Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 98. Deddy Menghubungi Dinda.


__ADS_3

( POV Dinda )


"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.


"Hallo Din" Terdengar suara Deddy di ujung telepon.


"Iya hallo" Jawab Dinda.


"Din,kenapa setiap di WhatsApp gak pernah di balas sih?" Tanya Deddy.


"Maaf,aku lagi sibuk ngurusin anak-anak" Jawab Dinda datar.


"Kita ketemuan yuk,udah seminggu kita gak ketemu Din" Ucap Deddy.


"Maaf,aku gak bisa" Sahut Dinda.


"Kenapa gak bisa Din?" Tanya Deddy lagi.


"Kan udah di bilang,aku lagi sibuk ngurusin anak-anak" Sahut Dinda.


"Minggu lalu aku mau datang ke rumah sakit lagi,tapi kamu larang aku untuk datang kesana,sekarang mau ketemu gak bisa" Keluh Deddy.


"Iya,soalnya banyak pengunjung yang datang,udah dulu ya aku mau pergi" Ucap Dinda.


"Mau pergi kemana Din,sama siapa?" Tanya Deddy.


"Mau nganterin Rani dan teman temannya ke bioskop" Sahut Dinda,lalu ia pun mematikan ponselnya.


Setelah mematikan ponselnya,Dinda langsung keluar dari kamarnya.


"Ayo anak-anak,kalian udah siap semuanya, kita berangkat sekarang?" Tanya Dinda pada Rani dan teman temannya.


"Kami udah siap tante" Sahut Steven.


Dinda pun segera bergegas menuju garasi mobilnya,lalu ia pun menyalakan mesin mobilnya.


"Ayo kita naik" Ajak Rani pada teman temannya.


Setelah teman temannya naik semuanya, Dinda pun segera berlalu membawa kendaraannya menuju ke Mall terdekat.


Dua belas menit kemudian,kendaraan Dinda telah sampai di area parkir Mall.


"Kalian nanti kalau mau pulang,hubungi tante aja ya" Ujar Dinda.


"Baik tante" Sahut salah seorang teman Rani.


Setelah ke tujuh orang anak tersebut turun dari mobil,Rani mendekati Dinda ke arah pintu mobil depan.


"Ma,Rani minta uang dong" Rani menyodorkan telapak tangannya di depan Dinda.


"Sebentar" Dinda meraih dompetnya,lalu ia pun meletakkan uang tiga ratus ribu rupiah di telapak tangan Rani.


"Makasih ma" Ucap Rani dengan wajah sumringah.


"Iya,semoga cukup,ingat ya nak,kalau mau pulang,kamu telepon mama,oke?" Ujar Dinda.


"Oke ma" Sahut Rani.

__ADS_1


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Siti menghubungi Dinda.


"Bu,saya udah sampai di bandara" Ucap Siti di ujung telepon.


"Hah di bandara?kok gak ngabarin kalau mau datang kesini lagi mbak?" Dinda kaget mendengar ucapan Siti.


"Iya Bu,saya kan mau bikin kejutan buat ibu hehehe" Ucap Siti sambil terkekeh.


"Ya bukannya begitu mbak,kalau tahu kamu mau kesini lagi,kan biar saya belikan tiket pesawatnya dari sini mbak" Timpal Dinda.


"Iya gak apa-apa Bu,saya udah beli tiketnya di kampung sama bapak" Sahut Siti.


"Ya udah mbak,tunggu sebentar ya,saya on the way kesana sekarang" Ucap Dinda.


"Iya Bu" Sahut Siti.


Setelah dua puluh menit Dinda mengadakan perjalanan,akhirnya ia pun telah tiba di airport.Dinda langsung memarkirkan mobilnya di depan pintu kedatangan.Tampak Siti sedang berdiri menunggu Dinda di sana.


"Ayo mbak masuk" Ujar Dinda.


"Iya Bu" Siti pun segera bergegas masuk ke dalam mobil,dan memasukkan semua barang bawaannya.


Siti menyodorkan tangannya pada Dinda,lalu ia pun mencium punggung tangan Dinda.


"Sehat mbak?" Tanya Dinda sambil mengendarai mobilnya.


"Alhamdulillah sehat Bu" Sahut Siti.


"Orang tua sama adik adik kamu di kampung gimana mbak,sehat?" Tanya Dinda lagi.


"Alhamdulillah sehat semuanya Bu" Sahut Siti.


"Iya,saya mau bikin kejutan Bu hehe" Sahut Siti.


"Berapa harga tiket pesawatnya mbak?" Tanya Dinda.


