Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 32. Rahasia Mawar Terbongkar


__ADS_3

( POV Shandy )


Hari ini sudah dua hari aku di Palangkaraya dan Mawar pun sampai sekarang belum pulang ke rumah.Entah pergi kemana sampai saat ini belum juga kembali ke rumah.


"Pak,makan malamnya sudah siap"Ucap bik Ijah pada Shandy.


"Oh iya terima kasih bik"Shandy pun mematikan televisi kemudian berlalu menuju ke ruang makan.


"Papa,Siska pulang"Ucap Siska sambil menyalami Shandy.


"Makan nak"Ucap Shandy.


"Iya pah,mama mana pah?"Tanya Siska.


"Entahlah,sampai sekarang juga belum pulang, handphonenya juga tidak aktif"Timpal Shandy.


"Coba Siska telepon dulu ya Pah"Siska mengeluarkan ponselnya lalu mencari kontak yang bernama"Mama".


"Telepon yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan tut tut tut"Siska menutup layar ponselnya.


"Gak aktif Pah"Ucap Siska.


"Hmm..."Shandy tak menimpali ucapan Siska,ia terus saja makan dengan lahap.


Selesai makan Shandy dan Siska pun berlalu menuju ke kamar masing-masing.Sementara di luar,mobil Mawar masuk ke dalam garasi.


Mawar pun segera menuju ke lantai atas lalu masuk ke kamarnya.


Degh!


"Eh,Papa sudah pulang?"Mawar kaget melihat Shandy sedang duduk di tepi ranjang sambil memainkan ponselnya.


"Sudah"Jawab Shandy singkat.


"Oh ya sudah,mama mau mandi dulu ya"Ucap Mawar sambil berlalu menuju kamar mandi.


Sementara mawar sedang mandi,Shandy pun segera meraih ponsel Mawar yang di letakkan di atas nakkas yang sedari tadi bergetar.


{Sayang,terima kasih untuk hari ini ya}


{I love you muaaah}


{Besok jemput ke rumah,seperti biasa ya}


Shandy lalu meletakkan ponsel tersebut di atas nakkas seperti sebelumnya.


Selesai mandi Mawar pun bersiap-siap untuk tidur dan menutupi badannya dengan selimut.


Keesokan paginya Shandy sudah di ruang makan bersama Siska sedang sarapan.


"Pah,mama mana?"Tanya Siska.


"Masih di atas"Sahut Shandy.


"Ya udah kalau begitu,Siska berangkat kuliah dulu ya Pah"Siska pun menyalami tangan Shandy.


"Iya,hati hati ya nak"Ujar Shandy.


Tak berselang lama kemudian Mawar pun turun dari lantai atas lalu menuju ruang makan.


"Mau kemana ma?"Tanya Shandy.


"Biasa arisan"Ucap Mawar


"Oh"Shandy manggut-manggut.


Mawar mengambil dua lembar roti tawar lalu di olesi dengan selai Nutella dan meminum susu hangat buatan bik Ijah.


"Duluan ya Pah"Mawar beranjak dari tempat duduknya,kemudian menuju ke garasi mobil.


Shandy pun langsung menuju garasi dan menghampiri Tukimin yang sedang minum kopi hitam buatan bik Ijah.


"Min,ayo kita berangkat sekarang"Ajak Shandy pada Tukimin.


"Oke baik Pak"Tukimin meneguk sisa kopinya kemudian langsung masuk ke dalam mobil.


"Min,kamu ikuti mobil Ibu cepat! Ujar Shandy.


"Oke siap Pak"Sahut Tukimin mempercepat laju mobilnya.


"Ikutin terus min,jangan sampai kehilangan jejak"Ujar Shandy.


"Siap bos"Timpal Tukimin.


"Berhenti min,dia masuk ke dalam gang"Ujar Shandy.


Shandy dan Tukimin pun memperhatikan mobil Mawar dari kejauhan,kemudian ada seorang laki-laki muda masuk ke dalam mobil Mawar.


"Pak,sebaiknya kita mundur dulu,karena mobil Bu Mawar kayaknya mau mundur tuh Pak"Ucap Tukimin.


"Ya sudah cepat min,kita parkir depan Indomaret saja"Timpal Shandy.


Tukimin pun segera memundurkan mobil lalu parkir di depan Indomaret.


"Nah di sini kita aman Pak,jadi tidak kelihatan sama Bu Mawar.

__ADS_1


"Kamu perhatikan setiap mobil yang keluar dari dalam gang itu min"Ujar Shandy.


"Iya Pak"Sahut Tukimin.


Shandy dan Tukimin pun menunggu beberapa saat dan memperhatikan setiap mobil yang keluar dari dalam gang tersebut.


"Min,itu min,cepat kita ikutin"Ujar Shandy sambil menepuk bahu Tukimin.


Tukimin pun segera menyalakan mesin mobil, lalu mengikuti mobil Mawar dari kejauhan.


