Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 128. Deddy Menceraikan Kokom.


__ADS_3

( POV Deddy )


"Assalamualaikum mang Asep" Ucap Deddy.


"Wallaikumsallam" Sahut Asep.


"Mang,permisi saya kesini mau minta tolong" Ucap Deddy.


"Iya,minta tolong apa bah?" Tanya Asep.


"Mau minta tolong antar kan saya dan Zidane ke Purwakarta,masalah uang bensin tenang aja mang,nanti saya kasih hehe" Ucap Deddy.


"Sekarang bah?" Tanya Asep.


"Iya mang" Sahut Deddy.


"Oh ya udah tunggu sebentar ya bah,saya ganti baju dulu" Timpal Asep.


Setelah menunggu sekitar tiga menit,Asep pun keluar dari dalam kamarnya.


"Yuk mari kita berangkat bah,Zidane" Ajak Asep.


Ketiganya masuk ke dalam mobil Asep dan mobil tersebut pun berlalu menuju ke arah Purwakarta.


"Mana alamatnya bang?" Tanya Deddy pada anak sulungnya tersebut.


"Ini bah,ada di WA" Timpal Zidane sembari menyodorkan handphonenya.


*****


Setelah mengadakan perjalanan jarak tempuh selama lima jam,akhirnya ketiganya pun telah sampai di Purwakarta.


Deddy dan Zidane pun sempat bertanya pada warga sekitar tentang letak alamat kostan Kokom dan sampailah mereka pada rumah kost kecil yang jaraknya jauh dari rumah warga.

__ADS_1


"Tok,tok,tok" Zidane mengetuk pintu rumah kostan Kokom.


"Kreeeeekkkk" Pintu di buka oleh Jenny.


"Hah! Zidane?" Jenny membulatkan matanya dengan sempurna.


"Iya tante,si mamah ada tan?" Tanya Zidane.


"Ada di dalam,sayang sini sayang,ini ada Zidane datang! " Jenny berteriak memanggil Kokom.


"Hah! Zidane ngapain malam-malam datang kesini,sama siapa kesini bang?" Kokom kaget melihat anak sulungnya tiba-tiba datang.


"Sama aku! " Deddy yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok itupun menampakkan dirinya.


"Hah! Abah?" Kokom membulatkan matanya dengan sempurna.


"Kenapa,kaget ya?" Tanya Deddy sambil tersenyum sinis ke arah Kokom.


"Tapi abah udah pulang,kok......


"Dengar dulu bah,kami kan disini jualan bah,jenny membantu teteh jualan" Timpal Kokom.


"Benar-benar tega kamu ya,ninggalin anak demi hidup berduaan dengan perempuan ini! " Ucap Deddy murka.


Bah,udah bah,jangan ribut disini,malu ini kampungnya orang,gak enak kalau ribut-ribut disini" Zidane berusaha menenangkan Deddy.


"Heh,kau perempuan laknat,kau masih saja berani mendekati istriku! " Deddy menunjukan jarinya tepat di depan Jenny.


"Bah,udah bah" Zidane menarik tubuh Deddy.


Jenny hanya terdiam dan menimpali ucapan Deddy sepatah katapun.


"Kokom,kamu ikut aku pulang sekarang! " Ujar Deddy dengan lantang dan tegas.

__ADS_1


Kokom segera masuk ke dalam kamarnya,ia mengganti pakaiannya,lalu ia pun ikut pulang bersama Deddy dan Zidane.


"Yuk mang,kita pulang sekarang! " Ujar Deddy pada mang Asep yang sedari tadi ia menunggu di atas mobilnya.


Asep pun segera melajukan kendaraannya menuju ke arah Garut.Sesampainya di Garut pukul 3.08 dinihari,Deddy memberikan uang sebanyak lima ratus ribu rupiah pada Asep.


"Mang,makasih ya udah mau nganterin kami,dan ini uang bensin buat mang Asep" Ucap Deddy.


"Iya sama-sama bah,wah banyak banget ini bah uangnya" Asep menerima uang tersebut.


"Enggak apa-apa mang,ambil aja" Timpal Deddy.


Kokom masuk ke dalam rumah di ikuti oleh Deddy dan Zidane.


"Ayah belum tidur?" Tanya Kokom.


"Belum,ayah sengaja gak tidur nungguin kalian pulang" Sahutnya.


"Ayah,benar saja dugaanku,dia ini di Purwakarta bersama si tomboi itu" Ucap Deddy.


"Kokom,ayahkan udah nasihatin kamu,supaya menjauhi jenny,tapi kenapa kamu masih saja bersama dia?" Ucap ayahnya Kokom kecewa.


"Sejak kapan kamu jadi penyuka sesama jenis gitu,aku jadi ilfill sama kamu,tahu enggak! " Ucap Deddy sinis.


Kokom hanya terdiam dan menundukkan wajahnya,ia pun tak mengeluarkan sepatah katapun.


"Padahal sebelumnya udah saya kasih ultimatum,tapi karena anak ayah ini gak mau berubah,jadi saya putuskan untuk mentalak anak ayah" Ucap Deddy.


"Ya itu terserah kamu aja bah,ayah tidak bisa berbuat apa-apa,memang anak ayah yang salah,maafkan Kokom ya bah" Timpal ayah mertuanya itu.


"Yah,mungkin saya akan bawa anak-anak ikut bersama saya semuanya dan biar anak-anak sekolah nya pindah semua ke Pontianak yah" Ucap Deddy.


"Iya,sebenarnya ayah berat untuk melepaskan cucu-cucu ayah,tapi mau bagaimana lagi situasi dan kondisi mengharuskan kalian seperti ini dan untuk urusan anak-anak pindah sekolah,nanti ayah bantu untuk bicara sama walinya kelas anak-anak" Timpal ayahnya.

__ADS_1


BERSAMBUNG


****


__ADS_2