
( POV Deddy )
Hari ini Deddy sangat bersemangat sekali untuk menyelesaikan pekerjaannya.Deddy bekerja di sebuah perusahaan asing yang bergerak di bidang ekspor dan impor.Setiap harinya Deddy berkutat dengan semua dokumen dokumen yang harus di antar ke beberapa perusahaan di Palangkaraya.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo"Terdengar suara di Dinda ujung telepon.
"Din,nanti kita makan siang yuk"Ajak Deddy.
"Makan siang di mana?Tanya Dinda.
"Di restoran seafood,makanannya enak-enak dan view nya juga bagus banget buat foto foto"Ucap Deddy.
"Oh begitu ya,kalau begitu ajak Shakilla juga bang,biar ramai dan seru"Ujar Dinda.
"Oke,nanti Abang ajak Shakilla sekalian"Jawab Deddy.
Deddy pun mengakhiri teleponnya dengan Dinda,kemudian ia segera mencari kontak yang bernama Shakilla.
"Tuuuuttttt... tuuuuttttt.... tuuuuttttt"Deddy menelepon Shakilla.
"Hallo"Terdengar suara Shakilla di ujung telepon.
"Hallo killa,nanti Abang jemput ya jam makan siang? Ujar Deddy.
"Mau makan siang dimana bang,sama siapa? Tanya Shakilla.
"Di restoran seafood bareng Dinda juga"Sahut Deddy.
"Oke"Jawab Shakilla singkat.
Jam istirahat makan siang pun tiba,Deddy segera berangkat menuju kost kostan Shakilla,kemudian menuju ke rumah dinda.Sesampainya di depan rumah Dinda,Shakilla pun segera bergegas turun dan memencet bel pagar rumah Dinda.
Tak berapa lama kemudian pintu pagar pun terbuka,Dinda menyambut kedatangan Shakilla.
"Hii kak Dinda"Ucap Shakilla sambil tersenyum ramah dan langsung cipika cipiki.
"Hii killa,lama kita gak ketemu ya,ada satu bulan ya kita gak ketemu?Tanya Dinda.
"Iya,satu bulan lebih kakak,kita gak ketemu hehe"Jawab Shakilla.
"Ya sudah,ayo kita berangkat sekarang kak"Ajak Shakilla pada Dinda"
"Yuk"Timpal Dinda.
"Kakak,seperti biasa ya kakak duduknya di depan,aku di belakang saja"Ujar Shakilla.
"Iya dek"Jawabku sambil masuk ke dalam mobil dan duduk bersebelahan dengan Deddy.
"Hii Dinda"Deddy menyapaku.
"Hii juga"Jawab Dinda.
Mobil Deddy bergerak dan melaju ke sebuah restoran seafood.Sesampainnya di restoran seafood Deddy pun memanggil pelayan.
"Mbak! Deddy memanggil pelayan restoran.
"Iya,mas dan mbak mau pesan apa?Tanya pelayan.
"Dinda mau makan apa?Tanya Deddy.
"Hmmm...ini aja deh,gonggong sama kepiting saus tiram"Jawab Dinda.
"Udang steam dan tumis kangkung belacan juga ya mbak"Ujar Deddy.
"Killa,mau makan apa?Tanya Deddy.
Shakilla menggelengkan kepalanya dan menutup mulutnya dan wajahnya pun sangat pucat.
"Killa sakit ya?Tanya Dinda.
"Iya kak,lagi gak enak badan nih,kepala killa pusing pusing,perut juga mual-mual terus,setiap di isi makanan perutnya seperti menolak gitu kak"Ucap Shakilla.
Deddy dan Dinda pun saling berpandangan,lalu menoleh ke arah Shakilla.
"Killa,sudah minum obat belum?Tanya Dinda.
"Sudah tadi kak,minum tolak angin"Jawab Shakilla.
Tak berselang lama pesanan makanan pun sudah datang,pelayan menata piring yang berisi makanan di atas meja.Begitu makanan di sajikan tiba-tiba Shakilla....
"Huweekk.. huweekk... huweekk"Shakilla mual mual melihat makanan di atas meja,ia pun menutup mulutnya lalu bergegas menuju ke wastafel.
Dinda pun menoleh ke arah Deddy dan beradu pandang,dinda merasakan ada sesuatu yang janggal pada diri Shakilla.
