Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 126. Deddy Kesal Sama Kokom.


__ADS_3

( POV Deddy )


Sesampainya di rumah Deddy merebahkan tubuhnya,ia tampak sangat letih setelah mengadakan perjalanan jauh.


"Capek ya,udah puas,emang habis berapa ronde sampai kecapekan begitu?" Tanya Endang.


"Apa sih kamu,aku capek baru datang,jadi jangan ngajak berantem! " Timpal Deddy tegas.


Endang pun berlalu menuju ke ruang tamu,ia menyuapi anaknya yang paling kecil.


****


Malam harinya Deddy sekitar pukul delapan malam menghubungi Kokom.


"Hallo teh" Ucap Deddy.


"Hallo,iya bah" Jawab Kokom.


"Lagi apa teh?" Tanya Deddy.


"Mau tidur bah,ngantuk udah malam" Jawab Kokom.


"Oh udah mau tidur,ya udah lanjut teh" Deddy mematikan teleponnya.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Zidane.


"Hallo bah" Terdengar suara Zidane di ujung telepon.


"Bang,si mamah ada di rumah gak?" Tanya Deddy.


"Si mamah keluar bah" Timpal Zidane.


"Keluar kemana bang?" Tanya Deddy.

__ADS_1


"Tadi sekitar jam 5 sore di jemput tante Jenny" Timpal Zidane.


"Hah! apa?" Deddy membelalakkan matanya,ia kaget mendengar ucapan Zidane.


"Tadi abah telepon sama si mamah,katanya mau tidur,tapi ternyata keluar dari sore sama si tomboi itu lagi ya?" Deddy semakin murka.


"Iya bah,dari tadi sore belum pulang" Timpal Zidane.


"Ya udah dulu ya bang" Deddy memutuskan sambungan selulernya.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi nomor handphone Kokom berkali-kali,namun sayang teleponnya tidak di angkat angkat.


{ Angkat gak teleponnya! }


Deddy mengirimkan pesan tersebut pada WhatsApp Kokom.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Telepon yang anda tuju sedang tidak aktif,silahkan anda hubungi beberapa saat lagi.


"Pah,kamu kenapa?" Tiba-tiba Endang sudah di belakang Deddy.


"Sini dulu,aku mau bicara serius sama kamu mah" Ucap Deddy sambil berjalan menuju ke ruang tamu dan duduk di sofa.


"Ada apa sih pah?" Endang mengikuti langkah Deddy dan duduk di sebelah Deddy.


"Kalau aku cerai sama Kokom,kira-kira kamu mau enggak mengurus ketiga anakku yang dari Kokom?" Tanya Deddy sambil menatap Endang.


"Apa! cerai?" Endang kaget mendengar ucapan Deddy barusan.


"Iya,mau enggak kamu ngurus Zidane,Lily dan Erick,jadi tiap bulannya gaji full untuk kamu semuanya" Ucap Deddy.


"Ya udah aku mau,anak- anak bawa kesini aja semuanya,biar kita tinggal bareng-bareng disini" Sahut Endang sumringah.


"Akhirnya aku menang dan sekarang aku menjadi satu-satunya,dia udah mau cerai dengan Kokom,itu artinya gaji setiap bulannya aku yang pegang semuanya" Batin Endang.

__ADS_1


...........................................................................


Keesokan harinya.


"Tuuuuttttt... Tuuuuttttt... Tuuuuttttt" Deddy menghubungi Kokom kembali.


"Hallo bah" Terdengar suara Kokom di ujung telepon.


"Lagi dimana teh?" Tanya Deddy.


"Biasa lagi jualan gorengan bah" Jawab Kokom.


"Dimana dan sama siapa?" Tanya Deddy.


"Sendiri bah,ngekost di Purwakarta" Jawab Kokom.


"Hah,jualan gorengan sampai harus ngekost ke Purwakarta segala,emang di Garut gak bisa jualan gorengan?" Tanya Deddy heran.


"Disini lokasinya ramai bah,jadi peluang usaha jualan gorengan disini lebih menjanjikan" Timpalnya.


"Jadi anak-anak kamu tinggalin,terus siapa yang mengurus mereka?" Tanya Deddy.


"Anak-anak di titipkan sama ayah bah" Jawabnya enteng.


"Sebenarnya kamu sama siapa ngekost disitu,jujur aja teh! " Deddy mulai meninggikan suaranya.


"Sendirian aja bah" Jawabnya.


"Memangnya gaji yang aku kirim setiap bulan kurang ya,sampai kamu harus jualan gorengan segala dan tega meninggalkan anak-anak di rumah?" Tanya Deddy emosi.


BERSAMBUNG


*****

__ADS_1


__ADS_2