup teleponnya.
"Kak Dinda sakit apa bang?Tanya Shakilla.
"Gak tahu,gak bilang sakit apa,tapi dia bilang lagi di klinik ERHA"Sahut Deddy.
"Oh klinik ERHA,itu mah klinik kecantikan bang"Timpal Shakilla.
"Oh begitu ya?Tanya Deddy.
"Iya bang"Jawab Shakilla.
Selesai makan Deddy pun mengantarkan Shakilla pulang ke kost kostan nya,dan Deddy pun segera kembali ke kantor untuk kembali bekerja.Setelah jam sudah menunjukkan pukul 4 sore,Deddy pun segera bergegas keluar dari kantornya dan menuju ke parkiran.
"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo"Terdengar suara Dinda di ujung telepon.
"Dinda,sekarang dimana,apa masih di klinik ERHA?Tanya Deddy.
"Masih,udah dulu ya,ini lagi konsultasi sama dokternya"Dinda pun menutup teleponnya.
Deddy pun segera menyalakan mesin mobilnya kemudian melajukan mobilnya menuju klinik ERHA.
"Din,sudah selesai konsultasinya?Tanya Deddy dengan tiba-tiba mengagetkan Dinda yang sedang duduk di sofa.
"Sudah bang"Jawab Dinda.
"Itu kertas apaan Din?Tanya Deddy sambil duduk di sofa sebelah Dinda.
"Ini resep dari dokternya,ini lagi antri nanti di panggil ke kasir untuk mengambil skincare sesuai resep dokternya ini"Ucap Dinda menjelaskan sambil mengacungkan kertas resep dokter.
"Mana sini lihat"Deddy meraih kertas yang ada di tangan Dinda.
"Memang harus konsultasi dulu sama dokter ya,baru bisa dapat skincare nya?Tanya Deddy.
"Iya bang,kan jenis kulit kita beda beda,jadi di cek dulu kulitnya,jenis kering,berminyak atau berjerawat,baru deh dokternya ngasih resep sesuai jenis kulit kita"Ucap Dinda menjelaskan.
"Oh begitu,tapikan kamu udah cantik Din,ngapain pake skincare segala?Tanya Deddy.
__ADS_1
"Iya,jenis kulit aku kan agak kering,jadi butuh perawatan aja supaya kelihatan glowing hehe"Ucap Dinda.
"Kamu gak pake skincare aja udah cantik, apalagi pake skincare makin cantik dong,nanti kalau aku tambah cinta gimana? Ucap Deddy dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Iiih gombal"Jawab Dinda ketus.
"Atas nama Dinda"Ucap seorang perempuan yang duduk di meja kasir.
Dinda pun langsung berdiri menuju ke meja kasir dan di ikuti oleh Deddy dari belakang.
"Ini mbak"Ucap Dinda sambil menyodorkan kertas resep dokter.
"Tunggu sebentar ya kak"Ucap perempuan yang duduk di kasir,kemudian ia pergi menuju ruangan yang bersebelahan dengan meja kasir.
Tak berselang lama kemudian,perempuan itu pun datang kembali membawa beberapa produk skincare di dalam paper bag.
"Ini kak skincare nya,sesuai petunjuk dokter,cara pemakaiannya sudah di beritahukan sama dokternya kan kak?Tanya perempuan itu.
"Iya sudah,terima kasih ya mbak"Ucap Dinda.
"Iya sama-sama kak,silahkan langsung saja ke bagian kasir ya kak"Ujar perempuan itu lagi.
"Oke baik mbak"Jawab Dinda.
"Atas nama Dinda 1 juta 250 ribu rupiah"Ujar seorang lelaki yang duduk di belakang meja kasir.
Dinda pun segera mengeluarkan dompetnya dari dalam tas.
"Ini aja Din"Ujar Deddy menyodorkan kartu debit BNI pada kasir.
"Eh,gak usah bang,aku bawa duit kok"Dinda menolak.
