
( POV Dinda )
Sesampainya di rumah,Dinda pun langsung menemui Rani di kamarnya.
"Rani,udah ya jangan menangis terus,kamu harus tetap semangat menatap masa depan yang cerah,dunia tidak berhenti sampai disini aja Rani,walaupun kamu di putusin sama Steven,life must go on" Ucap Dinda.
"Perjalanan kamu masih panjang Rani,jangan buang-buang energi kamu sampai menguras air mata begitu,daripada capek menangisi untuk hal yang tidak penting,mendingan sekarang kamu siap-siap Rani,kita pergi nonton yuk" Dinda berusaha menghibur Rani.
"Nonton apa ma?tapikan Rani lagi badmood" Jawab Rani lesu.
"Nonton apa aja,pokoknya kali ini filmnya kamu yang nentuin deh hehe" Ucap Dinda sambil tersenyum.
"Ya udah,kalau begitu Rani mau mandi dulu ya ma" Rani berdiri dari tempat duduknya,lalu bergegas menuju ke kamar mandi.
"Mbak Siti,tolong si kembar suruh ganti baju,kita semua mau pergi nonton" Ujar Dinda.
"Bu,saya ikut,boleh ya?" Tanya Tia.
"Kamu izin dulu sama suami kamu mbak! " Ujar Dinda.
"Yah tapikan dia belum pulang kerja bu,mana saya belum masak lagi buat dia,padahal saya kan pengen ikut nonton bu" Timpal Tia.
"Boleh aja kamu ikut,tapi kamu harus izin dulu sama suami kamu,mbak" Ucap Dinda lagi.
"Kamu kan belum masak Tia,mendingan kamu pulang aja,masak buat suami kamu! " Timpal Siti.
"Iya sih,tapi.....
"Mbak,aku gak mau ya,nanti kamu ribut sama suami kamu,gara-gara kamu belum masak buat suami kamu" Timpal Dinda lagi.
"Hmm,ya udahlah bu,aku gak ikut,sedih deh gak bisa ikut nonton bareng kalian kembar" Tia memeluk Shella dan Shelly.
"Utamakan dulu suami kamu ya mbak,itu yang paling penting" Ucap Dinda.
"Siap bu" Timpal Tia.
Dinda berangkat bersama ketiga anaknya serta mbak Siti,ia mengajak anak-anaknya untuk menonton bioskop lalu dilanjutkan makan-makan di salah satu cafe yang ada di Mall tersebut.
"Udah Ran,kamu jangan sedih lagi ya,mama selalu ada di samping kamu dalam kondisi apapun,kamu mau curhat apa aja,mama siap mendengarkan kamu" Bisik Dinda setelah selesai makan.
"Iya ma,cuma mungkin Rani besok izin dulu ya ma,gak masuk sekolah dulu" Ucap Rani.
"Loh kenapa Ran?nanti kamu ketinggalan pelajaran,sayang?" Dinda menatap tajam ke arah Rani.
"Rani masih belum siap ketemu sama Steven ma" Ucapnya sedih.
"Hmm,gini ya jangan sampai masalah pribadi mengganggu sekolah kamu,kamu harus tunjukkan pada Steven dan Della,bahwa kamu strong,tegar dan tidak lemah,bersikaplah seperti biasanya,walaupun di hati kamu mungkin masih belum bisa menerima kenyataan" Ucap Dinda.
"Iya ma,tapi tidak semudah itu" Jawab Rani,sambil menunduk.
"Iya,i feel you,mama juga pernah muda dan pernah merasakan apa yang kamu rasakan sekarang,pelan-pelan ya,nanti juga seiring berjalannya waktu,kamu juga pasti bisa move on" Ucap Dinda.
__ADS_1
"Terima kasih ma,aku sangat beruntung sekali punya mama,yang bisa di ajak curhat seperti teman bahkan seperti sahabat sejati hehe" Rani memeluk Dinda.
"Iya,kamu harus bisa menunjukkan pada dunia,bahwa kamu baik-baik saja,kamu pasti bisa,oke?" Dinda mengelus-elus punggung Rani.
"Oke ma" Rani mengangguk sambil tersenyum.
"Nah gitu dong senyum,kalau nangis jelek ah hehehe" Dinda terkekeh meledek Rani.
...........................................................................
Keesokan harinya
"Assalamualaikum" Terdengar suara orang mengucapkan salam di luar rumah.
"Wallaikumsallam,sebentar! " Teriak Siti sambil membuka pintu pagar.
"Bu Dinda nya ada mbak?" Tanya ibunya Della.
"Ada bu di dalam,mari silahkan masuk" Siti mempersilahkan Della dan ibunya masuk ke dalam rumah.
"Bu,di depan ada tamu" Ucap Siti pada Dinda.
"Oh iya mbak,siapa?" Tanya Dinda.
"Enggak tahu Bu,anak remaja sama ibu-ibu" Timpal Siti.
Dinda yang lagi menyisir rambutnya di depan cermin itupun seketika langsung terhenti dan mengernyitkan dahinya.