Setelah selesai muntah muntah Shakilla pun kembali ke tempat duduknya dan bergabung bersama Deddy dan Dinda.
"Ayo dek,makan dulu"Ujar Dinda.
"Iya kak,killa gak lagi gak selera makan kak"Sahut Shakilla.
"Masuk angin kali tuh"Celetuk Deddy sambil menikmati makanan.
"Mungkin juga bang,tapi tadi sebelum berangkat sudah minum tolak angin kok"Jawab Shakilla.
Deddy dan Dinda pun asik menikmati makanan yang telah terhidang di meja,sementara Shakilla hanya menutup mulutnya sambil menahan mual.
Selesai makan Deddy pun segera bergegas menuju ke meja kasir dan membayar makanan yang telah di pesannya,lalu mereka bertiga pun masuk ke dalam mobil.
"Bang,kita mampir dulu ya ke klinik,kasihan Killa sakit tuh mukanya sampai pucat begitu"Ujar Dinda.
"Oke,nanti kita mampir di klinik kimia Farma saja"Sahut Deddy.
Shakilla pun terbaring lemas di jok barisan tengah,wajahnya sangat pucat sekali.Tidak ada lagi wajah ceria,Shakilla yang biasanya petakilan dan gak bisa diam,kini terlihat lemah dan lesu.
Sesampainya di depan klinik Dinda menggandeng Shakilla lalu masuk ke dalam klinik,Deddy pun segera bergegas masuk dan mendaftar ke receptions atas nama Shakilla.
"Nomor 31"Ujar suster menyebutkan nomor antrian Shakilla.
Dinda menggandeng Shakilla masuk ke ruangan dokter,sementara Deddy menunggu di ruang antrian.
"Silahkan baring dulu ya,saya akan cek kondisinya"Ujar dokter.
Shakilla pun membaringkan tubuhnya di atas klinik bed.Kemudian dokter pun memeriksa perut Shakilla dan menepuk nepuk punggung tangannya beberapa kali.
"Perutnya kembung ya dok?Tanya Dinda.
"Masuk angin ya dok?Tanya Shakilla.
Dokter pun menggelengkan kepalanya dan menyuruh Shakilla kembali duduk.
"Apa yang anda rasakan saat ini Bu Shakilla?Tanya dokter pada Shakilla.
"Rasanya mual mual,kepala juga pusing pusing dok"Jawab Shakilla.
__ADS_1
"Tapi makan,masih mau?Tanya dokter.
"Tidak mau dok,perutnya setiap di isi selalu menolak"Sahut Shakilla.
"Terakhir haid kapan?Tanya dokter.
"Hmmm...bulan lalu dok"Jawab Shakilla.
Dinda yang duduk di samping Shakilla pun sudah dapat menebak ke arah mana perkataan dokter tersebut.
"Ini botol urine,dan Bu Shakilla langsung saja ke toilet dan air seninya sebagian di tampung disini ya"Ujar dokter sambil menyodorkan botol urine pada Shakilla.
Shakilla pun meraih botol urine tersebut dan langsung menuju ke toiletTak berapa lama kemudian Shakilla pun datang lagi dan membawa botol urine tersebut yang sudah berisi air seninya.Dan beberapa saat kemudian Shakilla pun datang kembali sambil membawa botol urine tersebut.
"Ini dok"Shakilla memberikan botol urine tersebut pada dokter.
"Oke,jadi begini ya Bu Shakilla,urinenya akan cek dulu di laboratorium,dan silahkan Bu Shakilla dan Bu siapa namanya?Tanda dokter.
"Dinda dok"Sahut Dinda.
"Oh iya,Bu Dinda dan Bu Shakilla silahkan tunggu saja di ruang antrian sebentar,nanti saya panggil lagi"Ujar dokter.
"Oke baik dok"Ujar Shakilla dan Dinda.
Setelah keluar dari ruangan dokter,Shakilla dan Dinda pun duduk di ruang antrian dan Deddy pun segera menghampiri Dinda dan Shakilla.
"Kata dokter sakit apa Killa?Tanya Deddy.
"Belum tahu bang,nanti di panggil lagi kata dokternya"Sahut Shakilla.
Sementara Dinda hanya terdiam saja,Dinda sudah curiga dari awal pas Shakilla mual mual di restoran seafood,Dinda sudah punya firasat kalau Shakilla hamil.
