Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Dibekukkan


__ADS_3

''Rasakan kamu Daniel, mana mungkin kamu bisa menikah apalagi membuat Mikaila bahagia jika kamu sudah tidak punya apa-apa lagi? ha ... ha ... ha ...'' ucap Richard setelah dia mendapat laporan dari sekertaris-nya bahwa semua yang dia perintahkan sudah di laksanakan.


Richard berbaring di kursi ruang tamu, berbaring telentang menatap langit-langit rumahnya, yang sebenarnya juga rumah peninggalan mendiang ibunya Daniel.


Sesaat, sosok mantan istrinya pun kembali menari-nari di dalam otak kecilnya, padahal, sebelumnya dia sama sekali tidak pernah terlalu mengingat apalagi memikirkan wanita itu, karena memang sudah lama sekali dia tidak pernah bertemu dengan Mika, namun, pertemuannya hari ini, seolah telah membuat hati seorang Richard benar-benar resah dan gelisah.


Penampilan Mika yang terlihat begitu berbeda dengan rambut pendek dan wajahnya yang terlihat semakin dewasa, membuat rasa sesal kembali menggerogoti hatinya. Mengapa dulu dia harus menceraikan Mika? padahal dirinya begitu mencintai wanita itu, rasa kecewa yang terlanjur dia dapatkan waktu itu, telah membutakan pikirannya, hingga tanpa pikir panjang dia pun menceraikan wanita bernama Mikaila itu begitu saja.


''Hmmm ... Apa yang harus aku lakukan agar dia bisa kembali lagi padaku?'' Gumam Richard berbicara sendiri.


Otaknya kini seolah telah dipenuhi oleh bayangan seorang Mika, apalagi bayangan saat dirinya bercumbu di kamar mandi dengan mantan istrinya itu, membuat dirinya benar-benar merindukan setiap sentuhan hangat dan belaian lembut seorang Mika.


🌹🌹


''Aku mau, Daniel. Aku mau menikah denganmu,'' jawab Mika tiba-tiba, masih dengan mendekap erat tubuh Daniel.


''Kamu serius ...'' tanya Daniel, melepaskan pelukan lalu tersenyum menatap wajah Mika.


''Iya, aku serius.''


''Makasih, sayang. Aku sungguh bahagia, aku janji, gak akan pernah mengecewakan kamu, aku akan benar-benar membahagiakan kamu, aku janji ...'' Daniel kembali mendekap tubuh ramping itu, mengecup pucuk kepalanya.


''O iya, sayang. Aku harus ke hotel tempat dimana aku menginap kemarin, aku belum cek out dari sana, baju-baju aku juga masih ada di sana,'' ucap Daniel.


Mika hanya mengangguk di dalam dekapan Daniel.


Akhirnya, Mika memutuskan untuk benar-benar menikah dengan laki-laki yang selalu setia menunggunya, memaafkan dirinya meski dia telah melakukan banyak kesalahan, menyakiti dan bahkan meninggalkan Daniel.


Semua yang telah dia lakukan di masa lalu seolah tidak merubah sedikitpun perasaan Daniel kepada dirinya, dan itu benar-benar membuatnya merasa tersentuh dan merasa yakin bahwa, pria yang bernama lengkap Daniel Mananta itu adalah sosok laki-laki yang cocok untuk menemani hidupnya sampai hari tua nanti.


''Tunggu, Mika. Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan. Pokoknya kamu gak boleh kerja dia cafe itu lagi, aku gak mau kalau sampai bos kamu yang brengsek itu menyentuh kamu lagi,'' ucap Daniel melepaskan pelukannya.

__ADS_1


''O iya, aku sampai melupakan hal itu. Kalau aku gak kerja, gimana dengan kebutuhan aku sehari-hari? sementara, menyanyi adalah satu-satunya keahlian yang aku bisa, dan dengan menyanyi, hatiku juga merasa bahagia, kamu tahu itu dari dulu 'kan ...?'' jawab Mika merasa kecewa.


''Kamu jangan khawatir, kalau kita sudah menikah, aku yang akan menanggung semua kebutuhan kamu, dan kalau kamu masih ingin menyanyi, kamu bisa bernyanyi di cafe milikku ...''


''Kamu punya Cafe ...?''


Daniel mengangguk.


''Apa kamu ingat, dulu aku pernah bercerita akan membuka cafe mewah?''


Mika mengangguk.


