Hasrat Terlarang Anak Tiri

Hasrat Terlarang Anak Tiri
Bermain Kasar


__ADS_3

Richard melempar tubuh Dona ke atas ranjang dengan kasar, melucuti pakaian yang dikenakannya lalu melemparkannya sembarang hingga dalam sekejap mata, raga Dona polos tanpa sehelai benangpun, membuat Dona sedikit merasa ketakutan, karena sepertinya, pria tua itu sedang tidak dalam keadaan baik-baik saja.


Bau minuman beralkohol yang tercium begitu menyengat membuat Dona sedikit menahan napas, tatkala raga polosnya di lu*at tiada henti dengan deru napas yang terdengar tidak beraturan keluar dari bibir Richard.


''Pelan-pelan, Om ...'' bisik Dona, saat Richard terus menerus me*umat raga dirinya dengan sedikit gigitan yang membuat kulitnya teras nyeri.


Ada apa dengan pria tua ini? tidak biasanya dia bermain kasar seperti ini? ada rasa sesal di hati wanita bernama Dona tersebut, mengapa dia mau menerima tawaran Richard untuk datang ke sana? jika ternyata dia diperlakukan dengan kasar seperti ini.


Malam ini, Richard akan melampiaskan rasa sakit hatinya kepada wanita yang bernama Dona tersebut, dia tidak peduli walaupun wanita itu berteriak dan meringis menahan rasa sakit, akibat permainan dirinya.


Dia hanya ingin menghilangkan bayangan mantan istrinya yang saat ini seolah menari-nari di dalam otak kecilnya, bayangan yang membuat hatinya merasa terbakar tatkala mengingat bahwa malam ini mantan istrinya tersebut sedang bermalam pertama dengan putra tirinya.


Richard benar-benar menggila, dia ingin wanita bernama Dona ini benar-benar mengobati rasa sakit di dalam hatinya.


Bruk ...


Dona ambruk seketika, seluruh raganya terasa nyeri, apalagi di bagian intinya, permainan pria tua itu benar-benar membuat Dona tidak kuasa untuk terus menangis, karena di perlakukan begitu kasar, seperti dirinya ini hanya sebuah boneka yang tidak memiliki rasa sakit.


Richard terkulai lemas, tepat di atas raga polos Dona, napasnya terdengar berderu kencang, membuat Dona menyingkirkan raga itu ke arah samping dengan sedikit kasar.


Richard berbaring terlentang dengan mata yang setengah tertutup karena merasa kelelahan sekaligus puas karena pelepasan yang dia lakukan benar-benar membuat otaknya merasa rileks sekarang.

__ADS_1


Merasa kesal, Dona pun hendak bangkit dan berdiri, namun, tangan kekar Richard tiba-tiba saja meraih pinggang rampingnya dan menariknya kembali berbaring di sampingnya.


''Kamu mau kemana, Mika ...? temani Mas di sini ...'' racau Richard setengah terpejam.


''Mika ...? dasar pria gila ...'' tanya Dona membulatkan bola matanya.


Dia pun menyingkirkan tangan itu, dan memaksakan diri untuk bangkit, meski sekujur raganya masih terasa nyeri. Ingin segera pergi dari sana Dona segera meraih satu-persatu pakaian yang berserakan di atas lantai, karena tidak ingin jadi sasaran amukan pria tua itu lagi.


Setelah pakaian ia kenakan, dia pun segera pergi dari sana tidak peduli meskipun pria tua itu belum memberikan bayaran yang di janjikan.


'Tak apalah, aku bisa menagihnya nanti, yang penting aku keluar dulu dari sini ...' (Batin Dona)


''Misa sayang, kemari'lah ...'' racau Richard, membuat Dona segera berlari keluar dari dalam kamar.


Dona segera berlari keluar.


🌹🌹


Pagi hari ...


Mika mulai membuka mata, menarik kelopak matanya secara perlahan, mengedipkan'nya pelan, dia pun tersenyum senang, tatkala orang yang pertama kali dia lihat adalah wajah suaminya, laki-laki yang baru menikahinya kemarin.

__ADS_1


Rasa bahagia menyelimuti relung hati seorang Mika, mulai saat ini setiap paginya dia akan selalu ditemani oleh suami tercinta.


Mika menatap wajah tampan itu, meraba-raba setiap jengkal bentuk wajahnya, hingga sang suami pun membuka mata dan tersenyum begitu manisnya.


''Selamat pagi, istriku ...?'' bisik Daniel seraya menguap.


''Selamat pagi juga, suamiku ...'' jawab Mika mengecup bibir sang suami pelan.


''Apa tidurmu nyenyak?''


''Nyenyak sekali, hingga aku malas untuk bangun, dan ingin tetap seperti ini,'' jawab Mika merapatkan raga polosnya, memeluk erat suaminya.


''Benarkah ...? Ya sudah kita seperti ini aja sampai siang, lagipula aku gak ada kegiatan apapun hari ini,'' jawab Daniel mendekap berat raga sang istri.


Mika semakin menenggelamkan kepalanya di dada bidang sang suami, mengecupnya pelan membuat ga*rah Daniel sedikit terbangun'kan, dia semakin mempererat pelukannya, melingkarkan tangannya erat, membuat Mika semakin aktif, dengan raga mereka yang menempel sempurna.


Sungguh pagi hari yang indah bagi sepasang pengantin baru itu, sinar matahari yang perlahan naik ke permukaan pun mereka hiraukan, tidak peduli jika hari sudah beranjak siang, sepasang suami-istri itu, kini memulai kembali pendakian di pagi hari yang cerah, di dalam selimut tebal, yang menjadi penutup raga polosnya, keduanya bergulat dan bergoyang hingga membuat ranjang itu bergetar seiringan dengan irama hentakan yang mereka ciptakan.


Setelah itu ...


Akh sudahlah hanya mereka yang tahu apa yang terjadi selanjutnya 🤭

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2