
Daniel terlihat menunjukan ekspresi yang berbeda dari yang ditunjukkan oleh wajah Mika, dia hanya tersenyum tipis, menatap satu persatu cincin yang berada di atas etalase.
''Kamu mau yang mana? Kamu bisa pilih salah satu dari ini, atau jika kamu mau, pilih semuanya juga boleh,'' tanya Daniel, menoleh ke arah Mika.
''Hmm ... tapi harga cincin ini mahal-mahal, sayang. Yang paling murah aja 75 juta harganya,'' jawab Mika mengerutkan kening.
''Gak apa-apa, gak usah mikirin harga, masalah harga itu urusan aku sebagai calon suami kamu, pokoknya kamu pilih salah satu, mana yang paling kamu suka,'' jawab Daniel penuh rasa percaya diri.
''Tapi tetap saja,'' lirih Mika mengerucutkan bibirnya.
Melihat bibir merah yang di kerucutkan sedemikan rupa, membuat Daniel tidak tahan untuk tidak mengecup pelan bibir merah itu, hingga penjaga toko tersebut tersenyum kecil merasa iri melihat kemesraan mereka berdua, dan Daniel pun langsung mendapatkan pukulan pelan si bahu sebelah kanannya.
Plak ...
''Argh ... Sakit, sayang ...'' Daniel meringis kesakitan.
''Lagian kamu, main cium-cium saja, malu 'kan diliatin sama mbaknya,'' ucap Mika pelan.
''Gak apa-apa, lagian mbaknya juga tahu kalau kita akan segera menikah, iya 'kan, Mbak ...?'' jawab Daniel melirik ke arah penjaga toko yang terlihat masih tersenyum.
''Ikh, tetap aja ... Malu, tau ...!''
''Gak apa-apa Mbak, gak usah malu, saya justru iri melihat kemesraan kalian berdua,'' ucap pelayan tersebut.
''Tuh, 'kan ...?'' ujar Daniel cengengesan.
Wajah Mika terlihat memerah semakin merasa malu.
''Ya udah, sayang. Cepat, kamu mau cincin yang mana? apa mau aku aja yang pilihkan?''
Mika masih terdiam seraya menatap satu-persatu cincin yang terlihat begitu cantik di matanya.
''Ya udah aku beli semua, ya ...?''
__ADS_1
''Jangan, oke deh aku pilih satu, ya ...?'' ucap Mika akhirnya.
''Nah, gitu dong ...''
''Hmm ... aku mau yang ini deh, selain harganya lebih murah, cincin ini terlihat begitu cantik dan elegan ...'' jawab Mika memilih cincin dengan harga yang paling murah.
''Hmm ... Yakin ...?''
Mika mengangguk seraya tersenyum.
Akhirnya Mikaila menjatuhkan pilihannya kepada cincin polos putih dengan hanya berhiaskan mutiara putih kecil di tengahnya.
''Kamu yakin, gak akan berubah pikiran lagi?'' tanya Daniel memastikan.
Mika mengangguk penuh keyakinan.
''Ya udah Mbak, saya ambil yang ini, ya. Tiga hari lagi saya ke sini untuk mengambil cincin ini,'' ucap Daniel kepada penjaga toko.
''Baik, Mas. Tapi harus ada uang DP nya dulu.''
''Baik, Mas. Bisa tinggalkan kartu nama juga, agar kami bisa menghubungi Mas, apabila pesanannya sudah siap.''
Tanpa menjawab, Daniel pun memberikan kartu nama miliknya.
''Terima kasih, Mas, Mbak.'' Ucap pelayan ramah.
''Sama-sama.''
🌹🌹
Satu Minggu kemudian.
''Saya terima nikah dan kawinnya Mikaila Anastasia dengan mas kawin tersebut di bayar tunai ...''
__ADS_1
''Sah ...'' ucap penghulu yang saat ini mendekap telapak tangan Daniel erat.
