
( POV Siska )
Hari ini adalah hari bahagiaku,akhirnya aku dan Pak Bisma duduk di atas pelaminan.Teman teman kampusku ada beberapa orang yang di undang,termasuk sahabatku Sulis dan Mira.
Sebelum prosesi akad di mulai,aku di rias terlebih dahulu,di kamar hotel dan di temani oleh Sulis dan Mira.
"Eh Sis,kok kamu gak bilang bilang sih sama kita,kalau selama ini kamu pacaran sama Pak Bisma?" Tanya Mira.
"Iya benar,curang ih kamu Siska,main rahasia rahasiaan dari kita" Timpal Sulis.
"Ya habis gimana ya,ntar kalau aku bilang sama kalian,yang ada malah di tikung lagi sama kalian hehehe" Sahut Siska sambil terkekeh.
"Curang,pokoknya curang huh" Ucap Sulis kesal.
"By the way,aku cantik gak sih pakai gaun ini?" Tanya Mira sambil berkaca.
"Cantik banget loh,sampai pangling aku lihatnya" Timpal Siska.
"Apalagi kamu Sis,udah kayak princess,keren banget deh pokoknya" Ucap Mira.
"Eh,aku deg degan tahu,aku gak nyangka bisa jadi pengiring pengantin mantan dosen angkuh bin sombong" Celetuk Sulis.
"Hahaha,aku jadi ingat kejadian waktu itu lis,kamu gemetaran sampai kencing di celana hahaha" Siska tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha,iya ih,kok kamu sampai kencing di celana gitu sih Lis?" Tanya Mira.
"Terus,terus aja terus,kalian ledekin aku sampai kalian puas" Timpal Sulis kesal.
"Eh,sampai sekarang aku masih gak nyangka loh,sahabatku mau menikah sama mantan dosen yang angkuh bin sombong itu" Celetuk Mira.
"Sama,aku juga kaget banget loh,pas Siska ngabarin mau nikah sama dia,kayak gak percaya gitu,secara kita berdua kan gak tahu kalau mereka pacaran,ya kan?" Timpal Sulis.
"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Permisi kak,prosesi akad akan segera di mulai,apa mempelai wanita sudah siap?" Tanya seorang panitia WO.
"Oh sudah selesai nih,tinggal finishing sedikit" Sahut tukang rias.
Siska di gandeng oleh Mawar,berjalan menuju ke ballroom hotel,di iringi Sulis dan Mira di belakangnya.
Sementara itu di ballroom,Shandy sudah duduk di samping Pak penghulu,dan Bisma duduk pun tepat di hadapan Pak penghulu.Di sebelah Bisma telah duduk orang tuanya Bisma,yang sengaja di datangkan dari Bali.
"Sudah siap semuanya?" Tanya Pak penghulu.
"Sudah Pak"Jawab Bisma tegas.
"Oke baik kalau begitu,ikuti kata kata saya,dalam satu kali tarikan nafas ya" Ujar pak penghulu.
"Baik Pak" Sahut Bisma.
"Saya terima nikah dan kawinnya Siska Wijaya binti Shandy Wijaya dengan maskawin seperangkat alat shalat dan cincin berlian seberat lima gram di bayar tunai!
"Saya terima nikah dan kawinnya Siska Wijaya binti Shandy Wijaya dengan maskawin tersebut di bayar tunai!" Ucap Bisma tegas.
"Bagaimana para saksi,SAH?" tanya Pak penghulu.
"SAH" Sahut semua hadirin yang datang.
Sementara di balik pintu ballroom,Siska yang gandeng Mamanya,terlihat meneteskan air mata,saat mendengar suara Bisma mengucapkan ijab Kabul.Perasaan haru bercampur bahagia kini menyelimuti hati Siska.
Suara musik pengiring pengantin pun telah terdengar,Siska keluar dari balik pintu ballroom di gandeng oleh Mawar, dan di iringi oleh Sulis dan Mira di belakangnya.
Bisma pun berdiri menatap Siska,yang berjalan dengan perlahan menghampiri Bisma.Bisma pun menyambutnya dengan senyuman.
"Sayang,kamu cantik sekali hari ini"Batin Bisma.
Siska pun kini sudah berada di hadapan Bisma dan keduanya pun saling melemparkan senyuman.
"Sayang" Ucap Bisma sambil memakaikan cincin berlian di jari manis Siska.
Siska pun meneteskan air matanya saat Bisma memakaikan cincin di jari manisnya,kemudian Siska mencium punggung tangan Bisma.
Suasana tepuk tangan pun sangat riuh di ballroom hotel tersebut.Semuanya ikut bersuka cita atas pernikahan Siska dan Mawar.
Siska dan Bisma pun duduk di pelaminan,dan para tamu yang datang ke pernikahan tersebut menyalami kedua mempelai dan mengucapkan selamat.
Shandy dan Mawar pun duduk di sebelah kanan Siska,sedangkan orang tua Bisma pun duduk di sebelah kiri Bisma.
