
( POV Dinda )
"Selamat sore pak,saya mau bertemu dengan pak Yudi manager asuransi" Ucap Dinda pada security.
"Langsung aja ke ballroom ya Bu,silahkan" Sahut security hotel ramah.
"Baik pak,terima kasih" Timpal Dinda sambil tersenyum.
Dinda langsung berjalan menuju ke ballroom hotel tersebut,ia pun masuk ke dalam ruangan tersebut,disana tampak Yudi sedang berdiri di depan para agen asuransi,ia sedang memberikan bimbingan dan motivasi kepada bawahannya tersebut,kemudian di lanjutkan dengan presentasi.
Pria 43 tahun tersebut mengenakan stelan jas yang berwarna hitam,ia tampak gagah dan berwibawa sedang di depan layar proyektor sambil memegang mikrofon.
Saat Dinda masuk ke dalam ruangan tersebut,Yudi tampak terdiam sejenak dan memandang ke arah Dinda.
"Selamat datang kepada ibu Dinda,silahkan Bu langsung saja duduk di kursi paling depan,di sini masih ada kursi yang kosong Bu" Ujar Yudi.
Sontak saja semua mata tertuju pada Dinda,ia pun memilih duduk di kursi paling belakang.
"Hah,ngapain nyuruh duduk di depan,aku ini siapa?kan gak penting juga aku ada di dalam ruangan ini" Batin Dinda.
Sepuluh menit kemudian Yudi pun mengakhiri presentasi nya,ia menyerahkan acara tersebut kepada pihak panitia pelaksana acara tersebut.Dengan langkah gontai Yudi pun menghampiri Dinda yang tengah duduk di kursi paling belakang.
"Hii Din,terima kasih ya udah mau datang" Ucap Yudi tersenyum seraya duduk di sebelah Dinda.
"Iya,maaf terlambat,soalnya tadi harus jemput anak-anak sekolah dulu" Timpal Dinda.
"Enggak apa-apa Din,dengan kamu hadir di sini aja,aku udah senang banget hehe" Sahut Yudi.
"Eh Din,kita keluar yuk" Ajak Yudi.
"Emang acaranya udah selesai ya pak?" Tanya Dinda.
"Udah,yuk" Ajak Yudi.
__ADS_1
Dinda pun mengikuti langkah Yudi keluar dari dalam ballroom hotel tersebut.
"Udah makan belum Din?" Tanya Yudi.
"Makan siang sih udah pak" Jawab Dinda.
"Dinda,ini udah jam 5.30 loh,yuk kita makan di belakang hotel ini ada restoran langganan aku,yuk kita kesana" Ajak Yudi.
"Oke" Sahut Dinda.
Keduanya pun berjalan ke belakang hotel,lalu Dinda dan Yudi pun masuk ke dalam restoran tersebut.
"Kemarin kan aku yang di traktir sama kamu Dinda,sekarang giliran aku yang traktir kamu ya,yuk silahkan di pilih-pilih Din,mau makan apa?" Yudi menyodorkan menu makanan pada Dinda.
"Hmm,gak usah deh pak,terima kasih aku pesan minum aja" Sahut Dinda.
"Loh kok gak makan sih Din?disini menunya enak-enak loh" Ucap Yudi.
"No thank you,aku pesan orange juice aja" Timpal Dinda.
"Akhirnya kamu datang juga Dinda,aku kira kamu gak datang" Ucap Yudi sambil tersenyum.
"Iya,to the points aja pak,mana print out yang bapak janjikan kemarin?" Dinda yang tak suka berbasa-basi itu langsung saja ke inti pembicaraan.
"Sebenarnya hasil print out nya kemarin dari kantor udah saya bawa ke rumah,eh tadi sore aku terburu-buru datang ke hotel lebih awal untuk prepare persentase,saking terburu-buru nya,maaf jadinya aku lupa bawa Din" Ucapnya enteng.
"Oh begitu,lupa terus ya pak,jadi gunanya saya datang kesini untuk apa ya pak?" Ucap Dinda tegas.