"Siapa ya?" Batin Dinda.
"Eh Bu,kirain siapa hehe" Dinda menyalami tangan ibunya Della dan Della pun mencium punggung tangan Dinda.
"Ini tadi kami habis dari Mall,jadi mampirlah ke rumah Bu Dinda sebentar hehe" Ucap ibunya Della.
"Oh iya Bu,Della habis shopping ya hehe?" Tanya Dinda sambil tersenyum.
"Enggak Tante,habis cuci mata aja hehe,Rani nya ada tante?" Sahut Della.
"Ada di kamarnya,langsung masuk aja ke kamarnya sana Del" Ujar Dinda.
Della pun berdiri dari tempat duduknya,ia lalu berjalan menuju ke kamar Rani.
"Bu Dinda,saya kesini mau menawarkan susuk,Bu Dinda mau pasang susuk gak?" Tanya ibunya Della.
Degh!
"Susuk,untuk apa Bu?" Dinda membulatkan matanya dengan sempurna.
"Ya untuk membuka aura kita Bu,supaya kelihatan cantik dan bersinar" Jawabnya.
"Hmm,sebenarnya saya takut pakai yang kayak gitu-gituan bu,dan untuk apa juga saya pakai susuk bu,kan saya udah laku hehe" Ucap Dinda sambil tersenyum.
__ADS_1
"Iya gak apa-apa,walaupun sudah laku kita harus tetap pakai loh bu,biar suami kita nurut sama kita" Ucapnya.
"Maksudnya bu?" Dinda mengernyitkan dahinya.
"Jadi gini bu,kalau Bu Dinda memakai susuk itu,suami kita nurut aja sama kita,seperti kebo di cucuk hidungnya" Ucapnya.
"Ini saya bawa susuknya bu,ada susuk berlian dan susuk emas,tergantung Bu Dinda mau pilih yang mana" Ucap ibunya Della.
"Hmm,gitu ya bu,kalau susuk berlian berapa dan kalau susuk emas berapa bu?" Tanya Dinda penasaran.
"Susuk berlian 3,5 juta rupiah,kalau emas 1,5 juta aja bu" Timpalnya.
"Oh begitu,tapi maaf bu,kayaknya untuk saat ini saya enggak dulu deh bu hehe,maaf ya bu" Ucap Dinda merasa tidak enak hati.
"Kalau Bu Dinda pakai susuk ini,suami ibu bakalan nurut seratus persen sama ibu,dan pasti kalau punya uang di kasihkan semua sama Bu Dinda" Ucapnya.
"Tapi bu,Alhamdulillahnya dari awal menikah hingga sekarang,suami saya itu gak pernah pegang uang,dia tahunya kerja aja,gaji setiap bulan langsung masuk ke rekening saya bu" Dinda menjelaskan.
"Tapi kalau menurut penerawangan saya,ada yang dia umpetin bu" Timpal ibunya Della.
"Maksudnya bu?" Tanya Dinda penasaran.
"Iya,kalau menurut penerawangan saya,papa nya Rani,suka nyimpan sebagian uangnya" Timpalnya.
"Begini ya bu,setahu saya suami saya itu bekerja di tengah laut,dan setiap bulanya dari kantor Singapore gajinya langsung masuk ke rekening saya,kalau misalnya ada uang sampingan pun,pasti selalu di kirim ke saya bu,dia hanya menyisihkan sedikit uangnya untuk membeli pulsa" Ucap Dinda menjelaskan.
"Kriinggg... Kriinggg... Kriinggg" Ponsel ibunya Della berdering.
"Hallo" Ucap ibunya Della.
"Iya,nanti malam datang aja ke rumah,iya kamu bawa aja kembang tujuh rupa dan tiga buah jeruk purut!" Ucapnya lagi.
"Iya,oke saya tunggu nanti malam ya! " Ujarnya.
Ibunya Della pun menutup teleponnya,ia pun kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan Dinda.
"Siapa bu?" Tanya Dinda penasaran.
"Biasa anak malam,langganan pasang susuk dan minta di mandikan kembang tujuh rupa" Jawabnya.
"Oh,ibu buka praktek di rumah?" Tanya Dinda.
"Tidak hanya buka praktek bu,tapi saya juga biasa di panggil ke luar kota,bahkan sampai ke Singapore, Malaysia dan Bangkok" Timpalnya.
"Oh begitu ya bu" Dinda mengangguk anggukan kepalanya.
"Jadi bagaimana mana ini Bu Dinda?jadi mau ambil yang berlian,ini tinggal di telan aja Bu berliannya,di jamin suami kita nurut sama kita bu,apapun yang kita ucapkan,pasti dia akan nurut" Ucapnya lagi.
"Maaf bu,untuk saat ini belum dulu,mungkin lain kali aja ya bu" Dinda menolak secara halus.
"Oke gak apa-apa Bu Dinda,mungkin Bu Dinda mau pikir-pikir dulu ya hehe,kalau nanti mau langsung hubungi saya aja ya bu" Ucapnya sambil tersenyum.
__ADS_1
BERSAMBUNG
*****