Walaupun Shandy dan Mawar duduk bersebelahan,namun keduanya tampak saling acuh dan cuek satu sama lainnya,tak ada obrolan ataupun hanya sekedar tegur sapa.
"Hii bang,selamat ya bang,sekarang udah punya mantu,sebentar lagi punya cucu dong hehehe" Deddy menyalami Shandy memberikan selamat sambil meledek.
"Ah,bisa aja kamu Ded,eh ini siapa Ded?" Tanya Shandy.
__ADS_1
"Oh iya,kenalin ini namanya Dinda" Ujar Deddy.
"Hii Dinda" Sapa Shandy ramah.
Dinda hanya tersenyum pada Shandy dan menyalaminya.Kemudian Deddy dan Dinda menuju ke stand makanan dan duduk di kursi.
"Hii Ded,makan yang banyak ya,biar tambah sehat" Ucap Shandy.
Tiba-tiba saja Shandy datang menghampiri ke meja Deddy dan Dinda yang keduanya tengah asik menikmati makanan.Kemudian Shandy duduk di sebelah Deddy.
"Ded,ini istri baru kamu lagi?" Tanya Shandy.
"Sssttt pacarku" Sahut Deddy setengah berbisik.
"Wah,emang kamu nih pintar milih ya,siapa tadi namanya?" Shandy bertanya pada Dinda.
"Dinda" Sahut Dinda sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
"Ketemu dimana Ded,kok bisa kamu ketemu Dinda?" Tanya Shandy.
"Ada deh,mau tahu aja hehehe" Timpal Deddy.
"Dinda kok mau sih sama Deddy, mendingan sama bang Shandy aja hehehe" Shandy mengedipkan sebelah matanya ke arah Dinda.
Dinda pun tak menimpali ucapan Shandy,ia pun terus saja memakan makanan yang ada di hadapannya.
"Dinda,boleh minta nomor handphonenya gak?" Tanya Shandy.
"Jangan! enak aja,gak boleh" Timpal Deddy kesal.
"Astaghfirullah Al'adzim,aku lagi berhadapan sama manusia seperti apa ini?kok bisa genit terang terangan di depan Deddy" Batin Dinda.
"Dinda,kalau udah putus sama Deddy,hubungi Abang ya" Deddy menyodorkan kartu nama di depan Dinda,kemudian berlalu menuju ke pelaminan.
"Engga usah di ladenin,bang Shandy itu buaya" Ujar Deddy kesal dan menyobek kartu nama tersebut.
"Sama aja kayak kamu,buaya" Timpal Dinda.
"Hehehe,tapi itukan dulu,sekarang aku udah tobat" Ucap Deddy.
"Ah,masa sih udah tobat?" Dinda meledek.
"Iyalah udah tobat,kan udah ketemu sama kamu,kamu kan pawangnya buaya hehehe" Timpal Deddy.
"Sayang,bagus banget kamarnya di hias begini ya,suasananya terkesan romantis" Ucap Bisma ketika masuk ke dalam kamar pengantin.
"Hehe,iya keren banget ini dekorasinya,berarti kita gak salah pilih WO ya pak?" Tanya Siska.
"Sayang,kamu sampai kapan mau manggil aku dengan sebutan Pak?" Tanya Bisma sambil melingkarkan tangannya di pinggang Siska.
"Eh iya lupa,udah jadi kebiasaan sih hehe" Timpal Siska sambil cengengesan.
"Kan sekarang aku udah jadi suami kamu,bukan dosen kamu lagi,sayang" Ucap Bisma sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Siska.
Bisma pun mencumbui bibir Siska yang merah merona itu,dan Siska pun membalasnya dengan penuh kelembutan.
"Tok... tok....tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Masuk" Ujar Siska.
"Maaf kak,kami mau mengantarkan makan siang untuk kakak dan suami" Dua orang panitia mendorong meja yang berisi makanan,lauk pauk,buah buahan,jus dan air mineral.
"Terima kasih kak" Ucap Siska pada panitia hotel tersebut.
"Sama sama kak,kami permisi dulu" Ucap panitia hotel sambil berlalu.
"Sayang,ayo kita makan dulu" Ajak Siska.
"Nah,begitu dong panggilnya sayang,jangan bapak,aku kan bukan bapak kamu hehehe" Sahut Bisma sambil mencubit hidung Siska.
"Hehe,iya udah ayo kita makan"Ajak Siska.
Keduanya pun asik menikmati makanan dan saling suap suapan,sambil sesekali tertawa cekikikan.
"Tok...tok...tok" Terdengar suara pintu di ketuk dari luar.
"Masuk" Ujar Bisma.
"Maaf kak,kita akan segera mengganti pakaian untuk part yang kedua" Ucap panitia WO.
Siska dan Bisma pun kini telah berganti pakaian untuk yang kedua kalinya.Kemudin keduanya berlalu menuju ballroom hotel.
