Gairah Wanita Kesepian

Gairah Wanita Kesepian
Bab 24. Deddy Semakin Gila


__ADS_3

( POV Dinda )


Siang ini aku rebahkan tubuhku sambil memainkan ponselku dan berselancar di dunia maya.Lalu aku posting foto yang sedang berpose berlatar belakang pemandangan yang sangat indah dan sejuk.


Aku memposting foto dengan memakai rok span pendek berwarna hitam,di padukan dengan kemeja Burberry dan aku pun menenteng sebuah tas branded merk Hermes berwarna hitam,tak lupa juga aku memakai kacamata brand Gucci serta menggunakan high hills yang warnanya senada dengan kemeja yang aku kenakan warna cream.


"Klik" aku pun memposting foto tersebut.Tak berselang lama postingan aku di banjiri dengan banyak komentar.Ratusan komentar sudah memenuhi memenuhi kolom komentar.Salah satunya komentar dari Shakilla dan Deddy.


"Kak Dinda cantik banget" komentar Shakilla.


"WOW cantik banget Dinda" komentar Deddy.


Setelah posting foto aku pun langsung log out. Karena aku merasa mataku sangat berat dan ngantuk luar biasa,dan sudah menjadi kebiasaan aku memang selalu tidur siang di jam jam seperti itu.


"Kriinggg.... kriinggg... kriinggg..." ponselku berdering membangun aku dari tidurku.


Dengan menahan kantuk aku pun membuka mata mencari dan meraba-raba ke arah ponselku berbunyi,dan ternyata berada di bawah bantal.Kuraih ponselku lalu aku pun menyentuh tombol yang berwarna hijau.


"Hallo" ucapku.


"Hallo kak Dinda" terdengar suara Shakilla di ujung telepon.


"Iya dek,ada apa dek? tanyaku.


"Kak,kita pergi karaokean yuk kak" ajak Shakilla.


"Kakak masih ngantuk killa" jawabku dengan mata yang masih sangat berat.


"Kakak ayo bangun,kita pergi karaokean yuk" ajaknya lagi.


"Ya sudah,kalau begitu kakak mandi dulu ya" jawabku.


"Horeee asiiikkk,nanti killa jemput ke rumah kak Dinda ya? ujar Shakilla.


"Iya" jawabku.


Aku pun segera bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhku.Setelah mandi aku pun mengenakan mini dress lalu berdandan di depan cermin,tak lupa aku semprotkan parfum branded favoritku dengan aroma yang soft dan harum menyegarkan.


"Tingtong.... tingtong.... tingtong..." terdengar suara bel pintu berbunyi.


Mbak Siti pun segera keluar membukakan pintu pagar.


"Bu Dinda nya ada mbak? tanya Shakilla.


"Ada di dalam,mari masuk" ajak mbak Siti.


"Silahkan duduk dulu ya mbak,saya panggilkan Bu Dinda dulu" ujar mbak Siti.


"Iya,terima kasih mbak" sahut Shakilla.


Mbak Siti pun segera bergegas menuju ke kamar aku dan memberikan tahukan,kalau Shakilla sudah datang.


"Bu,ada tamu" ucap mbak Siti.


"Oh,oke mbak,aku segera kesana" jawabku.


Aku pun segera mengambil tas branded kesayanganku merk Chanel,lalu aku masukan dompet serta ponselku.


"Hii killa,sudah lama menunggu ya? tanyaku.


"Ah belum kak,baru lima menit hehe,kak Dinda apa kabarnya? ucap Shakilla sambil cipika cipiki.


"Alhamdulillah baik dek,Killa sendiri bagaimana kabarnya? tanyaku.


"Aku baik kak" jawab Shakilla sambil tersenyum.


"Kemarin kakak lihat postingannya di Facebook lagi jalan jalan ke Bali,bersama siapa tuh hehehe" ucapku menggoda.


"Eh,itu ya kak,bersama pacarku dong kk hehehe" jawabnya sambil tersenyum.


"Wah ganteng juga ya pacarnya killa" sahutku masih dengan nada menggoda.


"Iya harus ganteng dong kak,kalau jelek killa mana mau hehehe" jawab Shakilla sambil terkekeh.


