
( POV Dinda )
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Iya,hallo bang" Dinda mengangkat ponselnya.
"Din,udah makan siang belum?" Tanya Deddy.
"Udah barusan" Jawab Dinda.
"Makan dimana,sama siapa?" Tanya Deddy.
"Beli nasi Padang dua bungkus,makan di ruko berdua sama mbak Tia" Sahut Dinda.
"Yah,padahal tadinya Abang mau ngajak makan siang bareng,tapi Dinda udah makan duluan" Timpal Deddy.
"Ya telat sih,ngajak makan siang jam segini,ini udah jam satu loh bang" Sahut Dinda.
"Iya soalnya hari ini banyak kerjaan Din, ngurusin dokumen beberapa perusahaan asing,dan ini baru aja selesai" Timpal Deddy.
"Ya udah pergilah sana makan bang,ini udah jam satu lewat loh,ntar kena maag" Ujar Dinda.
"Yah makan sendiri gak asik,gak ada kawan ngobrol Din" Sahut Deddy.
"Ya ajaklah kawannya bang,siapa kek disitu,biar ada kawan ngobrol" Ujar Dinda.
"Mereka udah pada makan siang semua,ya udah deh,Abang makan siang di kantin sini aja Din" Timpal Deddy.
"Oh ya udah,pergilah sana makan bang" Ujar Dinda.
"Din,nanti malam kita dinner yuk" Ajak Deddy.
"Dinner dimana bang?" Tanya Dinda.
"Ada deh,pokoknya tempatnya asik dan bisa melihat pemandangan di malam hari" Sahut Deddy bersemangat.
"Ya lihat nanti aja ya bang,aku gak bisa janji" Timpal Dinda.
"Pokoknya habis magrib,Abang jemput ke rumahmu ya Din" Ucap Deddy.
"Udah dulu ya bang,aku mau merekap orderan customer dulu" Dinda mematikan ponselnya.
"Bu,ini semuanya udah selesai di packing" Ucap Tia.
"Oh iya mbak,berarti kita tinggal menempelkan alamat rumah customer aja,habis itu kita langsung berangkat ke JNE,Tiki dan kantor pos" Timpal Dinda.
Dinda pun dengan sigap menempelkan alamat rumah di semua paket yang sudah di packing oleh Tia.
"Mbak,tolong bawa semuanya paket ini ke dalam bagasi mobil" Ujar Dinda.
"Baik Bu" Sahut Tia.
Dinda pun segera menutup rolling door ruko, kemudian ia pun berangkat bersama Tia menuju ke kantor pos.
__ADS_1
"Bu,nanti malam saya izin keluar ya Bu" Ucap Tia.
"Mau izin kemana mbak?" Tanya Dinda.
"Mau di ajak jalan sama Mamat Bu" Sahut Tia.
"Mamat siapa,yang mana orangnya Mbak?" Tanya Dinda.
"Anak kost sebelah rumah Bu Dinda,katanya dia mau ngajak makan Bu" Sahut Tia.
"Tapi pulangnya jangan terlalu malam ya mbak,kan ibu kamu selalu berpesan di telepon sama saya,nitip Tia dan tolong jagain Tia Bu Dinda,begitu ibumu bilangnya" Timpal Dinda.
"Iya Bu,jam 10 saya udah sampai di rumah lagi Bu" Sahut Tia.
"Yang penting kamu harus bisa jaga diri ya mbak,jangan sampai kena rayuan laki laki, apalagi kamu baru kenal sama dia" Pesan Dinda.
"Iya Bu" Sahut Tia.
"Udah sampai kantor pos nih mbak,kamu tolong bantuin saya keluarin semua paket yang ada di bagasi" Ujar Dinda.
"Siap Bu" Sahut Tia bersemangat.
Selesai mengirim paket di kantor pos,Dinda dan Tia pun berlalu menuju ke kantor JNE dan Tiki.
"Alhamdulillah,semua barang sudah kita kirim mbak,sekarang saatnya kita pulang hehe" Ucap Dinda.
"Iya Bu,itu artinya saya bisa siap siap untuk jalan sama Mamat,makasih ya Bu udah ngizinin saya keluar" Ucap Tia.
"Iya,yang penting kamu bisa jaga diri ya mbak" Pesan Dinda lagi.
Sesampainya di rumah Dinda pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.Kemudian ia pun melaksanakan shalat Maghrib di kamarnya.
