
Arman meraih pinggang ramping Lusi, menarik tubuh gadis itu ke atas dada bidangnya, hingga tubuh mereka pun menempel sempurna.
'Akh ... Sial, runtuh juga pertahanan terakhir aku,' ( Batin Lusi )
Keduanya pun benar-benar memuntahkan hasrat mereka yang sudah sedari tadi di tahan sekuat tenaga, bibir mereka pun saling ditautkan sedemikan rupa.
Lusi menjulurkan lidahnya, masuk ke dalam mulut Arman, dan bermain di dalam sana membuat Arman mengeluarkan suara desa*an yang sedikit di tahan, dan meletakkan tangannya di pin*gul gadis itu seraya meremasnya kuat.
Lusi semakin buas bermain, dia semakin intens mencium bibir Arman bahkan dirinya kini turun mel*mat leher panjang Arman yang kini telah berkeringat hebat.
Arman yang kali ini ingin mengendalikan permainan, dia mendorong raga Lusi ke bawah hingga turun dan berbaring di atas tempat tidur.
''Arh ... hmmm ...''
Lusi memejamkan mata merasakan bibir kenyal itu kian panas mel*mat tengkuknya. Karena ingin merasakan sentuhan yang lain, tangan Lusi bergerak membuka kancing kemeja yang dia kenakan'nya.
Arman menghentikan aktivitasnya sejenak, menatap dengan seksama pemandangan yang begitu indah di matanya itu, membuat Lusi yang sudah benar-benar tidak sabar segera membuka tali yang melingkar di punggungnya, menarik penutup itu dan melemparkannya ke sembarang arah.
Akh ...
''Ah ... Hmm ...''
Suara des*han pun meluncur begitu saja dari bibir sensual Lusi, bagian di bawah sana sudah benar-benar basah dan berdenyut, dan otaknya kini telah meremang membuat pikiran'nya benar-benar melayang dengan sejuta kenikmatan yang dia rasakan.
Tangan Arman kini turun menjamah setiap jengkal raga Lusi, menarik resleting celana jeans Lusi dan menerobos ke dalam sana menjamah sesuatu yang tersembunyi di balik segitiga berwarna hitam, mulai bermain di lembah yang kini sudah benar-benar lembab dan berair.
'Akh, kenapa dia lihai sekali membuat aku melayang' ( Batin Lusi )
__ADS_1
''Arh ... hmm ... Arman ... mmm ...'' racau Lusi merem melek.
''Ayo sayang, keluarkan suara sek*i mu, aku benar-benar suka mendengarnya,'' lirih Arman.
Pemandangan indah pun kembali tersaji, mata Arman menatap tanpa berkedip bukit rimbun itu, sesuatu yang baru kali ini dia lihat dengan begitu jelas.
''Jangan diliatin kayak gitu, malu tau ...'' lirih Lusi sedikit menutup kedua kakinya.
''Ahh ... Arman ... hmm ... terus ... Man ... mmm ...'' racau Lusi tidak jelas.
Seketika raga setenang polos itu bergetar hebat, pelepasan pertama pun berhasil di raih oleh Lusiana.
''Gila kamu, Arman ... Ah ... hmm ...''
''Tapi kamu suka 'kan?'' jawab Arman mulai mengeluarkan kedua jarinya dari dalam sana.
Lusi tersenyum, dengan dada yang terlihat naik turun.
Dia berdiri lalu mulai menanggalkan satu-persatu pakaian yang melingkar di raga kekarnya, melemparnya ke sembarang arah, dan segera melahap buas raga Lusiana yang terpampang begitu indah di depan matanya.
Lusi menatap sesuatu yang selama ini membayangi otak kotornya, berdiri kokoh dan mengeras panjang hingga dia membulatkan bola matanya dengan mulut yang sedikit di buka.
'Akh ... sosis jumbo itu, kenapa terlihat begitu indah sekarang, aku sudah benar-benar gila,' ( Batin Lusi )
Perlahan benda berotot itu pun menghujam pelan sampai akhirnya di hentakkan keras membuat Lusi memejamkan mata saat benda yang dia sebut sosis jumbo itu benar-benar menghujam dalam hingga terasa menyentuh titik inti di dalam tubuhnya.
''Akh ... Arman ... Hmm ... ''
__ADS_1
Lusi meracau diiringi suara des*han dan lenguhan yang terdengar saling bersautan.
''Ayo sayang, keluarkan lagi suara se*si mu itu, aku suka sekali mendengarnya, sebut namaku lagi kayak tadi, suaramu benar-benar indah ...'' pinta Arman,
''Akh ... Arman ... hmm ...'' Lusi mengikuti keinginan pria itu.
''Lagi sayang, lebih keras lagi ...''
Arman semakin mempercepat hentakan ping*ulnya, membuat Lusi tidak tahan lagi untuk tidak menyebut namanya.
''Akh ... ARMAN ...'' teriak Lusi saat sesuatu yang di dalam sana serasa hendak kembali meledak.
Tubuhnya kini benar-benar bergetar hebat, sampai akhirnya jantungnya pun berdetak kencang dengan bagian inti berdenyut hebat dan pelepasan itu pun dia dapatkan, kali ini berbeda dari sebelumnya, tubuh Lusi seperti mengejang dengan mata yang di pejamkan sempurna.
''Arhg ... sayang ... nikmat sekali hmm ... Auh ...'' teriak Lusi.
''Giliran aku sayang.''
Hingga pelepasan pun kembali Lusi dapatkan dan di susul oleh Arman kemudian.
''Akh ...''
Arman mengerang panjang, saat pelepasan yang diiringi cairan kental yang menyembur bak bisa ular masuk ke dalam sana berhasil dia dapatkan, secara sempurna.
🙈🙈🙈🙈
🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀🍀
__ADS_1
Promosi Novel ...