"Killa,berapa lama di Bali? tanyaku.


"Seminggu saja kakak" sahut Shakilla.


"Mau karaokean di mana killa? tanyaku.


"Oh iya,ayo kita berangkat sekarang kak,bang Deddy sudah menunggu di mobil" ujar Shakilla.


"Loh kok sama dia? tanyaku.


"Iya kak,karena bang Deddy yang mau traktir kita karaokean kak" jawabnya enteng.


"Mbak Siti,kami pergi dulu ya,titip anak-anak mbak" ujarku.


"Iya Bu" jawab mbak Siti dari ruang tengah.


Aku dan Shakilla pun segera bergegas ke luar, dan di depan rumah ternyata Deddy sudah menunggu di dalam mobil.

__ADS_1


"Kakak di depan saja duduknya" ujar Shakilla.


"Gak ah,kakak di belakang saja,killa sajalah yang di depan ya" jawabku.


"Gak kak,kak Dinda saja yang di depan" ujar Shakilla sambil masuk ke dalam mobil lalu duduk di jok mobil bagian tengah.


Aku pun segera masuk ke dalam mobil lalu duduk bersebelahan dengan Deddy.Deddy pun melemparkan senyum padaku dan menyapaku.


"Hii Dinda,apa kabarnya? tanya Deddy sambil menyalakan mesin mobilnya.


"Alhamdulillah baik" jawabku.


Kemudian Deddy pun mengendarai mobilnya menuju ke tempat karaokean,dan sesampainya di sana Deddy memesan room di receptions.


Sesampainya di dalam ruangan karaoke Shakilla menyanyikan beberapa lagu mulai dari lagu pop dan lagu dangdut, Shakilla pun berjoget dan bergoyang sampai naik ke atas meja.


Aku dan Deddy tertawa terbahak bahak melihat kelakuan dan tingkah Shakilla yang super heboh dan sangat menghibur. Sudah berbagai macam goyangan yang ia keluarkan sambil bernyanyi di atas meja.


"Killa awas jatuh,itu mejanya licin" ujar Deddy.


Shakilla pun tak mempedulikan ucapan Deddy,ia tetap saja bernyanyi dan bergoyang sesuka hatinya.


"Mau nyanyi lagu apa Din? tanya Deddy padaku.


Aku pun hanya menggelengkan kepala sambil melambaikan tangan,lalu kembali melihat ke arah Shakilla yang super heboh itu.


"Kak Dinda mau nyanyi apa? tanya Shakilla di sela sela break lagu.


"Kakak gak nyanyi,kakak nonton killa saja ya hehehe" jawabku sambil terkekeh.


"Tok...tok...tok...." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Kreeeeekkkk....' pintu pun terbuka dan pelayan pun menyodorkan buku menu.


"Maaf mas dan mbak,mau pesan makan apa? tanyanya sambil menyodorkan buku menu.


"Dinda,mau makan apa? tanya Deddy.


"Aku pesan nasi goreng seafood dan jus alpukat ya" celetuk Shakilla.


"Fish and chips dan orange jus saja" jawabku.


Deddy pun memesan nasi dan capcay, setelah itu pelayan pun berlalu.Shakilla kembali beraksi seperti tidak ada rasa capek.Aku dan Deddy hanya jadi penonton saja sambil tertawa tawa melihat tingkah laku Shakilla.


"Bang,bawa rokok tak? tanya Shakilla.


Kemudian Deddy pun merogoh saku kemejanya dan meraih rokok tersebut.


Tiba-tiba dengan cekatan tangan Shakilla menyambar rokok yang ada di tangan Deddy,lalu mengeluarkan sebatang rokok dan dan menghisapnya.


"Kak Dinda,rokok kak? tanya Shakilla sambil menyodorkan sebungkus rokok padaku.


Aku pun meraih rokok tersebut dan mengeluarkannya sebatang.Semenra aku dan Shakilla sedang asik menikmati rokok, Deddy pun asik menyanyikan lagu lagu Melayu kesukaannya.


"Tok...tok....tok...." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Kreeeeekkkk" pintu pun terbuka dan pelayan pun datang membawa makanan.


"Permisi mbak dan mas,ini pesanannya" ucap pelayan sambil meletakkan beberapa piring makanan.


