
( POV Dinda )
"Assalamualaikum" Terdengar suara ramai di balik pintu.
"Wallaikumsallam" Sahut Dinda dan Ani.
"Permisi Bu,apa kami boleh menjenguk Rani?" Tanya seorang anak remaja tersebut.
"Oh boleh boleh,silahkan masuk" Ucap Dinda.
"Maaf Bu,kami di bawah ada sekitar 30 orang,tadi kata suster kami boleh masuk tapi bergantian dan tak boleh lebih dari lima menit di dalam" Ucap salah seorang anak remaja. tersebut.
"Oh iya gak apa-apa,Tante ucapkan terima kasih banyak ya sama kalian,udah dari tadi nunggu diluar ya?" Tanya Dinda.
"Iya,kami dari tadi siang Tante" Sahut salah seorang anak remaja tersebut.
"MasyaAllah ini udah jam 4.39 sore,terima kasih ya,kalian udah perhatian sama Rani" Ucap Dinda.
"Iya sama-sama tante,semoga Rani nya cepat sembuh ya tante" Ucap salah satu teman Rani.
"Tante,sebenarnya kami mau berlama-lama di sini menemani Rani,tapi tadi kata suster gak boleh lebih dari lima menit" Ucap teman Rani.
"Iya gak apa-apa,tante mengerti kok,makasih ya kalian udah jenguk Rani" Ucap Dinda.
Setelah keluar rombongan yang kedua,datang lagi rombongan anak sekolah yang ketiga,dan di dalam ruangan tersebut sangat ramai.
"Cieee cieee Steven so sweet banget sih" Ucap salah seorang teman Rani.
"Apaan sih kamu,orang lagi bersedih di cie ciein " Sahut anak laki laki tersebut.
Setelah lima menit rombongan ketiga pun telah berpamitan,kini hanya tinggal Dinda,Ani dan anak remaja laki-laki yang berada di ruangan tersebut.
"Tante,kenalin nama saya Steven,saya teman dekatnya Rani" Ucap Steven sambil mencium punggung tangan Dinda.
Dinda sangat terkejut mendengar ucapan polos anak remaja tersebut,kemudian Dinda dan Ani pun saling dan berpandangan.
"Tante,bolehkah saya tinggal di sini untuk menemani sampai Rani sadar tan?" Tanya Steven.
"Oh iya silahkan nak,boleh boleh aja" Ucap Dinda secara spontan.
Steven pun duduk di sebelah Rani,ia pun memegang tangan Rani sambil meneteskan air matanya.
"Ran,Rani kamu cepat sembuh ya,aku akan selalu ada di samping kamu terus Ran" Ucap Steven.
Dinda dan Ani pun saling berpandangan menyaksikan anak remaja laki laki tersebut meneteskan air matanya,ia tampak begitu terpukul melihat kondisi Rani.
'Bu,ayo kita keluar dulu sebentar" Ajak Dinda pada Ani.
Dinda sengaja membiarkan Steven untuk meluapkan kesedihannya.Dinda dan Ani pun berdiri di depan pintu ruangan Rani.
"Rani udah pacaran ya Bu?" Tanya Ani.
"Aku juga tidak tahu Bu,baru kali inilah aku tahu Bu,aku pun terkejut tadi ketika anak itu memperkenalkan dirinya" Sahut Dinda.
"Iya sama,aku juga terkejut Bu" Timpal Ani.
__ADS_1
"Kriinggg... kriinggg.... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo Din,lagi dimana?di WhatsApp diam aja gak di balas balas,kamu lagi dimana?" Tanya Deddy.
"Di rumah sakit" Jawab Dinda.
"Hah! siapa yang sakit Din?" Tanya Deddy.
"Rani kecelakaan motor" Sahut Dinda.
"Apa?Rani Kecelakaan motor,sekarang di rumah sakit mana Din?" Tanya Deddy.
"Di RSUD" Dinda pun mematikan teleponnya.
"Siapa Bu?" Tanya Ani.
"Pak RW Bu" Jawab Dinda sekenanya.
"Apa kata pak RW Bu,dia mau datang kesini ya?" Tanya Ani lagi.
"Maybe Bu" Jawab Dinda.
"Bu,inikan udah maghrib,aku pulang dulu ya,aku harus masak buat suamiku Bu" Ucap Ani berpamitan.
"Pulang kerja capek,masih sempat masak ya Bu?" Tanya Dinda.
"Iya Bu,walaupun suamiku berulah,tapi aku tetap menyediakan sarapan dan makan malam untuknya" Sahut Ani.
"Hebat Bu,istri yang baik,saya salut sama ibu" Puji Dinda.
"Terima kasih ya Bu,ibu dari tempat kerja udah bela belain langsung datang kemari" Ucap Dinda.
