
( POV Deddy )
Setelah mengadakan perjalanan jauh antara Palangkaraya-Jakarta,kemudian lanjut naik bus menuju ke kampung halaman istrinya,Deddy kini telah sampai di desa Bojong Banjarwangi Garut.Kedatangan Deddy di sambut hangat oleh istri dan ketiga anaknya.
"Abah,kelihatannya semakin segar dan ganteng aja hehehe" Sambut Kokom sambil menyalami Deddy.
"Ah,teteh bisa aja hehehe" Ucap Deddy sambil memeluk istrinya itu.
Usia Kokom terpaut lebih tua 5 tahun dari Deddy,dari sejak pacaran hingga menikah, Deddy tetap memanggil Kokom istrinya itu dengan sebutan teteh.
"Abah,yeee Abah udah pulang" Ucap Lily anak keduanya sambil memeluk Deddy.
"Hey,Lily anak Abah,sekarang udah besar ya hehehe" Deddy memeluk anak perempuannya itu.
"Iya dong bah,masa mau kecil terus hehehe" Sahut lily polos.
Sontak saja Deddy dan Kokom pun tertawa mendengar ucapan polos anak perempuannya itu.
"Zidane,Erick,sini Abah peluk" Deddy merangkul kedua anak laki lakinya tersebut.
"Abah,nanti kita jalan jalan keliling kampung ya bah" Ucap Erick anak bungsunya itu.
"Iya dong sayang,nanti besok sore ya,soalnya sekarang Abah masih capek hehe" Deddy memangku anak bungsunya.
"Iya,biar semua teman teman Erick pada tahu,kalau Erick juga punya Abah" Ucap anak bungsunya itu membuat hati Deddy terenyuh.
"Iya sayang,cup" Deddy mencium pipi Erick.
"Hayu atuh Abah,masuk ke dalam" Ajak Kokom pada suaminya itu.
"Iya teh" Sahut Deddy.
"Abah makan ya,teteh udah masak yang special buat Abah" Kokom menyediakan makanan di atas meja makan.
"Tumben teteh masak?biasanya teteh suka beli lauk matang aja hehe" Ucap Deddy sambil tersenyum.
"Iya,ini juga masaknya di ajarin bik Odah,tadi pagi Bik Odah kesini bantuin teteh di dapur hehe" Sahut Kokom sambil terkekeh.
"Oh,kirain teteh masak sendiri" Timpal Deddy.
"Engga atuh Abah,di ajarin bik Odah hehe" Kokom mengambilkan nasi di piring untuk Deddy.
'Masak apa teh?" Tanya Deddy penasaran.
"Masak gulai telur kesukaan Abah" Jawab Kokom.
"Hmm,pasti enak nih masakan teteh" Ucap Deddy.
"Cobain atuh bah,masakan teteh sama bik Odah ini mah bah" Kokom menyodorkan mangkuk berisi gulai telur di atas meja makan.
"Hmm,enak teh,mantap teteh udah bisa masak sekarang hehe" Puji Deddy sambil melahap makanan tersebut.
"Kalau enak,nanti tambah lagi ya bah hehe" Ucap Kokom sambil tersenyum sumringah.
"Iya dong teh,pasti nambah atuh hehe" Sahut Deddy.
__ADS_1
Selesai makan Deddy pun santai di ruang tamu bersama anak dan istrinya sambil menonton televisi.
"Bah,teteh mau ke rumah bik Odah dulu ya,mau nganterin gulai telur,kasihan tadi pagi bik Odah udah capek-capek bantuin teteh masak di dapur" Ucap Kokom seraya berlalu menuju ke arah dapur.
"Iya mangga teh" Sahut Deddy.
Setelah Kokom pergi ke rumah bik Odah,Deddy pun bergegas berjalan ke samping rumahnya.Di samping rumah Kokom itu terdapat sawah yang membentang luas,dan di tengah sawah itu ada saung,yang biasanya untuk berteduh para petani.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt...Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo bang" Terdengar suara Dinda di ujung telepon.
"Din,Abang udah sampai di Garut nih,kamu lagi ngapain Din?" Tanya Deddy.
"Lagi ada acara arisan bang" Sahut Deddy.
"Arisan dimana Din?" Tanya Deddy.
"Di rumah teman bang,kok bisa menelpon bang?" Tanya Dinda.
"Iya bisa Din,Abang pergi ke sawah,di samping rumah kan ada sawah,nah sekarang Abang nelepon di saung sawah Din" Ucap Deddy menjelaskan.
"Oh gitu,ya udah dulu ya bang,aku mau masuk ke dalam lagi,gak enak ini lagi pada ngumpul arisan sama teman teman" Sahut Dinda.
"Dinda,ingat ya kamu jangan nakal,selama Abang disini,kamu jangan keluar malam" Ucap Deddy.
"Lebih baik kamu fokus sama anak istrimu aja dulu bang,gak usah mikirin aku disini ya" Ujar Dinda sambil mematikan teleponnya.
"Huh! kebiasaan,belum selesai ngomong,suka di putus teleponnya" Ucap Deddy sambil menghembuskan nafasnya.
Deddy pun berdiri dari tempat duduknya, kemudian ia pun berlalu meninggalkan saung tersebut.
