
( POV Dinda )
Hari ini Dinda di sibukkan dengan tukang bangunan,ia telah membeli rumah yang di sebelahnya,lalu ia membongkar bangunan rumah tersebut,kemudian ia membangun rumah dua lantai di atas tanah tersebut.
"Mbak Siti dan mbak Tia,tolong antar kan pisang goreng dan kopi ini ke sebelah ya,biar pada sarapan pagi dulu tukangnya" Ujar Dinda.
"Baik Bu" Sahut Siti.
"Saya yang bawa kopinya ti,kamu yang bawapisang gorengnya" Ujar Tia.
"Eh,tunggu sebentar mbak,ini lupa rokoknya tiga bungkus untuk tukang mbak" Ucap Dinda.
Siti dan Tia pun ke samping rumah Dinda, bangunan rumah tersebut sekarang sudah rata dengan tanah.Dan pembangunan rumah dua lantai pun baru saja di mulai.
"Mas,mas,ini kopi sama pisang gorengnya" Ucap Tia.
"Wah makasih mbak cantik,boleh kenalan enggak?" Tanya salah seorang tukang genit.
"Iiih maaf ya saya udah punya suami,ini nih yang masih single di sebelah saya,namanya Siti" Ucap Tia.
Siti membalikkan badannya dengan wajah cemberut,ia pun berlalu dari tempat tersebut meninggalkan Tia.
"Ti,jangan tinggalkan saya dong,kamu marah ya ti?" Tanya Tia sambil mengejar Siti.
Siti tak menjawab,ia lalu pun masuk ke dalam rumah dan berlalu ke dapur hendak mencuci piring,ia tak menanggapi ucapan Tia.
"Ti maaf ya,tadi itu aku cuma bercanda aja kok" Ucap Tia.
Siti pergi ke kamar meninggalkan Tia di dapur,lalu ia mengunci pintunya dari dalam.
"Kalian kenapa?" Tanya Dinda sambil mengernyitkan dahinya.
"Gak apa-apa Bu,ini cuma salah paham aja Bu" Sahut Tia.
"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Ani menghubungi Dinda.
"Hallo Bu" Ucap Dinda.
"Bu Dinda,bisa minta tolong engga Bu?jemput aku di tempat kerja Bu" Sahut Ani.
"Sekarang ya Bu?" Tanya Dinda.
"Iya sekarang Bu,sepuluh menit lagi aku keluar dari kantor" Ucap Ani.
__ADS_1
"Oke Bu,aku on the way kesana sekarang" Sahut Dinda.
Dinda pun segera bergegas melajukan kendaraannya menuju ke kantor dimana tempat Ani bekerja.Sesampainya di tempat kerja Ani,Dinda pun memarkirkan mobilnya persis di depan kantor Ani.
Tampak Ani keluar dari kantornya,dengan tergesa-gesa ia pun langsung masuk ke dalam mobil Dinda.
"Hii Bu,maaf ya aku ngerepotin ibu hehehe" Ucap Ani sambil cipika cipiki sama Dinda.
"Biasa aja kali Bu,aku engga merasa di repotkan kok,santai aja Bu hehe" Sahut Dinda.
"Aku mau curhat Bu" Ucap Ani.
"Oke,sekarang kita cari tempat yang santai buat kita curhat" Sahut Dinda.
"Kita ke pantai aja Bu" Ucap Ani.
"Oke baiklah" Dinda pun melajukan kendaraannya menuju pantai.
Sebelum ke pantai,Dinda dan Ani mampir di Indomaret untuk membeli cemilan,minuman dan sebungkus rokok.
"Nah,kita udah sampai Bu" Ucap Dinda sambil menepikan mobilnya.
Dinda dan Ani pun turun dari mobil,keduanya berjalan menuju ke bibir pantai.Dinda dan Ani pun duduk di atas batu besar,keduanya santai sambil melihat indahnya gulungan ombak.
"Astaghfirullah Al'adzim,istighfar Bu,kok cerai sih Bu?" Dinda kaget,seketika ia pun menoleh ke arah wajah Ani.
"Iya Bu,aku sudah pikirkan ini dengan matang,aku juga belum punya anak Bu,jadi tidak ada yang perlu aku pertahankan" Keluh Ani sambil menghisap rokoknya,tatapannya kosong melihat ke arah laut.
"Please jangan cerai Bu,kalau ibu sampai cerai,itu pelakor pasti tertawa penuh kemenangan Bu,kan maunya pelakor mah emang gitu,rumah tangga kita hancur Bu,jadi jangan sampai ibu buat dia tertawa sambil bertepuk tangan" Ucap Dinda.