''Nah, sudah selama dua tahun ini cafe itu berdiri, dikelola oleh sahabat aku, sementara aku hanya menerima keuntungannya saja, itu sebabnya aku masih bisa tinggal di luar negeri selama dua tahun lamanya, kalau tidak, darimana aku dapat uang banyak untuk memenuhi semua kebutuhan aku di sana ...''


''O ya ...? Wah, aku benar-benar gak nyangka kalau ucapan kamu waktu itu benar-benar serius, aku pikir kamu hanya asal bicara aja ...''


''Mana mungkin, Daddy ... Eu maksud aku si Richard sudah memberikan uang dua milliar untuk modal, mana mungkin uang itu aku habiskan begitu saja.''


''Hmm ... Gimana ya ...?'' Daniel termenung memikirkan ucapan Mika.


''Hanya sampai kita menikah, aku janji, setelah kita benar-benar menikah, aku akan menghabiskan waktuku di rumah, menjadi istri yang baik, dan melayani-mu sepenuh hati.''


''Janji, ya. Hanya sampai kita menikah ...?''


Mika menganggukkan kepalanya, seraya tersenyum begitu manis, membuat Daniel tidak kuasa untuk tidak mengecup bibirnya.


Cup ...


Kecupan Daniel membuat Mika terkejut, dia pun membalas kecupan pria itu dengan melingkarkan tangannya di leher Daniel, membenamkan bibirnya begitu dalam, menyesap dan me*umat bibir seorang Daniel, menikmati setiap sentuhan bibirnya, sesuatu yang sudah sangat dia rindukan sebenarnya.


Sementara itu, Daniel mendekap erat pinggang ramping seorang Mika, dan berjalan maju hingga tubuh wanita itu pun bersandar di tembok, keduanya semakin membenamkan bibir mereka masing-masing, saling me*umat dan menyesap bahkan tidak segan untuk bermain lidah.

__ADS_1


''Sudah cukup, katanya mau ke hotel? ambil semua pakaian kamu, dan bawa ke sini ...'' ucap Mika, sesaat setelah di melepaskan ciumannya.


Daniel pun tersenyum lalu mengangguk, andai saja Mika tidak melepaskan tautan bibirnya, mungkin saja sekarang dia sudah benar-benar hilang kendali, dan melahap tubuh ramping Mikaila tanpa ada satupun yang tersisa.


🌹🌹


''Maaf, Mas. Kartu kreditnya tidak dapat digunakan, apa ada kartu yang lainnya,?'' ucap seorang Resepsionis hotel, saat Daniel hendak membayar tagihan hotel.


''Masa si, Mbak ...? coba yang ini,'' Daniel memberikan kartu lainnya, namun, hasilnya tetap sama.


Bahkan seluruh kartu kredit yang selama ini dia gunakan pun sudah tidak berfungsi lagi, untung saja, dia masih memiliki uang cash, dan langsung membayar tagihan hotel.


Setelah membayar, dia pun keluar dari dalam hotel, berjalan pelan seraya menarik koper miliknya, dengan pikiran yang melayang sebenarnya.


'Apa mungkin Daddy membekukan semua kartu kredit aku? tapi rasanya tidak mungkin, dia memang jahat, tapi mana mungkin dia sejahat itu si ...?' ( Batin Daniel )


Karena merasa penasaran, dia pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya dan menanyakannya langsung kepada Richard, berharap bahwa semua yang dia pikirkan adalah salah. Dia pun berjalan menuju parkiran dimana mobilnya di parkir.


🌹🌹


Ceklek


Daniel membuka pintu rumah dan masuk ke dalamnya dengan mata yang menatap sekeliling, berharap segera menemukan Richard, dan harapannya pun terkabulkan saat melihat pria tua itu sedang tertidur di kursi ruang tamu, masih mengenakan jas berwarna hitam yang tadi dia gunakan saat mereka bertemu.


Daniel sengaja berjalan dengan mengeluarkan suara, sepatu kets yang dia kenakan di hentakan hingga Richard pun akhirnya terbangun.


Richard menatap Daniel yang saat ini nampak sedang berjalan mendekat, dia pun bangkit dan kemudian berdiri tepat di depan kursi dengan mata yang menatap tajam ke arah putra tirinya tersebut, rahangnya terlihat mengeras dengan tangan yang di kepalkan, namun, bibirnya tersenyum sinis seolah dia sudah menanti kedatangan Daniel.



🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Kalian Ya Reader, terima kasih ❤️❤️❤️


__ADS_2