"Dari sawah teh,habis lihat lihat sawah,bagus pemandangannya seger teh" Sahut Deddy berbohong.
"Iya,bagus kan bah pemandangannya hijau dan sejuk,jadi kangen suasana disini ya bah?" Tanya Kokom.
"Iya teh" Timpal Deddy.
..............................................................................
Malam harinya ketika anak-anak sudah pada tidur semua di kamarnya,Deddy pun segera menghampiri Kokom di kamar sebelah.
"Teh,bangun atuh teh,jangan tidur terus,masa Abah datang di cuekin sih?" Deddy membangunkan Kokom yang sudah terlelap.
"Hmm,iya bah,maaf teteh ngantuk banget" Kokom membalikkan badannya,tapi matanya masih terpejam.
"Ini kan masih jam 8 malam teh,kok udah tidur sih?" Tanya Deddy.
"Iya bah,maaf teteh kebiasaan suka tidur cepat,teteh gak biasa begadang bah" Ucap Kokom sambil mengucek matanya.
"Abah mau ambil jatah teh,teteh bangun dulu atuh,cuci mukanya sana teh! " Ujar Deddy.
"Ya udah ambil aja bah,tapi teteh malas cuci muka,masih lemas baru bangun,nyawa teteh belum kumpul semua" Sahut Kokom enteng.
Akhirnya malam itu pun Deddy mengambil haknya dengan bekerja sendirian,tanpa ada perlawanan ataupun bahkan hanya sekedar ciuman pun tak ada.
__ADS_1
Setelah bekerja keras sendirian,akhirnya Deddy pun telah sampai di puncak dan melakukan pelepasan.
"Hmm,kerja sendirian,seperti main sama boneka yang tak bernyawa aja" Batin Deddy.
Deddy pun berdiri dan berlalu menuju ke kamar mandi,untuk mencuci senjata miliknya.
"Bah,teteh juga mau cuci" Tiba-tiba Kokom sudah berada di belakang Deddy.
"Iya udah,sok atuh cuci teh" Ujar Deddy.
Setelah keduanya mencuci miliknya masing masing,Deddy pun duduk di ruang tamu sambil menghisap rokoknya.
"Bah,teteh lanjut tidur lagi ya" Ucap Kokom pada Deddy.
"Iya teh lanjut" Sahut Deddy sembari membuka pintu,supaya asap rokoknya bisa keluar.
Sementara Kokom di dalam kamar asik merajut mimpi,Deddy gelisah sendirian di ruang tamu,ia pun berusaha menghubungi Dinda.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Dinda.
"Kemana si Dinda ini,di telepon gak di angkat angkat,jangan jangan pergi sama jantan lain" Pikiran Deddy sangat kacau dan gelisah.
"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy berusaha menghubungi Dinda kembali.
"Hallo Dinda" Deddy menelepon Dinda sambil berlalu keluar dari dalam rumahnya.
"Iya bang,maaf aku tadi ragu mau ngangkat telepon,takutnya istrimu yang nelepon" Terdengar suara Dinda di ujung telepon.
"Ini Abang Dinda,istri Abang dari dulu gak pernah nyentuh handphone Abang" Ucap Deddy.
"Kok bisa nelepon kesini bang?udah tutup aja,nanti ketahuan sama istrimu loh bang" Ujar Dinda.
"Engga Din,Abang sekarang lagi di halaman rumah,Kokom udah tidur di kamar,makanya Abang bisa telepon kamu" Ucap Deddy.
"Oh,begitu ya bang?sebaiknya selama kamu di kampung engga usah telepon kesini dulu,kamu fokus aja dulu sama anak istri kamu bang" Ujar Dinda.
"Kenapa gak usah telepon kamu Din,biar kamu bebas jalan sama jantan lain ya?" Tanya Deddy.
"Astaghfirullah Al'adzim,apaan sih kamu ini?su'udzon terus otaknya,udah bang kalau kamu menelepon aku hanya untuk ngajak berantem atau berdebat,mendingan di tutup aja teleponnya! " Timpal Dinda kesal.
"Din,Dinda,please jangan di tutup dulu teleponnya,Abang lagi kesal nih sama istri Abang" Ucap Deddy.
"Kesal kenapa?bukanya lagi honeymoon,kok malah kesal?kan kamu udah setahun gak ketemu sama teh Kokom bang,jadi seharusnya kalian romantis dan berduaan sama dia dong?" Tanya Dinda penasaran.
"Iya kesal aja Din,masa tadi Abang bekerja sendirian sih" Keluh Deddy.
"Lah kok bisa gitu bang?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.
"Iya,alasannya ngantuk dan belum kumpul semua nyawanya,makanya Abang bekerja sendirian Din" Keluh Deddy.
"Hmm,ya udah kalau begitu,kamu ajak mainnya di siang hari aja,kalau malam kan dia ngantuk tuh,besok siang lanjut lagi ambil jatahnya" Timpal Dinda.
"Siang susah Din,ada anak anak" Sahut Deddy.
"Iya suruh anak anak ke rumah neneknya dulu,atau suruh jajan dulu kek,hadeeuuh capek deh,masa gitu aja mau di ajarin sih" Dinda memutuskan sambungan selulernya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.....
*******