Kami bertiga pun menikmati makanan yang kami pesan.Setelah makan aku pun menghisap rokok kembali.


"Kak Dinda,ayo nyanyi dong kak" ujar Shakilla sambil menyodorkan mikrofon.


Akhirnya aku menyanyikan beberapa lagu kesukaanku dan aku pun duet bernyanyi beberapa kali bersama Deddy.Tak dapat aku pungkiri suaranya Deddy memang sangat bagus,dia pun bisa menyanyikan beberapa genre lagu.


"Kak Dinda,killa mau ke toilet dulu ya, kebelet nih" ucap Shakilla di dekat telingaku dan aku pun hanya mengangguk.


"Sementara Shakilla sedang ke toilet Deddy langsung mendekatiku, kemudian wajahnya kini sudah berjarak hanya beberapa centimeter saja denganku.


Dengan sigap Deddy langsung mencumbu bibirku dan tangannya pun dengan aktif menjelajah ke mana mana.Dengan penuh semangat ia terus saja mencumbu bibirku, sampai aku kehabisan nafas.


"Kreeeeekkkk" tiba tiba suara pintu di buka dari luar dan Shakilla pun masuk ke dalam.


Sontak saja Deddy terkejut dan langsung melepaskan cumbuanya, kemudian kembali bernyanyi, seolah olah tak terjadi apa-apa.


Sementara Shakilla sedang asik bernyanyi.Aku pun duduk di sofa dan menikmati sebatang rokok, Deddy pun mendekatiku dan duduknya mepet mepet terus di dekatku.


"Aduh,hari ini aku jadi obat nyamuk deh" celetuk Shakilla.


Aku dan Deddy pun hanya tersenyum ke arah Shakilla,ia pun lanjut bernyanyi dan bergoyang.


"Tok....tok...tok...." terdengar suara pintu di ketuk dari luar.


"Maaf mas, mbak, waktunya tinggal lima belas menit lagi,apa mau nambah jam mas, mbak? tanya seorang perempuan di depan pintu.


"Dinda mau tambah jam? tanya Deddy"


Aku pun hanya menggelengkan kepala saja dan mengambil rokok lagi kemudian menghisapnya, sementara itu Shakilla lanjut bernyanyi menghabiskan sisa waktu yang hanya tinggal 15 menit lagi.


Setelah waktunya habis,kami pun keluar dari tempat karaokean dan menuju ke mobilnya Deddy yang terparkir di depan tempat karaoke.

__ADS_1


"Eh,kita mau kemana lagi nih? tanya Shakilla setelah kita berada di dalam mobil.


"Langsung pulang saja killa, kasihan anak-anak kakak menunggu di rumah" jawabku.


"Oh,gak ke pantai dulu kita kak? tanya Shakilla.


"Pulang saja dek" jawabku.


"Ya sudah kalau begitu,sekarang antar Killa dulu bang, kost kostan killa kan dekat dari sini" ucap Shakilla yang memang kost kostan Shakilla letaknya tak jauh dari tempat karaoke.


Setelah mengantarkan Shakilla pulang ke kost kostan nya,Deddy kembali mengendarai mobilnya.Selama di perjalanan,di dalam mobil sangat hening tak ada yang berbicara.


"Tadi Shakilla heboh banget ya Din" tiba tiba suara Deddy memecahkan keheningan.


"Iya" jawabku.


Tiba-tiba aku sadar kalau mobil yang kami tumpangi bukan menuju ke arah rumahku,tapi ke arah lain.


"Eh bang,kok ini mobilnya,mau kemana? tanyaku mulai panik.


"Iya,kita mampir kesini dulu sebentar ya Din" jawabnya enteng.


"Kok kesini? tanyaku ketika mobil berhenti di depan hotel.


"Iya, tunggu sebentar ya Din" Deddy pun segera bergegas turun dari mobil, kemudian menuju ke receptions hotel.Sementara aku sedang panik,tiba tiba pintu mobil di buka sama Deddy.


"Din,ayo turun" ucap Deddy sambil meraih tanganku.


"Mau ngapain kesini? tanyaku.


"Ayo,kita masuk saja dulu" ucapnya dengan nada memaksa.