"Hii Siska,selamat ya atas pernikahannya, semoga langgeng dan bahagia selalu,sampai ke anak cucu" Ucap salah seorang teman kampusnya Siska.
__ADS_1
"Wah,terima kasih banyak ya,kalian udan mau hadir di acara pernikahan kami" Ucap Siska.
Teman teman kampusnya Siska berbondong bondong menyalami Siska dan Bisma.
"Wah,aku baru kali ini lihat Pak Bisma senyum loh,selama ini kan di kampus Pak Bisma gak pernah senyum hehehe" Celetuk seorang mahasiswa sambil bersalaman,sontak saja semuanya pada terkekeh melihat ke arah suara tersebut.
"Terima kasih ya,buat kalian semuanya,terima kasih karena sudah menyempatkan hadir ke acara pernikahan kami" Ucap Bisma sambil menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya sambil tersenyum.
"Nah,gitu dong pak senyum,kalau senyum ternyata manis banget ya hehehe" Sahut salah satu mahasiswi.
"Iya ternyata senyumnya manis banget ya, pantaslah Siska sampai klepek klepek hahaha" Timpal mahasiswa lainnya.
Semua orang yang mendengar pun pada tertawa,suasana obrolan di atas pelaminan pun sangat riuh.Kemudian mereka pun antri untuk berfoto sama kedua mempelai.
Setelah Maghrib Siska dan Bisma pun berganti pakaian untuk yang ketiga kalinya.Siska bak princess dan Bisma pun tampak gagah seperti pangeran di negeri dongeng.
"Selamat ya Pak Shandy,kami turut berbahagia" Ucap rekan rekan bisnis Shandy yang hadir di pernikahan Siska dan Bisma.
"Terima kasih banyak,kepada bapak bapak semuanya yang telah sudi meluangkan waktunya untuk hadir,di acara pernikahan anak saya" Ucap Shandy kepada rekan rekan bisnisnya.
Suara musik pun ikut menyemarakkan suasana ballroom hotel tersebut,dan yang menambah kesan meriah,ada banyak teman teman kuliah Siska yang menyumbangkan lagu.
Selesai acara,kedua mempelai pun kini sudah berada di dalam kamar.Siska tampak sangat kelelahan dan terbaring di tempat tidur.
"Sayang,kamu lelah ya?" Tanya Bisma.
"Iya,lelah banget,seharian berdiri menyalami para tamu undangan,kakiku sampai pegal nih" Sahut Siska manja.
"Kasihan,sini aku pijat kakinya" Bisma memijat mijat kaki Siska.
"Duh geli hihihi" Siska tertawa terpingkal pingkal menahan geli,karena kakinya di pijat Bisma.
"Tahan ya sayang,biar hilang pegalnya" Ucap Bisma.
Siska menggigit selimut menahan tawa,dan perlahan rasa pegal di kakinya pun kini sudah hilang.
"Gimana sayang,masih pegal?" Tanya Bisma.
"Udah engga,makasih ya sayang" Timpal Siska.
"Sama sama sayang" Bisma memeluk Siska.
Keduanya pun saling berpelukan di atas kasur yang empuk,lalu keduanya pun saling bercumbu.
"Sayang,boleh ya?sekali saja" Ucap Bisma dengan wajah memelas.
"Kok cuma sekali?" Siska mengernyitkan dahinya.
"Iya,takutnya kamu kecapekan sayang" Ucap Bisma lembut.
"Kalau aku maunya tiga kali gimana hehehe?" Siska menggoda Bisma sambil terkekeh.
"Oh,tentu saja boleh,ayo siapa takut?" Ucap Bisma merasa tertantang.
Kemudian Bisma mencumbui bibir Siska dengan penuh kelembutan,namun Siska membalasnya dengan liar dan buas.
"Sayang,pelan pelan dong" Bisik Bisma.
"Engga bisa pelan,kalau pelan pelan gak terasa hehehe"Timpal Siska genit.
"Hmmm...kamu sudah mulai nakal ya" Sahut Bisma sambil mencubit hidung Siska.
"Biarin" Ucap Siska sambil mengerucutkan bibirnya.
"Aduh,bibirnya kalau maju begitu bikin gemas,sayang" Sahut Bisma.
"Cup,muaaah" Bisma mengecup bibir Siska.
Siska dan Bisma saling mencumbu dan sama sama menikmati malam pengantin dengan syahdu.Semakin lama cumbuanya semakin panas.
Bisma dengan sigap memegang kendali,dan melakukan penyatuan.Siska pun menikmati setiap hujaman yang Bisma berikan.
"Sayang" Ucap Bisma lirih.
"Ya" Jawab Siska lirih.
"Sayang,aku sudah gak tahan nih,aaah" Bisma pun melakukan pelepasan.
Kini keduanya sama sama terkulai lemas di atas kasur dan saling berpandangan,lalu saling melemparkan senyum satu sama lain.
BERSAMBUNG.....
*******
__ADS_1