"Min,berhenti dulu,mobilnya masuk ke dalam hotel,biarkan mereka cari parkiran dulu"Ujar Shandy.


Setelah menunggu dan memperhatikan ke arah hotel.Shandy dan Tukimin melihat Bu Mawar masuk ke dalam hotel dengan seorang pria yang masih sangat muda.


"Min,ayo cepat kita hotel itu"Ujar Shandy.


"Oke siap Pak"Tukimin melajukan mobilnya lalu memarkirkan mobilnya di basement hotel.


Shandy pun segera bergegas masuk ke dalam hotel lalu menuju ke receptions.


"Silahkan Pak,mau pilih paket yang mana,dan untuk berapa hari?"Tanya receptions hotel.


"Maaf mbak,saya gak mau booking hotel,tapi mau nanya,tadi barusan ada ibu-ibu sama anak muda masuk ke hotel ini,boleh saya tahu di kamar berapa?"Tanya Shandy.


"Oh maaf sekali bapak,tamu kita di sini di jaga privasinya,jadi siapapun tidak boleh tahu,maaf sekali ya Pak"Ucap mbak receptions hotel tersebut.


Shandy pun merogoh dompetnya kemudian mengambil uang satu juta rupiah,lalu di berikan pada mbak receptions hotel tersebut.


"Mbak saya minta tolong kerjasamanya ya"Ucap Shandy.


"Kamar 203 Pak"Ucap mbak receptions.


"Oke terima kasih mbak"Ucap Shandy.


"Min,ayo ikut ke atas"Ujar Shandy yang sedari tadi Tukimin berada di belakang Shandy.


"Iya Pak"Timpal Tukimin.


Shandy menekan tombol lift lalu masuk bersama Tukimin.Tak berapa lama kemudian Shandy dan Tukimin kini sudah di lantai dua dan sedang mencari kamar nomor 203.


"Pak,ini pak kamarnya"Ucap Tukimin pelan sambil menunjuk ke arah pintu di hadapannya.


"Sini dulu min"Shandy memanggil Tukimin.


"Iya Pak,kita dobrak aja atau gimana Pak"Tanya Tukimin.


"Jangan"Ujar Shandy setengah berbisik.


"Dek,sini dulu dek"Shandy memanggil office boy yang lewat depan Shandy dan Tukimin.


"Ini uang buat kamu"Shandy memberikan uang sebanyak lima ratus ribu rupiah pada office boy tersebut.


"Buat saya Pak?"Tanyanya dengan wajah sumringah.


"Iya buat kamu,tapi saya minta tolong,kamu ketuk pintu nomor 203 itu ya cepat! Ujar Shandy.


"Oke baik Pak"Sahut office boy tersebut lalu ia pun berlalu menuju ke pintu kamar 203.


"Tok...tok...tok"


Sementara office boy mengetuk pintu,Shandy dan Tukimin memperhatikan dari jarak lima meter.


"Kreeeeekkkk"pintu di buka dari dalam.


"Maaf mas,saya mau ambil tong sampahnya, barangkali sudah penuh"Ucap office boy.


"Kami baru saja masuk,jadi mana mungkin penuh tong sampahnya"Ucap seorang pria.


Dengan tergesa-gesa Shandy berlari dan hendak menerobos masuk ke dalam kamar tersebut.


"Awas minggir kau! Ucap Shandy dengan nada suara tinggi.


"Hey,anda siapa main masuk aja ke kamar orang"Laki laki muda tersebut berusaha mencegah Shandy untuk masuk.


"Seharusnya saya yang bertanya,siapa kau berani beraninya kau masuk ke hotel bersama istri orang!"


Shandy pun berhasil lolos masuk ke dalam dan mendapati Mawar tengah terbaring di tempat tidur dan tak memakai sehelai benangpun,dan tubuhnya hanya di tutupi dengan selimut berwarna putih.


"Mawar!


Mawar pun menoleh dan kaget melihat kedatangan Shandy dengan wajah merah padam dan emosi yang berapi-api.


"Dasar perempuan binal kamu!


"Plak plak"Shandy menampar pipi Mawar.


"Pah,dengarkan dulu penjelasan Mama Pah"Ucap Mawar sambil menangis dan berlutut di kaki Shandy.


Shandy menendang tubuh Mawar hingga terjungkal kemudian ia pergi meninggalkan kamar tersebut.


"Ayo min"Shandy mengajak Tukimin yang sejak tadi berdiri di depan pintu kamar.


Sesampainya di parkiran hotel Shandy dan Tukimin langsung masuk ke dalam mobil dan berlalu meninggalkan hotel tersebut.


"Sekarang kita mau kemana Pak?"Tanya Tukimin.

__ADS_1


"Pulang ke rumah"Ujar Shandy.


Tukimin pun melajukan kendaraannya menuju ke rumah.Sesampainya di rumah Shandy segera masuk ke dalam kamarnya.


"Hah! pantas saja sikap mawar dingin dua tahun belakangan ini,rupanya dia ada main sama berondong di luaran sana"Gumam Shandy.