Pernikahan sederhana yang di rencanakan pun akhirnya terselenggara, Daniel mengucapkan kata ijab qobul dengan lancar dan hanya sekali helaan napas, membuat semua orang yang hadir di sana mengucapkan kata sah serempak, merasa senang sekaligus lega.
Daniel mengusap wajahnya secara kasar, tanpa terasa air mata memenuhi kelopak matanya yang kini telah berpindah membasahi telapak tangan, merasa bahagia karena akhirnya, setelah perjalanan panjang selama lebih dari 10 tahun kini berakhir dengan mempersunting Mikaila, menjadikannya istri dan tentu aja akan menjadi ibu dari anak-anaknya kelak.
Mikaila Anastasia, dia pun merasakan hal yang sama, akhirnya dia mengakhiri masa jandanya dengan dinikahi oleh laki-laki yang telah setia menunggu dirinya, bahkan di saat hati seorang Mika mencoba untuk berpaling, laki-laki yang kini telah sah mempersunting dirinya ini tidak sedikitpun membenci dirinya, dan berhasil membuktikan bahwa, cinta yang Daniel miliki lebih besar dari apapun di dunia ini.
Perlahan buliran air mata pun memulai membasahi wajah cantik Mika, isak tangis pun mencoba dia tahan sekuat tenaga, bukan tangis kesedihan yang dia rasakan, namun, tangis kebahagiaan yang sulit di ungkapkan dengan kata-kata.
Pernikahan yang hanya di hadiri segelintir orang itupun berakhir dengan hikmat, di banjiri air mata setiap orang yang hadir di sana, gak terkecuali Nyonya Dahlia, ibu dari Mika.
Meskipun selama ini dia kurang memberi perhatian kepada putri satu-satunya itu, bahkan cenderung mengabaikan Mika, namun, jauh dari lubuk hatinya, Dahlia sungguh merasa terharu melihat putri kesayangannya itu akhirnya dipersunting oleh laki-laki yang menjadi pilihannya sendiri.
Nyonya Dahlia yang duduk di samping sang putri, dia mengusap punggung putrinya tersebut yang terdengar sedikit terisak.
''Sayang, selamat ya. Mamah ikut senang sekali, Mamah doakan semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan, dan tentunya, kalian bahagia selalu,'' ucap sang ibu memeluk tubuh Mika, yang berbalut kebaya berwarna putih.
''Makasih, Mam. Karena sudah ikut andil dalam mempersiapkan pernikahan aku kali ini,'' jawab Mika sedikit terisak.
Nyonya Dahlia melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah Mikaila dengan tatapan penuh kasih sayang, mengusap buliran air mata yang kian deras membasahi wajah cantik putrinya.
Daniel yang menyaksikan hal itu pun merasa terharu, melihat ibu dan anak yang akhirnya saling mencurahkan kasih sayang.
Setelah acara pernikahan selesai, semua yang hadir di sana pun berangsur pulang, termasuk Nyonya Dahlia, dia pun berpamitan untuk kembali ke rumah suaminya, namun, sebelum dia pulang, terlebih dahulu Dahlia memberikan wejangan kepada menantunya.
''Daniel, tolong jaga putri Mamah yang berharga ini, jangan pernah kamu sakiti dia apalagi meninggalkan dia, Mamah sadar selama ini Mamah belum menjadi ibu yang baik untuk Mika, dan tidak pernah mencurahkan kasih sayang Mamah sepenuhnya untuk dia, jadi Mamah mohon, tolong hujani dia dengan limpahan kasih sayang. Mamah serahkan dia padamu, ya menantuku,'' pesan Nyonya Dahlia, dengan sedikit terisak.
Sebelum beliau pulang, dia pun memeluk menantu dan juga putrinya secara bergantian, sampai akhirnya melepaskan pelukan dan mulai berjalan meninggalkan sepasang pengantin baru tersebut.
🌹🌹
Malam Pertama ...
__ADS_1
Malam pertamanya di sambung di bab berikutnya ya Reader ...♥️♥️♥️
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