Deddy pun menarik tanganku,kemudian masuk ke dalam hotel,lalu masuk ke dalam lift.Di dalam lift Deddy langsung mendekatiku dan langsung mencumbu bibirku dengan kasar dan buas, sementara itu tangannya sangat aktif dan tak bisa diam memijat kedua benda kenyal.


"Tingtong...." bunyi suara bel lift dan pintu lift pun terbuka.Deddy langsung menarik tanganku dan menuju ke kamar yang dia pesan.


Sesampai di dalam kamar Deddy pun langsung menutup dan mengunci pintunya.Lalu mendekatiku yang masih berdiri di depan pintu.


"Dinda,sejak kejadian itu,aku selalu merindukanmu Dinda" Deddy mendekatiku dan mengelus pipiku dengan tatapan matanya yang sayu.punggungku terdesak hingga ke pintu dan sekarang Deddy sudah mengungkung badanku.


Jarak wajah kami hanya beberapa centimeter saja dan Deddy pun lagi lagi mencumbui bibirku.Tangan Deddy tak bisa diam itu pun sangat aktif menjelajah ke mana mana.


Setelah puas menjelajahi gunung kembar,kini Deddy beralih menjelajahi hutan dengan sigap Deddy pun mengangkat tubuhku dan membaringkannya di atas ranjang,kemudian terjadilah serangan demi serangan.


Mendapat serangan seperti itu,aku pun tidak tinggal diam,aku segera balik menyerangnya dengan liar dan buas.


Setelah puas bermain aku pun duduk di sofa,lalu aku meraih sebungkus rokok dan mengeluarkannya sebatang,lalu aku menghisapnya.


Bukan Deddy namanya kalau hanya bermain satu kali.Deddy melakukannya sampai empat kali dengan tenaganya yang super power full.


"ini orang habis minum obat apa sih,kok tenaganya kuat banget sampai empat kali nambah,kaya orang kesurupan" batinku.


"Din" waktunya sebentar lagi sudah mau habis,kmu mau tambah jam atau kita menginap saja disini,besok pagi baru kita pulang" ucapnya dengan enteng.


"Hah! nambah jam,gak deh gak, apalagi nginap, kasihan anak-anakku menunggu di rumah! ujarku.


"Kasihan,kamu ya Din,maafkan aku ya,tadi aku terlalu bersemangat" ucapnya sambil tersenyum.


Aku pun hanya terdiam dan memalingkan wajahku karena kesal.


"Din,kita mampir ke tempat pijat dulu yuk" ajak Deddy.


"Mau ngapain? tanyaku ketus.


"Badanmu pasti capek dan lelah,pijat dulu biar rileks dan segar kembali" jawabnya.


Setelah check out dari hotel lalu aku dan Shandy langsung ke tempat pijat. Setelah di pijat memang badanku rasanya enakan,terasa sangat rileks dan segar.


"Din,kita makan dulu yuk" setelah selesai massage Deddy pun ngajak aku makan.


"Makan dimana? tanyaku.


"Ada deh, pokoknya tempatnya enak banget deh,kamu pasti suka" sahut Deddy.


Akhirnya kami berdua pun di restoran soup ikan tersebut,memang sangat enak soup nya segar sekali,pantas saja banyak pengunjungnya.


"Makan yang banyak Din,pasti kamu capek kan? kata Deddy sambil tersenyum.


"Atau mau nambah lagi,biar aku panggil pelayan kesini? tanyanya lagi.


"Tidak, terima kasih sudah cukup,aku sudah kenyang" jawabku.


Selesai makan Deddy mengantarkan aku pulang ke rumah,selama di dalam perjalanan aku berpikir,Ternyata kebutuhan materi saja tidaklah cukup,tapi kebutuhan biologis juga harus terpenuhi biar seimbang.


Selama ini aku di manjakan dengan materi oleh suamiku,kebutuhan lahir saja ternyata tidaklah cukup, kebutuhan batin juga haruslah terpenuhi.


Mulai sejak saat itu aku dan Deddy sangat intens sekali bertemu,bahkan hampir setiap hari bertemu.


BERSAMBUNG.....


********

__ADS_1


__ADS_2