"Tujuh ratus lima puluh ribu Bu" Sahut Siti.


"Mbak,kita mampir ke ATM dulu ya" Ucap Dinda.


Dinda pun masuk ke area parkir Mall,ia pun mengajak Siti untuk turun dari mobilnya.


"Yuk mbak,kita turun" Ajak Dinda.


Dinda dan Siti pun turun dari mobil,lalu ia pun mengajak Siti ke ATM dan mengambil sejumlah uang.


"Mbak,ini uang satu juta untuk kamu,ini sebagai pengganti uang tiket dan ongkos perjalanan kamu dari kampung kesini" Ucap Dinda.


"Wah,terima kasih banyak ya Bu,tapi kenapa harus di ganti Bu?" Tanya Siti.


"Iya gak apa-apa,itukan uang kamu mbak" Ucap Dinda.


"Makasih ya Bu" Siti pun memasukkan uang tersebut ke dalam dompetnya.


"Sekarang kita makan dulu yuk mbak,pasti kamu lapar,kan habis mengadakan perjalanan jauh" Ucap Dinda.


Dinda pun mengajak Siti masuk ke dalam restoran nasi Padang yang ada di dalam Mall tersebut.

__ADS_1


"Mbak,waktu kamu pulang kampung,banyak sekali kejadian disini,mbak" Ucap Dinda membuka obrolan sambil menikmati makanannya.


"Kejadian apa Bu,yang Rani kecelakaan motor itu ya Bu?" Tanya Siti.


"Iya salah satunya itu,kamu kok udah tahu mbak kalau Rani kecelakaan?" Tanya Dinda.


"Iya tahu Bu,Tia ngasih tahu saya di WhatsApp" Sahut Siti sambil menikmati makanannya.


"Iya Rani baru beberapa hari ini pulang dari rumah sakit,mbak" Timpal Dinda.


"Terus kejadian apa lagi Bu?" Tanya Siti penasaran.


"Saya menemukan kon*om di lemari Tia,di bawah tumpukan bajunya Tia" Ucap Dinda.


"Hah?yang benar Bu?" Tanya Siti kaget.


"Iya,makanya saya suruh pulang kampung orang dua itu untuk menikah,tapi seminggu aja di kampung udah balik lagi kesini mbak" Ucap Dinda.


"Tia sih di WhatsApp gak ada bilang Bu soal ketahuan Kon*om itu sama saya Bu,cuma dia bilang,kalau dia udah menikah sama Mamat,udah gitu aja Bu" Timpal Siti.


Selesai makan Dinda mengajak Siti untuk segera pulang ke rumah,dan sesampainya di rumah.


"Assalamualaikum" Ucap Siti seraya masuk ke dalam ruang tamu sambil menenteng tas pakaian dan plastik besar.


"Wallaikumsallam" Sahut Tia.


"Wah ti,akhirnya kamu balik lagi kesini hehe" Sambut Tia.


"Iya,saya kangen sama rumah ini,terutama sama si kembar,Tia mana si kembar?" Tanya Siti.


"Ada tuh,lagi di kamarnya" Sahut Tia.


"Shella Shelly,apa kabarnya?" Tanya Siti saat memasuki kamar Shella Shelly.


"Mbak Sitiii" Teriak Shella Shelly seraya menghampiri dan langsung memeluk Siti.


"Shella Shelly apa kabarnya,sehat?" Tanya Siti.


"Alhamdulillah sehat mbak" Sahut Shella.


"Nih lihat,mbak Siti bawa oleh-oleh loh untuk kalian hehehe" Siti membuka plastik besar,ia pun memberikan beberapa cemilan ciri khas kampung yang di bawanya.


"Terima kasih mbak Siti" Ucap Shella dan Shelly kompak.


"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Rani menghubungi Dinda.


"Ma,kami udah selesai nonton dan udah selesai makan juga,mama bisa jemput kami gak ma?kalau gak bisa biar kami naik taksi online aja ma" Ucap Rani.


"Oh udah selesai ya?bisa Ran,sekarang mama jemput kalian kesana ya" Sahut Dinda.


"Shella Shelly,mama pergi jemput kak Rani dulu ya,Shella Shelly di rumah aja sama mbak Siti dan mbak Tia ya" Ucap Dinda berpamitan pada si kembar Shella dan Shelly.


"Iya ma" Sahut si kembar kompak.


Dinda pun berlalu dan bergegas menuju ke mobilnya,ia pun segera melajukan kendaraannya menuju ke arah Mall tersebut.


BERSAMBUNG

__ADS_1


*****


__ADS_2