"Kriinggg... kriinggg... kriinggg" Deddy menghubungi Dinda.
"Hallo Din,Abang udah di depan rumah kamu nih" Ucap Deddy.
"Iya tunggu sebentar,aku mau siap siap dulu ya bang" Sahut Dinda.
"Hah,baru mau siap siap,dari tadi ngapain aja sih Din?" Tanya Deddy kesal.
"Ya baru selesai shalat bang,emang kamu gak shalat ya?" Tanya Dinda.
Deddy pun langsung menutup teleponnya, Dinda segera mengganti pakaiannya dan merias wajahnya dengan makeup tipis tipis.
"Hey,maaf ya bang nunggu lama hehe" Ucap Dinda sembari masuk ke dalam mobil Deddy.
"Iya,sampai berjamur aku nungguinnya" Sahut Deddy kesal.
"Ya namanya juga perempuan,kalau dandan kan butuh waktu bang" Sahut Dinda ketus.
"Iya udah gak apa-apa,aku udah terbiasa menunggu kamu Din,udah tiga tahun loh kita bersama,jadi aku udah tahu kamu itu kalau dandan pasti lama hehehe" Ucap Deddy sambil tersenyum.
"Nah,itu kamu udah tahu" Sahut Dinda ketus.
__ADS_1
"Iya sayang,ya udah jangan ngambek gitu,kan kita mau pergi dinner,masa ngambek gitu hehe" Ucap Deddy berusaha mencairkan suasana.
Sesampainya di tempat makan,Dinda dan Deddy memilih tempat duduk paling pojok.
"MasyaAllah indah banget pemandangannya bang,suasana malam dengan banyak lampu lampu best banget sih tempatnya" Ucap Dinda.
"Tempatnya outdoor begini,suasananya romantis kan Din hehe" Timpal Deddy.
"Iya,keren banget,aku suka tempat ini best" Ucap Dinda.
"Permisi Pak,Bu,mau pesan makan apa?" Tanya pelayan.
"Pesan ikan bakar yang besar satu,kangkung belacan,teh tarik sama orange jus ya mbak" Ujar Deddy pada pelayan.
"Oke baik pak,mohon di tunggu" Sahut pelayan.
"Hmm,udah hapal ya kamu sama minuman favorit aku hehehe" Ucap Dinda.
"Kita kenal udah tiga tahun Din,aku tahulah semua yang kamu sukai dan yang tidak kamu sukai hehe" Sahut Deddy.
"Bang,bawa rokok engga?" Tanya Dinda.
"Ada di mobil Din,tunggu sebentar ya Din, Abang ambilkan di mobil" Deddy langsung berdiri dan berlalu menuju ke arah mobilnya.
"Nih Din rokoknya" Ucap Deddy sembari menyodorkan rokok pada Dinda.
"Thank you bang" Ucap Dinda.
"Din,kita pergi yuk dari kota ini,kita menikah dan kita membuka lembaran baru" Ajak Deddy.
"Apa?gila kamu ya bang,engga deh,itu ide gila,ide konyol aku engga mau! " Ucap Dinda tegas.
"Memangnya kamu mau kita selamanya begini terus Din?" Tanya Deddy.
"Enggak! " Sahut Dinda tegas.
"Lalu bagaimana dengan hubungan kita selama ini,apa kita akan terus terusan seperti ini Din?" Cecar Deddy.
"Kamu jangan terlalu banyak menuntut sama aku ya,kan kita kenal statusnya masing-masing udah pada berkeluarga,jadi kalau lebih dari itu aku gak bisa! " Ucap Dinda tegas.
"Aku tahu selama ini kamu gak pernah cinta sama aku,dan aku hanya pelampiasan rasa kesepian kamu aja,iyakan Din?" Tanya Deddy.
"Please jangan ngajak berdebat" Sahut Dinda sambil menghisap rokoknya.
"Someday aku berharap,kamu bisa jatuh cinta beneran sama aku Din" Ucap Deddy.
"Begini ya bang,kalau aku harus mengikuti ide kamu itu jelas tidak bisa,karena aku tidak bisa meninggalkan anak-anakku dan anak anakku adalah segalanya bagiku bang" Ucap Dinda.
"Iya,kan kita juga bisa punya anak lagi Din, setelah kita menikah" Timpal Deddy enteng.
BERSAMBUNG....
*******
__ADS_1
.