"Apakah ini yang di sebut karma?"Batin Shandy.


"Kriinggg... kriinggg.. kriinggg"


Handphone Shandy berdering dan terlihat ada panggilan telepon dari Melly.


"Hallo"Terdengar suara Melly di ujung telepon.


"Hallo sayang,gimana kabarnya sayang?"Tanya Shandy pada Melly.


"Alhamdulillah baik bang,Abang sendiri gimana kabarnya,kok dari kemarin gak ada kabar?Tanya Melly.


"Lagi ada sedikit masalah sayang,mungkin Abang akan lama disini"sahut Shandy.


"Masalah bisnis ya bang,terus mau berapa lama di sana bang?"Tanya Melly.


"Mungkin sekitar dua mingguan sayang,kalau masalahnya sudah selesai,Abang secepatnya berangkat ke Jakarta"Ucap Shandy.


"Oke bang,semoga masalahnya cepat selesai ya bang"Ucap Melly.


"Iya sayang,kamu jaga diri baik baik ya disana"Ujar Shandy.


"Iya bang,ini aku lagi kursus nyetir mobil bang hehehe"Ucap Melly dengan antusias.


"Iya sayang,lanjutkan kursusnya ya dan hati hati"Shandy mengakhiri teleponnya.


Shandy pun duduk di tepi ranjang sambil memegang kepalanya.


"Pah,dengarkan penjelasan Mama dulu"Tiba tiba Mawar masuk ke dalam kamar lalu bersujud di kaki Shandy.


"Aku gak butuh penjelasan kamu Mawar, sebaiknya kamu pergi dari rumah ini"Ucap Shandy tegas.


"Pah,mama begini karena Papa terlalu sibuk dengan bisnis Papa"Mawar menangis dan bersujud di kaki Shandy.


"Mawar apapun alasanmu,aku tidak mau mendengarnya,mulai hari ini silahkan kamu pergi dari rumah ini"Shandy berteriak dan membentak Mawar.


Shandy pun berdiri dan hendak meninggalkan kamar,namun kakinya di pegang Mawar dengan kuat,hingga langkah Shandy pun terhenti.


"Aku akan segera menghubungi pengacara,biar perceraian kita kita segera di urus Mawar,biar kamu puas! Shandy menghardik dan Mawar pun semakin histeris.


"Tapi pah,papa jangan egois,Mama begini juga karena Papa jarang di rumah"Mawar masih bersikukuh dengan pendapatnya.


"Mulai hari ini,kamu pergi dari rumah ini"Ucap Shandy mengusir Mawar.


"Tapi pah,inikan rumah Mawar juga"Ucap Mawar dengan terisak.


"Rumah ini aku beli sebelum menikah sama kamu"Ucap Shandy dengan lantang dan tegas.


"Tapi kamu tenang saja,toko mebel lama yang di pegang Jaka adikmu,itu bagian kamu"Ucap Shandy.


"Dan rumah yang kecil sekarang di kontrakan,itu juga bagian kamu"Ucap Shandy tegas.


"Masa Mama tinggal di rumah kecil Pah?"Ucap Mawar protes.


"Masih untung aku kasih rumah dan toko mebel"Timpal Shandy ketus.


"Tapi Siska mana mau tinggal di perumahan kecil dan sempit seperti itu Pah"Ucap Mawar dengan sesenggukan.


"Siska akan tetap tinggal di sini"Timpal Shandy tegas.


Shandy pun berlalu keluar dari kamar dan meninggalkan Mawar yang terduduk di lantai sembari sesenggukan.


"Tuuuuttttt... tuuuuttttt... tuuuuttttt"


"Hallo Pak Shandy"Terdengar suara Pak Luhut Sitompul di ujung telepon.


"Hallo Pak Luhut,bagaimana kabarnya Pak?Tanya Shandy berbasa-basi.


"Baik Pak Shandy,kemana saja,sudah lama kita tak jumpa Pak Shandy?"Tanya Luhut.


"Biasa Pak,sibuk ngurus kerjaan"Jawab Shandy.


"Orang sibuk,pengusaha sukses dan usahanya ada di mana-mana,mantap sekali Pak Shandy"Luhut memuji Shandy.


"Ah bisa aja Pak Luhut ini"Ucap Shandy.


"Oh iya,ada apa Pak Shandy menghubungi saya,kok tumben?"Tanya Luhut.


"Iya Pak,saya mau minta tolong urus perceraian saya dengan Mawar Pak Luhut"Ucap Shandy.


"Hah! seorang pengusaha sukses,kenapa mau cerai,sebaiknya di pikir pikir lagi Pak Shandy"Timpal Luhut.


"Sudah tidak bisa di pertahankan lagi Pak Luhut,jadi saya mohon bantuannya ya Pak"Ucap Shandy.


"Oke baik Pak Shandy,besok saya tunggu di kantor saya"Ujar Luhut.


"Oke baik,terima kasih sebelumnya Pak Luhut"Sahut Shandy.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


*******


__ADS_2