"Bu Shakilla"Suara dokter terdengar memanggil nama Shakilla.
"Iya dok"Sahut Shakilla sambil masuk ke ruangan dokter di temani Dinda.
"Selamat ya Bu Shakilla,hasilnya positif"Dokter pun tersenyum dan menyalami Shakilla.
"Maksudnya positif apa nih dok?Tanya Shakilla dengan wajah panik.
"Selamat,Bu Shakilla hamil"Ujar dokter.
Degh!
Wajah Shakilla tambah pucat dan lututnya bergetar,kemudian Shakilla pun pingsan tak sadarkan diri.Shakilla pun di bawa ke ruang perawatan dan pasang di infus oleh perawat.
"Kak Dinda"Shakilla telah sadar dari pingsannya dan memanggil nama Dinda.
"Iya dek,kakak ada disini"Ucap Dinda seraya mendekati Shakilla yang tengah terbaring lemah.
"Kak,killa gak mau hamil"Shakilla memegang tangan Dinda sambil meneteskan air matanya.
"Sudah,tenang dulu ya,jangan banyak pikiran dulu,biar cepat pulih"Ucap Dinda menenangkan.
"Tapi kak"Air mata Shakilla semakin banyak membanjiri pipinya.
"Killa,bilang sama Abang siapa yang menghamili kamu?Tanya Deddy yang sedari tadi berdiri di dekat pintu.Shakilla pun hanya menggelengkan kepalanya,sambil terus terisak.
"Kak,tolong ambilkan handphone Killa"Ujar Shakilla.
"Ini dek"Dinda pun menyodorkan ponsel milik Shakilla.
"Tuuuuttttt.... tuuuuttttt... tuuuuttttt"Shakilla menelepon Shandy.
"Hallo"Terdengar suara Deddy di ujung telepon.
"Abang lagi di Jakarta, memangnya kamu sakit apa?Tanya Shandy.
"Killa hamil bang" jawab Shakilla sambil terisak.
"Hah! Apa?Terdengar suara Shandy sangat kaget.
"Ya sudah dulu ya bang"Shakilla pun menutup teleponnya dan menyodorkan ponselnya pada Dinda.
Sementara di tempat lain Shandy merasa kaget mendengar berita kalau Shakilla hamil.Shandy pun segera menghubungi Deddy.
"Hallo Ded? Shandy menelepon Deddy.
"Iya hallo bang"Jawab Deddy.
"Shakilla baru saja menghubungi aku,katanya dia hamil"Ucap Shandy.
"Iya bang dia hamil"sahut Deddy.
"Oh,jadi kamu sudah tahu?Tanya Shandy.
"Iya sudah tahu,malahan aku dan Dinda sekarang lagi di klinik menemani Shakilla di ruang perawatan bang"Ucap Deddy.
"Bukannya aku tidak mau bertanggung jawab ya Ded,tapi diakan selama ini pacaran juga dengan lelaki lain! Ucap Shandy tegas.
"Iya,aku tahu bang"jawab Deddy.
"Ya sudah,suruh Shakilla minta pertanggung jawaban sama pacarnya itu,jangan malah menelpon aku"Suara Shandy terdengar sangat kesal.
"Iya bang,nanti aku ngomong sama Shakilla"Timpal Deddy.
"Ya sudah,kalau begitu,aku lagi banyak kerjaan nih Ded" Shandy pun menutup teleponnya.
"Bang,kalau mau kerja lagi ke kantor pergilah,biar aku saja yang menemani Shakilla di sini"Ujar Dinda.
"Tidak Din,Abang tadi sudah telepon sama atasan dan minta izin tidak bisa balik lagi ke kantor hari ini"Jawab Deddy.
"Lalu bagaimana dengan semua pekerjaan kamu bang,dokumen dokumen perusahaan harus di antar hari ini juga kan?Tanya Dinda.
"Tenang Din,Abang sudah telepon Dicky,biar dia aja yang urus semuanya"Sahut Deddy.
"Oh,ya sudah kalau begitu"timpal Dinda.
Dinda mengeluarkan ponselnya dari dalam tas miliknya,kemudian ia menelepon seseorang.
"Hallo mbak Siti"Ujar Dinda.
"Iya hallo Bu"Jawab mbak Siti.
