
Dikhianati oleh orang yang dicintai yaitu sang istri membuat Louis Vuitton menutup diri dari wanita, dia menjalani hari-harinya dengan begitu kesepian bahkan tinggal di rumah mewah dan besar miliknya tanpa ditemani oleh siapapun.
Dingin, kasar, dan arogan menjadi sifat Louis yang merupakan salah satu pengusaha terkaya di negaranya. Meskipun Luois menutup hatinya akan seorang wanita, namun, tidak dengan nafsu dan birahi yang ada di dalam dirinya.
Sebagai seorang laki-laki normal tentu saja dia tetap membutuhkan kaum wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya itu, dan Loius selalu menggunakan jasa wanita penghibur untuk memuaskan nafsu birahinya.
Sampai akhirnya, dia bertemu dengan seorang wanita yang cuek, urakan bahkan pecicilan bernama Arista yang mampu membuka hati bahkan mencairkan jiwa yang selama ini membeku.
Seperti apakah pertemuan mereka berdua? akankah Arista menerima cinta dari seorang laki-laki kaya raya, namun, memiliki sifat Arogan dan semena-mena tersebut?
♥️Cuplikan bab 1♥️
Trok ... Trok ... Trok ....
Hakim pengadilan mengetuk palu tanda bahwa gugatan cerai pria bernama Louis Vuitton, pengusaha kaya raya, CEO dari perusahaan raksasa di negaranya di kabulkan majelis hakim.
__ADS_1
Gugatan yang dilayangkan kepada istrinya itu tidak membutuhkan waktu lama untuk di kabulkan, karena sebelum dia melayangkan gugatan tersebut, Louis telah mengantongi bukti tentang perselingkuhan Clara Kiel istri yang telah dia nikahi selama 10 tahun.
Di usianya yang ke 35 tahun itu, Loius telah resmi menjadi Duda satu orang anak berusia 7 tahun, dan karena usia sang putra masih di bawah umur maka, hak asuh pun jatuh ke tangan mantan istrinya.
Louis pun mengusap wajah kasar, duduk di kursi pesakitan menghadap majelis hakim, sementara mantan istrinya duduk di jajaran pengacara, menatap ke arah Louis dengan tatapan penuh penyesalan.
Louis pun bangkit lalu hendak berjalan keluar dari ruangan sidang, namun, langkah kakinya seketika berhenti saat Clara memanggil namanya dan berjalan mendekati.
''Louis ...'' sapa Clara dengan nada suara berat dan sedikit terisak.
Louis diam mematung, tatapan matanya tajam mengarah ke depan tanpa menoleh, hanya kakinya saja yang berhenti melangkah.
''Heuh ... Gak usah pake ucapan perpisahan segala, gak penting.'' Jawab Louis datar.
''Aku minta maaf, Louis. Apa pintu hatimu sudah benar-benar tertutup?''
__ADS_1
''Ha ... ha ... ha ...! bukan pintu hatiku yang tertutup, tapi, dirimu sendiri yang menutupnya, gak ada kata maaf lagi buat kamu, Clara. Apa kamu lupa, apa yang telah kamu lakukan, hah ...?'' teriak Louis menoleh menatap wajah mantan istrinya, wanita yang pernah sangat dia cintai namun, berakhir dikhianati.
''Aku benar-benar menyesal, Louis.''
''Gak ada gunanya kamu menyesal, nasi udah jadi bubur, hakim juga udah ketuk palu, mulai saat ini kita sudah gak ada hubungan apa-apa lagi, oke?'' ucap Louis dingin, lalu hendak melangkah, namun, seketika dia pun menghentikan langkah kakinya lalu kembali memutar badan.
''O iya, aku sampai lupa. Jika kita ketemu di jalan, anggap aja kamu gak liat aku, dan anggap aku ini benar-benar orang asing. Oke ...?'' tambahnya lagi lalu hendak melangkah lagi.
''Tunggu, Louis. Gimana sama putra kita? apa kamu tega ninggalin dia?''
''Kamu gak usah khawatir, aku gak akan pernah melupakan David putra kita, aku akan mencukupi semua kebutuhan dia, bahkan sampai dia dewasa nanti,'' jawab Louis datar lalu melanjutkan langkahnya.
Sebenarnya, Louis merasa begitu terluka, dia begitu mencintai wanita bernama Clara itu, cinta yang tidak terukur membuatnya pernah merasakan dibutakan oleh cinta itu sendiri pada masanya.
Menjalani rumah tangga selama 10 tahun lamanya bukanlah waktu yang sebentar bagi Louis, belum lagi usahanya dahulu dalam mendapat hati wanita bernama Clara Kiel itu tidaklah mudah kala itu. Louis begitu mencintai mantan istrinya, dan saat ini, dia pun begitu terluka, di saat cintanya berakhir dengan luka yang menganga di dalam sana.
__ADS_1
Dengan langkah yang terasa berat sebenarnya, Louis mulai keluar dari dalam ruang sidang, air matanya seketika jatuh membasahi rahangnya, air mata yang seharusnya tidak hadir menemani luka ini, air mata yang seharusnya dia tahan sekuat tenaga dan air mata yang seharusnya tidak ikut berjatuhan, seiringan dengan jatuhnya rumah tangga yang semula dia banggakan.
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️