
Mika pun terkejut, seketika membulatkan bola mata indahnya, menatap wajah Daniel yang saat ini berada tepat di hadapannya, berbaring dengan melingkarkan satu tangan di perutnya, dengan tangan lain menggenggam erat pergelangan tangannya.
''Kamu sudah bangun? atau, jangan-jangan dari tadi kamu memang gak tidur sama sekali? hah ...'' tanya Mika, sedikit merasa kesal, seraya menggerakkan tubuhnya mencoba melepaskan diri.
''Kamu baru sadar? kalau aku tidur beneran, mana mungkin kamu bisa dengan mudah bawa aku ke sini? ha ... ha ... ha ...'' jawab Daniel.
''Brengsek kamu, Daniel. Seharusnya kamu bilang sama aku dari tadi kalau kamu sudah bangun, dengan begitu, aku gak perlu susah-susah bawa kamu ke sini, kamu pikir mudah apa bawa tubuh kamu yang berat ini?'' Mika merasa geram.
''Maaf ...! kalau aku melakukan itu, aku gak bakalan bisa memelukmu begini, sekarang.''
''Lepasin aku, Daniel.'' Pinta Mika, masih mencoba menggerakkan seluruh tubuhnya.
''Biarkan aku memelukmu sebentar saja, hanya sampai aku benar-benar tertidur, aku mengantuk sekali, kapan lagi aku bisa memelukmu seperti ini,'' lirih Daniel mengiba, membuat hati seorang Mika luluh juga akhirnya.
Akhirnya dia pun menghentikan gerakan tubuhnya, terdiam seraya menatap wajah Daniel yang mulai terpejam.
''Kenapa kamu seperti ini? memangnya wanita di dunia ini cuma ada aku? di luaran sana, pasti banyak wanita yang mengantri untuk menjadi pacarmu, Daniel.''
''Aku sudah mendengar perkataan kamu ini tadi di mobil, gak usah mengulanginya lagi,'' jawab Daniel masih dalam keadaan memejamkan mata.
''Jadi, dari awal kamu memang sadar? jahat kamu ...?'' Mika memukul dada Daniel secara berkali-kali.
Sampai akhirnya pria itu pun membuka mata lalu tersenyum melihat raut wajah Mika yang terlihat begitu kesal.
''Argh ...! Sakit tau,'' teriak Daniel, meringis kesakitan.
''Biarin, cowok brengsek kayak kamu emang pantas di pukul, dasar anak nakal ...!'' Mika terus memukul, sampai akhirnya Daniel pun meraih pergelangan tangan Mika.
''Apa ...? Anak nakal ...? jadi kamu benar-benar menganggap aku anak tiri kamu sekarang?''
''Emang kenyataannya seperti itu, kan?''
''Ha ... ha ... ha ...! Kamu sungguh lucu ibu tiri, baiklah, mulai sekarang aku akan memanggilmu dengan sebutan Mommy. Mommy Mikaila ...'' ucap Daniel tertawa renyah.
''Sudah malam, aku harus pulang, lepaskan tangan aku sekarang juga, Daniel.'' Pinta Mika, membulatkan bola matanya.
Bukannya menuruti permintaan ibu tirinya, Daniel malah kembali menarik tubuh ramping Mika, mendekapnya dengan begitu erat, hingga raga mereka saling menempel dan tidak ada jarak sedikitpun di antara keduanya.
__ADS_1
''Nggak, aku gak akan melepaskan kamu, biarkan aku seperti ini sebentar saja, aku sungguh merindukan pelukanmu, aroma tubuh mu dan dekapan hangat'mu, biarkan aku merasakan semua ini, untuk terakhir kalinya, setelah ini aku janji tidak akan melakukannya lagi.''
''Janji ...?'' Mika mengangkat kepalanya, menatap wajah Daniel.
''Iya, aku janji. Aku ngantuk sekali, biarkan aku tidur di dalam pelukanmu sampai pagi,'' pinta Daniel, mulai memejamkan mata.
''Sampai pagi? maksudmu aku harus menemani kamu di sini sampai pagi, gitu?''
Daniel mengangguk.
''Nggak, aku hanya akan di sini sampai kamu benar-benar tidur, setelah itu aku akan pulang.''
''Sama seperti yang kamu lakukan terakhir kali? sewaktu kamu meninggalkan aku begitu saja?''