"Mbak,mungkin hari ini aku pulang telat,tolong jagain anak anak ya mbak"Ujar Dinda.
"Iya Bu"timpal mbak Siti.
Dinda pun menutup ponselnya kemudian memasukkannya kembali ke dalam tas,lalu mendekati Shakilla.
"Dek,kamu lapar gak?Tanya Dinda pada Shakilla.
"Gak kakak,killa lagi gak selera makan"Sahut Shakilla sambil menggelengkan kepalanya.
"Killa,maaf Abang mau tanya nih,pacar kamu yang waktu liburan ke Bali sama kamu itu tinggalnya dimana?Tanya Deddy.
__ADS_1
"Di perumahan Griya asri bang"Jawab Shakilla.
"Nama pacarmu siapa?Tanya Deddy.
"Nando bang"Jawab Shakilla.
Deddy pun berpamitan pada Dinda dan Shakilla,Deddy segera bergegas menuju ke perumahan yang Shakilla sebutkan tadi.Sesampainya di Perumahan Griya asri, Deddy bertanya pada security komplek perumahan tersebut.
"Permisi Pak,saya lagi mencari teman saya, namanya Nando,dia bilang katanya tinggal di perumahan sini"Deddy bertanya pada security.
"Oh,Nando ya,maaf saya kurang tahu pak,saya tidak kenal"Jawab security tersebut.
"Kalau rumah Pak RT,di sebelah mana Pak? Tanya Deddy lagi.
"Kalau rumah Pak RT,itu Pak yang di sebelah sana Pak,cat Rumahnya yang berwarna hijau"timpal Pak security.
"Oh,ya sudah kalau begitu,terima kasih banyak ya Pak,mari Pak saya permisi dulu"Ucap Deddy berpamitan.
Sesampainya di depan rumah Pak RT,Deddy langsung mengetuk pintunya,kemudian pintu di buka dari dalam.
"Maaf Bu,Pak RT nya ada?Tanya Deddy pada Bu RT.
"Ada Pak,mari silahkan masuk"Ajak Bu RT dengan ramah.
Shandy pun di persilahkan duduk sama Bu RT dan di suruh menunggu sebentar,karena Pak RT sedang melaksanakan shalat ashar.Dan beberapa menit kemudian Pak RT pun keluar dari dalam kamarnya.
"Eh,ada tamu?Ucap Pak RT ramah sambil menyalami Deddy.
"Eh,iya Pak,maaf mengganggu waktunya sebentar Pak"Ucap Deddy.
"Iya gak apa-apa Pak,santai saja,ada yang bisa saya bantu Pak?Tanya Pak RT pada Deddy.
"Jadi begini Pak,saya sedang mencari orang yang bernama Nando,katanya sih dia tinggal perumahan sini"Ucap Deddy menjelaskan.
"Nando,Nando yang mana ya Pak,ciri cirinya seperti apa Pak?Tanya Pak RT.
"Orangnya masih muda,dan ini fotonya Pak"Deddy memperlihatkan foto Nando yang terpajang di beranda Facebook Shakilla.
"Oh Nando yang ini ya Pak,ini rumahnya tidak jauh dari sini,deretan rumah saya kesana,cat rumahnya berwarna biru muda"Pak RT menjelaskan.
"Oh begitu ya Pak,jadi begini Pak, adik saya yang bernama Shakilla berpacaran dengan Nando,dan sekarang adik saya ini hamil,kalau bapak berkenan,bolehkah saya meminta bantuan bapak,untuk mengantarkan saya kesana Pak? Deddy menjelaskan duduk perkaranya pada Pak RT.
"Oh masalahnya seperti itu ya Pak,oke baik tunggu sebentar ya Pak"Pak RT pun berlalu masuk ke dalam kamarnya,tak berapa lama kemudian keluar lagi.
"Mari Pak saya antar kesana"Ajak Pak RT pada Deddy.
Pak RT pun masuk ke dalam mobil Deddy,dan kini mereka berdua pun sudah ada di depan rumah Nando.
"Tok....tok...tok"Pak RT mengetuk pintu rumah Nando.
"Kreeeeekkkk"Seorang wanita paruh baya membuka pintu.
"Bu permisi,kami datang kemari mau ada perlu sama anak ibu,apakah Nando ada di dalam Bu?Tanya Pak RT pada wanita paruh baya tersebut.