"Iya sama-sama Bu,nanti saya kabari ibu ibu arisan di group WhatsApp,supaya mereka pada datang jenguk Rani kesini" Ucap Ani.
Ani pun berpamitan pada Dinda,kemudian ia pun berlalu menuju ke pintu lift untuk turun ke lantai dasar.
Dinda pun masuk ke dalam ruangan,terlihat Steven lagi memandangi wajah Rani sambil mengelus-elus tangan Rani.
"Nak Steven,ini udah maghrib nak,apa orang tua kamu tidak kehilangan dan mencari cari kamu nak?" Tanya Dinda.
"Sebentar lagi ya tan,saya masih mau disini menemani Rani" Sahut Steven.
"Steven kelas berapa?" Tanya Dinda.
"Saya kelas delapan tan,saya kakak kelasnya Rani dan kami baru aja jadian seminggu yang lalu" Ucap Steven polos.
"Oh begitu,kayaknya kamu Chinese ya nak?" Tanya Dinda.
"Iya benar tante,saya keturunan Chinese,tan apa boleh saya meminta nomor handphone tante?" Tanya Steven.
"Oh iya boleh nak" Dinda pun menyebutkan nomor ponselnya.
"Makasih ya tante,Steven udah save nomor hp tante di handphone Steven" Ucap Steven.
"Maaf ya nak,bukanya tante ngusir kamu nak,ini udah jam 7 malam,kamu masih pakai seragam sekolah,sebaiknya kamu pulang aja nak,takutnya orang tua kamu khawatir di rumah nungguin kamu nak" Ucap Dinda.
__ADS_1
"Iya Tante,saya mau pulang,tapi bolehkan tan besok saya datang kesini lagi?" Tanya Steven.
"Iya boleh nak,terima kasih ya nak,kamu udah mau menemani Rani disini" Ucap Dinda.
"Iya sama-sama tante,saya permisi pamit pulang dulu ya tan" Ucap Steven sambil mencium punggung tangan Dinda.
Steven pun telah berlalu keluar dari dalam ruangan,kini tinggal Dinda sendirian yang menemani Rani di ruangan tersebut.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Din,Abang udah parkiran di RSUD nih,Rani di rawat di ruangan mana?" Tanya Deddy.
"Di lantai empat,ruang mawar VVIP kamar nomor satu" Sahut Dinda.
"Oke,aku segera kesana Din" Ucap Deddy.
Tak berselang lama kemudian Deddy mengetuk pintu ruangan,dan Dinda pun segera membukakan pintu.
"Din,gimana kondisi Rani sekarang?" Tanya Deddy.
"Kamu lihat aja sendiri bang" Ujar Dinda.
"Ya Allah Rani,kemarin om datang ke rumah bawa oleh-oleh,kamu masih sehat dan ceria, sekarang kamu terbaring disini,cepat sembuh ya Rani" Ucap Deddy sambil memandangi Rani yang terbaring di atas bed rumah sakit.
"Iya namanya juga musibah,kita tidak tahu datangnya kapan bang,apa mungkin ini teguran buat aku bang,entahlah aku jadi....
"Din,yang sabar ya,aku akan selalu ada untuk menemani kamu dalam kondisi apapun,jadi jangan berpikiran yang aneh aneh" Deddy memotong ucapan Dinda.
"Assalamualaikum" Terdengar suara Bu Yanti,lalu ia pun masuk ke dalam di ikuti oleh Tia,Shella dan Shelly.
"Wallaikumsallam" Jawab Dinda.
"Din,maaf ibu baru sempat datang kesini,ibu tutup rumah makan dulu,baru ke rumah kamu jemput si kembar" Ucap Bu Yanti.
"Iya gak apa-apa Bu,Shella Shelly sini peluk mama nak" Ucap Dinda pada anak kembarnya itu.
"Bu,maaf aku gak tahu kalau ibu mau datang kesini juga,kirain tadi ibu udah disini,tahu gitu aku tadi jemput ibu sama Shella Shelly ke rumah dan bareng kita kesini Bu" Ucap Deddy sambil mencium punggung tangan Bu Yanti.
"Iya gak apa-apa bang" Sahut Bu Yanti sambil tersenyum.
"Ran,cepat sembuh ya,ini nenek datang jenguk kamu Ran" Ucap Bu Yanti.
"Rani cepat sembuh ya,ini aku mbak Tia nengok kamu Ran" Ucap Tia sambil mengelus-elus tangan Rani.
"Mbak,saya mau minta tolong sama kamu,selama saya di rumah sakit,kamu tidur di rumah aja ya,temani Shella dan Shelly ya mbak" Ucap Dinda.
"Oke baik Bu,si kembar aman sama saya Bu,ibu gak perlu khawatir" Sahut Tia.
"Terima kasih ya mbak" Ucap Dinda.
"Iya sama sama Bu" Sahut Tia.
BERSAMBUNG.....
******
__ADS_1