"Aku udah gak kuat Bu,diam diam suamiku sering ketemuan sama mantannya di saat aku sedang bekerja" Keluh Ani.
"Apakah mungkin keduanya masih sama-sama saling mencintai Bu?" Tanya Dinda.
"I don't know Bu,aku sih udah pasrah dan ikhlas aja Bu,toh selama menikah ia juga tidak pernah menafkahi aku secara lahir,nafkah batin pun sangat jarang Bu,bahkan bisa di hitung dengan jari" Keluh Ani.
"Bu,tolong jangan ambil keputusan di saat kita sedang emosi Bu,tolong di pikirkan dengan kepala dingin" Ucap Dinda.
"Sudah bolak-balik masalah ini aku pikirkan Bu,tapi keputusanku sudah bulat,aku mau bercerai saja,bertahan pun sakit Bu" Keluh Ani sambil menghisap rokoknya.
"Yang sabar ya Bu,semua yang ibu alami,hanya ibu yang bisa merasakannya,aku hanya bisa kasih support apapun keputusan ibu,jangan sampai ada penyesalan di kemudian hari ya Bu" Dinda memeluk Ani.
"Iya Bu,aku selama ini sudah cukup sabar menghadapi suamiku,aku cari uang sendirian,bayar rumah,air,listrik dan bayar cicilan motor,makan sehari-hari,itu semua aku Bu,dia selama menikah gak pernah bekerja,dan malah asik asikan jalan sana sini sama mantannya" Keluh Ani.
__ADS_1
"Emang ibu lihat sendiri,kalau suami ibu jalan sama mantannya?" Tanya Dinda.
"Banyak yang lapor sama saya Bu,bukan seorang dua orang,tapi banyak Bu" Timpal Ani.
"Ya udah kalau begitu,aku dukung keputusan ibu,kok aku jadi ikut geram ya Bu dengarnya" Sahut Dinda.
"Bu,kenapa aku mau curhat sama ibu,karena aku pikir ibu orangnya bisa di ajak ngobrol atau curhat,makanya aku tadi telepon ibu minta jemput ke kantor" Ucap Ani.
"Iya Bu,aku siap mendengarkan kalau ibu lagi butuh buat teman curhat" Sahut Dinda.
"Bu,tahu enggak,Een selingkuh?" Tanya Ani.
"What's seriously?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.
"Iya Bu,yang lebih parahnya lagi,ia selingkuh dengan sepupunya sendiri" Ucap Ani sambil menghisap rokoknya.
"Anjirrr beneran Bu?" Lagi lagi Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.
"Iya Bu,aku pernah pergoki orang itu berduaan di dalam kamar" Ucap Ani.
"Gimana ceritanya Bu,kok ibu bisa lihat orang itu berduaan di kamar?" Tanya Dinda penasaran.
"Aku kan udah terbiasa keluar masuk rumah Een kan Bu,karena memang rumah kami berhadap-hadapan,dan suamiku juga kan sepupunya Een,jadi pas hari itu aku masuk ke dalam rumahnya,masuklah aku ke rumah tengah,orang itu lagi berduaan di kamar Bu,dan kamarnya sedikit terbuka gitu,aku aja sampai kaget tak percaya dengan apa yang aku lihat pada hari itu Bu" Ucap Ani menjelaskan.
"Memangnya mereka lagi pada ngapain Bu berduaan di kamar?" Tanya Dinda.
"Ya lagi melakukan hubungan intim lah Bu" Ucap Ani.
"Hah?memangnya anak-anaknya Een pada kemana Bu?" Tanya Dinda lagi.
"Kalau pagi kan anak-anaknya pada berangkat ke sekolah Bu" Sahut Ani.
"Tunggu tunggu,yang sekarang jadi suami Een itu adalah si Carlos sepupunya dia sendiri,dan sekarang yang jadi selingkuhannya si Een juga sepupunya gitu Bu?" Tanya Dinda sambil mengernyitkan dahinya.
"Iya,selingkuhannya si Een namanya si Adi Bu,sepupunya si Een Bu" Sahut Ani.
"Anjay muter-muter di situ situ aja ya Bu,kayak enggak ada orang lain aja" Celetuk Dinda sambil menghisap rokoknya.
"Entahlah Bu,aku gak ngerti jalan pikirannya" Sahut Ani.
BERSAMBUNG
******
__ADS_1