"Ada,mari silahkan masuk Pak"Ajaknya.
Setelah di persilahkan duduk,ibunya Nando pun memanggil anaknya ke dalam kamar.
"Nando,ada tamu"Ujar ibunya Nando.
"Siapa Bu?Tanya Nando.
"Pak RT"sahut ibunya.
Nando pun keluar dari dalam kamarnya lalu menyalami Pak RT dan Deddy.
"Nando,saya datang kemari untuk mengantar bapak ini,katanya ada perlu sama kamu"Ucap Pak RT.
"Oh iya Pak,ada perlu apa ya Pak,maaf apa sebelumnya kita pernah kenal?tanya Nando.
"Tidak,kita memang tidak pernah saling kenal sebelumnya,tapi kamu mengenal Shakilla kan?Tanya Deddy.
"Oh Shakilla,iya saya kenal Pak"Jawab Nando.
"Shakilla sekarang hamil,dan kamu harus bertanggung jawab!Ujar Deddy dengan tegas.
"Ta-tapi maaf,bukannya saya tidak mau bertanggung jawab ya Pak,dia itu kan setahu saya ada main juga sama om om"Jawab Nando.
"Tapi mereka sudah lama tidak berhubungan lagi,dan sekarang yang dekat dengan Shakilla hanya kamu!Ujar Deddy tegas.
"Tapi Pak,Shakilla pernah jujur sama saya,kalau dia adalah simpanan om om,jadi kenapa saya yang harus bertanggung jawab? Nando membela diri.
"Iya itu dulu,sekarangkan sudah tidak,kamu paham gak apa yang saya bicarakan! Suara Deddy terdengar lantang dan Deddy mulai emosi menghadapi Nando.
"Kalau memang yang di kandung Shakilla itu anak saya,pasti saya akan bertanggung jawab,tapi kalau bukan,ngapain saya yang harus tanggung jawab?Lagi lagi Nando mengelak dan bikin emosi Deddy.
Deddy pun bangkit dari duduknya Kemudian menarik kerah Nando dan menghajarnya.
Bugh!
Bugh!
Dua kali pukulan pun mendarat di pipi Nando dan Nando pun terhuyung sempoyongan,dari sudut bibirnya mengeluarkan darah.
"Tenang semuanya tentang"Pak RT dengan sigap melerai keduanya.
"Dia ini harus bertanggung jawab Pak RT"Ujar Deddy dengan emosi.
"Eh,ada apa ini,kenapa pada ribut ribut? ibunya Nando pun datang dari arah dapur.
"Ini Bu,mohon maaf sebelumnya,saya kasih tahu ya Bu,anak ibu ini telah menghamili adik saya"Jawab Deddy tegas.
"Astaghfirullah Al'adzim,apa benar nak?Tanya ibunya Nando kaget.
"Tidak Bu,bukan Nando yang melakukannya, percayalah Bu bukan Nando yang menghamilinya"Nando memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah segar.
"Jadi siapa yang menghamilinya,kenapa anak saya yang di hajar Pak?Tanya ibunya Nando.
"Tanya saja sama anak ibu"Jawab Deddy tegas.
"Sudah,sudah,sekarang kita duduk dulu,kita selesaikan masalah ini secara kekeluargaan dan dengan kepala dingin"Ujar Pak RT yang sedari tadi tampak panik.
"Begini saja Pak RT,kalau dia tidak mau bertanggung jawab,saya akan jebloskan dia ke penjara atas tindak pidana pelecehan seksual"Ucap Deddy lantang dan tegas.
"Ya sudah,sebaiknya kita bicarakan baik-baik dulu Pak"Ujar Pak RT.
"Maaf Pak RT,saya tidak punya banyak waktu untuk menghadapi si pengecut ini,saya harus ke klinik sekarang juga,adik saya sudah menunggu di sana"Ucap Deddy menjelaskan.
"Baiklah kalau begitu Pak,silahkan dan hati hati di jalan ya Pak"timpal Pak RT.
Deddy pun segera menyalakan mesin mobilnya lalu pergi dari hadapan Pak RT yang mengantarkannya sampai naik mobil.
"Shakilla,kenapa kamu bodoh banget sih?walaupun kamu bukan siapa-siapanya aku,tapi aku sudah menganggap kamu sebagai adikku sendiri"Gumam Deddy.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1
*******