"Dinda,kamu mau gak jadi agen asuransi?" Tanya Yudi.
"What's?" Tanya Dinda mengernyitkan dahinya.
"Kamu selain cantik,pintar,juga cerdas dan kamu punya masa yang cukup banyak Dinda, teman-teman kamu di Facebook itu ada 4500 orang lebih bahkan hampir 5000 orang,kamu gunakan kesempatan ini sebaik mungkin untuk menarik mereka menjadi nasabah kamu Dinda" Ucapnya menjelaskan.
__ADS_1
"No thank you,itu bukan kapasitas saya pak" Tolak Dinda tegas.
"Kalau saya perhatikan kamu cukup sukses berbisnis online di media sosial kamu Din,kenapa enggak kamu manfaatkan aja Facebook kamu untuk menjaring mereka masuk ke asuransi kita Dinda?" Ucap Yudi.
"Kan udah saya bilang pak,saya tidak punya kapasitas di bidang itu,kalau toh selama ini saya jualan online itukan artinya saya menjual barang ke mereka,bentuk fisiknya nyata dan saya nyaman menjalankan bisnis tersebut, kalau saya di suruh jadi agen,saya rasa bapak salah memilih saya untuk terjun ke dunia itu pak" Dinda menolak saran Yudi.
"Asuransi ini bisa di katakan sebagai bisnis juga Dinda,semakin banyak kamu menarik nasabah,semakin banyak juga pendapatan kamu tiap bulannya dan untuk menjadi agen asuransi itu tidak perlu lulusan sarjana atau apalah itu,yang penting kita pinter ngomong aja din" Yudi pantang menyerah,ia tetap saja membujuk Dinda untuk masuk ke dalam dunianya.
"Tidak pak,maaf sekali lagi saya bilang tidak,itu bukan dunia saya pak,saya kesini semata-mata hanya ingin minta kejelasan klaim asuransi anak saya, kenapa bapak sampai saat ini masih saja mengulur-ulur waktu dengan alasan lupa dan lupa terus?saya pastikan ini pertemuan kita yang terakhir ya pak,permisi saya pamit pulang dulu" Dinda berdiri dari tempat duduknya,lalu ia pun meninggalkan restoran tersebut.
"Din,Dinda! " Teriak Yudi memanggil Dinda.
Dinda bergegas menuju ke area parkir mobil,ia pun langsung masuk ke dalam mobilnya.Kemudian Dinda pun melajukan kendaraannya dengan perasaan marah dan kecewa terhadap Yudi.
"Pura-pura lupa aja terus,asuransi anakku aja gak jelas,kamu malah ngajak aku jadi agen, sorry to say ya,aku gak mau bikin orang-orang kecewa,cukup aku aja yang kecewa" Gumam Dinda kesal.
Sesampainya di rumah Dinda langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi,ia pun segera masuk ke dalam rumahnya.
Selesai menjalankan shalat Maghrib,Dinda pun membuka layar ponselnya,ia membuka aplikasi Facebook dan Instagramnya,ia pun sibuk memposting foto foto tas dan sepatu terbaru di akun media sosialnya.
"Tringgg,tringgg" pesan Messenger Dinda berbunyi.
Dinda pun membuka messenger nya,ada pesan masuk dari tiga orang customer baru dan meminta untuk di masukkan ke dalam group WhatsApp.
Yang menarik perhatian Dinda adalah pesan messenger dari Deddy.
"Hii Dinda,kamu kemana aja?" Tanya Deddy.
"Sudah lama ya kita gak ketemu,kamu kok sekarang ini susah sekali di hubungi Dinda?" Tanya Deddy.
"Kamu sombong sekarang ya Din,di telepon gak pernah di angkat,di WA pun gak pernah di balas" Pesan Deddy di akhiri dengan emot sedih.
Dinda hanya membaca pesan tersebut,ia pun tak membalasnya.Kemudian Dinda pun keluar dari aplikasi tersebut.
__ADS_1
BERSAMBUNG
*****