Mika terdiam membisu lalu menunduk, membenamkan kepalanya di dada bidang seorang Daniel, sejujurnya, dirinya pun memang merindukan ini semua, merindukan dekapan hangat, aroma wangi serta berada di pelukan Daniel membuat hatinya benar-benar merasa tenang, sampai akhirnya, keduanya pun benar-benar terlelap sampai pagi menjelang.
Tanpa Mika sadari bahwa, suaminya berkali-kali menelpon dirinya, hingga terdapat 30 kali panggilan tidak terjawab tertulis di layar ponselnya tersebut.
🌹🌹
Pagi hari.
Dia pun merentangkan tangannya, mencoba meraba tubuh wanita yang semalam menemaninya, dan dia pun tersenyum bahagia, tatkala melihat wanita itu masih berada di sana, masih memejamkan mata dengan jarak yang sedikit berjauhan.
Daniel pun menggeser posisi tubuhnya, perlahan mendekat hingga tidak ada jarak lagi di antara keduanya, dengan raga yang saling menempel dia pun mengangkat kepala seraya menatap wajah cantik wanita pujaan hatinya itu.
'Apa kamu yakin, kamu sudah tidak mencintai aku lagi?' ( Batin Daniel )
Dia pun memandang wajah Mikaila yang terlihat masih memejamkan mata, menatapnya dengan begitu lekat, memperhatikan setiap jengkal bentuk wajah cantiknya, yang masih terlihat sama seperti dulu, mata, hidung, dagu, bahkan bibirnya, tidak ada yang berubah sedikitpun.
'Apapun yang terjadi, aku akan merebut mu kembali, menjadikan kamu istriku, dan hanya aku yang boleh menyentuhmu, Mika. Karena aku yakin, hanya aku laki-laki yang kamu cintai,' (Batin Daniel)
Akhirnya, Mika pun membuka mata, dan hal pertama yang dia lihat saat matanya terbuka sempurna adalah, wajah tampan Daniel, mantan kekasihnya.
''Selamat pagi ...! jam berapa sekarang?'' tanya Mika merentangkan kedua tangannya, lalu menguap.
''Jam 8 pagi.''
__ADS_1
''Apa ...?''
Mika pun terkejut, dia bangkit lalu duduk di atas tempat tidur.
''Kenapa kamu nggak bangunin aku dari tadi si?''
''Mana mungkin aku bangunin kamu, aku malah berharap kamu gak usah bangun lagi, biar aku puas memandangi wajahmu ini.''
Daniel sedikit cengengesan, menatap wajah Mika yang terlihat panik, turun dari atas tempat tidur.
''Gila kamu, kalau aku gak bangun lagi, itu namanya aku mati, emangnya kamu mau aku mati, hah ...?''
''Nggak, bukan seperti itu maksud aku, aku cuma---'' Daniel tidak meneruskan ucapannya.
''Sudah-sudah, aku harus pulang sekarang, suamiku pasti cemas nungguin aku semalaman.''
Daniel tertegun, apa wanita ini lupa, bahwa pria yang dia sebut sebagai suaminya itu adalah ayahnya sendiri? sungguh tidak punya perasaan. Batin Daniel.
Mika, terlihat merapikan pakaian yang kenakan nya, dia bahkan mengintip ke bagian dalam dan melihat kalau bagian dalam pakaiannya pun masih lengkap di tubuhnya, untuk memastikan memang tidak terjadi apa-apa tadi malam.
''Semalam kita cuma tertidur, kan?'' tanya Mika, meraih tas kecil dan menggantungkan di bahu kirinya.
''Tentu saja, aku tidak melakukan apa-apa sama kamu, Mommy ...'' jawab Daniel sedikit bercanda.
''Dasar gila, ya sudah aku pergi sekarang.''
Dia pun mulai berjalan dan hendak keluar dari dalam kamar hotel.
''Tunggu, Mika ...?''
Mika menghentikan langkah kakinya, dan kembali memutar badan.
''Ada apa lagi?''
''Apakah kamu benar-benar akan menolak permintaan aku untuk menjadikan diriku sebagai selingkuhan mu? Aku yakin, kamu masih sangat mencintai aku, jika tidak, mana mungkin kamu menolongku semalam.''
Mika tersenyum, lalu berjalan menghampiri Daniel yang masih duduk bersandar di tempat tidur.
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya Reader ♥️♥️♥️