"Udah gak apa-apa Dinda,mas udah pake kartu debit saya aja"Ujar Deddy pada lelaki yang duduk di meja kasir tersebut.
Setelah selesai membayar Deddy dan Dinda pun keluar menuju parkiran.
Din,kita ke hotel dulu yuk"Ajak Deddy.
"Gak bisa,aku lagi haid bang"Jawab Dinda.
"Ya sudah kalau begitu,bagaimana kalau kita makan aja?Ajak Deddy pada Dinda.
"Makan dimana bang?Tanya Dinda.
"Makan bakso,katanya kamu suka makan bakso,ada tempat recommended yang enak,kamu pasti suka"Ujar Deddy bersemangat.
"Ya sudah,ayok"Timpal Dinda.
Dinda pun masuk ke dalam mobil Deddy, sementara mobil Dinda di biarkan terparkir di depan klinik ERHA.Sesampainya di tempat makan bakso.
"Din,kamu tahu gak?Tanya Deddy.
"Engga"Jawab Dinda tanpa menoleh ke arah Deddy,karena tengah menikmati bakso yang ada di hadapannya.
"Tadi siang kan Abang jemput Shakilla,terus dia minta di carikan obat penggugur kandungan"Ucap Deddy dengan suara pelan.
"Hah! Uhuk uhuk" Dinda kaget sampai tersedak.
"Minum dulu Din"Deddy menyodorkan orange jus kesukaan Dinda.
"Yang benar?Tanya Dinda sambil membulatkan matanya dengan sempurna.
"Iya benar,masa Abang bohong,kalau gak percaya telpon aja Shakilla sekarang"Timpal Deddy.
"Tapi kenapa di gugurin,kenapa gak minta di nikahin aja sama cowoknya itu,siapa namanya?Tanya Dinda.
"Nando"Timpal Deddy.
"Oh iya Nando"Sahut Dinda.
"Kata Shakilla cowoknya itu miskin,makanya dia gak mau minta di nikahin,maunya di gugurkan aja katanya"Ucap Deddy menjelaskan.
Setelah makan bakso Deddy pun mengantarkan Dinda kembali ke klinik ERHA.
"Terima kasih ya bang,baksonya enak"Ucap Dinda.
"Iya sama-sama Din"Sahut Deddy.
"Enak banget ya bang,pantaslah banyak pengunjungnya"Ucap Dinda.
"Kalau begitu cium dulu dong"Deddy menyodorkan pipinya ke arah wajah Dinda.
"Cup"Dinda mengecup pipi Deddy.
Dengan sigap Deddy langsung meraih wajah Dinda lalu mencumbunya dengan lembut.
"Hmmm...enak nih bibirnya aroma bakso hehehe"Ujar Deddy meledek Dinda sambil terkekeh.
"Hehehe,ya sudah dulu ya bang,aku turun dulu"Ucap Dinda.
Saat Dinda mau membuka pintu mobil,Deddy tiba-tiba memeluk Dinda dan mencumbunya kembali,namun kali ini cumbuanya tidak lembut seperti tadi,melainkan buas seperti tak mau melepaskan tautannya.
"Hmmm...udah iiih Abang nih,aku sampai gak bisa nafas nih"Dinda berusaha melepaskan tautannya.
"Biarin,biar puas hehehe"Ucap Deddy sambil terkekeh.
"Ya udah kalau gitu,aku pulang dulu ya bang, makasih skincare sama baksonya"Ucap Dinda sambil keluar dari mobil Deddy.
"Din,biar Abang antar pulang ya?Tanya Deddy.
"Gak usah,kan aku bawa mobil sendiri"Timpal Dinda.
"Iya,Abang ikutin mobil kamu dari belakang sampai depan rumah kamu ya"Ujar Deddy memaksa.
"Ya terserah! Ucap Dinda sambil berlalu menuju ke arah mobilnya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
*******